THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 290


__ADS_3

♣♣   ANAK NAGA   ♣♣


Selamat membaca ....


♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia ....


Pagi hari di Kediaman, seperti halnya pagi – pagi sebelumnya disaat weekend telah berlalu dan setiap orang bersiap untuk melakukan aktifitasnya seperti biasa.


Para pria akan pergi bekerja, termasuk juga Nathan dan setelahnya dia akan pergi ke kampus untuk kuliah. Sementara para wanita pun sama, Mom Ichel akan melakukan aktifitasnya di Perusahaan kosmetik miliknya, Mami Prita akan mengecek studionya berikut Kafe milik Momma yang berada di Jakarta, sementara Mama Jihan dan Nenek Yuna akan bertanggung jawab di Kediaman.


Lalu Mika dan para krucil akan pergi ke sekolah, termasuk Andrea yang akan juga pergi ke kampusnya.


“Via jadi mau kuliah?”


Daddy Dewa bertanya pada menantu baru di Kediaman.


“Jadi, Dad”


“Nanti jadi mau ikut Drea ke kampusnya?”


“Jadi!”


“Gue ga tanya lo!”


Mulai dah si Cute Girl sama si Tan – Tan.


“Hemmmmm..... mulai .....”


“Lagian ini si Cute Girl kebiasaan main samber – samber aja!.....”


Andrea cekikikan.


“Aku kayaknya cari Universitas yang biasa aja deh. Kampusnya Drea kan mahal banget biaya kuliahnya” Ucap Kevia.


“Iiiiihh Via, si Tan – Tan itu banyak uangnya. Ga usah khawatir. Buat biaya kuliah kamu aja sih ga akan berkurang sampai setengah juga itu di rekeningnya” Sambar Andrea lagi.


“Iya tetep aja sayang tau uangnya. Mending buat investasi”


“Tuh, denger. Memangnya lo, hobi hambur – hambur uang?!”


“Ih, hambur – hambur dari mana?. Gue shopping aja jarang!.....”


“Iya jarang. Tapi sekali belanja lo bisa menghabiskan setengah M!”


“Hahaha!!! ..... Fitnah aja lo!”


“Fitnah dari mana?! Tuh blazer lo doang ga hampir tujuh puluh juta?!. Dan semua warna itu blazer yang ada di Ver lo beli! Outfit lo hari ini kalau dihitung aja sampai seratus lima puluh juta!”


Andrea kembali tergelak, sisanya cekikikan. Sementara Kevia melongo saja mendengar harga blazer yang puluhan juta, ya meski tahu tentang brand tapi paling mahal barang yang Kevia punya untuk pakaiannya paling hanya berkisar diangka tiga jutaan.


Belum lagi tadi Jo bilang apa?, outfit yang Andrea pakai hari ini kalau dihitung berapa tadi jumlahnya?. Seratus


lima puluh juta?. Berarti kalau seminggu, untuk baju aja bisa sampai satu miliar kurang lebih.


‘Wow! Very Wow!’ Batin Kevia. Baru pakaian. Ga terbayang di otak Kevia harga barang – barang lainnya yang adik iparnya itu punya.


“Ya gue kan harus fashionable. Setiap barang harus dong gue punya warnanya biar gue gampang nanti memasangkan setiap outfit gue!”


Andrea membela diri.


“Lagian ini Bebeb Abang uangnya kebanyakan. Sayang nanti brankas Bank ga muat untuk uang orang lain, iya kan Abangnya Drea yang super ganteng?”


Drea memasang wajah konyol.


“Uang gue sendiri juga banyak, weee!”


“Bodo!”


“Eh iya Abang, nanti ke kampus Drea boleh awa mobil sendiri?” Tanya Drea pada si Abang.


Varen menggeleng.


“Untuk sementara ini jangan menyetir sendiri dulu”


“Kenapa memang Bang?. Biasanya Little Star kamu bolehkan menyetir sendiri meskipun Niki atau Ammar mengikutinya di belakang?”


“Ada hal yang sedang aku dan Nathan selidiki, Dad. Jadi sebagai antisipasi Drea atau Kevia terutama kemana –


mana tetap bersama Niki, Ammar atau Meissa dulu sampai hal yang kami selidiki ada hasilnya dan terselesaikan”

__ADS_1


“Ada masalah apa?” Tanya Papi John. “Serious thing? ( Hal yang serius? )”


Ucapan Varen membuat para Dads dan Moms yang sedang sarapan bersamanya langsung memperhatikan si Abang dengan seksama. Lalu Varen menjelaskan garis besar tentang masalah yang sedang ia dan Nathan selidiki.


