THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 211


__ADS_3

✴ MILIKKU SEORANG ✴


Selamat membaca..


**********************


“Better we start the ceremonial now. ( Lebih baik kita mulai saja acaranya sekarang ).”


Papa Lucca yang sedang berdiri bersama beberapa Daddies serta Uncle Bryan, termasuk juga Uncle Vla yang menyempatkan datang. Tanpa Danita tentunya, namun istri dan anaknya ikut setelah bertanya dulu sebelumnya pada Varen perihal jika Shita ikut datang, dan Varen mengijinkan.


“I’ll tell Andrew and Fania then. ( Gue bilang sama Andrew dan Fania kalau begitu ).” Daddy Dewa melangkahkan kaki untuk menyusul Andrew dan Fania yang memang sedang menjemput Andrea dikamarnya.


“Varen mana?.”


Uncle Bry bertanya pada Daddy Jeff yang ikut celingukan mencari si Abang. “Than!.” Daddy Jeff memanggil Nathan yang sedang mengobrol bersama beberapa anggota keluarga dari kerabat mereka yang seusia dengan dirinya.


“Kenapa Dad?.” Tanya Nathan yang telah menghampiri sang Daddy.


“Lihat Abang?.”


“Kayaknya di luar tadi, bicara sama keluarganya Uncle Willow.”


“Nah itu Uncle Willow dan keluarganya lagi ngobrol sama Gappa dan Mommy Ichel.” Tunjuk Daddy Jeff ke satu arah.


“Ya sudah, aku coba cari Abang.”


“Call aja.”


“Ponselnya sama aku ini, Dad. Tadi dia minta simpan kan lupa diambil pas turun.”


**


“Karena lo Abangnya, dan Drea.. gue tahu dekat banget sama lo. Jadi gue mau bilang.. tolong ijinin gue mendekati adik lo itu. Gue mau mengambil hatinya. Gue mau berusaha mendapatkan cintanya.. ”


Varen mengarahkan bola matanya pada Arya.


“Abang, acara udah mau dimulai tuh!.” Tepat saat Varen ingin berucap pada Arya, suara Nathan menghentikannya. “Ponsel lo nih!.” Nathan menyodorkan ponsel Varen yang tadi dititipkan padanya. “Ayo cepet Bang, kita berdua kan yang disuruh nemenin Drea masuk Hall.”


Varen manggut – manggut. Berjalan kearah Nathan untuk mengambil ponselnya yang disodorkan Nathan. Mengurungkan ucapan yang tadi ingin ia lontarkan pada Arya.


“Tentang yang tadi gue bilang sama lo..” Varen dan Nathan menghentikan langkah saat mendengar Arya bersuara lagi. “Gue sungguh – sungguh. Dan gue akan meyakinkannya malam ini juga.”


Varen hanya tersenyum miring lalu lanjut mengayunkan langkahnya.


‘Jangan bilang lo mau nembak si Drea lagi Arya. Dibantai sama si Abang lo bisa – bisa.’ Nathan membatin sambil melirik Arya kala Varen sudah merangkul pundaknya untuk berjalan bersama, menjemput Andrea.


**


Senyum Varen mengembang sempurna bersama juga dengan Nathan, kala Andrea sudah muncul keluar dari lift


bersama Poppa, Momma dan Rery.


Senyuman lebar juga mengembang di dua sudut bibir Andrea yang nampak begitu cantik hari ini. Membuat satu jantung bertalu sedikit cepat. Secantik itukah Andreanya sekarang?. Hati Abang berucap.


‘Little Star .. my one and only Little Star.. Andrea.. Miracle Andrea.. milikku seorang.’


Poppa dan Momma ikut tersenyum melihat si Abang yang tak mengalihkan pandangannya dari Andrea, yang malam ini menggunakan Gaun berleher Halter tanpa lengan. Indah menjuntai sebatas kaki Andrea yang jenjang. Dengan rambut yang ditata simpel namun justru membuat Andrea nampak feminin dan.. sedikit sensual.


Andrea memandangi sang Abang, jantungnya ikut bertalu.


‘Ish Abang pacar. Ganteng banget Ya Allah .. Ada kuda putih Drea minta dibawa kabur nih ah.’


Varen dan Andrea saling pandang, saling memuji dalam hati, saling mengagumi.


“Sumpah! Gila! Menakjubkan! Cakep banget lo emang, boneka santet.” Ah, celetukan si Tan – Tan merusak momen.


