THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 159


__ADS_3

♥ MENYONGSONG CERITA BARU DALAM LEMBARAN KEHIDUPAN ♥


Selamat membaca ...


Akhir pekan pun tiba, sesuai dengan apa yang sudah dijadwalkan sebelumnya, selepas segala hal mengenai Keluarga Adjieran Smith yang cukup mempunyai nama dan berpengaruh di Kota Asap ini telah selesai baik segala di Perusahaan, baik Perusahaan Utama ataupun Perusahaan lainnya, berikut pemberitaan tentang ‘ketiadaan’ Keluarga tersebut yang sempat diumumkan oleh Joven pada publik London terutama, kini Keluarga Adjieran Smith akan mengadakan pesta ‘kecil – kecilan’.


Semua masalah telah di tuntaskan, diselesaikan, segala berita miring yang pastinya tidak benar pun sudah dihapus. Dad dan Mom ditemani Andrew, Reno dan Michelle yang mewakili Keluarga Adjieran Smith juga sudah menggelar jumpa pers, sehubungan dengan nama baik keluarganya sekaligus mengklarifikasi semua hal yang telah terjadi.


Saat ini Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith nampak berbeda dari biasanya, sejak pagi para ahli dekorasi ternama di London berikut katering dan segalanya sudah wara – wiri untuk mengatur dan menghias sekaligus menyulap Mansion Keluarga ternama itu dengan sedemikian rupa, sesuai dengan permintaan empunya Mansion, dan berusaha sekuat tenaga untuk mengesankan keluarga yang katanya hanya mengadakan pesta kecil – kecilan di Mansion pribadi mereka yang biasanya tertutup untuk umum.


Hal yang diluar kebiasaan Keluarga Adjieran Smith memang, mengadakan acara di Mansion pribadi mereka, karena biasanya jika mereka mengadakan acara di hotel – hotel kenamaan nan mewah, kurang lebih sama dengan para keluarga kalangan atas lainnya, yang duitnya tak berseri.


♠Kaga kek Emak yang dompetnya doang keliatan, duitnya kaga.♠


Tapi sesuai dengan kesepakatan bersama, kali ini keluarga yang melebihi keluarga sultan itu sepakat untuk ‘Open House’ dipesta yang mereka adakan kali ini dalam Mansion pribadi mewah nan megah itu. Pesta kecil – kecilan kalau Dad bilang, hanya mengundang kerabat dekat, tapi kerabat dekat keluarga mereka yah tak sedikit juga.


Pada hakikatnya pesta ‘kecil – kecilan’ yang dibilang Dad dan Mom yang mungkin mungkin tersirat sebuah kesederhanaan, ternyata tidak mewakilkan kata kecil dan sederhana itu sendiri.


Pada kenyataannya, acara kecil – kecilan itu bahkan melebihi acara resepsi takaran mewahnya acara resepsi di Indonesia. Karena kerabat dekat terdiri dari para sahabat Dad dan Mom yang berada di Inggris ataupun di luar Inggris, meliputi keluarga yang memiliki ikatan kekeluargaan dengan Kingsley Smith, juga para sahabat dan orang


– orang yang setia pada Dad sampai dengan sekarang.


Belum lagi kerabat dekat para putra – putranya, berikut para menantunya. Empat besan Dad hanya geleng – geleng saja dengan apa yang dipersiapkan untuk pesta nanti malam. Tak sanggup membayangkan berapa nominal angka yang digelontorkan untuk pesta satu malam saja.


**



                                                                        ♥♥♥♥♥♥


Malam pun tiba, area dalam berikut area luar Mansion Keluarga Adjieran Smith sudah siap untuk menyambut, menerima sekaligus menjamu para tamu mereka, yang kemungkinan besar sebentar lagi akan mulai berdatangan.


Para Pangeran sudah rapih dengan setelan semi formal berikut para istri dan anak – anak tercinta kebanggaan masing – masing mereka. Termasuk juga Dad dan Mom beserta para orang tua dari menantu – menantu mereka. Termasuk keluarga besarnya Dewa yang datang dari Norwegia. Senyum pun otomatis mengembang diwajah setiap orang yang sudah berada di dalam Mansion tersebut.


Lucca dan Fabiana juga nampak bersama dengan keluarga yang bukan dibilang baru, hanya saja kali ini Lucca dan Fabiana baru benar – benar go public setelah sebelumnya tidak ada yang tahu kalau Lucca Valentino yang terkenal angkuh dan bahkan kejam itu ternyata adalah salah satu anak angkatnya Tuan Anthony juga yang sudah benar –


benar dianggap bak anak kandungnya sendiri seperti halnya Reno dan dua J.


