THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


*******************************************************************************


Selamat membaca ..


Masih London, England/Inggris...


Di sebuah Perusahaan Ekuitas terbesar yang berada di kota London


Dimana ada Papa Lucca dan Poppa yang sedang berbincang santai tentang sebuah investasi dan hal lain diluar bisnis.


“What is it? (Ada apa?),” Tanya Poppa saat melihat Papa Lucca memijat pelan pelipisnya selepas menerima sebuah panggilan yang masuk ke ponselnya.


“That trouble maker! (Si pembuat masalah itu!),” Jawab Papa Lucca.


Dan Poppa langsung saja menarik sudut bibirnya.


Pasalnya Poppa tahu siapa yang Papa Lucca maksud sebagai ‘Si pembuat masalah’.


“Ann called you? (Ann menghubungimu?)”


Poppa bertanya sembari melirik arloji di pergelangan tangannya.


“I thought that she still in the middle of lesson right now? (Bukankah dia masih ditengah-tengah pelajaran saat ini?)”


Papa Lucca menggeleng. “Wasn’t her ... (Bukan dia) ...”


“You said trouble maker.... (Kau bilang pembuat masalah)...” Tukas Poppa.


“Heemmmm...”


“From what I know, you’re the only one who gave that nick name for our sweetness Ann (Setahuku kan, hanya kau saja yang men-cap sebutan itu untuk Ann kami yang manis)”


“Heh!” Papa Lucca mendengus. “Sweet ... (Manis)...” Gumamnya. “Her face, of course (Wajahnya, memang iya) ...” Ucap Papa Lucca. “Very sweet, even all candies in this world could not compare that Little Devil’s sweet face! (Sangat manis, bahkan seluruh permen di dunia ini tak dapat dibandingkan dengan manisnya wajah Setan Kecil itu!)”


Poppa terkekeh kecil melihat Papa Lucca yang mengeluarkan pujian untuk Ann namun wajah si Papa malah nampak sebal.


“But not her trait and the way she behave! (Tapi tidak sifat dan kelakuannya!) ... Haish!” Papa Lucca berkesah.


Poppa terkekeh lagi. “Isn’t she really represent her Papa? (Bukankah dia sangat mewakili Papanya?)”


Poppa tergelak kemudian dan Papa Lucca mendengus sebal.


“Then, when you said ‘that trouble maker’, who does you mean? (Lalu, yang kau maksud ‘si pembuat masalah’, siapa?)”


“Ann of course! Who else? (Tentu saja Ann! Siapa lagi?)” Tukas Papa Lucca.


“And you said it wasn’t her who called? (Dan kau bilang bukan dia yang menghubungi?)”


Poppa menatap Papa Lucca, menunggu jawaban, seraya mengangkat cangkir berisikan kopi panas dihadapannya.


Papa Lucca juga mengangkat cangkir berisikan kopi yang hitam pekat dihadapannya seperti milik Poppa. “Ann and Rery’s Principal (Kepala Sekolahnya Ann dan Rery)”


Poppa mengangkat alisnya seraya menyesap kopi dalam cangkirnya.


“What’s wrong? Is Ann sick? (Ada apa? Apakah Ann sakit?)”


Poppa bertanya setelah selesai menyesap kopinya.


“Even better! (Bahkan lebih bagus!)”


Papa Lucca menyahut setelah selesai menyesap juga kopinya.


“What happened? (Apa yang terjadi?)”


“Ann was attack one of a student (Ann menyerang salah seorang murid)”


“What? (Apa?)” Poppa mengangkat alisnya. Papa Lucca manggut-manggut.


“You heard what I have just said (Kau dengar yang aku bilang barusan).... Ann was attack one of a student at the School Canteen (Ann telah menyerang salah satu murid di kantin sekolah)”


“Was she? (Benarkah?)....”


