THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


***************************************************************************


Selamat membaca ...


**************************


Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris ...


“Ann!” Itu Valera yang nampak mencebik pada Ann yang sedang terlihat sibuk dengan dua buah gadget.


“Hemmm?....” Sahut Ann tanpa menoleh.


“Katanya mau nonton bareng lalu taruhan tuh ini siapa pembunuh sebenarnya di film ini?! Ini malah asik sendiri!”


Valera melayangkan protesnya pada Ann.


“Kamu ngapain sih? Sedari tadi ga selesai-selesai sama laptop? Ada tugas sekolah? ...”


Valera melirik pada Ann berikut laptopnya yang tak lama kemudian Ann tutup.


“Done!”


Ann terdengar bergumam sesaat setelah menekan salah satu tombol sebelum menutup laptopnya bersamaan dengan Valera yang bertanya.


“Apanya yang Done?”


“Tugas sekolah!”


“Hmmm ....”


Valera kemudian manggut-manggut, lalu memfokuskan matanya pada televisi yang sedang memutar sebuah film baru dalam saluran berbayar yang terinstal pada televisi di kamar Valera.


“Ya sudah tebak, siapa pembunuh sebenarnya coba?”


Ann kemudian berujar.


“Kamu dulu!”


“Tuh, kepala polisi yang wanita!”


“Ih masa dia? Dia aja baru muncul di tengah film!”


“Ya pokoknya, aku tebaknya dia! Itu kepala polisi yang wanita itu!”


“Kalau menurut aku sih, memang ini nih pemeran utamanya sebenarnya yang jadi pembunuhnya, Cuma dia main alibi aja!”


“Sudah yakin nih? Kunci ya?. Lalu kita bahas soal taruhannya!”


“Oke deal!”


Lalu Ann dan Valera berjabat tangan sembari saling cengengesan.


“Sekarang kita bicara soal taruhan!”


“Eh tapi sebelum itu aku mau tanya deh, Ann ...”


“Tanya apa?....”


“Kamu ga mau baikan gitu sama Rery? ....”


“Malas!”


Ann menyahut cepat.


“Tumben kamu bisa lama-lama marahan sama Rery ... Biasanya kalau Rery sedang kesal sama kamu terus kamu


dicuekin kamu udah macam orang who has fire in her pants ( kebakaran jenggot )”


“Salahnya yang membentakku, lalu menyuruhku menurunkan harga diriku untuk meminta maaf pada teman perempuannya yang sok cantik dan sok pintar itu!”


“Ann, meminta maaf itu tidak selalu menurunkan harga diri jika kesalahan itu ada pada diri kita kan?...”


“Jadi secara tidak langsung kamu ikut menyalahkan aku dong, Val?!”


“Hish!” Val berdesis seraya memukul pelan Ann dengan bantal sofa. “Bukan begitu maksudku!”


“Lalu?”


“Ya aku rasa sih memang itu gadis yang kamu serang itu hanya teman bagi Rery. Mana ada Rery berpikir tentang


pacaran sekarang ini sih Ann?.... Makanya Rery jadi sangat kesal sama kamu yang tahu-tahu menyerang temannya itu .....”


“Tetap saja aku tidak terima dimarahi seperti itu oleh Rery! Apalagi dia juga mengancam tidak mau dekat-dekat


denganku lagi seperti selalunya kalau aku tidak meminta maaf pada temannya yang sok cantik itu! Ya sudah, aku layani ancamannya!”


Valera terdengar menghela nafasnya yang sedikit berat.


“Tapi kan jadi ga enak begini, Ann. Kita hanya bertiga disini. Biasanya sering sama-sama... Tapi sekarang  sejak kamu bermusuhan dengan Rery, aku nih yang jadi korbannya ...”


Valera nampak sedikit menggebu dan Ann terkekeh kecil.


“Tapi kalo Rery mau minta maaf sama kamu duluan, kamu mau terima kan Ann? ....”


“Lihat saja nanti ....” Sahut Ann yang matanya sudah kembali fokus ke televisi.