Andrew berjalan dengan Fania yang ia rangkul pinggangnya menghampiri dan menyapa setiap orang yang sudah


datang, baik itu keluarga maupun teman atau kerabat lainnya.


Ting! Ting!


“Mind your attention please.. (Mohon perhatiannya sebentar).”


Jeff yang sudah berdiri di atas sebuah panggung kecil yang berada di area dalam Mansion itu mendentingkan sendok pada gelas yang ia pegang sambil berbicara di mikrofon tanpa kabel yang terpasang pada tiang.


Semua orang pun langsung memfokuskan pandangan pada sibule gila nan tamvan itu.


“Yes, like that. Mind your attention to this charming men!.. (Ya, seperti itu. Mohon perhatiannya pada pria mempesona ini).”

__ADS_1


“Kepedean ..”


Jeff berbicara dengan kepercayaan dirinya seperti biasa seraya berguyon, sementara orang – orang yang mengenalnya dengan baik Cuma nge-gerendeng melihat si bule gila yang tingkat kepedean nya memang diatas rata – rata.


“Allowed me, in the capacity of my very beloved and Awesome family, before that handsome old man, talk after me .. (Ijinkan aku, mewakili keluarga tercintaku nan menakjubkan, sebelum orang tua yang tampan itu berbicara setelah aku ..).” Ucap Jeff seraya menunjuk ke arah dimana Dad berada bersama Mom disampingnya.


Orang - orang pun terkekeh kecil.


“To convey our gratitude to everyone here for all your support and loyality to us (Untuk menyampaikan rasa terima kasih kami pada setiap orang yang berada disini atas segala dukungan dan kesetiaan kalian pada kami).”


Jeff mengangkat gelas yang dipegangnya.


“And for that, I really want to raise my glass and have a toast with all of you (Dan untuk itu, aku ingin bersulang bersama kalian).” Ucap Jeff dengan tersenyum lebar.


Semua orang pun ikut mengangkat gelas mereka juga. Wajah – wajah sumringah menghiasi Mansion pribadi Keluarga Adjieran Smith malam ini. Bahkan keluarga dari orang – orang yang akan diperkenalkan Dad secara eksklusif juga hadir tanpa terkecuali.


“A Very Big Thank You, And Let Only The Goodness Approach Us! (Terima kasih yang sebesar – besarnya, Dan Hanya Kebaikan Yang Menyertai Kita!). SAALUUUUT!!!!.”


“SAAAALUUUUUT!!!!.”


**


Dad sudah menggantikan Jeff kini berada diatas panggung yang tak seberapa besar itu. Sama seperi Jeff ia mengucapkan rasa terima kasih dan syukurnya pada orang – orang yang Dad dan seluruh keluarganya undang malam ini. Setelahnya ia meminta seluruh anggota keluarganya untuk berdiri bersamanya diatas panggung. Para besannya pun diikut sertakan untuk diperkenalkan.


Termasuk Lucca dan Fabiana. Dan jejeran makhluk – makhluk Indah yang kebanyakan seusia anak – anak dan menantunya yang Dad perkenalkan secara resmi pada publik sebagian bagian nyata dari Keluarga Adjieran Smith. Dari Nino hingga ke Paman Li, berikut jajaran orang kepercayaan Dad yang selama ini tak ter – endus publik.


Dari Vla, Ezra, bahkan Arman yang berdiri bersama Lucca, Reno dan para pangeran Adjieran Smith lainnya dibagian depan panggung pun ikut di publikasikan, sebagai deretan orang – orang penting di keluarganya. Sementara para wanita dan anak – anak menemani Dad dan Mom diatas panggung.


Senyum Dad mengembang dengan indahnya, sama seperti setiap anggota keluarganya. Para putra angkat yang ia


didik dengan sedemikian rupa tidak ada satupun yang mengecewakannya. Meskipun ada hal negatif yang para putranya itu lakukan, namun kebanggaan lah yang bertahta dihati Dad atas mereka.


**


“My very proudness to all my boys here (Kebanggaan terbesarku pada para putra – putraku ini).”


Dad masih berada diatas panggung bersama Mom, namun keluarga yang lain sudah turun hanya menyisakan para pangeran ‘utama’ di Keluarga Adjieran Smith yang sayangnya sudah Sold Out semua dan setia pula pada para pasangannya masing – masing.


Para pria idaman yang tanpa cacat secara fisik, belum lagi kekayaan yang entah berapa jumlahnya, bahkan kalkulator pun rasanya tak sanggup menampung jumlah nominal angka uang yang mereka punya.


