THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 152


__ADS_3


 


💐  TERLALU INDAH  💐


Selamat membaca ......


**********


Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith, London, Inggris


“How was you wound, Andrew?. ( Bagaimana lukamu, Andrew? ).” Tanya Lucca.


“Small thing. ( Soal kecil ).” Sahut Andrew santai, mereka pun setengah terkekeh. “You and Fab are staying, right?. ( Lo dan Fabiana akan tinggal, kan? ).”


“How can I refused Mom’s solitication with a full coercion?. ( Bagaimana aku bisa menolak permintaan Mom yang penuh pemaksaan itu? ).”


Lucca mendengus pelan sambil geleng – geleng, sementara enam orang yang bersamanya terkekeh melihat pria itu nampak pasrah. Dan mereka teringat kembali wajah Lucca saat Mom memepetnya tanpa jeda sebelum pria itu mengiyakan untuk menginap di Mansion keluarga Mereka.


“Well, at least I agree with Mom. It’s time for you and Fab are get along with us here quite often. ( Yah, setidaknya gue setuju dengan Mom. Sudah waktunya untuk lo dan Fab lebih sering menghabiskan waktu bersama kami disini ).” Ucap Reno.


“Ya I think R was right, Lucca. ( Ya aku rasa R benar, Lucca ).” Sahut Ara. “It’s time for you and Fabiana spend more time with us. ( Sudah waktunya untukmu dan Fabiana menghabiskan waktu lebih banyak dengan kami ).” Sambung Ara.


“And if you guys more open to us, you guys wife, we will think directly about him, when that incident happened.... ( Dan jika kalian lebih terbuka pada kami, istri – istri kalian, kami akan langsung berpikir tentangnya saat insiden itu terjadi ).”


Fania menambahkan, sambil menatap satu – satu para pria yang berada didekatnya, termasuk Andrew.


“You guys don’t know how the constriction of bad thought about what happened to all of you was killing us. ( Kalian tidak tahu bagaimana sesak akan pemikiran buruk atas nasib kalian itu membunuh kami ).”


Para pria yang dimaksud hanya menarik sudut garis bibirnya. Rasa bersalah kini menelusup lagi ke relung hati mereka. “We really very sorry for that ( Kami benar – benar minta maaf untuk itu ).” Sahut Jeff. Pria yang lain pun manggut – manggut. “No more secret between husbands and wifes in this Mansion. ( Tidak akan ada lagi rahasia


antara para suami dan para istri di Mansion ini ).”


“Ya kami sudah menceritakan semua kan?,” Timpal Dewa.


Ara dan Fania yang sedang ikut mengobrol dengan para pria itu pun manggut manggut. “Supposed to be. ( Udah


seharusnya begitu ).” Ucap Fania. “You know and saw, what women in this house can do right?!. ( Kalian sudah tahu dan melihat, apa yang para wanita di rumah ini bisa lakukan, kan? ).” Sambung Fania.


Mereka yang paham maksud ucapan Fania pun kemudian terkekeh, dan terlibat obrolan santai dengan para lelaki lain yang baru saja bergabung terkecuali Dad dan Papa Herman. Sementara Ara dan Fania kemudian beranjak untuk berkumpul bersama para wanita.


****


Tawa pecah di dua sisi bagian Mansion. Sementara anak – anak terlihat sedang dibujuk untuk digiring kekamar mereka karena sudah jam tidur mereka.


“Are you not planning to have babies with Fabiana, Ghost?. Because I believe that she is really expecting that. ( Apa lo tidak berencana untuk memiliki bayi dengan Fabiana, wahai Hantu?. Karena gue yakin kalau dia sangat mengharapkannya ).” Ucap Reno pada Lucca karena mereka sedang memperhatikan para wanita dan orang tua bersama para krucil dan wajah istrinya Lucca itu nampak sumringah saat bercanda dengan para krucil itu saat ini.


Lucca tersenyum tipis sambil manggut – manggut pelan. Lucca tak langsung menjawab, ia menghisap rokok ditangannya. Iapun memandangi istri cantiknya itu. “I know. ( Gue tahu ).” Sahut Lucca. “I know that she really wish for a baby from me, even she never showed or talked about that to me. ( Gue tahu kalau dia sangat mengharapkan seorang bayi dari gue, meskipun dia tak pernah membahasnya dengan gue ).”


“So, what are you waiting for?. ( Jadi, apa yang lo tunggu? ).” Ucap Jeff seraya bertanya. “Give her that happiness and you will feel that happiness too!. It was a blessed, Fratello


Mio! To become a parent, a Dad! .... ( Beri dia kebahagiaan itu dan lo akan juga merasakan kebahagiaan yang  sama!. Berkah, Saudaraku! Untuk bisa menjadi orang tua, seorang Ayah! ) ....”


“Better you listen to what he just said .... ( Lo dengerin tuh apa yang dia bilang.... ).”


