THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 294


__ADS_3

FACT – Fakta


*****************


Selamat membaca ..


***********************


Andrea menggembungkan pipinya setelah acara main kuda airnya bersama si Abang di kolam renang Kediaman selesai dan dengan santainya juga si Abang memakaikan kain segitiga nya setelan bikininya.


“Mau kemana...? ...” Varen kembali mengukung tubuh Andrea yang bergeser untuk pergi menuju tangga stainless kolam renang.


“Mau naiklah!” Andrea mencebik dan si Abang terkekeh pelan.


Syut!


Varen mengangkat tubuh Andrea yang rasanya tak ada bebannya itu keatas pinggiran kolam renang.


“Tunggu disini, Abang ambilkan kamu bathrobe”


Varen langsung mengangkat tubuhnya untuk keluar dari kolam renang dan memakai celana pendeknya lalu mengambil bathrobe yang tersampir disalah satu kursi santai yang ada di area kolam renang Kediaman. Andrea memperhatikan si Abang.


“Kenapa, mau lagi?”


Abang menggoda Andrea karena sadar kalau si istri kecil itu memperhatikannya saat kembali dengan membawa sebuah bathrobe ditangannya. “Ish!” Andrea mencebik lagi.


Varen pun terkekeh lagi.


“Nanti kalau ada yang lihat bagaimana?!” Seru yang sudah berdiri dengan dibantu Varen.


“Rezeki mereka itu sih” Sahut Varen santai tanpa beban.


“Abang gila!”


“Wah, berani mengatai Abang gila. Abang jajah lagi nih ya disini”


Andrea menelan sedikit salivanya. “Ya udah ayo ah masuk!” Ucap Andrea cari aman.


Varen terkekeh kecil saja melihat Andrea yang nampak sebal olehnya saat ini akibat melakukan penjajahan atas tubuh istri kecilnya itu di kolam renang.


Lalu dengan cepat iya langsung mengangkat tubuh Andrea dari belakang dan sontak saja Andrea sedikit terkejut karenanya.


“Abang!”


Cup!


“Berisik!” Ucap Varen setelah mengecup sekilas bibir sang istri lalu berjalan cepat membawa Andrea ke kamar mereka melalui tangga lain yang terhubung dari halaman belakang yang aksesnya tembus ke balkon lantai dua dekat kamar mereka.


Tangga tersebut biasanya memang digunakan jika mereka yang berada di Kediaman selesai beraktifitas di dalam kolam renang dan ingin langsung pergi ke kamar jika tidak ke kamar bilas yang tersedia di area kolam renang kediaman.


***


“Abang jangan lagi loh ya seperti tadi di kolam renang!”


Andrea yang masih sebal itu memperingati Varen saat mereka sudah sampai di kamar pribadi mereka dalam Kediaman Utama.


“Seperti tadi yang bagaimana, hem?” Lagak Varen seraya menggoda Andrea.


“Drea sedang bicara serius ini ih!”


“Salah siapa kamu nakal hari ini?” Sahut Varen santai. ”Bolos kuliah, mengambil resiko mengikuti orangnya Dilara tanpa bilang ke aku dulu?”


“Ya ... itu kan hal yang mendesak. Nanti juga kan Drea pasti katakan sama Abang”


“Tetap salah!”


“Ck!”


Andrea mencebik.


“Ya sudah sana Drea mau mandi!...”


Andrea mengusir si Abang secara halus dari dalam kamar mandi pribadi mereka.


“Sama, aku juga mau mandi! ....”


“Ya nanti, Drea dulu!”


“Berisik!”


Syut!


Varen langsung menarik Andrea ke dalam bilik shower.


“Abang!”


Varen kembali mengukung tubuh Andrea di dalam bilik shower meski belum menyalakan kran shower yang tergantung di atas kepala mereka.


“Siapa suruh nakal, dan berpakaian seseksi ini, hem?”