“Ga usah sok jual mahal deh!”


Valera berdecak kemudian sembari menoyor kepala Ann yang langsung cekikikan.


“Aku kesepian ini tahu ga kalau sedang berada disini!”


“Yah, teman-temanmu kan ada? Lalu ada Elena juga, Melly...”


“Ya beda dong dengan kamu dan Rery! Gimana sih?!” Sanggah Valera.


“Elena dan Melly kan tidak tinggal bersama aku disini seperti kamu dan Rery. Dan aku sudah terbiasa menghabiskan waktu bertiga bersama kamu, juga Rery. Kita bahkan sering mengadakan slumber party lalu tidur bertiga! ...”


Valera mengeluarkan unek-uneknya.


“Kamu kan sebentar lagi mau kuliah juga Val, nanti kamu juga pasti lebih sibuk diluar dan malah ga banyak waktu


ada disini. Jadi ya mulai aja kamu biasakan spending time outside ( menghabiskan waktu diluar ) .......”


“Yah kan tetap saja beda rasanya dong Ann, kalau kamu dan Rery terus-terusan bermusuhan begini ....”


“.......”


“Janji ya, kalau Rery minta maaf, kamu mau memaafkan?.....”

__ADS_1


“We’ll see about it later lah Val. ( Kita lihat saja nanti lah Val ). Toh belum kejadian juga tuh Rery meminta maaf sama aku! .... Lagipula Rery juga sama keras kepalanya seperti aku pada hal-hal tertentu!”


“Ya pokoknya janji dulu!” Paksa Valera pada Ann.


“Heeemmmm ...”


“Yang serius janjinya Ann!”


Valera kembali memaksa dengan memutar tubuh Ann agar menghadapnya.


Ann memutar bola matanya malas.


“Iyaaaaa Vaallll!......”


***


“Eh iya Ann” Ucap Valera saat ia kini yang gantian berada di dalam kamar Ann dalam Mansion Utama, karena Ann


sedang mengambil beberapa pakaian favoritnya dan sebuah gaun untuk ia pakai nanti malam saat pergi menemani kedua orang tuanya menghadiri undangan seorang kolega sang papa.


“Kenapa? ....” Tanya Ann.


“Kamu benar besok tidak ikut kunjungan sekolah kamu dan Rery ke Chapel Down?”


“Nope!”


“Berarti besok pagi-pagi, kamu sudah disini loh ya?! ...”


Ann manggut-manggut.


“Kamu langsung beritahu aku aja, kalau Rery sudah berangkat”


“Ok-kaayy!!”


***


“Just a little bit more time oh 'watcher girl' ... ( Sebentar lagi saja wahai ‘gadis pengawas’ .. )”


“Yes, Miss Adrieanne?.. ( Ya, Nona Adrieanne.. )” Juan berada di balik kemudi mobil bertanya pada sang Nona Muda yang duduk di kursi penumpang belakang.


Ann kemudian menatap Juan dari tempatnya duduk. “What? .. ( Apa? .... )”


“I heard that you were talking ... ( Aku mendengarmu bicara ... )” Jawab Juan.


Ann kemudian sadar jika tadi dia sempat menggumam sendiri. “Never mind Juan.. ( Bukan apa-apa Juan ... )”


Ann menarik satu sudut bibirnya ke atas.


“I just remember that I have a show to watch in the Social Media in few minutes...”


( Aku hanya teringat jika aku punya pertunjukan yang akan aku tonton di Sosmed sebentar lagi.. )


Ann pun mengeluarkan laptopnya yang tak lama layarnya menyala saat Ann buka, yang memang tidak Ann matikan.


Ann kemudian melirik jam tangan digitalnya yang melingkar di salah satu pergelangan tangannya.


Hingga kemudian seringai tipis muncul di bibir Ann. “Five, four, three. Two, one .... ( Lima, empat, tiga, dua, satu.. )”


*****


Sementara itu di sekolah Ann dan Rery ...


mengajar berbunyi di speaker yang terpasang disetiap sudut sekolah.


