
♣ (BUKAN) MISSION IMPOSSIBLE ♣ Bagian 3
***************************************************************
Selamat membaca ....
“D.....” Fania sedang berada dengan Andrew didalam kamar mereka.
“Heeeeemmm?.”
“Kalian tadi membicarakan pria itu ya?.” Tanya Fania. Andrew memeluknya dari belakang.
“Iya...”
“Apa dia udah sampe kesini?.” Tanya Fania lagi.
“On his way here (Sedang menuju kesini).”
“Apa dia akan datang ke Mansion ini?.”
“He won’t brave if Lucca never send any invitation (Dia tidak akan berani jika Lucca tak pernah mengundangnya ). Lagipula, kalangan umum tidak tahu kalau Lucca tinggal disini). What they know is that second ‘ghost’, is staying outside Italy. Only came here for some kind of ‘business’ (Yang mereka tahu kalau hantu kedua itu, tinggal di luar Italia. Hanya datang untuk urusan ‘bisnis’).” Sahut Andrew panjang lebar.
“Second ‘ghost’? ( 'Hantu' kedua? ). Memang siapa yang pertama?.”
“Dad.” Sahut Andrew lagi.
“Dad?.”
Andrew menjawab pertanyaan balik Fania dengan anggukan kala ia sudah menempelkan dagunya disalah satu bahu Fania.
“Heeeem ....”
“Apa dulunya saat Dad masih di dunia hitam, Dad juga mendapat julukan itu?.”
“Yup.... disematkan pada Lucca, karena kisahnya persis seperti kisah Dad. Menjadi target pembunuhan karena seseorang yang ingin menguasai harta kekayaan keluarganya, serta membunuh mereka, hingga tak tersisa. Sampai Dad menemukannya hampir mati, lalu membawanya untuk tinggal bersama kami sampai ia akhirnya mampu merebut kembali miliknya. Dan seperti itulah dia sekarang, cara dia bergerak benar – benar seperti Dad dulu.”
“Huuuummmm.... Lalu soal pria bernama Joven itu, selanjutnya gimana?. Memang kalian merencanakan apa?. Dan kapan kalian mau bergerak?.”
“Don’t think about that Heart (Tidak usah memikirkan itu Heart).”
“Ya kan aku merasa perlu tahu juga soal rencana kalian, mungkin aku bisa bantu?.” Ucap Fania seraya bertanya, Andrew tersenyum tipis. “Kenapa?.”
“Kali ini kamu harus benar – benar tinggal di sini ya?. Bersama Michelle dan Fabiana. Kamu jangan ikut.” Ucap Andrew. “Terlalu berbahaya.”
“Se berbahaya apa?.”
“Sangat ...”
“Aku malah jadi ga tenang.”
“Aku dan yang lainnya tidak akan apa – apa. Percayalah. Kami sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik.” Ucap Andrew seraya tersenyum.
‘Tetep aja gue takut dia kenapa – napa.’ Batin Fania.
“Percaya aku kan?.”
Fania mengangguk dengan tersenyum.
***
The Final Excecution Day (Hari Pelaksanaan Eksekusi) ..........
“Let’s go and play (Ayo pergi dan bermain).” Ucap Lucca sambil menatap pada para Pangeran Smith.
Pria Italia yang sudah seperti saudara bagi para Pangeran Smith itu sudah memakai stelan jasnya. Ia akan berangkat terlebih dahulu untuk bertemu dengan Joven Zepeto.
“Make sure your tracker on (Pastikan pelacak lo menyala).” Ucap Dewa pada Lucca.
“Is on my hand (Udah ditangan gue).”
“John is the one who pick you (John yang akan menjemput lo).”
“Alright then!. See you guys on the other side (Baiklah kalau begitu! Sampai bertemu disisi yang lain).” Ucap Lucca lalu ia melenggang pergi keluar Mansion menuju ke mobilnya dengan diantar oleh Fabiana, istri Lucca.
__ADS_1
***
“Lucca just send a first sign (Lucca sudah mengirim tanda yang pertama).”
“Have you guys put your diapers on? (Apa kalian sudah memakai popok kalian?).”
Sibule koplak berguyon sembari terkekeh, sambil juga mempersiapkan dua senjata yang akan dia bawa.