“Yaaa Drea mau berenang, lagipula semua orang juga sudah tidur!” Andrea jadi kikuk.


Sementara tangan si Abang sudah sampai di tengkuk Andrea dan hendak membuka tali atasan bikini istri kecilnya dengan wajah jahil campur me**m seperti saat di kolam renang tadi. “Mau mandi kan?”


“I – iyaa tapi kan Abang bisa mandi di bathtub sana ....”


“Aku mau mandi disini”


“Ya sudah Drea yang di bathtub”


“Aku ga ijinkan ....”


‘Ish! Tempat mandi pun harus segala pakai ijin’


“Mau protes?”


“Eng – ga ...”


“Hangat? Dingin?”


“Hangat aja ....” Varenpun memutar kran shower setelah mendengar jawaban Andrea.


“Abang! Drea bilang air hangat kan?. Ini yang Abang putar itu air dingin!”


“Aku yang hangatkan .....” Tangan si Abang yang sudah terampil kalau soal mempreteli pakaian Andrea itu sudah dengan cepat meloloskan dua helai kain dari tubuh istri kecilnya.


Andrea pun pasrah. Selain mulai keenakan.


“Abang .....”


“Hem?”


“Jangan lagi lakukan itu di kolam renang ya? Kecuali dikolam renang penthouse kita. Itu kan privacy, disini kan banyak orang Abang”

__ADS_1


“Kita tidak melakukannya di siang hari”


“Iya tapi kan ada CCTV ....”


“Tempat kita tadi tidak akan tertangkap CCTV kecuali kita berdiri”


“Iy - ... ugh ...”


“Lagipula penjaga controller CCTV akan langsung mematikan penghubung dilayarnya jika kamu atau para wanita


lain disini akan beraktifitas di kolam renang”


“Oh iya, Drea lupa ... Eunghh ... Ab – baanngghh ...”


Ya sudah, fokus Andrea kembali Ambyar saat si Abang yang tubuhnya juga sudah polos mulai kembali bergerilya di tubuh Andrea dalam kucuran shower.


“Abh – hhh .... bang yak – kiin, kalau mereka akan mematikan – hhhh ... layar controller CCTV – hhh....”


“Yakin.... mereka tidak akan berani macam – macam dengan peringatan yang kami, para pria buat ...”


“Ohh – kayyhh ...” Andrea sudah tak lagi memikirkan soal aksi me**mnya dan si Abang di kolam renang tadi, karena apa yang sedang dilakukan Varen saat ini sudah membuatnya pikirannya dan tubuhnya sudah tak karuan. “Akhh!!”


‘Tapi akan otomatis terhubung ke ponsel kami ... ah biarlah! Kalau mereka sadar pun masa bodoh! Yang penting .... ini dulu... Nghhh ....’ Varen sudah fokus bergerak saat si Draggy sudah kembali jleb ke goa si Juleha.


***


Sementara itu di lain tempat...


Kediaman pribadi Daddy R dan Mommy Peri, Frognal, London, England


“Hon” Itu Mommy Peri yang suaranya selembut beledu.


“Heeem...?” Daddy R menyahut manja.


“Kita jadi berangkat ke Jakarta nanti malam?”


“Jadi”


“Kamu sudah merasa baikan memang?”


“Aku hanya kurang istirahat dan dari semalam hingga sekarang aku rasa istirahatku sudah cukup. Lagipula aku penasaran dengan permasalahan yang sedang diselidiki anak – anak”


“Iya juga sih. Aku juga penasaran”


“Bukankah kamu harus menjemput Val sekarang?”


“Apa kakak ganteng mengusirku, hem?”


“Jika Ibu Peri berlama – lama disini, aku tidak bisa menahan diri”


“Kabuuur.....”


Mommy Ara langsung bergerak bangkit dari pangkuan Daddy R, sembari terkekeh begitupun Daddy R yang ikut juga terkekeh.


