THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 151


__ADS_3

   IKATAN YANG KUAT  DAN INDAH 


 


Selamat membaca ......


Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris


Terhitung sudah tiga hari sejak seluruh anggota Keluarga Adjieran Smith kembali ke Mansion Sweet Mansion mereka. Termasuk juga Papa Herman, Mama Bela dan Ibu Yuna yang juga sudah datang dari tempat dimana mereka juga diamankan selama ini.


Mereka semua kini sedang berkumpul dan mengadakan acara barbekyu kecil – kecilan, seperti yang seringnya mereka adakan sebelum tragedi di upacara pemakaman Uncle Keenan. Baik di Mansion yang berada di London atau di Jakarta, atau bahkan di kediaman Keluarga Cemara dan Kediaman Pribadi masing – masing mereka yang memilikinya.


Rona bahagia dan keceriaan terus saja menempel di wajah – wajah para personel Keluarga Adjieran Smith, termasuk juga di wajah para asisten rumah tangga dan pekerja lainnya.


“Vla, Bryan dan Paman Li akan sampai kesini sebentar lagi.” Ucap John sembari memasukkan ponsel ke dalam saku celananya setelah menerima panggilan barusan. Anggota keluarga yang lain hanya menjawab dengan anggukan dan kembali melanjutkan obrolan dan kegiatan mereka bersama partner gibahnya masing – masing.


“Berarti tambah lagi itu dagingnya.” Celetuk Prita.


“Bilang saja pada Theresa Prita. Gue sudah memintanya untuk menyiapkan persediaan yang banyak kok.” Sahut Jeff.


“Ya sudah aku aja yang ambil kalau gitu.”


Jihan berdiri dari tempatnya duduk dan melangkahkan kaki menuju dapur untuk mengambil tambahan daging dan yang lainnya.


***


“Oh iya Fania mau tanya deh, kan ini kakeknya Dad namanya Kingsley Smith tuh. Tapi kenapa nama keluarga ini jadi Adjieran Smith?. Nama lengkap ayah Dad, bukannya Rery Kingsley Smith?. Harusnya kan Dad tuh Anthony Kingsley Smith, kenapa jadi Adjieran?.”


“Adjieran itu nama ayah angkat Dad.”


“Ooh....” Fania ber-oh ria sambil manggut – manggut.


Andrew tersenyum sambil menggoyang – goyangkan kepala istrinya yang membuat mimik menggemaskan baginya itu.


Beberapa orang sedang duduk bersama Fania dan Andrew menikmati daging barbekyu dan sodara – sodaranya, sementara lainnya sedang bermain bersama para bocah yang lahir terlanjur kaya di kolam renang, termasuk Keluarga Cemara dan Ibu Yuna yang kangen berat pada cucu – cucu mereka.


“Kayak nama orang Indonesia ya?.”


“Memang kakek Putra orang Indonesia asli.”


“Kakek Putra?.” Tanya Prita, Jihan dan Fania.


Para anggota keluarga Adjieran Smith yang sudah tahu tentang siapa yang disebut kakek Putra oleh John barusan itu manggut – manggut.


“Iya kakek Putra Adjieran. Kakek Putra itu ayah angkat Dad. Dia yang berhasil menyelamatkan Dad, saat kakeknya


si laki – laki jahat yang dihabisi Kak Andrew itu menghabisi Grandpa Kingsley dan keluarga kami yang tinggal bersamanya.” Michelle sedikit bercerita. “Lalu orang itu juga memburu orang tua Dad dan berhasil menemukan mereka di Italia, sekaligus menghabisi mereka.”


“Memang darah zahara udeh masuk ke sum – sum itu si Jopen ye?.”


“Ya begitulah.”


“I was become Jaeden’s target that time and he drowned me into the sea ( Aku menjadi target Jaeden saat itu dan dia menenggelamkan ku di laut ).” Sela Dad.


“Kejam banget!..”


