
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘đ˘
BERANGKAATTTT
Selamat membaca ...
*************************
Singapore
âGo into your room and do not come out from there, before all of you have an order to get out!. ( Pergi ke kamar kalian dan jangan beranjak dari sana, sebelum kalian mendapatkan perintah untuk keluar! )â
Itu suara Poppa, yang menginstruksikan pasukan bocah ragam usia nan rusuh keluarganya itu agar sedikit lebih tertib setelah mereka semua yang sudah lengkap adanya sampai di dalam kapal pesiar pribadi mereka itu.
Yang semakin nampak rusuh saat beberapa bocah ragam usia, anak-anak dari para kerabat keluarga mereka yang diundang untuk berpesiar bersama sudah berada di dalam kapal dan menyambut satu kelompok sultan dan sultanah junior yang baru tiba itu.
âYES POPPAA!!.....â
Para bocah itu pun menyahut kompak setelah mendengar seruan Poppa yang lebih terdengar sebagai perintah yang tidak boleh di bantah.
Lalu para bocah rusuh itu, termasuk para bocah lain yang kesemuanya para pewaris The Adjieran Smith kenal, pun digiring oleh beberapa kru kapal yang memang sudah disiapkan khusus untuk melayani segala kebutuhan para sultan dan sultanah junior itu, berikut kerabat kecil mereka selama berada dalam kapal.
Terlepas dari para asisten rumah tangga dan para baby sitter dari masing-masing keluarga, serta belasan
bodyguard yang akan memastikan keamanan para bocah tersebut saat anggota keluarga, orang tua atau kakak â kakak mereka sedang tidak berada disekeliling mereka.
**
Jajaran Kru sudah berbaris rapi di kedua sisi saling berhadapan dengan berjarak baik di luar pintu masuk kapal maupun di luar dari sejak The Adjieran Smith itu tiba di tempat dimana kapal pesiar milik satu keluarga nan cetar membahenol itu bersandar.
Tidak sebesar kapal â kapal pesiar terbesar dan termewah seperti Symphony of the Seas yang bisa mengangkut
sampai sekitar lima ribuan penumpang memang, namun fasilitas yang berada dalam kapal pesiar milik The Adjieran Smith rasanya juga cukup bikin betah berada di perairan selama berhari â hari.
Indah, nyaman dan mewah. Tiga kata itu yang menggambarkan bagaimana kapal pesiar keluarga Adjieran Smith
punya. Yang merupakan kapal pesiar berbeda dari kapal pesiar mereka yang dulu mereka gunakan saat para ayah dan ibu masih muda.
Meski memang mereka juga memiliki kapal pesiar lain yang ukurannya lebih kecil dan fasilitasnya tidak sebanyak kapal pesiar yang mereka gunakan saat ini, yang memang dibeli juga sebagai aset investasi pemasukan finansial dari beragam bisnis yang keluarga Adjieran Smith punya.
Selain spot bersantai yang begitu menentramkan, fasilitas seperti bioskop, serta fasilitas standar seperti kolam renang, gym dan spa, kapal pesiar The Adjieran Smith rasanya tidak kalah saing dengan kapal â kapal pesiar milik para miliarder dunia.
Karena dalam kapal pesiar mereka tersebut, ada area untuk bermain selancar air tanpa harus nyebur ke laut alias flowrider, yakni semacam simulator untuk bermain selancar.
Selain itu ada juga tabung keseruan untuk merasakan sensasi sky diving tanpa harus beneran terbang di atas langit.
Ada juga spot bagi yang ingin bersantai ria tepat diatas air laut. Termasuk disediakan beberapa speed boat, sekuter air dan jet ski untuk menikmati setiap tempat dimana kapal itu akan berhenti sejenak untuk bersandar.
Well, jangan lupakan helipad berikut helikopternya sekalian yang memang sengaja disiapkan jika ada diantara mereka yang sedang plesiran dengan kapal pesiar tersebut memiliki suatu hal yang mendesak untuk dilakukan di luar kapal pesiar.
Bahkan kapal selam kecil untuk wisata bawah laut pun ada walau hanya satu, dan hanya bisa menampung sepuluh orang saja sekali menyelam. Namun rasanya cukup karena ada beberapa fasilitas hiburan yang lain yang dapat
dirasakan dan dinikmati.
Dan tentunya ratusan staff pekerja yang akan melayani keluarga sultan dan para kerabatnya sudah siap sedia dengan tugas mereka masing â masing. Termasuk port bahan bakar yang sudah dipastikan terisi penuh sampai kapal pesiar itu selesai berkeliling.
***
__ADS_1
Semua kerabat paling dekat dari Keluarga Adjieran Smith diajak berpesiar tanpa terkecuali di liburan mereka kali ini. Bukan berarti mereka tidak pernah mengajak kerabat lain untuk berlibur bersama. Semua kerabat mereka tanpa
terkecuali, sudah pernah diajak liburan bersama.
