
# A STORY FROM FROM THE PAST # Sebuah Cerita Dari Masa Lalu****PART 1 – Bagian 1
**********************
Selamat membaca ........
Long time ago ( Waktu yang sudah lama berlalu ) .............
London, England
“Long time no see, My Dear Cousin, Anthony ( Lama tak jumpa, sepupuku, Anthony ).”
“Jayvon ....”
Seorang pria yang dipanggil Anthony itu memandang datar pada pria lain yang ian panggil Jayvon.
“What a surprise .... ( Sungguh sebuah kejutan )....” Ucap Anthony. “After long time you have been .... hiding..? ( Setelah sekian lamanya kau ... bersembunyi .....? ).”
“Hahahaha....it was a nice joke ( itu lelucon yang bagus ).” Ucap Jayvon yang tergelak. “I didn’t hiding, I taking care my business away from England ( Aku tidak bersembunyi, aku mengurusi bisnisku jauh dari London ).” Sambungnya. “Don’t you feel happy to see me and your nephew? ( Tidakkah kau bahagia melihatku dan keponakanmu ini? ).”
“I would really love to give you and your son a hug ( Aku ingin sekali memelukmu dan anak lelakimu itu ), but I don’t think that the reason you show up today, after very long time, only to get my hug or saying hi? ( tapi kurasa alasan kau muncul hari ini setelah sekian lama, bukan hanya untuk mendapatkan pelukanku atau bertanya kabar? ).”
Jayvon tergelak lagi. Sementara pria muda yang ia perkenalkan sebagai anaknya itu hanya diam dan berdiri tegap dibelakang ayahnya itu. Anthony pun seperti tidak menganggapnya.
“Have a seat, then ( Silahkan duduk, kalau begitu ).” Anthony mempersilahkan Jayvon dan putranya duduk. Namun hanya Jayvon saja yang mengambil tempat disofa, sementara putranya tetap berdiri ditempatnya, tanpa berucap sepatah katapun. Matanya tak beralih dari Anthony dan ayahnya.
“From what I’ve seen, you really live i glory, Anthony .... a glory that I should have a part in it ( Dari yang kulihat kau sungguh hidup dalam kejayaan, Anthony .... kejayaan yang seharusnya akupun menjadi bagian didalamnya ).” Ucap Jayvon datar. “I’m sure, you know what I mean ( Aku yakin, kau paham maksudku ).”
Anthony yang juga sudah duduk dengan tenangnya itu hanya menyunggingkan senyum tipis pada Jayvon.
“However, we are family ( Bagaimanapun, kita keluarga ). Why don't we forget what was happened at past? ( Mengapa kita tidak melupakan masa lalu? ).”
Anthony kemudian bersandar dengan merentangkan satu tangannya dikepala sofa panjang dan menopangkan satu
kakinya disatu kaki lainnya, sambil tersenyum miring.
“Used to!. We used to become family, Jayvon. But not anymore ( Pernah! Kita pernah menjadi keluarga, Jayvon. Tapi tidak lagi ).” Ucap Anthony. “Since you broke all the rules, littered my family’s name, we no longer family. You and all of your descendants are already crossed from Kingsley Smith Family. Remember? ( Sejak kau melanggar aturan, mengotori nama baik keluargaku, kita tidak lagi keluarga. Kau dan seluruh keturunanmu sudah dicoret dari Keluarga Kingsley Smith. Ingat? ).”
Anthony berucap dengan santai, namun terdengar penuh penekanan.
“It’s you who crossed me ( Kaulah yang mencoret ku ).” Ucap Jayvon dengan mengangkat telunjuknya.
“I have full right to that ( Aku punya hak penuh untuk melakukannya ).”
Jayvon tersenyum sinis.
“You too arrogant Anthony ... ( Kau begitu sombong Anthony ... ) ....”
“Really? ( Benarkah? ).”
Anthony tersenyum sinis. Keduanya terdiam sejenak.
“Maybe you have forgot, everything that you have now it was came from Kingsley Smith. And he, has two Sons ( Mungkin kau lupa, kalau semua yang kau miliki sekarang berasal dari Kingsley Smith. Dan dia memiliki dua anak ).”
Jayvon kemudian bersuara.
“Rery and my father, Jaeden ( Rery, dan ayahku, Jaeden ).” Ucap Jayvon. “A succeed of Kingsley is part of my father meritorious ( Kesuksesan yang diraih Kingsley, juga jasa ayahku ).”
“Like father, like son ( Ayah dan anak sama saja ). Naive, greedy, shameless! ( Naif, tamak, tidak tahu malu! ).”
Raut wajah Jayvon berubah.