“Greedy human will become a beast ( Manusia serakah bisa menjadi seorang monster ).” Timpal Andrew yang


kemudian menenggak jus jeruknya.


“Terus Dad?.”


“And after Jaeden’s men left me after they saw me drowned, Ayah Putra came and save me, then he took me to the Save House at Italy, with some of men who also loyal to my Dad ( Dan setelah orang – orangnya Jaeden meninggalkan saat mereka sudah melihatku tenggelam, Ayah Putra datang menolongku dan membawa ke Rumah Perlindungan yang berada di Italia, dengan beberapa orang juga yang setia pada ayahku ).”


Dad kembali bercerita.


“We lived for months inside there. Ayah Putra dan other men were waiting until situation more save for us then we were leaving Italy and I was brought to Indo ( Kami tinggal berbulan – bulan lamanya disana. Ayah Putra dan para pria yang lainnya menunggu sampai situasi lebih aman bagi kami dan setelahnya kami pun meninggalkan Italia dan


aku dibawa ke Indonesia ).”

__ADS_1


“Jadi Dad pakai nama belakang kakek Putra untuk nama keluarga ini?.”


“Pintar istrinya Andrew!....”


“He took care of me very well as his own son ( Dia merawatku dengan sangat baik seperti anaknya sendiri ).” Ucap Dad lagi. “Dan karena aku juga begitu menyayangi dan menghormatinya, aku pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan nama belakangnya di belakang namaku, berikut nama keluarga Smith yang kembali aku gunakan saat aku berhasil mengambil kembali apa yang menjadi hakku dan keluargaku dari Jaeden. Karena dua nama itu punya ikatan yang begitu kuat dalam hidupku.”


Fania, Prita dan Jihan yang baru mendengar cerita tentang sejarah nama Adjieran Smith pun manggut – manggut. ‘Horang terlalu kaya ribet beut jalan idupnya.’ Batin tiga wanita yang manggut – manggut itu kira – kira, kurang lebih sama.


***


Perhatian semua orang kemudian tertuju pada tiga orang yang baru saja tiba ke tengah – tengah mereka. “Eh Kak Vla! Kak Bryan!.”


Prita berseru saat melihat dua orang yang dikenalnya sementara satu pria lagi berwajah keturunan chinese yang sama sekali ia tidak tahu.


“What a beautiful sight! ( Sungguh pemandangan yang indah! ).” Ucap Bryan dengan sumringah.


“One Direction is in da house, guys! ( Wah personel One Direction ada disini, saudara – saudara! ).” Celetuk si bule gila sambil terkekeh melihat Vla, Bryan dan Paman Li yang kemudia ia salami dengan jabatan dan pelukan.


“Three Musketeers change one member ( Three Muskeeter ganti satu anggota ).” Timpal Michelle.


“Arman sudah tergeser sepertinya.”


“Hahaha!.”


Vla dan Bryan tergelak, berikut kekehan dari mereka yang mengenal Arman dan tahu kalau tiga orang itu selalu bersama biasanya.


“Arman bukan Maulana titip salam. Lusa dia baru bisa datang kesini. Sekalian Honey Moon sama si Caca Marica Hei Hei.”


“Hahaha!.”


“What’s up Paman Liiii? ... ( Apa kabar Paman Liiii?.. ).” Andrew menghampiri pria keturunan yang juga merupakan kerabat dekat mereka, salah seorang yang amat sangat bisa dipercaya selain keluarga mereka sendiri.


Paman Li tersenyum sumringah dan memberikan sapaan dengan pelukan seperti para pria yang lainnya.


Para wanita juga kemudian menyapa tiga orang pria yang baru bergabung itu. Prita yang hanya mengenal Vla dan Bryan memberikan pelukan pada dua pria itu, sementara ia hanya berjabat ramah dengan tersenyum pada Paman Li.