“Hemm”

__ADS_1


“Then? That student get a serious gash? (Lalu? Apa murid itu mengalami luka yang serius?)” Poppa memajukan tubuhnya yang sedang duduk di sofa dalam ruangan pribadi Papa Lucca di Perusahaannya itu.


Papa Lucca mengendikkan bahunya.


“He didn’t explain about that ... (Dia tidak menjelaskan soal itu ...)”


“Also didn’t explain the reason why until Ann attacked that student?”


“(Juga tidak menjelaskan alasan mengapa Ann sampai menyerang murid tersebut?)”


“No (Tidak). He just said that Ann was attacked another student, then asked me whether I allowed him to call Ann for come into his office (Dia hanya bilang jika Ann telah melakukan penyerangan pada salah seorang murid, lalu bertanya padaku apa aku mengijinkan jika ia memanggil Ann untuk datang ke kantornya)”


“And your answer? ... (Dan jawabanmu?)...” Tanya Poppa lagi.


“Of course I give him that permission (Tentu saja aku memberikannya ijin itu)”


Poppa manggut-manggut.


“Maybe that Little Devil could be more impeccable after The Principal called her”


“(Mungkin Setan Kecil itu dapat menjadi lebih tertib setelah Kepala Sekolah memanggilnya)”


Poppa mendengus geli.


“Well, I’m not sure ’bout that .... (Yah, aku sih tidak yakin soal itu...)”


Poppa mengeluarkan kotak rokok dari dalam saku jasnya.


“There’s no way Ann will listen people outside our family. Me, especially .. (Tidak mungkin Ann akan mendengarkan orang lain diluar keluarga kita. Aku, terutama...)”


Poppa menyulut sebatang rokok yang sudah ia keluarkan dari kotaknya.


“He even more listened to what I’ve said than you! (Dia bahkan lebih mendengarkan ucapanku daripada dirimu!)” Ledek Poppa.


Papa Lucca berdecih sinis dan Poppa terkekeh lagi.


“That’s because you always defend her! (Itu karena kau selalu membelanya!)”


“She’s one of my baby girl (Dia salah satu gadis kecilku)”


Papa Lucca menghela nafasnya.


“Even more than Little Star. And look Ann now (Bahkan lebih dari Little Star. Dan lihat Ann sekarang)” Papa Lucca melandaikan duduknya.


“Ck! Don’t get too much (Jangan berlebihan)”


Poppa menukas ucapan Papa Lucca.


“We’re not only spoiled Ann that much. But we do the same thing to all of our baby girl (Kita tidak hanya terlalu memanjakan Ann seorang. Kita juga sangat memanjakan semua gadis kecil kita)”


“But Mika, Val, Isha and Aina not as stubborn as Ann (Tidak sekeras-kepala seperti Ann)” Tukas Papa Lucca. “I don’t know how can Ann have that bad trait (Aku tidak tahu mengapa dia bisa memiliki sifat buruk macam itu)”


“Ck!”


Poppa berdecak.


“That four baby girls also have their own bad trait (Empat anak gadis itu juga memiliki sifat buruk mereka sendiri)”


“I know! But Ann is.. (Aku tahu! Tetapi Ann itu)...”


“Leave it Lucca... every kid is unique (sudahlah Lucca.. setiap anak itu unik) ...”


Poppa kembali menyesap kopi dalam cangkirnya, dan Papa Lucca menyulut cerutunya.


“Beside, no matter how stubborn Ann is, or she get out of the line sometimes, she just like Little Star and her Momma (Lagipula, bagaimanapun keras kepalanya Ann, atau terkadang kelakuannya suka kelewat batas, dia itu macam Little Star dan Momma-nya) ..”


Gantian Papa Lucca yang kini menyesap kopinya.


“All this time, Ann won’t show his bad side to people outside if there’s nothing that provoke her....”