Hanya saja liburan berpesiar kali ini adalah undangan bagi para kerabat paling dekat, termasuk untuk mereka semua yang berjasa pada keluarga tersebut. Dan yah, tidak ada yang akan melewati undangan berpesiar yang mungkin akan menghabiskan waktu selama kurang lebih satu bulan ini.
Dari Uncle Nino, Uncle Ezra, para pentolan-pentolan dari klub dibawah naungan Daddy R dan Poppa, yakni Uncle Bryan, Uncle Arman berikut Aunt Caca yang memang menikah, serta Uncle Vla yang membawa serta anak semata wayang dan istrinya, namun tetap, minus Danita.
Paman Li, Uncle Rico, Uncle Sean, Uncle Lingga, Bahkan para tangan kanan langsung personel anggota keluarga juga diajak serta berikut keluarga mereka jika mereka ingin membawanya. Semualah pokoknya, tanpa terkecuali yang merupakan sahabat dari masing-masing personel anggota keluarga Adjieran Smith yang sudah dirangkul dan dianggap sebagai bagian dari keluarga tersebut.
Juga keluarga-keluarga yang memang memiliki garis kekeluargaan langsung dengan keluarga Adjieran Smith.
Rame?. Pastinya!.
Tapi bahagia lah yang mendominasi karena wajah-wajah sumringah tak pernah luput dari masing-masing orang yang sudah satu per satu datang dan bergabung dalam kapal.
***
âNikii!! ...â Itu Andrea yang berseru sumringah saat melihat pengawal pribadinya yang sempat terluka saat Andrea diculik itu muncul dengan Ammar dan beberapa orang pengawal pribadi lainnya yang ikut wara-wiri saat kasus
penculikan Andrea dan Kevia beberapa waktu lalu.
âApa kabar Nona Andrea?... Senang melihat anda baik-baik sajaâ Ucap Niki dengan sopan, sedikit risih juga karena Andrea spontan memeluknya begitu saja. Yang membuat Niki sedikit salah tingkah, karena sikap nona muda yang pernah dijaganya itu membuat sepasang mata mendelik tajam ke arahnya.
âIya dong!. Aku udah very very okay now!. Aku yang seneng kamu mau ikut, Niki! ... setidaknya kan bisa menebus rasa bersalah aku yang bikin kamu terluka...â Ucap Andrea yang kini meraih kedua tangan Niki, bahkan melingkarkan tangannya di sela lengan Niki dengan santainya.
âHati-hati mungkin kau bisa terluka lagi ...â
Ah, ada gumaman dibelakang Andrea yang membuat Niki cengengesan gugup. âTu-Tuan Alva, apa kabar?â Sapa Niki sambil mengulurkan tangannya dengan sopan dan sedikit canggung.
âSangat baik, untuk sedikit âmelukaiâ orang yang berlama-lama memeluk dan menggenggam tangan istriku tepat didepan matakuâ
Varen berkata dengan wajahnya yang datar sembari menyambut uluran tangan Niki, namun tatapannya sedikit menusuk dirasa oleh Niki yang kemudian sedikit meringis karena merasakan bulu halusnya agak-agak meremang.
âMa-maaf Tuan, aku ...â
Niki salah tingkah, kembali cengengesan sembari melepaskan perlahan gandengan tangan sang nona dari lingkaran lengannya.
Sementara itu Ammar dan beberapa yang berada di dekat mereka itu mengulum senyum mereka saja, yang tahu persis betapa cemburuan dan akutnya kebucinan Tuan Muda Utama mereka itu pada istri kecilnya.
âAwas ya macam-macam sama Niki!. Urusan Abang sama Drea! ...â Sambar Andrea lagi.
âYa habis dia peluk kamu, pegang tangan, menggandeng lagi!â
âYeee orang Drea yang peluk, pegang sama gandeng Niki si!. Kenapa emang?! Niki kan berjasa besar juga sama aku!â
âYa ga usah gitu banget! Sama yang lain ga seperti ini sekali kamu menyapa mereka.... Jadi biasa aja sama dia juga!... Ck!...â
Niki jadi semakin salah tingkah, karena dua Tuan-nya itu nampak berdebat kecil.
Dan itu karena dirinya. âPulang aja kali gue ya?â Batin Niki sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal, karena sang Tuan Muda Utama sedang sedikit melemparkan tatapan sinis padanya.
âSuka-suka Drea-lah! ...â
Andrea masih menyahut dengan ketus pada Babang Alva.
âInget ya, Drea tuh masih agak kesal sama Abang loh ya!â
Dan tatapan sebal itu memang Andrea tunjukkan pada Varen seraya melepaskan gandengan tangannya dari Niki.