“Tentang sesuatu di panti milik Marsha”


“Ada masalah apalagi?”


“Masih tentang anak – anak yang pergi. Little Star merasa ada yang janggal dengan pengurus panti kepercayaannya Marsha setelah mereka dari sana kemarin. Juga ada satu lagi wanita paruh baya yang entah siapa yang juga dicurigai Little Star”


Varen mulai menjelaskan.


“Kalian pernah mendengar nama Dilara?”


“Dilara?” Para Dads dan Moms balik bertanya.


“Humm”


Varen, Andrea, Nathan dan Kevia manggut – manggut.


“Lengkapnya?” Tanya Mama Jihan.


“Tidak tahu. Sedang kuminta Ammar dan Niki menyelidikinya, termasuk dengan pengurus panti itu. Aku baru


menugasi mereka semalam, yah paling lambat laporan mereka sudah aku terima nanti malam”


“Kalau nama Dilara sepertinya sih asing buat Dad sendiri, entah kalau yang lain”


“Aku juga rasanya tidak punya kenalan dengan nama itu. Asing juga rasanya” Papi dan Papa Bear menanggapi ucapan Daddy Dewa.


“Iya sama”


Para Moms juga menyahut tidak tahu.


“Memang Drea kenapa mencurigai dua orang tadi disebut Abang?”


“Mereka aneh Nek!”


“Anehnya?”


“Iya wanita yang namanya Dilara itu melihat aku dan Via dengan tatapan yang aneh aja gimana gitu. Seperti ada yang terselubung, entah apa. Tapi aku merasa ga nyaman saja dengan cara dia melihat aku sama Via. Belum lagi, aku ga sengaja dengar, sayangnya ga jelas sih maksudnya apa. Tapi aku yakin dia menyebut nama Via dan aku saat dia memanggil pengurus panti sebelum dia pergi”


Semua Dads dan Moms serta Nenek Yuna mendengar cerocosan Andrea.


“Huumm”


“Ya patut diselidiki kalau begitu”


“Lalu hubungannya dengan anak – anak panti yang pergi gitu aja?”


“Kalau menurut cerita mereka berdua, ada anak disana yang memperhatikan kalau mereka yang pergi, setelah


sering terlihat mengobrol dengan orangnya wanita yang bernama Dilara itu”


“Dan kesemua yang pergi itu bisa dibilang paling cantik disana”


“Ya jika memang begitu harus cepat cari tahu. Kalau benar dugaanku sih, hopefully not ( mudahan saja tidak ). They are running a dirty bussiness ( Mereka melakukan bisnis kotor )”


“Iya Dad, akupun berpikir begitu”


“Coba diurutkan skemanya. Kalau menurutku sih, rasanya bukan sekedar dugaan. Jika kalian masih ingat Joven dan bisnis prostitusinya di Guatemala dan Chicago, rasanya kurang lebih sama. Dia mendapatkan gadis – gadis muda dari rumah persinggahan lalu mereka dekati, manjakan sampai kemudian dijerumuskan hingga sulit bagi para gadis – gadis itu membebaskan diri sampai saat kita menghancurkan Joven dan semua sekutunya, bukan?”


Daddy Dewa berbicara pada Papa Bear dan Papi yang kemudian manggut – manggut.


“Ah iya, benar juga lo Wa.”


“Ya kan?. Skema bisnis prostitusinya si Joven memang seperti itu kan?”


“Iya benar”


“Rasanya kalian berdua memang harus menyelidiki tentang wanita bernama Dilara itu dengan lebih serius. Who knows dugaan kita benar?”


Varen dan Nathan mengangguk bersama. “Aku sedang menunggu Marsha memberikan daftar donatur di pantinya


selama tiga bulan terakhir. Jika pengurus pantinya memberikan laporan yang benar, maka akan memudahkan bagiku mencari tahu siapa Dilara itu lalu menyelidiki wanita tersebut lebih lanjut”


Para Dads manggut – manggut, sementara para wanita diam saja memperhatikan. Sedikit banyak para Moms sudah paham dengan para pria mereka jika sedang berbicara hal yang serius. Andrea juga sama, cerita tentang banyak hal yang pernah terjadi di keluarga mereka saat ia kecil, bahkan pernah mengalami juga, sudah membuat Andrea memahami jalan pikiran para Dadsnya.