Murid-murid di sekolah Ann dan Rery itu mulai berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, termasuk


juga Rery.


Rery berjalan santai saja bersama beberapa teman sekelasnya, yang sudah mulai dekat dengan Rery karena tergabung dalam satu kelompok untuk proyek sains yang ditugaskan oleh salah satu guru mereka.


Langkah Rery ia hentikan sejenak kala sudah mendekati kelas Ann dan pintu kelas terbuka, lalu satu per satu


murid yang ada dalam kelas tersebut keluar dari sana. Rery diam di tempatnya sampai seorang guru keluar dari kelas Ann lalu menutup pintu kelas tersebut.


‘Jadi Ann tidak masuk lagi hari ini?..’ Batin Rery. Baru kemudian ia melangkahkan kakinya lagi setelah salah seorang temannya memanggil. Rery pun mengangguk ke arah temannya itu dan kembali melanjutkan langkahnya.


Dahi Rery sedikit mengernyit, karena ada beberapa kelompok murid yang sepertinya nampak heboh. Dan seperti


sedang melihat sesuatu dalam ponsel mereka lalu nampak saling membahas apa yang mereka lihat itu dengan sangat antusias, dengan beragam ekspresi.


Rery kemudian mengangkat pelan bahunya. Masa bodoh saja.


Rery yang memang tidak suka nimbrung jika tidak diminta itupun berjalan santai saja. Hingga ia mencapai lobi depan sekolah untuk segera juga menaiki mobilnya dan kembali ke Mansion Utama.


“Maria, what is it? ( ada apa? ) ...” Tanya Rery pada teman sekelas sekaligus teman satu kelompoknya dalam


proyek sainsnya, yang pernah diserang Ann itu yang sedang berdiri dengan wajah muram serta resah dengan empat orang gadis lainnya yang Rery tahu selama ini dekat dengan temannya itu, dan yang satu adalah sepupu dari Gadis yang bernama Maria tersebut.


Lima orang gadis tersebut nampak memandang dengan pandangan miris ke satu arah yang menyebabkan Rery bertanya pada Maria.


Dan apa yang Rery lihat itu menjadi tontonan semua orang yang ada di sekolah, dimana ada seorang gadis bertubuh sintal yang diseret paksa oleh seorang perempuan yang kemungkinan besar adalah ibu dari gadis tersebut bersama satu pria yang kemungkinan besar adalah ayah si gadis sintal yang sedang diseret menuju mobil dengan wajahnya yang sudah basah dengan air mata.


Sejenak gadis sintal itu nampak menjelaskan sembari menangis lalu tertunduk saat terlihat jika ayahnya


menghardiknya dengan sangat keras hingga hardikannya itu didengar oleh semua orang yang berada di dekat ketiga orang tersebut.


“Oh My God!. ( Oh Tuhan! ) .....”


Rery hendak bertanya lagi pada temannya yang bernama Maria itu selepas gadis sintal yang tadi ia lihat sedang


diseret ibunya lalu dihardik ayahnya, kemudian didorong untuk segera masuk ke dalam mobil mereka dan mobil milik orang tua si gadis sintal itu pun langsung melesat dari halaman sekolah.


Pekikan salah seorang teman Rery membuatnya menoleh dan tak jadi bertanya pada Maria. “What is it? ( Ada apa? )” Tanya Rery seraya mendekat pada temannya yang barusan memekik lalu menutup mulutnya itu. Teman Rery itu pun menunjukkan sesuatu yang sudah terpampang di layar ponselnya pada Rery yang kemudian terbelalak saking terkejut.


“I no wonder why her parents totally pissed off. ( Aku tidak heran jika orang tuanya menjadi sangat marah )...”


“Is .. that her? .... ( Apa... ini dia? ) ....”


“Ya obviously it’s her! ( Ya tentu saja jelas sekali ini dia! )”


Satu teman Rery menyahut.