âJadi Abang jangan buat kesalnya Drea sama Abang bulat lagi! ... Huh!â
Dan Varen meringis kemudian. âIya, maaf...â Ucap si Abang yang merasa kenapa Little Star-nya itu masih kesal dan merajuk padanya saat ini.
âDah sana pergi ke kamar kamu Niki!, Ammar!, kalian juga!â
âBaik No- ...â
__ADS_1
âAwas aja, nanti kalau Drea sudah Abang anggap Syehat, tetep Drea ga mau diajak nananina! Kalau perlu Nunu Nana Drea password!â
âYaaaahhhhh... kok gituu???...â Ah, raut wajah dingin yang tadi mendominasi wajah Varen secepat kilat berubah menjadi suram, sendu dan mengiba selepas Andrea berucap soal Nunu Nana segala mau di pakein password sama si Juleha.
Dimana Andrea melenggang masa bodoh dari hadapan Varen dan beberapa bodyguard yang kini kepalanya dipenuhi tanda tanya tentang siapa, apa itu nananina berikut nunu dan nana yang akan diberikan password oleh sang Nona Muda, hingga membuat sang Tuan Muda Utama nampak lunglai, redup tak bersinar.
Niki dan Ammar sering mendengar perihal nananina berikut nunu dan nana memang, tapi siapa atau apa kah itu, masih menjadi misteri, karena mereka berdua enggan untuk bertanya pada Tuan dan Nona Muda mereka itu, yang kini sang Tuan Muda sedang nampak mengejar Nona Muda mereka yang merupakan istri kecilnya.
âLittle Staarrr... jangan begitu dooonnngg...â Ah, Tuan Muda yang mereka yang mengerikan itu seketika menjadi nampak bodoh jika Nona Andrea sudah merajuk seperti itu.
Kira-kira itu yang ada dalam benak Ammar dan Niki berikut beberapa orang yang bersaman mereka sembari menahan sudut bibir mereka, melihat Varen mengejar Andrea, nampak membujuk dan memohon-mohon sepertinya.
âMasa Drea tega sama Abang??? ...â
âMasa bodoh! Biar sekalian beku itu sosisnya Abang macam disimpan dalam freezer selama bertahun-tahun!â
âAaaaa!!! Little Staarr.....!!!!â Dan Varen pun bertingkah bak Aina jika merajuk.
âSungguh membagongkan!...â
**
Liburan dimulai setelah semua orang yang ikut liburan berpesiar saat ini sudah berada didalam kapal pesiar milik The Adjieran Smith tanpa terkecuali.
âAku pikir Mor sama Far akan dijemput pas kita ke Norway?â
âTadinya seperti itu, tapi kita baru sampai sekitar sepuluh hari atau lebih ke Norway. Not fair rasanya kalau membuat Far and Mor berikut keluarga Dewa yang lain menunggu selama itu sampai kita menjemput mereka disanaâ
âIya juga sihâ
Itu Momma dan Poppa yang kini sudah berada di satu bagian kapal bersama para orang dewasa lainnya setelah menyapa keluarga Daddy Dewa yang ternyata di terbangkan langsung ke Sin agar bisa ikut berpesiar meski nantinya juga kapal pesiar tersebut akan bersandar di tanah kelahiran ayahnya Daddy Dewa.
Dan para orang dewasa itu sejenak berkumpul untuk sekedar saling menyapa dan bersenda gurau sebelum mengistirahatkan diri mereka sejenak ke dalam kamar mereka masing-masing didalam kapal pesiar milik The Adjieran Smith itu, setelah juga mereka menikmati jamuan yang sudah dipersiapkan dengan sempurna, yang
disediakan untuk semua orang didalam kapal.
Dan para bocah yang tadinya disuruh tinggal dalam kamar juga ikut dipanggil untuk mengisi perut mereka, baru kemudian kembali lagi ke kamar masing-masing, dimana satu kamar berisikan tiga sampai empat anak yang
menempatinya.
Dan setelah masing-masing mengistirahatkan diri, baik para orang dewasa maupun anak-anak, mereka semua akan mulai merasakan keseruan liburan diatas kapal pesiar dan lanjut ke setiap tempat dititik-titik, dimana kapal pesiar tersebut sejenak bersandar disuatu negara ataupun disuatu pulau.
âALL ABOAARRDD!!!â
â( SEMUA SUDAH NAIK KE KAPAALL!! )â
Cusssss!! ..
**
To be continue ......
Menuju Akhir Cerita
Road to an end
Noted: Gambar hanya sekedar ilustrasi. Ilustrasi kehaluan yang hakiki!. Wkwkwk.
Noted Lagi:
Silahkan tetep menunggu "Up", selama belum ada label 'End' yang emak sematkan baik di akhir episode atau di cover.
Itu juga kalo belum bosyeeennn...
Selama kalean belum liat tulisan 'The End' diakhir episode, berarti masih lanjut iyee ....
__ADS_1
Salam sayang,
Emaknya Queen