“Ya sudah aku jemput Val dulu ya?”


“Iya. Hati – hati”


“Aku akan langsung mengantar Val ke Mansion Utama”


“Okay”


Mommy Ara meninggalkan Daddy R yang sedang duduk santai di ruang baca dalam Kediaman Pribadinya dan Mommy Ara di Frognal, London. Sebuah notifikasi pemberitahuan muncul di ponsel Daddy R.


‘Haish! ...’


Daddy R berdecih setelah notifikasi ia terima dan iseng membuka layar yang terhubung dengan pengatur CCTV di Kediaman Utama yang berada di Jakarta dan kamera pengawas yang otomatis terhubung dengannya dan para saudaranya termasuk ponsel si Abang itupun ia lihat.


Daddy R hanya bisa geleng – geleng melihat gambar yang terhubung dengan kamera pengawas yang berada di area sekitar kolam renang Kediaman Utama yang berada di Jakarta yang merekam sekaligus menampakkan dua insan yang pasti hendak intim di sana.


Karena sejak terlihat kalau Varen yang membuka pakaiannya lalu masuk ke kolam renang, hingga Varen membawa


Andrea ke sudut dalam kolam renang yang tak bisa terambil gambarnya oleh kamera pengawas yang berada di sana.


Sudah tau lah pasti sebagai senior, mau apa itu sang putra menggiring istri kecilnya kesana.


‘Dia anak gue kan?’


Daddy R bertanya pada dirinya sendiri dalam hati.


‘Kenapa mesumnya hampir sama dengan si Donald Bebek ...???’


***


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia ...


Esok hari ...


Semua orang seperti biasa berkumpul untuk sarapan. Para Krucil dan Mika sudah menyelesaikan sarapan mereka dan seperti biasa berangkat ke Sekolah dengan diantar supir serta di temani oleh Mami dan Mom Ichel, gantian dengan Mama Jihan.


Andrea memperhatikan para Dads, Mama Jihan berikut Nathan dan Kevia yang sepertinya sedang melirik padanya dan si Abang.


“Abang, mereka kenapa sih kok melihat kita kayak gitu?”


Varen mengangkat bahunya menjawab Andrea yang bertanya dengan berbisik padanya, sambil memperhatikan orang - orang di ruang makan yang mesam - mesem ga jelas, kecuali Nenek Yuna karena beliau sedang tidak ada di ruang makan.


“Kolam renang perlu dibersihkan tuh Dads!”


Si Tan – Tan nyeletuk sambil memandang sebal pada si Abang yang cengengesan.


“Uhuk Uhuk!”


Andrea terbatuk.


‘Kenapa pas banget si Tan – Tan bilang kolam renang harus dibersihkan setelah aku sama Abang nananina disana


semalam?’


“Sirik yaaa...??????” Ledek si Abang.


“Cih!” Decih Nathan. “Itu kolam renang harus dikuras dua kali!”


“Kenapa gitu?”


Dengan polosnya Andrea bertanya.


“Kenapa gitu, kenapa gitu...”


“.......”


“Bisa gatal – gatal kami semua kalau itu kolam renang ga bersih gara – gara ****** ***** tanpa akhlak kalian yang gue yakin sudah berserakan itu di air kolam!”


Bluuuuurrrrffff!

__ADS_1


Andrea yang sedang minum itu spontan menyemburkan susu yang sedang ia minum barusan.


“Ap-pa...”


“Apa, Apa!”


“.......”


“Mata Via yang polos jadi ternoda karena kelakuan tanpa akhlak lo sama si Abang semalam di kolam renang!”


“Uhuk Uhuk!”


Si Juleha terbatuk lagi.


“Ja – jadi lo sama Via ... lihat gue sama Abang... se –dang itu... di kolam renang ...??? ...”


“Huh!”


Dan si Abang pun spontan terbahak.