Sementara Fania, Ara dan Michelle yang memang sudah mengenal ketiga pria itu dengan baik menyapa mereka dengan senyuman dan pelukan juga. Tiga orang itupun kemudian menghampiri Dad dan Mom yang berada sedikit jauh dari para muda – mudi, karena sedang bermain dengan para cucu, dan bercengkrama bersama para besan mereka.


***


“Katanya Lucca mau datang kesini?.” Tanya Bryan.


“Yang gue denger sih begitu.” Sahut Fania. “Tapi ga tau juga kapan.”


“We can’t predict a ghost, right? ( Kita tidak bisa memprediksikan hantu, kan? ).” Timpal Andrew.


“Tapi aku juga penasaran sih, dengan orang yang namanya Lucca itu. Memang dia menyeramkan ya, sampe dipanggil hantu?.”


“Iya Kak Jihan, aku juga penasaran sama yang namanya Lucca itu.”


“Awas naksir!.”


“Emang dia ganteng gitu?.”


“Ba – nget!.”


Fania menghalangi mulutnya dengan satu tangan seraya bicara tanpa suara menjawab pertanyaan Jihan barusan karena ada si Donald Bebek didepannya. Yang melihat kelakuan si Kajol pun terkekeh saja.


“Untungnya si Lucca ga botak ya Ndrew?.”


“Bagus kalau dia botak. Pas! Gue akan panggil dia Casper!.” Mereka yang sedang membicarakan Lucca pun akhirnya tergelak.


“Speaking about the devil .... ( Bicara tentang yang bersangkutan ) ....” John yang sedang berdiri mengarah ke arah pintu penghubung halaman belakang dan area dalam Mansion itu berbicara sambil menatap ke arah selurusannya. “Suddenly this Mansion becomes eerie ( Mendadak Mansion ini terasa angker ).”


“Pantes tiba – tiba gue merinding.”


“Boogeyman is coming!. ( Boogeyman datang! ).” Celetuk Jeff sambil cengengesan pada dua orang yang sudah mendekat pada mereka yang berkumpul. Yang satu cantik jelita bak bidadari dari surga, yang satu gantengnya suka kelewatan tapi kayak kebanyakan minum aer es. Kaku!.


“Who is you called Boogeyman? ( Siapa yang lo panggil Boogeyman? ).”

__ADS_1


***


Pria yang disebut sebagai Boogeyman oleh Jeff itu mendengus sebal pada mereka yang sedang terkekeh padanya. Sementara wanita disebelahnya tersenyum dengan cantiknya sekaligus terkekeh mendengar suaminya disamakan dengan sosok makhluk menyeramkan di film horor.


“You are! Who else???? .... ( Kamulah! Siapa lagi coba???.. ).”


“Ah, Mrs. Andrew, now you make a crack on me, huh? ( Ah, Nyonya Andrew, sekarang kamu mengejekku, ya? ).” Fania terkekeh pada pria yang sedang berbicara dengannya saat ini. “Don’t forget you owe me a very limited Huayra ( Jangan lupa kamu berhutang padaku sebuah Huayra edisi sangat terbatas.”


“Ah, I think I suddenly got amnesia ( Ah, sepertinya tiba – tiba aku hilang ingatan ).” Canda Fania.


“But he, the most handsome Boogeyman. Ever! ( Tapi dia, adalah Boogeyman paling tampan. Yang pernah ada! ).”


Wanita disamping pria yang barusan berbicara dengan Fania itu berkelakar sambil tersenyum simpul. “Hah, watch the way you talk Mrs. Fabiana Valentino, or I will tight you on bed and torture you with no mercy ( Hah, jaga bicaramu Nyonya Fabiana Valentino, atau aku akan mengikat mu ditempat tidur dan menyiksamu tanpa ampun ).”


Bukan takut, tapi wanita bernama Fabiana tetap terkekeh, termasuk mereka yang berada didekat sepasang suami istri yang nampak serasi itu. “Hm, it doesn’t matter ( Hm, tidak masalah ).”


“Mister Lucca Valentino, what a big surprise ( Tuan Lucca Valentino, sungguh suatu kejutan ).”


