THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 241 – VAREN & ANDREA - SERIES


__ADS_3

SELINGAN DULU SEBELUM RESEPSI


*********************************************


DO NOT CONTEND


( Jangan Dilawan )


 


Selamat membaca.....


*************************


Love is in the air....


Kalimat yang tepat untuk menggambarkan apa yang kini tengah di rasakan oleh Varen dan Andrea. Rona bahagia kian menghiasi wajah keduanya.


Setelah tujuh belas tahun bersama sebagai kakak – adik, lalu saling menyimpan rasa, meyakini bahwa itu cinta yang bukan hanya kasih sayang semata. Tak perlu saling mengenal lagi satu sama lain seperti pasangan pada  umumnya yang banyak pertimbangan untuk menikah.


Keluarga dan Varen serta Andrea sendiri tak merasa keberatan atas pernikahan mereka. Jadi mau tunggu apa?. Kenal baik, sangat. Saling cinta, jangan ditanya. Varen dan Andrea sama – sama posesif satu sama lain, agresif juga bahkan.


Hanya masalah usia kan?. Muda dan Belia.


Ah, tepis kan saja kalau soal itu.


****


“Aku ingin meminta bantuan”


“Apa?”


“Lusa adalah pengumuman kelulusan Andrea, dan aku yakin ia pasti lulus. Aku ingin merayakan bersamanya”


“Just tell us. ( Katakan saja pada kami )”


“Begini ...”


****


“Apa kau berencana untuk meminta hakmu sebagai suami pada Andrea, hem?”


“Jika kau dan Momma melarang, tidak”


“Jika kami tidak melarang?”


“Jika Little Star bersedia, iya”


“Jika dia menolak, kau benar – benar tidak akan memaksanya?”


“Memaksa, jelas tidak. Merayu, pasti”


“Bocah tengik!”


“Usaha dulu kan? Hahahahahahaha!!!! ...”


****


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia ....


Setelah hampir seharian bersama, dan setengahnya benar – benar menghabiskan waktu berdua saja, dalam


keromantisan, kemesraan dan keintiman tentunya, Varen dan Andrea kembali ke Kediaman Utama. Berat sih untuk meninggalkan moment tersebut, tapi mau bagaimana lagi karena ini soal resepsi pernikahan mereka berdua.


Dimana hubungan dan status mereka akan diumumkan secara resmi kepada publik, orang – orang yang Keluarga Adjieran Smith kenal tentunya. Tak perduli nanti mereka akan berkata apa soal pernikahan Varen dan Andrea.


Sampai dengan detik ini rona wajah Varen dan Andrea bak dua orang yang baru saling jatuh cinta. Kadang merona selain binar bahagia yang tercetak jelas disana.


Varen dan Andrea masih sering saling tatap dengan mesra, saling melempar senyum sejak keluar dari kamar yang menjadi saksi sesi percintaan panas mereka yang begitu menggelora, hingga sampailah mereka berdua kini di Kediaman Utama keluarga mereka. “Sini”.


Varen menepak pundaknya sendiri sembari berjongkok didekat Andrea yang hendak turun dari mobil itu.


“Ah engga ah! Drea jalan saja” Andrea menolak untuk digendong belakang oleh Varen yang sudah mengambil ancang – ancang itu.


Varen bergeming, hingga pada akhirnya Andrea pun pasrah dan menurut saja untuk digendong belakang oleh Varen yang setelahnya tersenyum lebar sembari menempelkan sebentar kepalanya dan Andrea.


“Hal – hal yang sudah menjadi kebiasaan kamu dan aku sejak dulu, jangan pernah dihilangkan, Little Star...”


“Iya Abang, Drea hanya khawatir Abang kelelahan”


“Ini kesenangan aku sejak dulu. Sejak kamu kecil, sejak kamu selalu minta aku menggendong kamu. Jadi teruslah


seperti itu, hem?”


“Iya... Love you Abang...”


“Love you more...”


*****


“Assalamu’alaikum!”


Semua mata memandang pada pasangan yang baru memasuki Kediaman dan langsung menyambangi ruang tengah dimana hanya ada para pria saja yang berkumpul, minus Gappa dan Ake.


“Wa’alaikumsalam!”


Andrea diturunkan Varen dari gendongannya, dan langsung menyambangi para Dads untuk cium tangan.


“Yang lain mana?” Tanya Andrea yang tidak melihat keberadaan para Mommies, Nenekz dan adik – adiknya”


“Moms dan Nenekz sedang di ruang wardrobe bersama Yefta dan timnya, dan beberapa orang dari WD Palace”


“Gappa sama Ake?”


“Mereka sedang meninjau perkebunan yang ada di Bogor bersama Papa Lucca juga. Sore mungkin sudah kembali”  Para Dads menjawab pertanyaan Varen dan Andrea bergantian.


“Mika and the krucils?”

__ADS_1


“Mika, Ares, Si kembar sekolah lah!” Sahut Nathan. “Rery, Val sama Adrieanna juga lagi sama guru mereka di ruang belajar. Aina sama The Mommies. Lo mau absen siapa lagi?”


Andrea terkekeh, dan menjambak gemas rambut Nathan seperti biasa.


