
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
*****************************************************************************
Selamat membaca .....
“Heeeemm. What should I do to both of you?.... ( Apa yang harus kulakukan pada kalian berdua ya?.... )”
Ann sudah mendekati dua tersangka utama yang menendang, menginjak dan menyiramnya dengan sampah toilet dengan senyuman dingin yang lebih mirip dengan sebuah seringai pada dua murid perempuan tersebut.
“Fely and Meadow..” Ann menyebutkan dua nama.
Dimana pemilik kedua nama tersebut sudah nampak cukup ketakutan saat ini.
Meski murid yang bernama Fely menatap Ann dengan tatapan penuh kebencian.
Dan dua murid perempuan tersebut, merupakan kakak kelas satu tingkat diatas Ann.
Salah satunya adalah sepupu dari teman sekelas Rery yang bernama Maria yang Ann serang karena Ann merasa tidak senang pada gadis yang akhir-akhir ini Ann lihat selalu menempel pada Rery.
Dan atas hal tersebutlah, makanya sepupu dari gadis yang bernama Maria itu merasa tak senang pada Ann atas
penyerangannya pada Maria, sepupunya, yang cukup dekat dengan gadis bernama Fely itu.
Dia yang juga punya hubungan dekat dengan satu orang gadis di kelas Ann yang salah satunya sedang saling menampar itu, dan kini sudah nampak berhenti karena darah segar sudah ada yang mengalir dari sudut bibir salah satu dari dua gadis yang diminta Ann untuk saling menampar namun belum dibiarkan pergi oleh Ann dan sekutunya, meminta gadis tersebut untuk mengawasi gerak-gerik Ann.
Hingga sampailah di hari itu, gadis yang sekelas dengan Ann mengabarkan jika Ann meminta ijin untuk pergi ke
toilet pada sepupu Maria yang menyuruhnya untuk mengikuti Ann. Hingga sebuah kesempatan dirasa datang, karena Ann pergi ke kamar mandi sekolah yang cukup jauh dari kelasnya.
“Is it Maria who asked you guys to do what four of you have did to me? ... ah, plus that chubby girl who become a
watcher that day.... ( Apakah Maria yang menyuruh kalian berempat melakukan hal yang sudah kalian lakukan padaku?.... ah, tambah satu gadis sintal yang menjadi seorang pengawas hari itu .. )”
Ann bertanya dan berucap.
“Lucky her, that she didn’t touch me like four of you what have did... then she might still have her smooth skin... ( Dia beruntung, karena tidak menyentuhku seperti yang kalian ber empat lakukan.... maka dia masih bisa memiliki kulit mulusnya... )”
Tapi Ann kembali berbicara sebelum ada jawaban dari pertanyaannya.
“But, I can’t let her go just like that ... ( Tapi, aku tidak bisa melepaskannya begitu saja.. )”
“Is.. it you, who make Ditte’s sexy photo showed up in her social media account? ( Apakah... kamu, yang membuat foto-foto seksi Ditte muncul di akun sosial medianya? ... )”
“You think? ( Menurutmu? )..”
Ann menyungging miring.
“But-h-how .. ( Tapi-ba-bagaimana... )”
“Well Meadow! ..”
Ann menyambar. Malas menanggapi gadis yang sedang berbicara tergagap itu.
“It is you who flush me with the trash from the toilet garbage! ... And also step on my back.... ( Jadi kamu yang menyiram ku dengan sampah dari tempat sampah toilet!.... Juga menginjak punggungku .. )”
“I.. ( Aku... )”
Bukk!
Kaki Ann keburu mendarat dengan keras di punggung gadis yang bernama Meadow itu sebelum gadis itu selesai
berbicara.
“How dare! ... ( Berani sekali! .. )” Ucap Ann saat kakinya menyentuh punggung gadis yang ia tendang barusan,
bersamaan dengan pekikan mengaduh dari gadis bernama Meadow tersebut yang langsung terjerembab ke atas lantai di depannya.
Gadis yang bernama Fely serta dua gadis yang tadi tampar-tamparan pun terkejut dengan perlakuan Ann pada gadis yang bernama Meadow tersebut.
“Now you should get the same thing what have you done to me! ( Sekarang kamu akan mendapatkan hal yang sama seperti yang kamu lakukan padaku! )..”
