THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 362


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


**************************************************************************


GURRIIHH


Selamat membaca...


**********************


đŸŽ¶


Lama sudah, kucinta padamu... Tapi, dihati hanya terpaku...


Karena hidup kita berbeda... Kau t’lah berdua.. kini ku yang merana..


Cintaku, kini terisolasi .. Siang malam kau s’lalu dihati ...


đŸŽ¶


“Coba suara gendangnya diperjelas! Kalau kurang tambahkan galon air minum!”


‘Little Star??!!...’


Varen membulatkan matanya saat mendengar sekaligus melihat Andrea di layar datar.


“Ih gurih banget goyangan Drea kan ya?” Suara Andrea terdengar lagi, disertai orangnya yang memang sedang


meng-geol sedikit diatas panggung.


đŸŽ¶


Tidur pun aku tak bisa nyenyak ..


S’lalu teringat .. Terr- ..


( dumplak )


Bayang di mata...


đŸŽ¶


‘Appa-apaan!!..’


Mata Varen yang tadi membulat itu kini kian terbelalak saat terlihat dari tempat Varen melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju ke arah panggung di ruang makan.


Dengan mata yang juga tertuju ke panggung, saat melihat Andrea yang berdiri menyamping itu menghentakkan pelan pinggulnya sekali ke depan dan ke belakang, mengikuti dumplakan gendang.


đŸŽ¶


Eh sampai kapan...


đŸŽ¶


“Asseekk...”


“HEEE AA!!!!”


“HOOBBAA ...”


Suara-suara yang mengiringi geolan si Juleha kian ricuh terdengar bercampur gelakan saat Varen sudah masuk


ke ruang makan dan beringsut cepat menuju panggung.


đŸŽ¶


Hidupku begini ..


đŸŽ¶


“HAADDUUUHHH!!! .....”


Varen sampai menganga, sejenak terperangah melihat Andrea bergoyang santuy di atas panggung, tapi cukup bikin geremet, sekaligus juga bikin si Abang sebal.


Tambah lagi seruan, cuitan, sorakan ricuh profokatif dari para penonton termasuk keluarganya sendiri,


“......”


Andrea terlihat berbicara pada seseorang di bawah dekat panggung


đŸŽ¶đŸŽ¶đŸŽ¶đŸŽ¶đŸŽ¶


“Jangan hanya setengah badan! ... Sampai bawah! Biar body aku keliatan! ...”


đŸŽ¶đŸŽ¶đŸŽ¶đŸŽ¶đŸŽ¶


Itu Andrea yang terlihat berucap sembari mengayunkan tangannya dari atas ke bawah, berikut tubuhnya yang nampak otomatis bergerak.


“Biar nyut-nyutan itu si Alvarend!”


Andrea yang sadar betul betapa aduhai bodynya itu menggumam, sementara keluarganya yang sedang


mengerubung di dekat panggung cekikikan.


Semakin cekikikan saat melihat Varen sudah mendekat pada mereka sembari mata Varen menyorot tajam ke


arah panggung.


“Little Star!” Panggil Varen sembari menatap Andrea dan tangan Varen mengode Andrea untuk turun.


Tapi Andrea mengabaikan panggilan Varen. Si Juleha tetap bertahan di atas panggung.


đŸŽ¶


Cintaku, kini terisolasi ..


đŸŽ¶


Mami Prita masih bernyanyi aje sambil nemenin si Juleha joged. Namun Ga meng-geol karena ada Papi yang udeh


melototin dari sudut panggung.


Sementara Momma sudah digeret turun oleh Poppa.


“Little Star!” Panggil Varen lagi karena diabaikan oleh Andrea yang seolah tak mendengar Varen memanggilnya.


Andrea menoleh, dan Varen kembali mengode Andrea untuk turun dengan tangannya.


Tapi ..


đŸŽ¶


Siang, malam –


( Dumplak! )....


đŸŽ¶


Ah, si Juleha malah kembali menyentakkan kembali pinggul berikut bemper bohay nya ke depan dan belakang


sekali lagi.


đŸŽ¶


Kau s’lalu dihati ...


đŸŽ¶


“ASELOHEE!! ..”


“AH AH...”


Seruan profokatip terdengar lagi, menyorak semangat dengan cekakakan yang dikompilasikan dengan cekikikan


tentunya, pada si Juleha yang kini bergoyang seraya menggetarkan area pinggul kebawah.