“Ck! Sakit Drea! Kebiasaan! Marahin nih istri lo Bang! Seneng banget jambak gue!”


“Abis lo ngegemesin Tan – Taaan ... kayak boneka santet!” Celoteh Andrea.


“Sembarangan lo, ganteng maksimal gini lo bilang kayak boneka santet” Sahut Nathan sembari menyugar rambutnya. “Abang sih, lewaatt ...” Ejek Nathan sembari cengengesan dan memainkan alisnya pada Varen yang langsung berdecih sinis.


***


“Ya sudah, Drea mau ke ruang wardrobe dulu kalau begitu ya?” Pamit Andrea.


“Wait. ( Tunggu )” Ucap Poppa.


“Iya, Pop?”


“Come here, My Dear... ( Kemari, Sayangku ) ...”


Varen memperhatikan si Poppa yang menggerakkan telunjuk nya pada Andrea agar putrinya itu segera mendekat


padanya.


Andrea pun mendekati Poppa.


“Kenapa, Pop?”


“Duduk disini sebentar” Ucap Poppa sembari menepuk – nepuk ruang disampingnya yang sedang duduk disofa panjang bersama Daddy R yang sudah menggeser duduknya agar Andrea mengambil tempat ditengah mereka berdua.


“Ih! Poppaa!”


Andrea spontan memekik saat si Poppa menurunkan kerah atasannya yang bermodel halter neck itu.


“Ckckck!” Poppa geleng – geleng sembari melirik pada Varen yang cengengesan, sementara Andrea membetulkan kerah bajunya yang diturunkan sedikit oleh Poppa sembari merungut.


Para Daddies dan Nathan terkekeh saja. Paham deh si Poppa itu habis mengecek apa.


“Ayah mertua kepo sekali. Ckckckck...” Ledek Varen.


“Apa Vampire itu menyakitimu? Apa dia memaksamu? Apa dia sama sekali tak melepaskanmu semalaman? Apa dia tak membiarkanmu istirahat?” Cecar Poppa yang mengundang gelakan semua  Dads yang bersamanya berikut Nathan dan Varen sendiri.


“Ish! Poppa nih! Apa coba bertanya begitu?!”


“Aku ini mengkhawatirkan mu, putriku sayang!”


“Kamu punya hak untuk menolak suamimu, jika dia penuh pemaksaan”


“Macam Poppa tidak suka memaksa Momma saja” Celetuk Varen.


“Diam kau bocah tengik!”


“Sudah ah! Poppa nih terlalu berlebihan! Dah ah, Drea mau ke ruang wardrobe!”


***


“Huh?. Bahagia, heh?!” Sindir Poppa.


“Oh jelas...”


“Jadi benar Bang? Kejadian nih Syubiduppappaw sama Little Star?!”


“Hish! Apa sih Pi?!” Varen spontan memundurkan tubuhnya karena Papi John langsung mendekatinya dengan antusias. “Kepo sekali anda – anda ini! ...”


“Berbagi itu Indah Abang...”


“Haish, hanya tinggal jawab iya atau tidak saja, Alvarend Aditama! Beneran jadi bobol gawang anak bebek?!”


Papi memaksa, jiwa penasaran lambe turah sudah menyala.


“Yakin sudah” Celetuk Daddy Jeff. “Lihat saja muka mesum nan berseri – seri ini, hem?”


“Hahaha!!! ...”


“Katakan, apa kau memperkosanya?...”


“Haish! Ini lagi! Mana ada suami perkosa istri sih?!”


“Kalau istrimu menolak untuk disentuh sampai melawan, tetapi suaminya tetap memaksa, itu namanya pemerkosaan, bocah tengik!” Cerocos Poppa.


“Kan sudah ku bilang aku tidak akan memaksa! Kalau merayu iya”


“Cih!”


“Berapa round Bang?”


“Tiga”


Gelakan membahana.


“Gileee doyan!”


“Enak!”


“Kau benar – benar menyiksa putriku, heh, bocah tengik!”


“Ck! Kami saling menyiksa dalam kenikmatan lah!” Sahut Varen asal.


“Hahaha!!!”


“Kau pasti membuat kulit putriku bak macan tutul!” Seru Poppa.


“Dia juga melakukan hal yang sama padaku lah!”


“Hah?! Yang benar Bang? Little Star ganas?!”


“Rrrrr”

__ADS_1


“Hahaha!!!” Toyoran bertubi – tubi sampai ke kepala si Abang dari semua Daddies.


“Ngahaha!!!!! ... ga heran gue sih kalo si Drea gahar! Ahahahaha!”


“See, tuh si Nathan juga paham anak Poppa Ganas”


“Jangan sok tahu!”


Nathan kebagian toyoran Poppa. Namun si Tan - Tan malah tergelak.


“Hahaha!!!...”


“Coba lihat bukti keganasan Little Star”


“Ck! Apa sih Dad!”


“Tunjukkan!” Poppa mendukung ucapan Daddy R.


“Wah! Benar – benar kalian kurang kerjaan! Bukannya pergi bekerja sana”


“Kami sudah terlalu kaya! Tunjukkan!”