“Bukan hanya Tan – Tan dan Via, Little Star ...”


“Kami semua tahu perbuatan kamu dan suami mesum mu semalam di kolam renang ...” Goda Papi.


“Haaaahhh????”


“Hahahahaha!!!!...” Semua Dads yang ada bersama Andrea dan Varen terbahak bersamaan. Mama Jihan ikut cekikikan sementara Nathan masih berekspresi sebal, Kevia mesam – mesem dan si Abang terkekeh.


“K – kok ... bisa????? ...” Andrea sudah rasa malu sekali saat ini.


“Tentu saja bisa, Little Staaarrr”


“Karena kamera pengawas di area tertentu akan otomatis tersambung ke kami jika hubungan dari controller dimatikan”


“Ap-pa...????”


“Hahahahaha!!!!...”


Jangan tanya bagaimana merahnya wajah Andrea saat ini.


***


“Kau tidak mengantar Little Star?”


“Aku ada meeting virtual dengan staff di Massachusetts sebentar lagi”


“Huumm... Gadis yang kau tempatkan di panti sudah memberi kabar?”


“Sudah”


“Apa katanya soal si pengurus panti yang terlihat memarahi seorang gadis disana?”


“Dara hanya mendengar sedikit. Dia bilang mendengar pengurus panti itu seperti mengancam gadis yang ia marahi itu. Namun itu belum berarti apa – apa”


“Oh iya, Dad sudah mendapatkan data tentang rumah yang Little Star dan Via untit kemarin”


“Jadi sudah tahu siapa itu wanita bernama Dilara?”


“Mungkin”


“Kenapa mungkin?”


“Karena nama pemilik dari rumah tersebut bukan Dilara. Melainkan sepasang suami istri politikus negeri ini”


“Than, panggil Via coba aku butuh mengenali wajah”


“Sebentar”


***


“Iya itu dia”


“Okay”


Daddy Jeff kemudian manggut – manggut setelah Kevia mengkonfirmasi wajah dari seseorang yang ditunjukkan Daddy Jeff pada istrinya Nathan itu.


“Well, wanita ini bukan Dilara namanya. Tapi Jessy Tabita”


“Memang si Jessy itu sendiri yang menyamarkan nama untuk menutupi identitasnya pada pengurus panti itu, atau si pengurus panti itu sendiri yang melakukannya?”


“Itu yang harus diselidiki”


“Okay”


“Dia salah satu anggota Dewan. Track recordnya bersih, dia menangani anak – anak terlantar dan memang sering memberi bantuan pada banyak yayasan baik atas nama pemerintah ataupun pribadi”


Varen nampak manggut – manggut.


“Kau sudah tahu harus darimana menyelidikinya?”


“Ya, aku tahu Dad”


“Bagus”


***


“Tuan”


“Ya Ammar?”


“Ini”


Ammar menyerahkan sebuah amplop lagi pada Varen. Si Abang langsung mengambil dan meraihnya.


“Wanita bernama Dilara itu keluar dari hotel yang disambangi oleh Nona Muda Andrea dan Kevia berikut Niki, satu jam setelah mereka bertiga pergi dari sana dengan mobil yang berbeda. Dan saya rasa anda perlu melihat siapa orang yang terlihat setelah Dilara pergi .....”


Varen lalu langsung membuka amplop tersebut setelah Ammar menjeda ucapannya. Foto pertama yang ada dalam


amplop adalah wanita yang awalnya diketahui bernama Dilara.


Lalu memberikan foto tersebut pada Daddy Dewa yang ada disebelahnya.


Kemudian Varen nampak sedikit tercengang dengan foto kedua yang dilihatnya.


Dahi Varen sedikit berkerut.


“Laki – laki yang bersamanya itu diduga kuat adalah tangan kanan Dilara”


“Ini kan....”


***


To be continue...

__ADS_1


Siapa hayo ....


__ADS_2