Yang orangnya sadar betul betapa aduhai body miliknya, dan bemper syemok nya tercetak indah dari balik celana jeans ketat yang Andrea pakai saat ini. Begitu bulat dan padat.


Membuat Varen melotot sembari ternganga melihat istri kecilnya bergerak, bergoyang macam itu. Yang bisa membuat sesuatu yang tersembunyi dibalik celana para pria terasa ngebet.


“LITTLE STAR TURUN GA?!”


Yak, Si Abang pun blingsatan.


đŸŽ¶


Tidur pun aku tak bisa nyenyak ..


đŸŽ¶

__ADS_1


“S’lalu Apaa??..”


đŸŽ¶


Eh S’lalu teringat .. Terr- ..


( dumplak )..


đŸŽ¶


Ah, emang dasar si Juleha..


đŸŽ¶


bayang di mata...


đŸŽ¶


Sekali lagi dia menyentakkan pinggulnya, dan perbuatannya itu membuat para ‘adik kecil’ dari para pria muda


anak-anak kerabat mereka rasanya jadi kaget juga kan.


“Asyik Asyik Abaangghh......” Andrea bersuara manjah di mikrofon.


Membuat si Abang sontak mendelik tajam.


“Panggilan buat Abang Varen! Ay-yeeee! Buat Abang Varen yang punya pohon duit! Ab-baannggg-hh...”


Itu si Juleha yang cuap-cuap asal dengan wajah dan suaranya yang dibuat sedemikan menggoda imron, sekaligus iseng aja dia menggoda juga suaminya yang Andrea lihat sudah mendelik padanya, seraya berjalan untuk mendekatinya itu.


“Oh Astaagaa!!!..” Abang kembali melongo dibuatnya.


“NGAHAHAHAHA!!........” Yang lain mengencangkan tawa, sampai sakit perut mereka.


“Somplak banget si Cute Giirll!! .. Hahahaha!!!!!..” Celetuk Nathan yang tertawa lebar seperti keluarga dan kerabat pada kelakuan Andrea yang membagongkan itu, sampai Nathan keluar air mata saking Andrea ada aja kelakuannya.


“LITTLE STAR! TURUN!!” Sekali lagi si Abang berseru.


Tapi tetap saja masa bodoh itu si Juleha yang sudah mulai menikmati bergoyang gremet diatas panggung.


“Hish! Anak bebek satu inii!! ..”


Si Abang pun menggerutu dalam gumamannya, dan melangkahkan kakinya ke atas panggung pada akhirnya.


“Little Star!..” Bisik si Abang. “Turun ah!”


“Terus Mi!” Seru Andrea melalui mikrofon, sabodo ah ama Abang.


Semakin membuat yang lain cekikikan hingga tergelak geli tak karuan termasuk emak bapaknya si Juleha.


“Gendang jangan berhenti sampai kita kembali lagi ke Singapore.. Ay-ye! Asyik! Aaahhh..”


Si Juleha mendesyah manjah.


‘Ya Tuhaann..’ Varen mendengus. “Ayo ah!” Varen meraih tangan Andrea.


“Aahh Abbaang.. goyang Abaanngg ..”


Malah si Abang diajak joged sama si Juleha.


“Little Staaarr..” Ucap Abang sembari menatap Andrea dengan tatapannya yang juga ikut menuntut Juleha agar turun.


Udah ucing anet paya si Abang melihat Andrea goyang gremet.


“Turun pleasee..”


“Lagi kenceng ini Drea, Aa-baanngg... jangan distop.. Uhh!!....”


“HUAHAHAHAHAHA!!!.....” Semakin kencang dan tak habis-habis gelakan membahana.


“ANAK BEBEEKK! ANAK BEBEEKK!.. AHAHAHA!! ..”


“PE-AAAA!!!..”


**


“Jangan seperti itu lagi ah”


Pada akhirnya Varen berhasil menggeret Andrea turun panggung. Dan kini keduanya mengambil tempat duduk


sembarang, masih di ruang makan, dimana didekat panggung keseruan masih berlanjut.


“Apa sih?”


“Ih kenapa?.. namanya kan joged dangdut. Ya goyanglah!” Santai saja Andrea menyahut pada si Abang yang sedikit merungut itu.


Varen mencebik atas sahutan Andrea, yang orangnya nampak masa bodoh itu.