“No Way!” Varen berusaha bangkit untuk menjauhi para pria didekatnya yang sudah nampak aneh - aneh dimatanya.


“Guys.....”


Poppa seperti memberi isyarat kepada para Daddies yang lain kala Varen sudah akan berdiri untuk menjauhi dari para Dads yang kepo nya ga ketulungan. “Apa?” Varen menatap para Dads yang juga sedang menatapnya.


“Knock him out. ( Lumpuhkan dia )”


“DAMNED YOU GUYS!” Varen tak berdaya. Kedua tangannya sudah dalam cengkraman Papi dan Papa Bear yang


memegangnya kuat. Umur mereka sudah tidak muda lagi memang, tapi tenaganya seolah belum berkurang. “BENAR – BENAR KURANG KERJAAN! LET ME GOO! ...”


Daddy Dewa dan Nathan memegangi kaki Varen erat – erat, mengingat kuat juga tenaga si Abang. Namun apa daya, kalau sudah di hadapkan oleh para Dads yang punya sama tenaga dengan dirinya.


“Take him down ( Jatuhkan dia )” Ucap Poppa lagi sembari cengengesan juga Daddy R, yang lain terkekeh geli saja melihat si Abang yang tak berdaya. Varen benar – benar dijatuhkan diatas karpet.


“Wah! Ganas benar anak lo Ndrew!”


“Hahahahaha!” The Dads dan Nathan tergelak tanpa akhlak setelah melihat tato buatan Andrea yang masih membekas di dada si Abang yang sedang meronta kala Poppa menduduki perutnya dan mengangkat kaos si Abang.


Varen mendengus frustasi, kalah tenaga akibat kalah jumlah. Apalagi ada Thanos di atasnya sekarang.


“Wuih ada cakaran juga nih! Gahar Gahar!” Celetuk Daddy Dewa sembari cekakakan menunjukkan bagian punggung si Abang.


“YA TUHAAAAANNNN!... AKU HIDUP BERSAMA PARA PRIA GILA!!!!”


***


“Tunjukkan keramahanmu pada setiap orang yang datang saat resepsi nanti”


Varen manggut – manggut saja mendengar ucapan Daddy R padanya.


“Rico dan keluarganya diundang, jadi ada kemungkinan Arya datang. Kau tidak masalah dengan itu bukan?”


“Ck! Terserahlah!”


Varen menyahut malas.


“Biar bagaimanapun Keluarga Narendra sudah banyak membantu kita. Dan Arya bukan orang lain. Dulu kalian kan


juga dekat”


“Itu sebelum si Arya mencoba merebut Little Starku!. Lagipula bukankah dia sedang di Stanford?”


“Ya siapa tahu dia menyempatkan datang?”


“Semoga saja tidak!”


“Hish!”


“Apa kau memperbolehkan Danita datang? Vladimir menanyakannya padaku. Dia bilang adiknya itu ingin meminta maaf padamu”


“Akan ku belah jadi dua tubuhnya jika dia berani muncul di hadapanku”


“Jangan gitu ah Abang, dia kan sudah ada itikad baik. Ya dulu dia begitu kan karena cinta sama kamu”


“Aku bilang tidak, ya tidak Mom. Aku tidak ingin Little Star menjadi tidak nyaman dengan kehadiran perempuan tak tahu malu itu”


“Andrea juga sepertinya tidak akan keberatan kali Bang”


“I said No, means No. ( Jika aku bilang tidak, ya tidak ). Katakan itu pada Uncle Vla. Kalau dengan Uncle Rico, aku masih menganggap hubungan kita. Almarhum Kakek Narendra pun sangat menyayangiku. Dan itu menjadi alasan kenapa aku tidak melakukan hal buruk pada Arya”


“.....”


“Lagipula, ku akui, toh kesalahannya dimataku, hanya karena dia mencintai milikku, tapi Arya tidak pernah mengganggu Little Star. Dalam artian seperti yang perempuan tak tahu malu bernama Danita itu lakukan. Sementara adik ipar Uncle Vla itu, kalian tahu sendiri kelakuannya. Perempuan tak tahu malu itu pernah membuat Little Star berusaha menjauhiku karena provokasi nya, untuk itu aku tidak terima. Sangat!”


“.....”


"Jangan bilang aku tidak berusaha untuk bersikap baik padanya. sudah kulakukan karena aku masih menganggap Uncle Vla. Tapi coba lihat kelakuan perempuan itu? Heh? Selalu muncul dihadapanku seolah aku yang mengundangnya. Masih bagus kala itu aku bisa menahan diri untuk tidak mempermalukannya"


“.....”


"Tapi kemudian dia menyerang Little Starku, dalam usahanya dekat denganku. Heh! Berani sekali!"


“.....”


“Jadi, jika adik iparnya itu berani muncul dengan sengaja dihadapanku atau Little Star, akan ku belah tubuhnya jadi dua. Jika berani dia menghubungiku apalagi Little Star, akan ku pastikan suaranya hilang untuk seumur hidupnya. Coba saja...”


***


To be continue ...


Noted :


Nikmatin aje dulu 

__ADS_1


__ADS_2