
A STORY FROM FROM THE PAST # **Sebuah Cerita Dari Masa Lalu
PART 2 – Bagian 2 ****
Selamat membaca ....*
Smith Company, London, England ...
Siang itu Anthony masih berada di Perusahaan miliknya yang dibangun atas kekayaan turun temurun
keluarganya, yang kini semakin melesat maju berkat usahanya dan kepercayaan yang ia bangun pada seluruh rekan bisnis dan para investor yang diajaknya untuk bekerja sama.
“Sir ..”
“August.” Anthony menyapa asisten sekaligus orang kepercayaannya yang bernama August.
Pria bernama August itu sedikit menunduk untuk memberi hormat pada Anthony. “Sir, you have an appointment with Charlie Nataniel this lunch ( Tuan, anda memiliki janji dengan Charlie Nataniel di jam makan siang ).”
Anthony mengangguk dan membereskan berkas yang sudah ia periksa, kemudia berdiri dan mengambil jas yang sebelumnya ia sangkut kan dikursi kerjanya, lalu mengenakannya dan berjalan mendekati August. “Shall we go now?. ( Kita pergi sekarang? ).” Ucap Anthony seraya mengajak August untuk berangkat menemui rekan bisnis yang tadi dibilang August.
August pun mengangguk pelan. “Yes, Sir.”
Lift yang membawa Anthony dan August sudah mencapai lantai bawah Perusahaan. Kemudian Anthony dan August berjalan bersama menuju arah luar lobi Perusahaan untuk menaiki mobilnya. Beberapa orang yang sempat berpapasan dengannya pun mengangguk hormat, hingga ...
Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan terdengar disekeliling Anthony bersamaan dengan munculnya orang – orang yang berjumlah lebih banyak dari pengawal pribadi Anthony sendiri.
Para pengawal Anthony sudah tumbang termasuk juga August yang kena tembak. Dua orang menghampiri Anthony
lalu menyeretnya sambil mengarahkan senjata api ke wajahnya.
Anthony yang merasa ia sudah terdesak karena pengawal pribadinya sudah tumbang semua, tidak bisa berbuat apa – apa, meskipun ia sendiri mengantongi sebuah pistol didalam jasnya. Terlebih lagi ada beberapa karyawannya yang berada di lobi Perusahaan, dan ia tidak ingin nyawa para karyawan yang tidak bersalah itu melayang.
Anthony tak banyak bicara saat ia diseret masuk dengan kasar kedalam mobil dan duduk diapit oleh dua orang yang menodongkan senjata tadi padanya. Tangannya langsung diikat dan kepalanya ditutup dengan kain hitam. Lalu tak berselang lama kepala Anthony dihantam sebuah benda keras hingga ia tak sadarkan diri.
**
“Hello, R.”
“Ndrew, mereka membawa Dad!.” Ucap Reno dari seberang ponsel Andrew.
Suara Reno terdengar panik dan tergesa.
Sementara Andrew pun wajahnya juga terlihat panik bersama dua saudara lelakinya yang serupa tapi tak sama, sedang menenangkan Mom yang menangis sejak ia mendapat kabar bahwa ada penyerangan di Perusahaan dan Dad telah dibawa oleh orang – orang bersenjata yang menembaki para pengawal pribadi mereka.
“Ya gue sudah dengar dari Eli!.” Sahut Andrew. “Gue sedang dirumah untuk memastikan Mom dibawa ketempat yang aman untuk sementara waktu!. Lo dimana?.”
“I’m trying to reach Dad, before they take him out from London!. ( Gue sedang mencoba mencapai Dad, sebelum mereka membawanya keluar dari London! ).”
Andrew manggut – manggut.
“Gue akan segera menyusul setelah dari sini!.”
“K!.”
***
“Jeff, you go to the company ( Jeff, lo pergi ke Perusahaan ). Urus semua hal disana, urus juga para korban dengan baik!.” Andrew mengarahkan saudara lelaki yang bernama Jeff untuk melakukan apa yang dia bilang barusan.
Jeff langsung mengangguk dan bergerak.
“John, lo bawa Mom. Jaga dia dengan nyawa lo!. Kalau dalam 1 x 24 jam lo ga mendengar kabar dari gue ataupun
R, dan orang – orang kita, lo tahu apa yang harus lo dan Jeff lakukan!.” Kini Andrew beralih ke saudara laki – lakinya yang satu lagi, lalu ia bergegas pergi setelah John mengiyakan dengan cepat ucapannya.
“Be careful Andrew. ( Hati – hati Andrew ).” Ucap Mom yang sudah berderai air mata itu sebelum anaknya pergi. Andrew pun mengangguk sambil tersenyum lalu memeluk sang ibu.