Dewa mendukung ucapan Jeff.

__ADS_1


“It’s not enough to living this life only with a woman we loved that much. ( Tidak cukup hidup hanya dengan wanita yang kita sangat cintai ).” Andrew menimpali. “ Ya, even I ever felt doubt and afraid before I have Andrea. ( Ya, meskipun gue pernah ragu dan takut sebelum gue punya Andrea ). But everything change when she showed up in


this world, for me and Fania. ( Tapi semua berubah saat dia muncul ke dunia ini, untuk gue dan Fania ). You know what I mean. ( Lo tahu maksud gue ).”


Andrew menarik sudut bibirnya.


“For at least kids, apart that their presence is a gift, they will make our bond with them ....  ( Setidaknya anak – anak, terlepas bahwa kehadiran mereka adalah suatu berkah, mereka akan membuat ikatan kita dengan mereka ) .... “


Andrew menunjuk para wanita di dalam Mansion.


“Is getting close, tight and deep. ( Akan menjadi semakin dekat, kuat dan dalam ).”


“Ya I can see that now ( Ya aku bisa melihatnya sekarang ).” Sahut Lucca.


“You loved Fabiana, as much as all of us loves or wifes. ( Lo mencintai Fabiana, seperti halnya kami yang mencintai istri – istri kami ).” Ucap Reno. “We crazy of them, feels like we can’t live without them and a possessiveness inside us os getting bigger.  ( Kita tergila – gila pada mereka, rasanya tak bisa hidup tanpa mereka dan keposesifan dalam diri kita semakin terus membesar ).”


Mereka terkekeh kecil.


“But when those little angels appear in you life, you will like .... feel another athmosphere. Some kind of feeling that hard to describe, more than just a happiness.... ( Tapi saat para malaikat kecil itu muncul dalam hidup lo, lo akan merasa seperti .... merasakan atmosfir yang lain. Suatu perasaan yang sulit untuk lo jelaskan, lebih dari sekedar kebahagiaan ).... way more.... ( lebih dari itu )....”


“Your wife, your kids, this whole your beloved family.... will be our strong reason to staying alive ( Istri, anak – anak, keluarga yang lo cintai ini.... akan menjadi alasan kuat untuk tetap hidup ).”


John juga ikut bersuara.


“Me, and this rascals, will try to live as long and strong, no matter how hard it is, because we have them. ( Gue, dan para berandalan ini, akan berusaha sekuat tenaga untuk hidup dan sekuat mungkin, tidak perduli seberapa berat itu, karena kami memiliki mereka ).” Ucap John lagi sambil menunjuk ke arah dalam Mansion.


“Fuuuuh.. I forgot the last time I heard my Mom told me a Fairytale ( Fuuuuh .... Gue lupa kapan terakhir kali Ibu gue menceritakan sebuah Dongeng pada gue ).” Celoteh Lucca. “You guys are total good story teller ( Kalian semua benar - benar pendongeng yang bagus ).”


Merekapun terkekeh lagi.


“Have some beautiful babies, Ghost!. ( Milikilah bayi – bayi yang cantik, wahai Hantu! ).”


“Having a woman you loved as your wife include your kids and your family.... ( Memiliki wanita yang lo cintai sebagai istri lo berikut anak – anak dan keluarga lo ).... for at least will make you feel that you have a meaning in this life! ( Setidaknya akan membuat lo merasa sedikitnya lo punya arti dalam kehidupan ini ).”


“Because for Us.... them .... ( Karena bagi kami .... mereka itu .... ).”


Andrew mengarahkan satu tangannya ke arah para wanita, anak – anak dan orang tua yang masih bercengkrama dengan wajah bahagia di dalam Mansion.


“Their meaning for us, are beyond than this entire world!. ( Arti mereka bagi kami, jauh daripada seisi dunia ini! ).”


**


“Come, let’s have some rest. ( Ayolah kita pergi beristirahat ).”


John pun berdiri saat melihat Prita yang dibantu Amber membawa si kembar hendak berjalan meninggalkan tempatnya dan John bisa menebak kalau si kembar sudah tertidur atau akan ditidurkan.


Yang lain pun manggut – manggut sambil juga mulai berdiri satu per satu.


Jeff menghabiskan minumannya.


“Let’s go! .... ( Ayo! )....” Ajak Jeff setelah selesai menenggak habis minuman di gelasnya. Wajahnya nampak bersemangat.


“Wow Mister Jeff, you look so enthusias! ( Wah Tuan Jeff anda nampak bersemangat sekali! ).” Celetuk Andrew yang cengengesan.


“Very! ( Sangat! ).” Sahut Jeff cekikikan. Otaknya seperti sedang membayangkan sesuatu yang agak ngeres.


“I think I know what your dirty brain is thinking right now!.... ( Sepertinya gue tahu apa yang otak kotor lo sedang pikirkan sekarang! ) ...”