“Pastikan lo hidup kalau masih ingin bisa melihat the twins dan merasakan manisnya ‘Sugar’ dimulut dan hidup lo John.”
“Haha, Hell is waiting for someone else right now!.... (Neraka sedang menunggu orang lain saat ini).” Sahut John pada celetukan Reno yang juga sedang bersiap – siap. “And isn’t me (Dan bukan me).”
“Let’s go! (Ayo!).” Ucap Jeff yang sudah melangkahkan kaki ke tempat dimana kendaraan untuk mereka sudah tersedia dan siap digunakan.
***
“Aku berangkat dulu ya, Heart.” Andrew memandang Fania yang berjalan bergandengan dengannya hingga Andrew mencapai mobil yang akan ia kendarai.
'Berangkatlah Sayaaaang .....' 😃
“Beneran aku ga boleh ikut?.”
Fania memandang Andrew dengan memberikan tatapan sedikit mengiba.
“Kan aku sudah bilang, ini terlalu berbahaya untuk kamu.” Sahut Andrew dengan lembut. “I’ll comeback soon (Aku akan segera kembali).” Andrew mengecup bibir Fania.
“Mungkin aja ada yang bisa aku lakukan untuk membantu kalian, kalau aku ikut? .....”
“Lebih baik kamu disini, Heart. Kamu bisa membantu Fabiana dan Michelle menjadi mata kami semua, kan?.” Ucap Andrew.
Malam ini bukan Vla yang akan menjadi mata mereka untuk menuntun misi mereka nanti, melainkan Fabiana, istri Lucca dan satu orang mereka yang mengerti juga soal komputer dan teknologi seperti Vla. Karena Vla sendiri akan ikut beraksi dengan para Pangeran malam ini.
Fania manggut – manggut namun wajahnya nampak sedikit kecewa selain ia mengkhawatirkan Andrew dan para pria yang akan pergi bersama kekasih hati, belahan jiwanya itu.
“Lebih baik lo membantu kami dengan doa, hem?.” Ucap Reno yang sudah berdiri disamping Fania dan Andrew lalu
mengacak – acak rambut adik kesayangannya itu. “Lo juga Chel!..”
“Ya of course lah aku dan Kak Fania pasti mendoakan terus kalian semua.” Sahut Michelle. “Tapi benar sih yang Kak Fania bilang, mungkin kami bisa membantu jika kalian mengikutsertakan kami.” Sambung Michelle. “Bagaimanapun pria bernama Joven itu juga sudah membuat kami para wanita menderita, terpisah dan berpikir buruk tentang apa yang menimpa kalian. Setidaknya kami bisa melakukan sesuatu.”
“Just do like what Andrew and R said, Yank (Lakukanlah seperti yang dibilang Andrew dan R, Yank). Tunggulah disini dan doakan apa yang kami lakukan cepat selesai dan kami bisa segera kembali kesini. Biar kami yang membalaskan semuanya untuk kalian, dan untuk keluarga kita.” Ucap Dewa.
“Come on Guys, let’s move up! (Ayo semua, kita sudah harus segera bergerak).”
“Okay!.”
****
Enam mobil sudah berkonvoi keluar dari Mansion Vla melalui jalan tersembunyi, berikut enam babang tamvan yang berada dibelakang kemudi kendaraannya masing – masing.
Sementara bantuan mereka yang sudah dipersiapkan sudah juga berada diposisinya masing – masing.
“Wait untill Lucca send the second sign, then prepare! (Tunggu hingga Lucca memberikan sinyal yang kedua, lalu bersiaplah!).”
Andrew berbicara di alat telekomunikasi yang terhubung dengan semua orang yang terlibat malam ini, setelah keenam mobil itu sudah mendekati target mereka.
“Aye, Donald Bebek!.”
“Need backup plan! (Butuh rencana cadangan!).”
Satu suara terdengar dialat komunikasi para babang tamvan dan gerombolannya. “Why?! (Kenapa?!).” Tanya para
babang tamvan berbarengan.
“We already put the exploder under the truck that brings the ‘package’. But another truck just showed up and move straight behind the first truck. I’m afraid the first truck is only a distraction (Kami sudah memasang peledak dibawah truk pertama yang membawa ’paket’. Tapi satu truk lain muncul dan berjalan lurus dibelakang truk yang pertama. Gue khawatir kalau truk yang pertama itu hanya sekedar pengalihan).”