Ann kembali berucap pada Gadis tersebut, yang tubuhnya Ann tahan untuk tetap berbaring telungkup di lantai,
dengan kaki Ann yang ia tekankan dengan kuat di punggung gadis bernama Meadow itu.
Salah seorang teman dari kakak kelas yang dekat dengan Ricci itu menyerahkan sebuah ember seng ke tangan Ann yang sedang menyeringai sembari menahan kakinya di punggung Meadow.
Dimana mereka semua langsung menutup hidung saat kertas aluminium yang menutup ember seng tersebut Ann buka.
Termasuk Ann yang mengernyitkan hidung sembari menjauhi wajahnya dari ember seng tersebut, namun Ann tetap
memegangnya.
“Lucky you, my nice upperclass friends just want to make a compost for their practical study. And they leave some of the materials for me.. ah, I mean, for you ... ( Kamu beruntung, teman-teman kakak kelasku yang baik ini mau membuat pupuk kompos dalam pelajaran praktek mereka. Dan mereka menyisakan sedikit bahannya untukku... ah,
maksudku, untukmu.. )”
Syuurr..
Ann menuangkan isi ember ke tubuh gadis yang tadi ia injak itu, dari mulai kepala hingga ke kaki gadis tersebut.
Dimana bau tak sedap yang tak karuan begitu menusuk indra penciuman mereka yang berada didalam kamar mandi tak terpakai tersebut, saat isi dalam ember seng itu tertuang sempurna ke atas tubuh bagian belakang gadis bernama Meadow yang kemudian muntah di tempatnya.
Bagaimana Meadow tidak sampai muntah?.
Yang dituangkan Ann ke atas tubuh bagian belakang Meadow adalah beberapa jenis kotoran hewan yang entah para kakak kelas itu dapat darimana.
Dan kotoran hewan yang Ann tuang ke atas kepala Meadow tentu saja langsung turun ke wajah gadis tersebut.
Makanya Meadow sampai muntah on the spot.
Cibiran jijik tentu saja keluar dari para sekutu Ann melihat Meadow yang muntah dan sudah menangis itu, namun
ia tak berdaya. Lalu dalam hitungan detik para sekutu Ann itu tergelak dengan sangat kencang, mentertawai gadis bernama Meadow tersebut, bahkan diambil fotonya.
“Eat That In Your Face! ( Makan Tuh! )”
Ann yang kemudian mencuci tangannya di wastafel kamar mandi tak terpakai yang masih mengalir airnya itu merutuki gadis bernama Meadow yang tak berdaya.
“That! Because you dare to make my body dirty! ( Itu! Karena kau sudah berani membuat tubuhku kotor! )”
Ann mendelik tajam pada Meadow.
“Save the best for the last ... ( Sisakan yang paling bagus diakhir ... )”
Ann sudah mendekat pada gadis yang bernama Fely, yang kini menatapnya dengan sangat sinis dan nampak penuh kebencian.
“Coward ( Pengecut ) ...” Ucap Fely pada Ann.
“Coward, huh? ( Pengecut, ya? ) ...” Sahut Ann.
“You are such a coward, because you ask their favour to face me ( Kamu itu seorang pengecut, karena kamu
meminta bantuan mereka untuk menghadapi ku )”
“Heemm, do you think so? ... ( Begitu ya? .. )”
“Face me one by one if you dare! ( Hadapi aku satu lawan satu kalau kamu memang berani! )”
“Uuuuu..” Para kakak kelas itu pun ricuh mendengar tantangan yang keluar dari mulut gadis yang bernama Fely itu
__ADS_1
pada Ann.
Ann yang sudah berada di salah satu sisi Fely kemudian mendengus geli.
Bukk!
“Get Up! ( Bangun! )”
Ann berseru setelah menendang lengan gadis yang bernama Fely itu hingga Fely terjerembab miring dengan keras
ke atas lantai di bawahnya.
“And face me ( Dan hadapi aku )”
Dimana Ann mengkode para sekutunya agar sedikit memberikan ruang untuknya dan Fely.
“Show me what you got ( Tunjukkan kemampuanmu )” Ann menggerakkan tangannya ke arah Fely yang sudah menatap Ann dengan nyalang.
Dan Fely yang nampak geram itu tak membuang waktu untuk maju dan menyerang Ann.
Sayangnya, dua kali Ann berikan kesempatan, dan serangan yang ditujukan untuk Ann dari Fely meleset. Kemampuan berkelahi para gadis-gadis kaya yang manja ini, rasanya bukan tandingan Ann jika hanya satu saja. Karena Ann menguasai Martial Arts seperti Andrea, dan para saudara lelakinya.