Bikin si Abang berdecak kesal, spontan menoyor kepala Tan – Tan.


Cakepnya Andrea kebangetan gitu, dibilang boneka santet, kan Abang jadi kesel.


Nathan tergelak, menghampiri Andrea, mencubit gemas pipi si cute girl. “Sakit Tan – Tan ih.” Andrea mengepret tangannya, yang kemudian terkekeh.


“Sumpah! Asli! Cinderela kalo liat lo nih, balik kanan gue rasa. Cakep banget ade gue!.”


“Hey! Malah ngobrol. Udeh dipanggil tuh, tamu udeh pada nungguin. Mami udeh laper nih.” Mami Prita datang memanggil mereka setelah Poppa dan Momma serta Rery langsung ngeloyor setelah Andrea didatangi oleh dua kakaknya. Yang satu kakak merangkap pacarnya.


Ketiga kakak beradik itupun manggut – manggut dan langsung mengapit Andrea, yang kecantikannya makin bertambah dengan polesan make – up yang ringan, namun elegan.


*****


“Baiklah para tamu undangan sekalian, mohon perhatiannya sebentar dan berikan sambutan yang meriah pada dia


yang paling cantik dan mempesona malam ini. Nona Miracle Andrea Smith. Dia yang berbahagia malam ini diulang tahunnya yang ketujuh belas..”


Dua pembawa acara kenamaan sudah terdengar memanggil nama Andrea yang kemudian muncul dengan tersenyum lebar, diapit dua pangeran muda. Dengan kedua tangan Andrea yang masing – masing berada dalam gandengan Varen dan Nathan yang juga tersenyum dengan indahnya.


Suara tepuk tangan membahana berikut kasak – kusuk pujian baik untuk Andrea sendiri dan dua pangeran yang


sedang mengapit dan berjalan bersamanya menuju ke depan panggung dimana Poppa, Momma dan Rery berikut anggota keluarganya yang lain sudah menunggu Andrea disana juga dengan tersenyum lebar


“Thank you..” Andrea berkata namun pelan sambil terus menunjukkan senyumnya pada tamu undangan yang matanya bisa tangkap, menoleh kearah kiri dan kanan hingga sampai ketempat dimana keluarganya berada, dan Andrea berdiri ditengah. Varen dan Nathan berada dibelakangnya.


***

__ADS_1


Apa yang terlihat didepan panggung begitu memanjakan mata. Para anggota Keluarga Adjieran Smith yang sedang berdiri disana dengan rona wajah yang bahagia dan ceria, bak kumpulan Dewa – Dewi yang turun ke bumi dari Nirwana.


Namun yang paling menjadi tangkapan mata semua orang adalah satu bintang yang sedang merayakan ulang tahunnya malam ini. Lampu – lampu yang sering menyorot nya, membuat bintang itu kian tampak bersinar ditambah senyumnya yang merekah sempurna. Foto – foto sejak Andrea bayi hingga sekarang terputar bergantian dalam layar besar yang ada diatas panggung, serta beberapa layar kecil yang ada disekitar Ballroom.


Andrea sudah menyampaikan sambutan berikut ucapan terima kasihnya. Juga Poppa sebagai wakil keluarga dan


menyampaikan harapannya pada Andrea. Lagu ulang tahun sudah dikumandangkan, lalu tiup lilin sebagai formalitas.


Acara potong kue juga dilakukan pada Kue Ulang Tahun yang istimewa itu dan Andrea menyuapkan nya pada Poppa dan Momma sebagai simbolis.


Rery, Varen dan Nathan kebagian suapan juga karena berdiri dekat dengan Andrea. Yang lain tertawa bahagia, sambil iseng memotong bagian – bagian kue yang didesain begitu indah dan nampak mewah. Menyuapi anggota keluarga yang lain juga diri sendiri, malam ini .. masa bodoh dengan jaim.


**


Semua mata terfokus pada Andrea, yang malam ini wajahnya tampak berbahagia dan bibirnya tak berhenti melepas tawa yang kini sedang berpose untuk diambil gambarnya. Alunan musik pelan menjadi latar belakang suara. Dan para pendukung acara sudah nampak siap dengan didampingi oleh staff dari EO.


Cantiknya Andrea membuat harap dihati banyak Arjuna dalam pesta untuk bisa memilikinya. Termasuk satu Arjuna yang sudah siap dengan keyakinannya untuk menyatakan cinta, menunjukkan kesungguhannya.