Menggiurkan para bibit pelakor bukan?. Namun harap jangan meneruskan langkah wahai para pelakor wanna be saat melihat para babang tamvan yang berjejer itu, karena selain ada para bidadari bersayap sekaligus bertanduk transparan, para pangeran Adjieran Smith tak akan berselera lagi pada wanita manapun selain para istri – istri mereka.


Mata mereka rasanya seperti buta untuk melihat wanita diluaran. Jangankan kesempatan, jika bisa udara pun tidak akan diberi untuk setiap wanita yang berniat menggoda mereka, sebelum para istri yang bertindak, para pangeran sudah akan lebih dulu berusaha sekuat tenaga untuk mengantisipasi setiap ‘calon gangguan’ agar tidak mereka tidak terkontaminasi.


Dan rumus Birama Dua Per Satu Release Contraction featuring Shake Broken Broken tidak hilang dari peredaran. Nenek bilang itu berbahaya. Bisa puyeng sampai vertigo nanti kalau sesuatu yang selalu menjadi ‘vitamin’ para pangeran itu menghilang gegara pelakor maupun bibit – bibitnya.


Setianya para pangeran itu jangan ditanya, hingga wanita lain hanya bak pasir di matrial yang udah kena debu plus bunga pasir yang saking harumnya sampe bikin enek akibat ulah si kucing oren dan sodara – sodaranya.


Cukup mengagumi dari dalam hati, jaga jarak, pake masker kalo perlu.


****

__ADS_1


Dad menoleh pada satu – satu putranya dengan tersenyum dan para pangeran itu pun nampak juga memamerkan


senyum mereka yang mempesona.


Jangan cewe – cewe lain, para istrinya pun masih suka deg – degan kalau melihat masing – masing suaminya yang selalu mereka Syukuri dalam doa, tersenyum dengan tampannya seperti sekarang.


“I don’t know how to describe my proudness of them, and also to their amazing wifes, and of course my wife is one of the amazing women in my family (Aku tidak bisa menjelaskan lagi seberapa bangganya aku pada mereka, dan jago kepada para istri mereka yang juga menakjubkan, dan tentu saja istriku juga termasuk dari para wanita menakjubkan itu).”


Dad tersenyum lebar sambil membawa Mom dalam rengkuhannya, disertai kekehan semua orang sekaligus tepukan apresiasi.


“One thing, just like Tsun Zu said (Satu hal, seperti apa yang dikatakan Tsun Zu). For all of you who have not a chance to have these boys like mine (Untuk kalian semua yang belum memiliki kesempatan mempunyai para putra seperti putra – putraku ini). Apart of Andrew as my real son, of course (Terlepas dari Andrew yang memang putra kandungku).”


Dad memandangi sekali lagi para putranya yang berdiri dengan gagah itu dan masih menampakkan senyumnya itu,


hendak mengutip sebuah kalimat dari seorang tokoh yang bernama Tsun Zu seperti yang Dad katakan barusan.


“Treat Your Men as You Would Own Beloved Sons. And They Will Follow You Into the Deepest Valley. (Perlakukan


orang – orang mu selayaknya anak – anak mu sendiri, dan ia akan ikut kemanapun kau pergi).”


Dad berkata dengan lantang.


“Build connection from here (Bangun hubungan dari sini).” Dad memegang dadanya. “And this what I got .. (Dan inilah yang kudapat ..).”


Dad merentangkan tangannya, lalu memposisikan dirinya ditengah para putra kebanggaannya itu bersama juga dengan Mom yang ikut tersenyum bahagia, sekaligus mendapat kecupan dari para babang tamvan itu.


****


To be continue ...


 


Apa kalian ridoooo kalo emak tamatin ini cerita buru – buru?.


Kalo kaga ridho , harap jempol dipencet yang bener.


Yah sukur – sukur bantuin promosi gitu ini novel recehnya emak, promosiin dimane kek.


Tuman beut ye Emaknye Queen yang sok beut iye inih. 


Pokoknya mah emak ucapin makasih buat semua dukungan reader ampe ni hari yang membuat peredaran darah


emak lancar, jadi ide nongol bae – nongol bae diotak emak. 


( Oh iye atu lagi, buat kalean yang suka berselancar di igeh alias IG alias Instagram, bisa kali mampir ke akunnya komunitas_noveltoon, karena Novel Bukan Sekedar Sahabat sudah mendapat promosi disana, jadi kalau boleh, kalo ikhlas itu juga, redho dunia akherat, buat yang udah baca Bukan Sekedar Sahabat dan punya akun di IG, mampir ramein komen soal pendapat kalian gitu ).


Gitu aje deh, maap si emak lagi tuman banyak permintaan


Ikan Hiu Lagi Keder


I Loph Yuh Reader

__ADS_1


__ADS_2