Hingga kemudian tangan Ann menangkap tangan Fely dengan mudahnya saat Fely hendak menyerangnya lagi.
Dan pekikan Fely yang disertai suara mengaduhnya langsung saja terdengar kala Ann sudah memelintir tangan Fely ke belakang, lalu satu tangan Ann menarik kuat rambut Fely hingga gadis itu mendongak dengan keras.
“I may a coward, and I make those coward like you and your these filthy friends, get what you have done to me by
attacking me from behind.. ( Aku mungkin pengecut, dan aku membuat pengecut sepertimu dan teman-teman menjijikkan mu ini, mendapatkan apa yang kalian dapatkan karena menyerangku dari belakang... )”
Ann menyungging sinis kemudian.
Brukk!
Suara tubuh yang terbentur lantai berikut dinding kamar mandi pun terdengar saat Ann mendorong kuat tubuh Fely
yang tadi ia cengkram dengan gemas dan geram.
Bukk!
“This! What a coward do for other coward! ( Ini! Apa yang seorang pengecut lakukan pada pengecut yang lainnya! )”
Ann memberikan tendangan di perut Fely, sama seperti apa yang Fely lakukan padanya. Bahkan tendangan Ann rasanya lebih kencang, karena Fely langsung meringkuk bak udang setelah Ann menendangnya.
"You said I'm a coward?. I'm just giving back what you and them! ( Kamu bilang aku pengecut?. Aku hanya menunjukkan padamu dan mereka! ) .."
Ann mengarahkan telunjuknya ke arah tiga teman Fely.
"What you all did to me! ( Apa yang telah lakukan padaku! ). Attacked me from behind ( Menyerangku dari belakang )"
Lalu Ann berjongkok dan kembali menjambak rambut Fely yang sudah nampak sangat tak berdaya itu. Namun Ann tak sedikitpun berbelas kasih.
“Now tell me, was it your cousin named Maria who told you attacked me?! ( Sekarang katakan padaku, apakah sepupumu si Maria itu yang menyuruhmu menyerangku?! )”
“N-o. Maria has nothing to do with what I have did to you.... I’m the one who want to give you a lesson for
attacking my cousin who close with me!.... ( Ti-dak. Maria tidak ada urusan dengan apa yang sudah aku lakukan padamu.... Aku yang memang ingin memberimu pelajaran karena menyerang sepupu dekatku! .... )”
“Heh, what a kindly cousin you are .. ( Heh, sungguh sepupu yang penyayang kamu ya.. )”
Ann mendengus sinis, lalu ia melepaskan rambut Fely dengan kasar kemudian Ann berdiri.
Bukk!
Ann melayangkan satu tendangan lagi ke punggung Fely yang sudah kesakitan itu, hingga gadis itu terjerembab
dengan tertelungkup.
Lalu Ann meletakkan lagi kakinya dipunggung Fely. Sementara tiga temannya sudah berdiri di pojok dinding dengan
“I tell you one thing .. ( Aku katakan satu hal padamu .. )”
Ann menarik lagi rambut Fely.
“I’m a very bad girl with a bad temperament .. ( Aku adalah gadis jahat dengan perangai yang buruk... )”
Sembari Ann melayangkan pandangannya pada tiga teman Fely itu.
“I don’t care what become you all reason tell to people outside about all of this ..... ( Aku tidak perduli alasan apapun yang akan kalian katakan tentang semua ini pada semua orang ... )”
Ann menghempaskan lagi dengan keras kepala Fely.
“But if all, or any of you said my name and also these nicely upperclass sisters and brothers, I’ll make sure you all will end up in that old well and down the lake of this school”
“( Tapi jika kalian, atau salah satu dari kalian menyebutkan namaku juga para kakak-kakak kelas yang baik ini, akan aku pastikan kalian berakhir di sumur tua yang tidak jauh dari tempat ini dan di dasar danau sekolah ini )”
Ann pun berdiri, hendak pergi.
"Heh! Like they're dare? .. ( Memang mereka berani? ).." Celetuk salah seorang sekutu Ann yang menyeringai miring sembari memandang remeh pada empat gadis yang berurusan dengan Ann itu.