"It's her account! ( Ini kan akunnya! ). And she's the one who posted this herself, what a cheap girl! ( Dan dia sendiri yang mempostingnya, dasar gadis mu**han! )"


“She’s crazy! ( Gila dia! )” Satu teman Rery menyambar seraya geleng-geleng. “She posted her half naked photos on her social media account like this, Goosshhh! ( Dia memposting foto-foto setengah telanjangnya di sosial media, Ya Ampuunnn ) ...”


Teman-teman Rery itu saling bersahutan dalam membahas foto-foto yang tidak patut mereka lihat sebenarnya,


namun berhubung link foto tersebut bahkan dibagikan digrup kelas gadis yang bersangkutan, jadilah itu diforward oleh beberapa tangan iseng ke grup kelas lainnya hingga menciptakan kehebohan saat jam pulang sudah tiba, dimana ponsel-ponsel murid baru bisa dinyalakan kembali.


TOTALLY EMBARASSING OUR SCHOOL! ( BENAR-BENAR MEMPERMALUKAN SEKOLAH KITA! )

__ADS_1


Tulis salah seorang murid yang paling pertama menemukan foto dari akun salah seorang murid di sekolahnya itu


berikut sebuah link yang disertakan.


Dimana link tersebut akan terhubung langsung ke sebuah akun sosmed sejuta umat dan beberapa foto panas dari salah satu gadis di sekolah mereka terpajang di akun pribadi sosial media tersebut yang aksesnya terbuka bebas.


Dan tentunya beragam komen negatif nan menyakitkan serta merendahkan dari para makhluk nyinyir sosial media sudah memenuhi laman akun dari gadis yang bersangkutan tersebut yang menyebutkan nama sekolahnya dalam bio di akun gadis yang menjadi buah bibir di sekolah saat ini.


Dan ragam komentar negatif nan menyakitkan serta merendahkan juga penuh ditiap grup kelas, bahkan di kelas


gadis yang bersangkutan itu sendiri.


“School should never allowed that licentious girl back to our school anymore! Rise your hand if you agree with


me!. ( Sekolah seharusnya tidak lagi mengijinkan gadis tidak bermoral seperti itu kembali lagi ke sekolah kita! Angkat tangan kalian jika setuju denganku! ) ..”


*****


“Hahahaha!!....” Dimana tawa kencang langsung menggema didalam sebuah mobil.


Setelah membaca tulisan seseorang dalam sebuah grup chat. Yang kemudian dibanjiri oleh banyaknya emoticon angkat tangan atau yang menuliskan ‘Agree!. ( Setuju! )’ dalam grup chat tersebut.


“HAHAHAHAHAHA!!....” Tawa itu membahana kian kencang saat sebuah video dimana ada seorang gadis yang diseret, dimaki dan menangis kejer lalu didorong masuk mobil oleh dua orang tua yang wajahnya nampak memerah antara marah dan malu atas kelakuan putrinya.


Bahkan ponsel gadis yang menangis itu pun nampak dibanting dan diinjak-injak oleh sang ibu hingga hancur


berkeping-keping dan gadis yang sedang menangis hebat itu nampak pasrah tak berdaya.


“Looks like it’s a fun show that you are watching, Miss Adrieanne.... ( Sepertinya anda sedang menyaksikan


pertunjukkan yang sangat bagus, Nona Adrieanne )..”


“Haha!! ... Very Juan! Very! It is a very great show you know?!  ( Sangat Juan! Sangat! Ini benar-benar pertunjukkan yang sangat bagus tahu?! )” Ini Ann, yang baru saja mengecek salah satu grup di ponsel pribadinya.


Grup kelas Ann.


Dan apa yang terjadi pada gadis yang bersangkutan, yang kini menjadi bulan-bulan hujatan orang-orang, baik di


Sosmed ataupun warga sekolahnya akibat beberapa foto yang tidak senonoh yang tahu-tahu muncul di akun sosmed milik sang gadis....


Ya, Itu perbuatan Ann. Yang sedang tergelak tanpa henti sembari juga bertepuk tangan beberapa kali.


Yang sudah meretas akun sosial media seorang gadis, yang Ann sebut sebagai ‘The Watcher Girl’.