“Ya jangan seperti tadi jugaa..” Kata si Abang. “Kan ada cowok-cowok yang seumuran Abang disini, biar kita kenal juga. Tetap saja mereka cowok! Lihat kamu bergoyang seperti tadi, travelling pasti otak mereka!..”


“Ya bagus!” Sahut Andrea lagi dengan santainya. “Normal berarti mereka!”


“Hish! Kalau dibilangin!”


“Ya memang benar kan?. Kalau otak mereka travelling lihat goyangan Drea itu namanya mereka normal!”


Lagi, Varen mencebik sembari melayangkan lirikan sebalnya pada Andrea..


“Abang tuh yang ga normal!”


Gantian Andrea yang mencebik.


"Ga normal bagaimana? .."


“Ya ga normal!. Cowok-cowok lain lihat Drea itu sampai menetes liurnya.. Abang apa?, tadi Drea pakai baju seksi di kamar malah Abang tinggal tidur!”


‘Haish!!..’


Varen mendesis dalam hati.


“Ya maaf, Abang kan ngantuk sekali tadi”


“Tapi saat kembali ke kamar sebelum makan tadi, Abang juga malah asik main game!”


“Iya, iya, maaf..” Varen mengalah sajalah. Malas layan juga kalau Andrea yang jika datang angot dan ambekannya itu suka nyerocos dan mengungkit panjang lebar.


“Maaf, maaf..”


“Ya su..”


“Widdiihhh gila Andreaaa!!..”


“Enggrengggg!!!”


Beberapa lebah jantan berdatangan, yang cukup akrab dengan si Abang dan Drea termasuk ada si Tan-Tan juga yang akhirnya ngerubung dimeja tempat Abang dan Drea berada.


“Dahsyaatt .. Dahsyaatt ..”


Celetukan-celetukan jahil pun sampai dari para lebah jantan itu.


“Mantaaap jiwaaa..... Pantes si Alva bucin banget sama kamu ya?? Haha!!...” Itu Rendy yang nyeletuk, sembari terbahak disertai tawa para lebah jantan yang baru bergabung itu.


"Pantas lo minta nikah buru-buru ya, Bro?!" - Kafeel . "Kecil-kecil cabe rawit ternyata si Drea.. Hahaha .."


Andrea cekikikan saja, sementara Varen memutar bola matanya malas.


Kemudian saling terlibat obrolan santai.


“Haduuuhhh Dreaaaaa..” Satu suara yang menyusul berikut sosoknya yang ikutan nongol membuat si Abang


berdecak sembari melirik sinis padanya.


“Sad boy!”


Varen menggumam sebal pada si Fan Boy nya Andrea, siapa lagi kalau bukan Arya.


Tapi Arya malah cekikikan karena melihat sikap Varen yang seolah masih cemburu padanya.


“Tau geolan kamu sedahsyat itu, ogah mundur deh!” Celetuk Arya lagi, yang memang sengaja iseng pada si


suaminya Andrea yang posesif dan bucin akut itu.


“Mau mati?!” Sambar Varen ketus.


“Hahahaha!! ...” Namun Arya malah tergelak.


“Abang apaan sih, ah?!” Cebik Andrea pada Varen.


“Ya habis datang-datang asal bicara!”

__ADS_1


Nada suara Varen terdengar sebal dan Arya kembali cekikikan.


“Masih cemburu sama gue, lo Bang?” Celoteh Arya.


“Diam lo!”


Varen langsung menyambar, masih bernada sentimen.


Andrea memutar bola matanya malas.


“Drea mau ambil kudapan, Abang mau?” Celetuk Drea seraya bertanya.


Varen pun mengangguk.


“Ayuk aku temenin..”


“Duduk sini diam-diam!”


Varen yang langsung berdiri saat Arya menawarkan untuk menemani Andrea mengambil kudapan itu meletakkan


tangannya pada kedua bahu Arya dan ia paksa duduk kemudian. Yang orangnya cekikikan aja karenanya.


Membuat para lebah jantan yang bersama mereka itu terkekeh saja melihat Varen yang nampak sentimen pada


adiknya Sony itu. Yang orangnya juga cengengesan aja melihat bagaimana adiknya diperlakukan oleh Varen.


Andrea mendengus saja melihat kelakuan suaminya itu kalau sudah bertemu Arya yang memang hobi banget


meledek si Abang.


“Ambil kudapan yang banyak cute girl! Suruh aja itu waitress-nya bawain!” Ucap Nathan.


“Temenin gue si, Tan!”