“Is that clear? ( Apa itu jelas? )” Ann kembali bertanya dengan tegas pada empat gadis yang bermasalah dengannya itu.
Empat orang tersebut mengangguk pelan.
“Is That Clear?! ( Apa Itu Jelas?! )” Ann meninggikan suaranya dengan raut wajah yang membuat mereka yang
melihatnya bergidik.
“Cle – ar ... ( Je – las ... )”
Ann baru tersenyum miring setelah mendengar sahutan dari empat orang gadis yang sudah mendapatkan pembalasan Ann.
“Good ( Bagus )” Sahut Ann. “Make sure you all keep your words, because I’m a girl who keep my word ( Pastikan
kalian memegang kata-kata kalian, karena aku adalah gadis yang memegang kata-kataku ). Try me, and I will prove all my words to you about the old well and the down of the lake ( Silahkan mencobaku, dan akan aku buktikan
kata-kataku tentang sumur tua dan dasar danau itu )”
Ann pun hendak beranjak pergi dari tempatnya memberi hukuman pada empat gadis yang pernah menyerangnya tersebut, setelah kakak kelas perempuan yang dekat dengan Ricci itu menyuruh Ann agar segera kembali ke kelasnya, karena jam praktek kimia kelas Ann di Laboratorium hampir selesai.
Dan gadis yang dekat dengan Ricci itu mengatakan pada Ann jika dia dan teman-temannya yang akan mengurus empat gadis yang sudah Ann beri pelajaran itu.
“Ah one thing! ( Ah satu lagi! )”
Ann menahan langkahnya.
“If you forget who my father is, I’ll let you know once again ..... He known as Lucca Valentino, a man who will have no doubted when he decided to end someone’s life. And I can convince him to vanish all of your parents if you all dissapointed me”
( Jika kalian lupa siapa ayahku, aku beritahu sekali lagi.. Dia dikenal sebagai Lucca Valentino, seorang pria yang tidak akan ragu saat dia memutuskan untuk mengakhiri hidup seseorang. Dan aku dapat meyakinkannya untuk menghabisi orang tua kalian, jika kalian mengecewakanku )
Ann menegaskan sesuatu pada ke empat murid yang mencari masalah dengannya itu.
Wajah Ann nampak datar dan serius saat mengatakan hal yang barusan ia katakan itu.
‘Papa akan lebih dulu mencekik ku jika dia tahu perbuatanku pada empat gadis menyebalkan ini’
Tapi dalam hati, Ann cekikikan. Membayangkan bagaimana jika papa kandungnya itu tahu apa yang sudah Ann lakukan pada para tersangka penyerangan dirinya yang sudah ia beri pelajaran itu.
“Thank you, Sister ( Makasih, Kak ) ...” Ucap Ann pada kakak kelas yang membantunya itu. Kekasih Ricci. Mungkin?.- Pikir Ann tak terlalu ambil perduli.
“My pleasure ( Dengan senang hati )” Jawab gadis kakak kelas yang dekat dengan Ricci tersebut. “Ricci's family is
__ADS_1
my family too ( Keluarga Ricci adalah keluargaku juga )”
Ann pun menampakkan senyum manisnya setelah senyum iblisnya ia hilangkan.
“Thanks to all of you too. I will send some gifts for all of you ( Terima kasih juga pada kalian. Aku akan mengirimkan hadiah untuk kalian semua )”
Ann kemudian berbicara pada teman-teman dari gadis yang dekat dengan Ricci itu sebelum Ann benar-benar
meninggalkan kamar mandi tak terpakai tersebut.
“And I will send special gift for you ( Dan aku akan mengirimkan hadiah yang spesial untukmu )” Ucap Ann pada
gadis kakak kelas yang dekat dengan Ricci, si saudara Italianya.
“Can’t wait for that..... ( Aku tidak sabar..... )”
Ann pun melangkah pergi dengan senyum kepuasan yang terbit di wajahnya. Selepas melambai sedikit pada gadis
yang dekat dengan Ricci tersebut, juga pada teman-teman gadis itu.
Ann melenggang santai, karena tidak akan ada orang yang sampai ke tempat ia berada tadi.
Tempat tersebut di anggap angker oleh sebagian besar masyarakat sekolah Ann. Jadi Ann dapat melenggang santai karena tidak adanya CCTV yang terpasang di area tersebut.
CCTV yang dapat menangkap pergerakan Ann adalah CCTV saat Ann sudah mencapai lorong sekolah dari toilet belakang.