“(Toh selama ini, Ann tidak akan menunjukkan sisi buruknya pada orang lain diluaran jika tidak ada sesuatu yang memprovokasinya)”


Papa Lucca kemudian manggut-manggut.


“Ya, I think you were right ... (Aku rasa kau benar ...)”

__ADS_1


“Just wait until we meet Ann and Rery at the Mansion, then we can ask what the real happened (Tunggu saja sampai kita bertemu Ann dan Rery di Mansion, lalu kita bisa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi)”


“Just hoping that the student was attacked by Ann, not have a serious gash or not make that become a long matter (Berharap saja murid yang diserang Ann itu tidak mendapatkan luka yang serius atau memanjangkan masalah)”


“I think Rery already make his move (Aku rasa juga Rery pasti sudah bertindak) ... He won’t let Ann become in trouble (Dia toh tidak akan membiarkan Ann berada dalam masalah)”


***


Rery memang sudah bertindak.


Termasuk jika Rery tidak akan membiarkan Ann berada dalam masalah.


Rery langsung melerai Ann, saat Ann tahu-tahu mengamuk pada jam istirahat dan menyerang salah seorang teman perempuan yang sekelas dengan Rery.


Menyuruh temannya yang lain agar teman perempuan yang sekelas dengan Rery itu segera dibawa menjauh dari Ann.


Memegangi Ann dengan kuat agar tindakan penyerangan pada salah seorang teman perempuan sekelasnya itu tidak berkelanjutan dan menimbulkan efek buruk berkepanjangan, baik pada teman perempuan sekelas Rery yang kemungkinan akan terluka, atau Ann yang akan mendapatkan peringatan keras dari sekolah, jika orang tua dari temannya itu tidak terima atas perlakuan Ann pada anaknya.


Rery memang bertindak... Tapi tindakannya itu...


“Ann dengar! Jika kamu tidak mau meminta maaf padanya, aku tidak mau lagi dekat dengan kamu seperti biasa!”


Praannggg!..


Tangan Ann menyambar piring kantin yang ada di meja tempat Rery berada tadi, dimana sekarang Ann berdiri didekat sana.


“OKAY!”


Alih-alih luluh, Ann membuat Rery tercengang dengan balasan jawaban Ann atas ancamannya pada Ann.


Lalu Ann mengangkat telunjuknya pada Rery dan berkata dengan keras.


“YOU! (KAMU!) STAY AWAY FROM ME FROM RIGHT NOW! (JAUH-JAUH DARI AKU MULAI SEKARANG!)”


Malah membuat Rery sendiri yang kini bermasalah dengan Ann.


***


Kembali pada dua hot daddy yang sedang mengobrol tadi ...


Kini Poppa dan Papa Lucca memutuskan untuk kembali ke Mansion lebih awal.


Keduanya hendak memasuki lift untuk segera menuju ke lobi Perusahaan milik Papa Lucca itu, lalu menaiki mobil bersama untuk kembali ke Mansion Utama.


Dimana ponsel Papa Lucca terdengar berdering dari dalam saku jasnya. Dan Papa Lucca langsung menerima panggilan yang masuk kedalam ponselnya itu.


“What did you said?!!!! (Apa yang anda katakan?!!)”


“........”


“Have you people searched around the school?! (Apa kalian sudah mencarinya di sekitar sekolah?!)”


“........”


“Hish!”


“........”


“Let me know then (Kabari aku jika begitu) ....”


Wajah Poppa nampak berubah khawatir saat mendengarkan Papa Lucca yang gusar saat menerima panggilan telepon yang masuk ke ponselnya barusan.


“What happened?! (Apa yang terjadi?!),” Poppa langsung bertanya setelah Papa Lucca memutuskan panggilan teleponnya.


“The Principal said, that Ann left School! (Kepala Sekolah bilang, kalau Ann meninggalkan Sekolah!)”


***


🍹 BONUS CHAPTER 9 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 10 ye


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari

__ADS_1


__ADS_2