__ADS_1


Jeff makin cekikikan. “Heeem ...it’s been quitee long I didn’t feel the magical hocus – pocus!!. ( Heeem .. rasanya sudah lamaa gue ga merasakan rumus ajaib itu!! ).” Ucap Jeff yang terus cekikikan dan empat orang pria yang paham dengan maksud ucapan Jeff pun akhirnya tergelak. “Gue yakin kalian pun sama!.”


Mereka tergelak lagi, sementara Lucca menampakkan wajah keheranan nya.


Dewa menepuk – nepuk bahu Jeff. “Thank you for remind us.. ( Makasih sudah mengingatkan ).” Ucap Dewa sambil masih cengengesan.


“Damned, How can I forget about that magical hocus – pocus of them! .. ( S**l, bagaimana gue bisa lupa tentang rumus ajaib mereka! )..”


Lucca mengernyitkan dahinya. “Magical hocus – pocus?. ( Rumus ajaib? ).”


“Yep!.”


“What magical hocus – pocus?... ( Rumus ajaib apa? ).” Tanya Lucca yang masih tak paham.


"Birama Dua per Satu Release Contraction!."


"What?!."


“Hahaha!!!.”


“I really don't get it?!. ( Gue benar - benar ga paham?! ).”


“A magical hocus – pocus that our ladies have, who can make us drowneeddd.. into a unparralleled pleasureehh .. ( Sebuah rumus ajaib yang wanita kami punya, yang dapat membuat kami tenggelaaam ..... dalam kenikmatan yang tiada taraahhh ) ....” Ucap John dengan mimik mesum dan gerak tubuh nya yang menggambarkan keindahan tak terlukiskan secara berlebihan demi menggoda Lucca.


“Hahahaha!...” Empat pria yang paham pun tergelak lagi.


“Are you guys talking about ‘make love style’? ( Apa kalian sedang membicarakan tentang ‘gaya bercinta’? ).”


Lucca memastikan dan lima pria yang masih bersamanya itu tergelak lagi ga kelar – kelar.


“No, Bro! Not about the style, but the hocus pocus, and how the way they are practice it on us ... Ughhh.... ( Engga, Bro! Bukan soal gaya, tapi ru – mus nya, dan bagaimana mereka mempraktekkan itu pada kami .. Ughhh... ).” Si bule koplak memperagakan mimik super mesum diwajahnya sambil menggerakkan sedikit tubuhnya sambil kedua


tangannya seperti seolah sedang memegang pinggang Prita.


“And that time ... surrender ... will be a beautiful thing ..... ( Dan saat itu .. pasrah ... adalah hal yang indah )...”


Kakak ganteng menimpali kelakuan si John yang sedang menggoda sekaligus meledek Lucca yang wajahnya sudah mulai menunjukkan keingin tahuan yang lebih. Lima pria yang bersamanya itu menyadari mimik wajah Lucca yang semakin ingin tahu tentang rumus ajaib yang sudah dipastikan berurusan dengan yang namanya adegan ranjang itu.


“Tell me about it, please? .. ( Bisa tolong diperjelas lagi? .. ).”


“Oh, sorry Lucca, no time for it, I really can’t wait to go to my wife ... ( Oh, maaf Lucca, ga ada waktu untuk itu, Gue udah ga sabar untuk menghampiri istri gue ) ..”


“Andrew was right! ... No time for now... very impatience to feel.. the movee..... ( Andrew benar! .. Ga ada waktu kalo sekarang ... sudah ga sabar untuk merasakan.. gerakan tiap gerakaaan... ).”


Dewa ikut lagi menimpali sambil juga menampakkan wajah isengnya yang menggoda Lucca yang tidak tahu apa –


apa tentang rumus para wanita Adjieran Smith yang mereka bicarakan.


“Who can make my ‘little brother’ getting pinned so damned good untill it feels like to explode into a very satisfying pleasure ( Yang bisa membuat ‘adik kecil’ gue dijepit dengan begitu nikmatnya sampai rasanya dia akan meledak akibat kenikmatan yang lebih dari sekedar puas ).”


“Very! ( Sangat! ).” Timpal Andrew yang terus saja terkekeh akibat melihat mimik wajah Lucca saat ini. “Unparralleled pleasure .. untill the last drop.... ( Kenikmatan tiada tara... hingga tetes terakhir )...”


“Hahaha! ...”


“Now I’m curious! ( Sekarang gue benar – benar penasaran! ).” Ucap Lucca tak tahan rasanya mendengar deskripsi tentang rumus ajaib dari para saudara laki – lakinya yang sedang tergelak tanpa akhlak itu. ‘I wish those ladies of them already shared that hocus – pocus to Fabi! .. ( Gue harap para wanita mereka itu sudah membagi rumusnya pada Fabi! )...’


**

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2