Nathan manggut-manggut seraya berdiri dan mendekati Andrea lalu merangkul bahu si Juleha,


“Entar ajari Via goyang lo yang tadi ya?” Ucap si Tan-Tan sembari cengengesan dan Andrea juga ikutan.


“Ini, lagi!”


“Ahahaha!!”


Si Tan-Tan spontan tergelak karena si Abang mendelik sebal saat menimpali ucapan Nathan pada Andrea, seraya


menoyor kepalanya.


“Mantep abisan itu goyang gremet ini si Cute Girl!”


“Hahaha!!!..”


“Gue sumpal pakai serbet mulut lo ya Tan!” Seru Varen dengan wajah judesnya.


“Hahaha ..”


Nathan tergelak lagi sembari berbalik bersama Andrea untuk pergi mengambil kudapan.


“Gimana tadi itu goyang gremet lo, cute girl?”


“Eh S’lalu teringat .. Terr-”


Tu – Wa


( Juleha mempraktekkan goyang gremet dua hentakan, dari tempatnya berdiri yang tak jauh dari meja dimana Varen berada )


“Little Staarr!! Abang ikat loh ya?!..”


***


Satu jam kemudian


Acara seru-seruan telah selesai.


Satu per satu orang sudah keluar dari ruang makan dan kembali ke kamarnya masing-masing, saat dirasa mata mereka sudah mulai mengantuk dan tubuh lumayan lelah juga, terlebih mereka yang beraktifitas merasakan beberapa fasilitas permainan yang tersedia di kapal pesiar milik The Adjieran Smith itu, selain mereka puas dan cape ketawa-ketiwi saat makan malam.


Termasuk juga dengan gadis yang punya goyangan gremet tadi di ruang makan, bersama sang suami yang


wajahnya masih sedikit-sedikit merungut itu.


Andrea dan Varen sudah memasuki kamar mereka.


Andrea yang berada di belakang Varen saat keduanya sudah memasuki kamar dan Varen langsung ngeloyor ke dalam kamar mandi, cekikikan saja melihat si Abang yang merungut itu.


Puas saja rasanya Andrea mengerjai Varen tadi.


***


“Kamu mau mandi ..” Varen yang baru keluar dari kamar mandi selepas mencuci mukanya itu, menjeda ucapannya kala Andrea yang sedang mematut diri di cermin yang tak terlalu besar di dekat pintu balkon kamar itu berucap seperti sedang berbicara sendiri.


“Body goal banget memang body gue ini, natural lagi kan?..”


“Cantik sudah cantiikk..” Celetuk Varen yang membuat Andrea spontan menoleh ke arahnya.


“Iya dong!” Sahut Andrea spontan.


“Ya sudah sana bebersih dulu..”


“Eh iya Abang!..”


“Apa?”


“Gurih ga goyangan Drea tadi?”


“Hemm?..”


“Eh, sampai kapaannn..”


Goyang gremet dipraktekkan si Juleha.


‘Wah! Ngajak ribut ini anak bebek!..’


Membuat Varen melangkahkan kakinya menghampiri istri kecilnya yang membuat Varen geregetan setengah mati.


“Buka!”


“Apanya?? ..”


“Ini kaos, jeans .. Semuanya! Buka! Sudah membuat Abang uring-uringan!”


“A-ahhh....”


“Tanggung jawab! Buka! Buka ini semua pakaian kamu, jangan ada sisa!”


“Iihhh.. Abbaanng....”


“Salah sendiri..”


“Bukkaaaiiin.....”


Andrea mendesyah manjah.


Membuat Varen semakin tak karuan.


‘Hish! Ga perlu pakai ‘pemanasan’ kalau begini siih!!’


Maklum, si Draggy, naga junior. Udah demo minta dikeluarkan dari sarang secepatnya, untuk bersemayam di


dalam goa milik Andrea.


***


“Goyang macam tadi..”


“Eumh... samph-hai.. kap-phanhhh..”


“Sam-phai kamu ping-saan!.. Ughhh-hh..”


***


To be continue..


Sekilas inpoh buat para reader emak yang blaem-blaem, ada kemungkinan semua karya emak yang masih on going ga update besok ya. Emak mau ngurusin acara empat puluh harian almarhum papah soalnya.


Ma acih buat kesetiaan dan support kalean sampe dengan detik ini.


Salam sayang,


Emaknya Queen


Noted: Road to an End

__ADS_1


Tapi tenang belom End kok.


😊


__ADS_2