Termasuk si Abang yang notabene memang otaknya sudah selalu didepan kalo kata satu iklan motor tuh. Andrea santai.


Sementara Kevia juga sama diam memperhatikan. Ia merasakan atmosfer lain dalam sarapannya kali ini dan pembicaraan para pria di keluarga Nathan yang nampak serius dan dengan pemikiran yang bahkan tak sampai olehnya. Sementara para pria sedang membahas hal yang nampaknya makin serius mereka bicarakan, para Moms dan Nenek Yuna kemudian menyiapkan para krucil yang sudah selesai sarapan dan kemudian menyiapkan lalu mengantar mereka ke sekolah, termasuk juga Mika.

__ADS_1


Hanya tinggal lima pria tampan serta dua gadis cantik kini di ruang makan, setelah para Moms, Nenek Yuna dan krucils berikut Mika berpamitan pada mereka yang masih tinggal di ruang makan. “Kamu ga berangkat ke kampus Little Star?”


“Aku kuliah siang kok Papa Bear” Sahut Andrea.


“Katanya mau ajak Via melihat kampus kamu?”


“Santai itu sih. Aku mau dengarkan spekulasi kalian dulu, biar aku bisa belajar. Heeee ...” Ucap Andrea yang nyengir kemudian.


Para Dads, Varen dan Nathan pun terkekeh kecil.


“Belajar apa tau?”


“Ya belajar supaya aku lebih sensitif lagi pada orang. Jadi bisa tahu mereka itu jahat atau engga”


“Feeling kamu kan sudah cukup main, kalau rasanya ga suka sama orang, Little Star?”


“Iya kan hanya feeling. Aku mau belajar lebih dari sekedar feeling agar cara berpikir aku bisa semaju kalian”


“Mau jadi Jessica Jones?”


“Ahaha!! ...” Andrea tergelak. “Bisa jadi!”


Mereka terkekeh bersama kemudian. Lalu kembali melanjutkan pembicaraan soal hal yang sedang mereka bahas itu.


“Kau sudah membicarakannya dengan Rendy dan kekasihnya itu?”


“Hari ini aku akan melakukannya”


“Kau tidak menyelidiki keduanya?. We don’t know right? ( Kita tidak pernah tahu kan? )”


“Rendy. Aku sudah menyelidiki hidupnya sejak aku mengenalnya. Dia tidak berbakat jadi orang jahat. Marsha sudah juga kuselidiki latar belakangnya sejak Rendy mengenalkannya padaku. Dan dia baik – baik saja”


“.....”


“Jika dia membuka panti untuk hal yang kita pikirkan sedang terjadi, seharusnya itu sudah dia lakukan sejak lama. Sementara hal ini kan baru terjadi di panti miliknya. Lagipula Marsha memang bersih. Aku jamin itu”


“Okay”


“Bahkan sahabatmu sendiri kau selidiki, huh?!”


“Antisipasi”


“Nanti kalau kau dapat info tentang wanita bernama Dilara itu beritahu kami. Atau kirimkan saja copy dari daftar yang kau minta pada kekasihnya Rendy itu setelah kau mendapatkannya. Kami bantu mencari tahu, just in case gerakmu lambat”


“Yaaa ....”


“Kau menyuruh Ammar mengawasi pengurus panti milik Marsha itu?” Daddy Dewa bertanya.


“Iya”


“Transaksi finansialnya kau selidiki juga” Giliran Papi yang berucap.


“Sudah aku minta Ammar melakukannya”


“Sudah menempatkan orang untuk mengawasi panti itu?” Papa Bear juga bertanya.


“Sudah”


“CCTV ada kan disana?”


“Ada”


“Sudah meminta rekamannya?”


“Akan dilakukan hari ini, sekaligus menyuruh seseorang untuk menyadapnya”


“Memasang penyadap juga di ruang kantor panti itu?”


“Sudah”


“Jangan lupa cari orang yang bisa kau tempatkan di dalam panti untuk mencari tambahan informasi, bagus sekaligus menemukan bukti”


“Sudah juga”


“Mantap!. Pas memang jadi anak Naga!”


***


To be continue .....


LIKE

__ADS_1


Kalau masih syuka


__ADS_2