“Just keeping my promised to Dad ( Hanya menepati janjiku pada Dad ).”


“Welcome then! ( Selamat datang kalau begitu ).” Ucap Reno yang kemudian memeluk Lucca yang pada akhirnya menyunggingkan senyumnya pada semua orang yang didekatnya dan memeluk para saudara lelakinya itu, termasuk para istri mereka. Hanya berpelukan dengan Fania, Ara dan Michelle karna belum terlalu mengenal Prita dan Jihan.


Lucca pun hanya menjabat tangan kedua wanita tersebut. Namun ia tetap tersenyum ramah walau dikit.


Reno, Ara dan yang lainnya juga menyalami Fabiana dengan pelukan. Termasuk Prita dan Jihan yang ikut cipika cipiki pada Fabiana yang nampak ramah itu.


Memperkenalkan secara langsung Bryan dan Paman Li sebagai bagian dari mereka kepada Lucca dan Fabiana sebelum sepasang suami istri itu menghampiri Dad dan Mom yang juga sedang berjalan ke arah mereka. Dad sudah merentangkan tangannya untuk menyambut Lucca dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya, begitupun Mom yang juga memeluk Lucca dan Fabiana.


Dan akhirnya semua orang yang tadi sudah menyambut Lucca dan Fabiana lebih dulu merapat ke dekat Dad, Mom, Lucca dan Fabiana. Kemudian memperkenalkan sepasang suami istri dari Italia itu pada Keluarga Cemara, Mama Anye dan Ibu Yuna.


***


“I thought I was came to the wrong Mansion ( Gue pikir gue datang ke Mansion yang salah tadi ).” Ucap Lucca. “ Feels like I’m in Portobello ( Serasa sedang berada di Portobello ). A lot of human ( Banyak sekali orang ).” Ia terkekeh melihat pemandangan didepannya, yang memang sangat ramai di halaman belakang Mansion keluarga Adjieran Smith.


“A complain from a ghost who doesn’t like whoop – de – do! ( Komplen dari hantu yang tidak suka keramaian! ).”


“Well, you know me ( Yah, lo tahu gue kan? ).” Sahut Lucca pada celetukan Andrew.


Dua pria itu terkekeh, berikut mereka yang berada didekat Andrew dan Lucca.


“This, what we called Family ( Ini, yang kita sebut keluarga ).” Timpal Reno. “Our very precious thing, our Paradise ( Harta kita yang paling berharga, surga kita ).”


“Make yourself usual with this, Lucca! ( Buat diri lo terbiasa dengan ini, Lucca! ).”


John ikut menimpali sementara Lucca hanya terkekeh saja. “WelI, What a big family I have now ( Yah, gue punya


keluarga yang sangat besar sekarang ).”


Mereka terkekeh bersama – sama lalu mengangkat minuman ditangan mereka masing masing dengan sumringah.


“Salute!!!.”


***


To be continue...


Episode – episode sekarang yang woles – woles aje ye, cape maen tembakan ama bom plus ngebut – ngebutan. Rambut emak yang berombak jadi keriting gegara mikirin susunan buat adegan ek sion, biar dapet feel nya gitu.


Tapi kaga tau juga nyampe pe kaga itu feel pas episode kemaren – kemaren yang banyak adegan actionnya.


Yang penting emak udeh berusaha ye .. mudah – mudahan belom pada bos yen, karena kayaknya emak males bikin judul baru lagi, jadi kehidupan berikutnya di The Smith emak sambungin disini aja ye.


Siap – siap aje muntah, kek di Bukan Sekedar Sahabat nyang ampe Tiga ratus episode. Engap – Engap dah bacanya.


😅😅😅


Yah meskipun recehan, ini nopel sekuel dari  BSS, paling kaga jempol tanda kasihan gitu ye jangan pernah sampe lupa.


I Loph Yuh All and Full, My Readers yang Caem nya kaga ketulungan..

__ADS_1


__ADS_2