Arya memantapkan langkahnya untuk menghampiri Andrea di depan sana.


**


“Happy Birthday Lovely.” Andrea mendapat ucapan selamat, pelukan dan kecupan dari keluarga intinya, lalu dari para Uncle – Uncle tampannya.


“Eh, Abang mana?.”


Andrea celingukan mencari sosok Varen yang tahu – tahu sudah tidak ada dibelakangnya. Nathan juga tidak ada.


“Drea..”


“Eh, Kak Arya! ..” Andrea tersenyum lebar pada Arya, namun matanya masih sedikit larak – lirik mencari Varen.


“Selamat Ulang Tahun yah?.”


Arya mengulurkan tangannya pada Andrea yang menyambut uluran tangan Arya dengan baik.


“Makasih ya Kak.”


“Uncle Andrew ..”


“Ya?.”


“Aku ...”


“I LOVED HER.. (AKU MENCINTAINYA..)”


Sebuah suara terdengar keras di dalam Ballroom sebelum Arya menyelesaikan kalimatnya pada Andrew.


“AND YOU ALL KNOW IT VERY WELL (DAN KALIAN TAHU BETUL SOAL ITU)”


‘Abang? ..’


Andrea membatin karena kenal betul dengan suara yang terdengar keras itu, seperti sebuah suara dari rekaman.


“DAN SEPERTI YANG JUGA KALIAN TAHU, BAGAIMANA SELAMA TUJUH BELAS TAHUN INI AKU MENCINTAINYA..”


“Little Star..”


Mommy Ara membalikkan tubuh Andrea kearah panggung sembari menarik tangannya untuk maju beberapa langkah.


Disana terlihat, gambar seperti rekaman video pada layar besar diatas panggung.


“HINGGA MELIHATNYA BERNAFAS SAJA, AKU SUDAH SANGAT BAHAGIA..”


Ada Abang Varen disana, tampak sedang duduk bersama para Mommies dan Daddies mereka dan suara Abanglah


yang terdengar berbicara.


“TUJUH BELAS TAHUN RASANYA SUDAH CUKUP UNTUKKU MENAHAN RASA”


‘Abang ..’


“POPPA .. MOMMA .. KALI INI AKU BERBICARA BUKAN SEBAGAI PUTRA KALIAN, TAPI SEBAGAI SEORANG PRIA ..”


“SEORANG PRIA YANG BENAR - BENAR MENCINTAI PUTRI KALIAN, MIRACLE ANDREA .. DAN HARI INI AKU INGIN MEMINTANYA, MEMINTA ANDREA , MY LITTLE STAR .. PADA KALIAN. UNTUKKU, UNTUK MENJADI MILIKKU .. MILIKKU SEORANG ..”


Andrea menutup mulut dengan kedua tangannya. Rekaman dalam video yang entah kapan diambil itu membuat matanya berkaca – kaca. Sekaligus jantungnya, yang Andrea rasa sedang membuncah.


‘Itu .. maksudnya?.. Abang.. sedang melamar aku ..?.’


"JIKA MEMANG ANDREA BERSEDIA, AKU DAN MOMMA TIDAK AKAN MENGHALANGIMU"


Suara ngebas Poppa terdengar dilayar.


"THANK YOU"


Varen terlihat berdiri memeluk Poppa, Momma dan Daddies serta Mommiesnya yang lain. Mereka semua nampak tersenyum bahagia.


“Apa kamu bersedia, Little Star? ..”


Rekaman video pada layar besar, yang juga terputar dibeberapa layar kecil sudah berhenti. Namun suara Varen masih terdengar.


Andrea membalikkan badannya.

__ADS_1


Dan disanalah berdiri, sedikit berjarak dari Andrea. Pria yang luar biasa tampan dengan setelan jas yang membalut tubuh atletis nya. Pria yang selama tujuh belas tahun, sembilan puluh persen selalu dekat dengannya, berada disisinya, memperhatikannya, menyayanginya, melindunginya. Dan kini Andrea tahu, seperti apa Pangerannya itu mencintainya.


Berdiri dengan gagahnya, sempurna dengan senyumnya. Bak Pangeran impian dalam setiap dongeng anak perempuan. Tapi yang ini Pangeran Kuda Putih versi Andrea.


Alvarend Aditama Smith, Abang Varen, Kakak laki – laki yang tak sedarah sekaligus pemilik hatinya.