Anthony merubah posisi duduknya. “Your father, was using Kingsley name, to run his dirty business before
my grand father realized it!. Make him and all of entire family are threatened!. Then, your father killed my grand father and also my father and mother! ( Ayahmu, menggunakan nama Kingsley, untuk menjalankan bisnis kotornya sebelum kakekku menyadarinya!. Membuat dia dan keluarga kami terancam! Lalu ayahmu membunuh kakekku, juga ayah dan ibuku! ).”
Suara Anthony meninggi.
“Even tried to kill me, if Putra Adjieran did not save me ( Bahkan juga mencoba membunuhku, jika Putra Adjieran tidak menyelamatkanku ).”
Suara Anthony kembali datar.
“And Jaeden, include you, enjoy Kingsley Smith’s Wealthy for years. A Wealthy which not belong to him at
all! ( Dan Jaeden, termasuk kau, menikmati harta kekayaan Kingsley Smith bertahun – tahun lamanya. Kekayaan yang bukan miliknya sama sekali! ). That he took with a despicable ways ( Yang dia rampas dengan cara yang hina ).”
Anthony terkekeh sinis dan Jayvon seperti habis kata – kata.
“Somehow, Jaeden made a fool to Kingsley so my grand father took him as his foster son ( Entah bagaimana, Jaeden membodohi Kingsley sehingga kakekku mengangkatnya sebagai anak ).”
__ADS_1
Jayvon masih terdiam. Semua perkataan Anthony menyudutkannya.
“You supposed to thank me, because I let you live that day when I killed Jaeden! ( Kau seharusnya berterima kasih padaku, karena aku membiarkanmu hidup saat aku telah membunuh Jaeden! ).”
Jayvon melirik anaknya.
“Don’t try ... ( Jangan coba – coba )....” Ucap Anthony yang kini menatap pada putra Jayvon yang sepertinya
melakukan pergerakan yang mencurigakan, meski gerakannya pelan. Namun putra Jayvon langsung kembali menurunkan tangannya, saat ada dua titik merah nampak di dahi dan dadanya.
Jayvon nampak memberikan kode pada putranya dan menyunggingkan senyum tipis pada Anthony. “Seems that
you have a preparation ( Sepertinya kau sudah punya persiapan ).”
Anthony tergelak sinis.
“Of course! To face a cunning man like you, I already prepared everything... ( Tentu saja! Untuk menghadapi
pria licik sepertimu, aku tentunya sudah mempersiapkan segala hal ).”
“I will destroy you, Anthony! ( Aku akan menghancurkanmu, Anthony! ). And I will make all of things you have now, become mine! ( Dan aku akan membuat apa yang kau miliki sekarang menjadi milikku! ).”
“Go ahead to try it ( Silahkan saja mencobanya ).” Ucap Anthony dengan santai.
Ting!
Suara dari sebuah pemantik besi terdengar.
“I know what you have done to my family in Spain .... ( Aku tahu apa yang sudah kau lakukan pada keluargaku yang berada di Spanyol ) .... and I burned out your factory at Hongkong for it ( Dan aku bakar pabrikmu yang berada di Hongkong untuk kau membayarnya ). Don’t go further from it ( Jangan bertindak lebih jauh dari itu ).”
Anthony berbicara santai dan menyalakan cerutunya. Lalu memandang pada Jayvon yang sudah berdiri dengan
rahangnya yang nampak mengeras.
“Leave England in two hours or less. Back to your place away from England, from me and my entire family. Or I
won’t hold myself to make you fall into poverty before I slay you and your entire family if you dare to touch every Kingsley’s descendant ... ( Tinggalkan Inggris dalam kurun dua jam atau kurang. Kembali ke tempatmu jauh dari sini, dariku dan seluruh keluargaku. Atau aku tak bisa menahan diri untuk membuatmu jatuh miskin sebelum aku membantai mu berikut seluruh keluargamu ).”
“Heh, we’ll see about it! ( Heh, kita lihat saja nanti! ).” Ucap Jayvon sinis lalu pergi bersama putranya dari hadapan Anthony yang bergeming dalam duduknya dengan ekspresi datar.
“Find out the Russian who become Jayvon backup ( Cari tahu orang Rusia yang menjadi sekutunya Jayvon ).”
***
Di sebuah Mansion di London, Inggris
Seorang pria muda berkepala plontos nampak terlihat geram sambil membaca sebuah berita di media.
Pria berkepala plontos itu kemudian mengumpat. Berita yang sedang ia baca itu sedang menyudutkan dirinya juga keluarganya.
Judul berita yang terpampang, termasuk foto – foto yang ditampilkan serta isi berita yang dirasa memuakkan untuk pria berkepala plontos itu membuat rahangnya mengeras.
“How dare! ( Berani – beraninya! ).”
“Bukankah seharusnya kamu sendiri berhati – hati dalam bersikap dan menjaga pergaulanmu diluar sana, Andrew Smith?!.”
Seorang wanita yang berumur jauh lebih tua diatasnya berucap sambil menegaskan wajahnya.