“Pasti Mom.” Ucap Andrew. “Michelle dan keluarga di Bandung juga sedang dibawa ke tempat yang aman.” Sambungnya. “Mom tenang saja, aku dan R akan membawa Dad pulang dengan selamat.”
**
“They take him to Georgii place?!. ( Mereka membawanya ke tempatnya Georgii?! ).” Tanya Andrew pada Reno saat mereka sudah bertemu. Dan Reno pun mengangguk pasti. “Apa helikopter sudah siap?.” Tanya Andrew lagi sambil mereka berjalan dalam suatu gedung.
“Sudah.” Sahut Reno.
Andrew mengangguk.
__ADS_1
“Did you call Vladimir and Sergie to prepare?. ( Apa lo sudah menghubungi Vladimir dan Sergie untuk bersiap? ).”
“I did. ( Sudah ). Mereka sedang bergerak ke tempat Sergie dan bersiap bila mereka sudah melihat Dad. Khabib juga sudah menginformasikan segalanya.” Ucap Reno saat mereka telah mencapai puncak gedung dan dua buah helikopter yang nampak siap berangkat serta beberapa orang berbadan tegap juga sudah ada diatas gedung tersebut.
“Alright then ( Baiklah kalau begitu ), kita ratakan mereka dengan tanah!.” Sahut Andrew dengan mata yang berapi – api. “Georgii Romanov, Jayvon Zepeto ... waktu kalian berada di dunia sudah hampir habis.” Gumamnya setelah berada didalam helikopter. Dan helikopter itu pun kemudian bergerak terbang setelah Andrew dan Reno berada
didalamnya.
Diikuti satu helikopter lagi dibelakang mereka.
***
Volgograd, Russia ...
“Eagle is save!. ( Eagle sudah aman ).” Reno mendapat pemberitahuan melalui alat komunikasi yang tertempel ditelinga mereka.
“Time to move!. ( Waktunya bergerak! ).”
“Make sure you alive, Ndrew! ( Pastikan lo tetap hidup, Ndrew! ). Atau warisan lo akan jatuh ke gue!.” Ucap Reno saat kedua orang itu bersama beberapa orang sudah bersiap untuk menyerang sebuah tempat tinggal yang besar dan luas namun nampak suram, meski terlihat terawat.
Andrew tergelak. “Only at your dream, R ( Hanya dalam mimpi lo saja, R ).”
Kedua pria muda itu pun bergerak secara hati – hati ke dalam rumah yang sudah dikelilingi oleh orang orang mereka itu.
DOR! DOR!
DOR! DOR!
Bunyi senjata api sudah memenuhi ruangan yang sudah dimasuki Andrew dan Reno. Pertarungan sengit pun
terjadi, saling tembak, saling berlindung agar tidak kena tembak. Beberapa orang nampak berlari cepat dengan dikawal beberapa orang lainnya.
Andrew dan Reno mengejar mereka bersama dua pria Rusia yang dekat dengan mereka dan Dad serta beberapa
orang mereka.
DOR! DOR!
DOR! DOR!
Andrew, Reno dan kawanan mereka melepas tembakan dengan cepat dan beruntun pada orang – orang yang
orang lagi, yang sekarang menghentikan langkahnya sambil mengangkat tangan mereka.
Andrew dan Reno serta orang – orangnya sudah mengelilingi mereka sambil mengacungkan senjata api ditangan
mereka masing. Andrew dan Reno tersenyum miring pada tiga orang tersebut.
“Our allies will hunt all of you, if you kill us! ( Sekutu kami akan memburu kalian, jika kalian membunuh kami! ).” Seorang pria berlogat Rusia kental berbicara dalam bahasa Inggris pada Andrew dan Reno.
“Dead bodies can’t hunt! ( Mayat tidak akan bisa berburu! ).” Sahut Andrew. “You and all of your allies will have a reunion .. at hell! ( Kau dan sekutumu akan reuni ... di neraka! ).”
DOR! DOR!
DOR! DOR!
Andrew dan Reno menembaki beberapa orang lagi yang tadi sudah mengangkat tangannya tanpa ragu. Kini hanya
tersisa empat orang lagi yang dua orang diantaranya sangat Andrew dan Reno kenali.
“Sons of Anthony Smith .. ( Anak – anaknya Anthony Smith.. ) ...”
DOR!
Pria Russia yang tadi berbicara itu tak bisa melanjutkan ucapannya karena Reno keburu mendaratkan timah panas di kepala pria Rusia itu dengan telak. “Noisy! ( Berisik! ).”
“Your father will directly killed if you kill me and my father! ( Ayahmu akan langung dibunuh jika kau membunuhku dan ayahku! ).”