Itupun sudah dimatikan, menurut gadis yang dekat dengan Ricci itu dengan kuasanya. Jadi katakanlah jika Ann
sangat aman untuk leluasa berjalan disana.
Jadi Ann melenggang dengan santainya, dengan senyum kepuasan yang terus saja menghiasi wajah cantik nan
imut Ann.
**
“Miss Adrieanne”
Ann yang sudah duduk manis di tempatnya dalam kelas tepat sebelum para teman sekelas berikut guru pelajaran
Ann yang habis dari laboratorium kimia itu kembali, serta merta menoleh pada orang yang memanggilnya barusan.
“Yes, Ma’am?”
“Is Miss Alba was here with you.. ( Apakah Nona Alba bersamamu disini? ) ..”
“Who? ( Siapa? )..”
“Miss Alba Jen Sen. Your class mate who sit behind you ( Nona Alba Jen Sen. Teman sekelas yang duduk dibelakangmu )”
Ann manggut-manggut. Namun sejenak kemudian Ann mengendikkan bahunya, tanda jika ia tidak tahu pada guru pelajaran tersebut.
Padahal Ann sangat tahu dimana gadis yang gurunya tanyakan itu berada.
“No one here except me, while all of you were in the chemical lab .. ( Tidak ada orang lain selain aku disini, saat kalian semua berada di lab kimia )..”
“Alright then ( Baiklah jika begitu ). Thank you Miss Adrieanne ..”
“You are very welcome, Ma’am”
Ann tersenyum tipis saja.
Dan senyum Ann seolah terus bertahan hingga bel waktu tanda proses belajar mengajar telah usai.
**
“Ann, aku lupa kalau hari ini aku ada jadwal latihan di kelas menembak”
Itu Rery yang sudah menyambangi Ann ke kelasnya.
“Jadi jadwal main kita dimundurkan atau besok saja saat weekend?. Kan lebih banyak waktu untuk main tuh”
“Okay Reryyy!! ...”
Ann mengangkat jempolnya.
“Ann mau menunggu aku selesai latihan atau mau pulang duluan? ..”
“Boleh tidak jika aku pulang duluan Rery?” Pamit Ann.
“Tentu saja boleh Ann”
‘Lagipula sepertinya tubuhku bau kotoran hewan’
Ann membatin.
“Kamu pulang ke Mansion Utama kan?”
“Maunya Rery?..”
“Ya kamu pulang ke Mansion Utama Ann. Seperti biasa kita tinggal disana. Aku, kamu dan Val” Tutur Rery.
“Okay Reryyy!! ...”
“Ya sudah, yuk. Aku antar kamu ke depan”
“Okay Reryyy!! ...”
Rery tersenyum dan mengacak pelan rambut Ann.
Dua remaja yang memiliki hubungan dekat dan erat dan baru akur lagi itupun berjalan bersama seperti biasa, bahkan sekarang lebih diselingi dengan senda gurau.
Hingga perhatian keduanya teralih saat ada beberapa pria dan wanita yang sepertinya adalah orang tua murid,
memasuki area sekolah dengan nampak tergesa. Rery nampak mengernyitkan dahinya.
“Sepertinya ada murid-murid yang bermasalah lagi..”
Ann tersenyum saja mendengar Rery yang menggumam seraya memperhatikan beberapa orang tua yang nampak tergesa masuk ke area sekolah mereka itu.
‘Salahkan anak-anak mereka yang bermasalah denganku’
Ann membatin sekaligus menyeringai dalam hatinya.
‘My name is Ann. Adrieanne Carine Esposito Smith. Disturbed me, and I will show you, that I’m a bad .. bad girl ..’
( Namaku Ann. Adrieanne Carine Esposito Smith. Ganggu saja aku, dan akan aku tunjukkan padamu, kalau aku ini
gadis yang sangat... sangat jahat .. )
**
Noted lagi: Dibaca aje, jangan diresapi. Entar dikata emak kaga ngajarin yang bener lagi dah.
🍹 BONUS CHAPTER 22 🍹
Ditunggu Bon-chap yang ke 23 ye
Jangan lupa tinggalkan jejak
Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari
__ADS_1
Teruntuk kalian yang tergabung di Grup Chat emak, info kuis untuk satu hampers receh bagi satu reader yang beruntung akan emak lempar entar maleman dikit.
Loph Loph..