“Bersediakah kamu.. untuk menjadi milikku seorang, Miracle Andrea?. Merajut asa, meraih cinta, lebih dari


sebelumnya. Karena kamu adalah setiap alasan, setiap harapan dan setiap mimpi yang pernah aku miliki ..”


“Abang..” Andrea terkesima, satu tangannya masih menutupi mulutnya. Entah harus apa, saat sang Abang semakin mendekat padanya, mengucapkan untaian kata yang begitu romantis dan puitis nya, memegang sebuah mikrofon tanpa kabel disatu tangannya.


“Abang .. tidak bisa hidup di dunia, dimana Drea tidak ada didalamnya. Be mine and Marry me, Miracle Andrea?”


Varen menekuk satu kakinya, berlutut dihadapan Andrea sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya.


Sebuah kotak berwarna merah marun berbahan beludru nan indah, dengan sebuah cincin bertahtakan batu Rubi


ditengahnya.


Varen mengangkatnya.


“Do you?. (Maukah?).”


“I do.. (Aku mau..)”


**


“I do.. (Aku mau..)”


Banyak hati Arjuna yang patah saat Andrea mengangguk dan mengatakan bersedia pada sebuah lamaran yang


diajukan oleh seorang Pria yang menekuk satu kakinya dengan mengangkat sebuah kotak kecil yang sudah terbuka, dimana ada sebuah cincin bermata indah tersangkut disana.


Namun ada satu hati Arjuna yang benar benar patah saat Andrea menerima lamaran itu tanpa ragu, mengangguk


dan menyahut dengan cepatnya.


Perih, itu saja yang Arya rasa saat ini. Bidadari impiannya sudah menyambut tangan yang lain dihadapannya. Tampak sangat bahagia.


**


“Kasihan gue sama adik lo Son ..” Nathan berdiri berdampingan bersama Sony, kakaknya Arya, dimana mereka berdua menyaksikan Andrea yang menerima lamaran Varen. Setelah Nathan memberikan rekaman dalam ponselnya untuk diputar dilayar tadi.


“Tambeng sih, udah gue bilang jangan incer si Drea, ketinggian buat dia. Masih aja tekak. Tau rasa jadi Sad Boy.”


Dua orang yang sok prihatin pada Arya itu kemudian terkekeh bersama.


**


“I do.. (Aku bersedia..)”


Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Varen selain dua kata yang barusan keluar dari mulut Andrea.


Bahagia dihati Abang begitu membuncah, karena Andrea menerima lamarannya.


Varen menegakkan tubuhnya. Terus menatap Andrea dengan senyumannya. “Thank you. (Terima kasih) Little Star..”


Varen menyematkan cincin bermata Rubi itu disalah satu jari Andrea dan wajah Little Starnya itu tersenyum dengan indahnya.


“I love you, Little Star..”


“I love you too, Abang..”


Senyum Varen kian merekah, membawa Andrea dalam dekapannya, yang juga mendekapnya erat, dengan latar


belakang suara tepuk tangan yang meriah dan membahana.


Kecupan lembut Varen darat kan didahi Andrea, lalu ke kedua pipi Andrea yang merona. Tidak cukup, mengecup kecil ujung hidung Andrea.


Menangkup wajah Andrea dengan kedua tangannya, tak mau memperdulikan apapun.


Cup!.


Satu ciuman ia darat kan dibibir Andrea.


‘Mau memiliki Andrea, heh?. Bermimpilah seumur hidup lo, Arya Narendra.’


Varen melirik satu sosok yang masih berdiri ditempatnya tadi. Sosok yang tidak diberikan kesempatan untuk melanjutkan ucapannya pada Poppa. Yang sedang menatap ke arahnya dan Andrea dengan pandangan yang menyiratkan kesedihan.


‘Dari bayi Andrea sudah gue jaga sebegitunya, di ompolin, bahkan tampon untuk menstruasi pertamanya gue yang belikan. Sekarang dia sudah besar dan secantik ini. Heh, enak saja mau menyalip!’


Tersungging senyum miring disudut bibir si Abang. Selain bahagia yang tak terkira ada puas dalam hatinya.


‘Dia yang kujaga selama tujuh belas tahun lamanya. Tak akan ku biarkan siapapun mencoba merebutnya. Karena dia.. Miracle Andrea ... hanya milikku .. Milikku seorang ..'


**


To be continue...


*Salam manis, dari Emak yang kaga Manis*Biarlah, yang penting reader emak selalu sehat semua ....


Aamiin ....

__ADS_1


__ADS_2