Seorang pria muda yang kira – kira berusia sama dengan Andrew dan Reno berbicara sambil mengangkat tangannya. “Only me and my father who knows where is he right now!. ( Hanya aku dan ayahku yang tahu dimana dia sekarang! ).”
“Don’t worry about my father, you should be worry about yours!. ( Jangan mengkhawatirkan ayahku. Harusnya kau yang lebih mengkhawatirkan ayahmu ). You need to prepare a funeral after this ( kau harus menyiapkan pemakaman setelah ini ).” Ucap Andrew dingin.
“An-Andrew...”
DOR! DOR!
DOR! DOR!
__ADS_1
Andrew melepaskan beberapa tembakan ke arah pria tua yang tadi sempat menyebut namanya dengan terbata dan
ketakutan. Seketika pria seusia kurang lebih seperti Dad pun tumbang bersimbah darah.
“DAD!.”
“SIR!.”
Dua orang yang merupakan anak dan orang dari pria yang ditembak Andrew barusan langsung menghampiri pria
yang sudah tumbang karena ditembaki Andrew itu. Kemudian anak dari pria bernama Jayvon itu langsung berdiri kembali hendak menghampiri Andrew, namun menghentikan langkahnya karena beberapa senjata api sudah mengarah padanya.
“You .. ( Kau.... )..”
“I think I’m going to change my mind. ( Aku rasa aku berubah pikiran ).” Ucap Andrew sinis. “You don’t need
to prepare your father funeral.... ( Kau tidak perlu menyiapkan pemakaman ayahmu )... Better you accompany him! .. ( Lebih baik kau menemaninya! ) ..” Tangan Andrew sudah lagi siap menarik pelatuk senjata api yang ia pegang.
“NOOO!. ( TIDAAK! ).”
DOR! DOR!
DOR! DOR!
Kembali Andrew melepaskan timah panas dari senjatanya ke arah putra Jayvon namun pria yang satunya menamengi putra Jayvon itu dengan tubuhnya, menerima muntahan timah panas dari senjata Andrew hingga pria itu pun ambruk seketika. “What a stupid man!. ( Pria yang bodoh! ).”
“Uncle .. ( Paman )..”
Putranya Jayvon itu menggeram lirih sambil memandang pria setengah baya yang juga sudah terkapar.
“Pra – SHAY ( Selamat tinggal! ).” Reno bersuara.
DOR! DOR! DOR!
Suasana hening seketika. Andrew dan Reno menatap satu – satu jasad yang sudah ambruk dihadapan mereka.
“We’re done here!... ( Kita sudah selesai disini! .. ).”
Reno menoleh pada Andrew yang kemudian mengangguk.
“And how about them?. ( Lalu bagaimana dengan mereka?. ).” Seorang teman Andrew dan Reno bertanya sambil
menunjuk ke jasad – jasad tadi.
“Just leave them here. ( Tinggalkan saja mereka disini ).”
“Alright then ( Baiklah kalau begitu ).”
Teman Rusia Andrew dan Reno pun mengangguk seraya mengikuti Andrew dan Reno yang melenggang santai dan
pergi setelah memberikan kode pada orang – orang nya untuk juga meninggalkan tempat tersebut.
****
“Are all of our men already out?. ( Apa semua orang kita sudah keluar? ).”
Andrew bersuara seraya bertanya pada temannya yang tadi bersamanya didalam setelah mereka berada diluar rumah seorang mafia Rusia.
“Already. ( Sudah ).”
“Good. ( Bagus ).”
“Let’s go home. ( Ayo kita pulang ).”
Reno kemudian ikut bersuara dan Andrew yang menyalakan rokoknya serta beberapa orang didekat mereka pun
mengangguk.
“Want to destroy our family, huh?. ( Ingin menghancurkan keluarga kami, hah? ).”
Andrew berucap sambil melangkah menjauhi rumah mafia Rusia yang bernama Georgii Romanov itu sambil
memainkan pemantik besinya yang sudah ia buka dan memutar roda kecil pada pemantiknya hingga api kecil pun muncul.
“Over my dead body! ( Langkahi dulu mayatku! ).” Ucap Andrew dingin lalu ia melempar pemantiknya ke arah rumah Georgii yang sebelumnya sudah disirami bensin oleh orang – orangnya saat mereka semua sudah keluar dari sana, termasuk bagian dalam tanpa terkecuali yang juga dibaluri bensin oleh orang – orangnya Andrew dan Reno.
Orang – orang Andrew dan Reno pun ikut beberapa botol yang tersumpal kain berapi diujungnya, dan api kemudian merambat cepat hingga melahap seluruh rumah Georgii. Rona kepuasan nampak diwajah Andrew dan Reno serta semua orang – orang mereka, saat mereka melangkah pergi dari sana kemudian masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
****
To be continue.......