Bukan hanya akun sosial si Watcher Girl itu saja yang Ann bisa acak-acak, tapi akses perangkat komputer yang ada


di rumah sang gadis dari kode berdasarkan macam-macam informasi yang Ann dapat mengenai gadis itu dan keluarganya.


Dan entah bagaimana, begitulah pokoknya. ( Ribet emak jelasinnya ).


Ann menemukan data-data tersembunyi milik sang gadis, yang nampaknya disembunyikan oleh gadis yang Ann sebut sebagai The Watcher Girl itu. Sebuah folder lebih tepatnya. Dimana didalamnya ada tersimpan foto-foto terlarang, yang beberapa kini sudah beredar di akun sosmed gadis tersebut.


Dan Ann meretas nya habis.


Foto-foto yang nampaknya si watcher girl itu ambil di kamarnya saja, hanya untuk koleksi pribadinya mungkin yang senang mengagumi dirinya sendiri.


Seharusnya foto-foto terlarang si watcher girl itu tersimpan rapat dalam komputer pribadi dalam sebuah folder rahasia milik gadis tersebut hingga dia tidak sampai menanggung malu habis-habisan seperti ini, bahkan nama baik orang tuanya juga ikutan tercoreng.


Seharusnya..


Ya Seharusnya ...


Andai saja dia tidak ikut merundung Ann di toilet sekolah hari itu, meski tidak terlibat dalam penganiayaan kecil yang dilakukan empat orang lainnya dan hanya mengawasi keadaan saja.


‘Kau beruntung Watcher Girl!..’ Batin Ann. ‘Untung saja kau hanya mengawasi, jadi hukuman dariku untukmu tidak


terlalu berat ...’


Ann Tersenyum miring kemudian.


Hati Ann cukup puas sekarang. Toh dia sendiri juga yang menghubungi ayah yang bersangkutan dari si watcher girl


ke nomor kantornya untuk segera mengecek akun sosmed anaknya itu kala foto-foto tersebut sudah Ann sebarkan.


Juan tidak tahu, karena Ann menyuruhnya berhenti di sebuah mini market dengan alasan Ann ingin membeli sesuatu. Baru Ann menghubungi ayah dari si Watcher Girl itu.


‘Setelah ini, giliran empat temanmu yang berani mendorongku hingga kepalaku terbentur lantai toilet, yang sudah menendang perutku, menumpahkan sampah ke atas kepalaku dan melemparkan tempat sampah toilet ke kakiku, bahkan menginjakku’


Ann memandang nanar keluar jendela mobil saat sudah puas menonton pertunjukan yang ia buat atas bagian dari


pembalasannya pada beberapa gadis yang telah merundungnya.


“Juan...” Panggil Ann seraya menoleh pada bodyguard sekaligus supir pribadinya itu.


“Yes Miss Adrieanne?.... ( Iya Nona Adrieanne? ) ...” Sahut Juan seraya melirik sebentar pada Nona Mudanya itu.


“Take me to LIL first ( Antar aku ke LIL dulu )..” Ucap Ann.


“To the Madam Allegra restaurant?. ( Ke restorannya Madam Allegra? ) ..”


“Hu’um ..” Sahut Ann. ‘Sekaligus aku ingin bertemu saudara Italia-ku yang hobi dengan kekerasan’


Dan seringai yang nampak di wajah Ann, terlihat dalam pantulan tipis kaca mobil disisinya.


‘Bagaimana kalian memperlakukanku... akan aku perlakukan kalian dengan cara yang sama’


*****


🍹 BONUS CHAPTER 14 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 15 ye


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari


Loph Loph Sekebon Raya ....


Noted:


Segala yang unfaedah di episode bagian bon-chap ini, jangan diambil serius, ngogheeey?


Baca, ama enjoy aja enjoy....


Kalo ga suka atau bosen, ga ape-ape. Silahkan kalo mau ninggalin emak. Tapi kalo bisa jangan daaahhh


Wkwkwk


Loph Loph


Emaknya Queen

__ADS_1


__ADS_2