Keenam babang tamvan pun spontan mengumpat bersamaan.
“I’m afraid he’s right, we catch picture that there’s one a lot of baricade that waiting at Via Dei Fori, and there are four cars coming from Trajan (Aku rasa dia benar, kami melihat ada satu barikade yang menunggu di Via Dei Fori dan ada empat mobil yang akan datang dari arah Trajan).”
“Can you see who’s inside that four cars, Fab? (Apa kamu bisa melihat siapa saja yang berada didalam empat mobil tersebut, Fab?).”
“Wait .... (Tunggu) ....”
__ADS_1
“If Lucca is in at one of the four cars, and the second truck separate from the first truck, means it is right that the first one is just a shield, and they change the place of the dealing (Kalau Lucca ada didalam salah satu dari empat mobil tersebut, dan truk yang kedua memisahkan diri dari truk yang pertama berarti memang benar kalau truk yang pertama hanya untuk tameng dan mereka merubah tempat transaksi).”
“Then we also need to put exploder under the second truck! (Berarti kita harus memasangkan peledak di truk yang kedua juga!).”
“I’ll do it! (Biar gue!).”
“You have to get under the truck, Wa (Lo harus masuk ke bawah truk itu, Wa).”
Reno memberitahukan pada Dewa, resiko yang harus Boo – Boo lakukan.
“Lead me! (Bimbing gue!).” Sahut Dewa.
“Okay!. Wait for my sign! (Tunggu aba – aba dari gue!).”
“Guys....”
Suara Vla terdengar dialat komunikasi mereka.
“What is it, Vla? (Ada apa, Vla?).”
“I think we have company behind (Gue rasa kita kedatangan tamu dibelakang).” Ucap Vla yang suaranya terdengar serius.
***
“Okay guys, just stick on the plan (Oke, kita tetap pada rencana). Wa, lo bersiap. Rest, get ready from attack from behind. Me, R and Dewa are keep with the second truck (Sisanya, bersiap untuk serangan dari belakang. Gue, R dan Dewa tetap bersama truk yang kedua.” Andrew sudah membagikan tugas. “Alano, you split your men (Alano, lo
bagikan tugas ke orang – orang lo).” Ia juga berbicara dengan perwakilan dari orang – orangnya Lucca.
“Si! (Oke!).”
Terdengar perwakilan orang dari Lucca itu menyahut sigap.
****
“Call it up about the ‘company’ behind, Vla (Gimana ‘tamu’ yang dibelakang, Vla? ).”
Andrew sudah menyiapkan senjatanya. Berikut juga dengan para Pangeran yang lain dan mereka masih berada
dalam satu formasi.
“Wa, get ready to get inside the truck! (Wa, siap – siap untuk masuk ke bawah truk).” Seru Reno sebelum Vla
menjawab pertanyaan Andrew sebelumnya.
“Okay, R!.”
“Jeff, pindah kesamping Dewa dan berikan peledak yang ada sama lo ke dia!.”
“Got that! (Oke!).”
***
“Hurry up Wa! (Cepat Wa!).”
Reno berseru pada Dewa yang sudah mengambil ancang – ancang untuk masuk kedalam truk, namun si Boo – Boo nampak masih ragu.
"Kita akan hilang kesempatan kalau kedua truk itu jadi berpisah arah dan barikade mereka keburu mengawalnya."
“Hold on R (Bentar R). Gue harus memposisikan dengan tepat kalau engga gue bisa mati konyol terlindas itu truk.” Sahut Dewa.
“Setelah itu lo langsung keluar dan menjauh. Sisanya biar gue dan Andrew yang melakukan.” Ucap Reno.
“Lama lo Wa!. Bergerak kesamping mobil gue, dan berikan peledak itu sama gue!.” Andrew tak sabar, karena mereka hampir sampai di jalan yang akan terbagi.
“Gue bisa.” Ucap Dewa yang sudah merasa yakin, ia pun hendak menekan lebih dalam pedal gasnya.
SREEKKK!!!!....
Sebuah Huayra ceper sudah memepet mobil Dewa yang hendak melaju ke bawah truk, Dewa pun hampir oleng.
***
To be continue ......
__ADS_1
Berhubung emak pun dah oleng, jadi emak mau bobo duyu
Jangan lupa jempol digoyang, biar pas melek emak semangat update