“Ck!. Apa yang terlihat difoto itu, tidak seperti kenyataannya, Mom.” Ucap pria muda yang dipanggil Andrew itu.
“Apa orang yang membacanya perduli berita itu benar atau tidak?. Kalau orang – orang sudah membaca berita
tentang skandal, mereka hanya akan menyebarkan nya bukan mencari tahu benar atau tidaknya!.”
Andrew berdecak lagi.
“Dan hal ini akan mempengaruhi nama baik keluarga kita serta semua bisnis kita.” Ucap wanita yang dipanggil Mom itu.
“Akan kubuat media yang menampilkan berita fitnah ini mendapatkan ganjarannya!.” Andrew mengeluarkan ancaman. “Termasuk orang yang mengambil fotoku secara sembunyi – sembunyi ini.” Ucapnya.
“No need to search, my son! ( Tidak perlu repot mencari, anakku! ).”
Sebuah suara bariton seorang pria membuat Andrew dan Mom menoleh ke arahnya.
“I know who behind this ( Aku tahu siapa dibelakang ini ).” Ucap pria bersuara bariton itu.
“Who? ( Siapa? ).” Tanya Andrew. “Siapa yang berani lancang seperti ini, Dad?.”
“Jayvon!.” Sahut pria yang dipanggil Dad oleh Andrew.
__ADS_1
“Jayvon?!.” Timpal Andrew. “Jaeden’s Son? ( Putranya Jaeden ). Saudara angkatmu itu?.”
“Indeed ( Benar ).”
“I thought that he was away from Inggris ( Aku pikir dia sudah berada jauh dari Inggris ).”
“He was ‘visited’ me at the Company yesterday ( Dia ‘mengunjungiku’ di Perusahaan kemarin ).” Sahut Dad.
“What did he want ( Apa yang dia mau? ).” Tanya Andrew. “Bukankah Dad sudah mengusirnya jauh – jauh serta
memperingatkannya?.”
“I did ( Memang ).”
“Then? ( Lalu? ).”
“He came to destroy me!..... ( Dia datang untuk menghancurkanku!... ).” Ucap Dad.
“Cih! What a big guts he has! ( Cih! Besar juga nyalinya! ).”
Andrew berdecih, lalu berkata sinis dan ketus.
Dad tersenyum lalu menepuk – nepuk pundak Andrew.
“Tentu saja dia bernyali besar sekarang. Dia punya dukungan penuh dari seseorang yang memiliki kekuasaan yang cukup besar di Rusia.”
Satu suara pria terdengar dari satu arah.
“Georgii Romanov! .... apa aku benar, Dad?.”
Pria yang usianya tak jauh dari Andrew itu kemudian mencium kedua pipi Mom dan memeluk Dad.
Kemudian dia menghampiri Andrew dan tersenyum padanya. “Dan berita bohong tentang skandal keluarga kita ini, sebuah permulaan dari Jayvon.”
“You are absolutely right, R ( Kamu benar, R ).”
“So because he has a big backup now ( Jadi karena dia merasa sudah punya dukungan yang besar sekarang )
dia pun berani datang kembali ke sini untuk mengancam Dad dan kita semua?.” Ucap Andrew.
“I think so ( Kurasa begitu ).”
“Dan permulaan yang dia buat akibat berita bohong ini, sukses membuat saham kita merosot tajam pagi ini.”
“Nice start!.... ( Permulaan yang bagus! )....” Ucap Andrew lagi. “I’m going to find him! ( Aku akan menemukannya! ).”
“Useless!.... ( Percuma! ..... )....”
“Kenapa?.”
“He was no longer here at London, nor at England..... ( Dia sudah tidak lagi berada di London ini, ataupun di Inggris ).”
“Lari lagi?.”
“Mungkin.”
Dad tersenyum.
“He prepares! ( Dia sedang bersiap – siap! ).” Ucap Dad.
Andrew dan R manggut – manggut.
Sementara Mom kemudian meninggalkan tiga pria itu untuk berbicara.
“Kurasa kita pun harus bersiap, Dad.”
“Let me ( Biar aku saja ). You guys just make sure that your Mom is save ( kalian berdua hanya perlu menjaga Ibu kalian tetap selamat ).”
“Tapi, Dad....”
“At least, if something bad happened to me, this family still have your Mom and of course both of you ( Setidaknya, jika sesuatu yang buruk menimpaku, keluarga ini masih memiliki ibu kalian dan tentunya kalian berdua ).”
Andrew dan Reno menatap Dad mereka.
“I count to both of you ( Aku mengandalkan kalian berdua ). Don’t ever let anyone destroy this family ( Jangan pernah biarkan siapapun menghancurkan keluarga ini ) and rob ours ( dan merampas milik kita ).”
****
To be continue .....
__ADS_1