THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 132


__ADS_3

♠♠♠   RENCANA PEMBALASAN   ♠♠♠   


********************************************


Selamat membaca .....


********************************************


Viterbo, Italia


“Little F masih tidur, Ndrew?.”


Reno bertanya pada si plontos yang baru saja bergabung dengannya dan lima pria lainnya. “Masih.” Sahut Andrew. “Sengaja gue ga bangunkan. Ga tega kalau mengingat kondisi dia kemarin.”


Pria yang lain manggut – manggut.


“I think better we move now ( Gue rasa lebih baik kita bergerak sekarang ). Sooner will be better cause our plan already perfect set up ( Lebih cepat lebih baik, karena rencana kita sudah tersusun dengan sempurna ).” Jeff memulai pembicaraan yang serius tak berapa lama. “I think it’s enough for a man name Joven enjoyed his time on our difficulties ( Gue rasa sudah cukup untuk pria bernama Joven itu menikmati waktunya diatas kesulitan kita ).”


Tujuh babang tamvan itu kini sudah berwajah serius.


“I agree with Jeff. It’s enough, Man!.. ( Gue setuju dengan Jeff. Ini udah cukup! ).”


Dewa bersuara dan sisanya manggut – manggut.


“Alright, stick on the plan. Provoke him here! ( Baiklah, tetap pada rencana. Kita pancing dia kesini! ).”


“Talk with Little F, because we’re moving tonight. Don’t let her think too much. She’s think and suffer enough


because of us ( Bicara dengan Little F, karena kita akan bergerak malam ini. Jangan sampai dia terlalu keras berpikir. Dia sudah cukup berpikir dan menderita karena kita ).”


“Yap, R was right ( Ya, R benar ). Setidaknya lo beritahu apa yang sudah kita rencanakan dalam beberapa hari ini. She and Michelle already knows about the problem right which already happened to our family, Vla? ( Dia dan Michelle sudah tahu apa yang terjadi pada keluarga kami kan, Vla? ).”


“Ya, they already know John ( Ya mereka sudah tahu John ). We told them everything happened, right when both of them arrived at Sola ( Kami sudah memberitahukan segala yang terjadi, disaat mereka berdua datang ke Sola ).”


“I will tell her by slowly to avoid her to get worry ( Gue akan katakan padanya perlahan agar dia tidak khawatir ).”


“However, never thought that our girls, could break the puzzle in our save house ( Ga sangka kalau para wanita kita, bisa memecahkan teka – teki di Rumah Aman kita itu ).” Ucap Reno.


“Michelle said Varen and Fania, who found the clue of the secret room ( Michelle bilang kalau Varen dan Fania yang menemukan petunjuk tentang kamar rahasia ).” Timpal John.


“Lucky, you already told Ara almost everything about us and introduce her to Paman Li, R ( Untung saja, lo sudah menceritakan pada Ara hampir semua tentang kita dan memperkenalkannya pada Paman Li, R ).” Sambung Jeff. “Bahkan Mom saja tidak seberapa tahu tentang kita.”


“I can’t lie to her too much ( Gue ga bisa bohong padanya terlalu banyak ).” Sahut Reno.


“And after this, I think we all should sit and talk, tell them everything ( Dan setelah ini, gue rasa kita harus duduk bicara, beritahukan pada mereka segalanya ). Just in case, some kind of problem appear after this, at least they’re won’t become as suffer like now ( Seandainya, ada masalah lagi yang muncul setelah ini, setidaknya mereka tidak semenderita ini ).” Ucap Dewa. “Kalau mendengar cerita Michelle semalam, gue rasanya merasa sangat bersalah pada mereka semua.


“Ya kita semua memang merasa bersalah pada mereka semua.” Sahut John. “Semua yang Michelle ceritakan mengiris hati gue.”


“Reasonable guys ( Wajar  sodara – sodara ). They watched Mister Keenan’s house blown up with their own eyes, when they knew that you guys still inside ( Mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri rumah Tuan Keenan yang meledak saat mereka tahu kalau kalian masih berada didalam sana ).”


Vla menimpali.


“And you guys put them in the Save House with nobody can give them any explanation about what was happened, even you guys make them unconscious when you put them there. How they’re not going depressed for that?.”


( Dan kalian semua menempatkan mereka di Rumah Perlindungan tanpa ada seorangpun yang bisa menjelaskan pada mereka apa yang sudah terjadi, bahkan kalian juga membius mereka saat kalian membawa mereka kesana. Bagaimana mereka tidak depresi karenanya? ).


Lucca ikut berbicara.


“Even their cell phones were took ( Bahkan ponsel mereka pun kalian ambil ). Not even a televison was there ( Bahkan TV aja ga ada ). Just like Fania said, so lucky you are, that they’re not doing suicide because their stressed out and depressed ( Seperti yang Fania bilang, kalian beruntung, karena mereka tidak sampai bunuh diri karena stress dan depresi ).” Ucap Lucca lagi.


“Those cute kids save their dads from become a widower ( Anak – anak lucu itu menyelamatkan para ayah mereka dari menjadi duda ).”


Tujuh babang tamvan itupun terkekeh bersama.


“We also unwilling to lose our charming wifes ( Kami juga ga rela kehilangan istri – istri kami yang mempesona ).” Timpal John.


“Charming and brave ( Mempesona dan berani ).” Sahut Vla. “Ah, don’t forget your genius boy, R ( Ah, jangan lupakan anak jenius lo itu, R ). He almost have capability in tech as me ( Dia hampir memiliki kemampuan dalam teknologi seperti gue ).”


“My Gen! ( Gen gue dong! ).” Ucap Reno pongah dan mereka terkekeh lagi.


“What a amazing family you guys have. Feel blessed to that ( Kalian punya keluarga yang menakjubkan. Bersyukurlah untuk itu ). And time for a payback to someone who made them suffer, attack you guys like that, in Keenan’s funeral ( Dan waktunya untuk balas dendam pada seseorang yang sudah membuat mereka menderita, menyerang kalian seperti itu juga, di pemakaman Keenan ).”


“Ya, Dammit! ( Ya, benar – benar kurang ajar! ).”


“Alright, better we make a preparation for tonight ( Okelah, sebaiknya kita buat persiapan untuk nanti malam ).” Celetuk Jeff sambil berdiri.


Enam lainnya pun manggut – manggut.


“Your men already set up at Hongkong? ( Orang kalian sudah siap sedia di Hongkong? ).”

__ADS_1


“Just waiting we’re moving here and they will move too ( Hanya menunggu kita mulai bergerak disini dan mereka juga akan bergerak ).”


“Good. My men also set up already at Guatemala ( Bagus. Orang – orangku pun sudah bersiap di Guatemala ).”


“*I can’t wait untill tonight. Also can’t wait to meet that a*hole who think that he’s too smart! ( Gue ga sabar menunggu malam ini. Juga ga sabar untuk bertemu b***ngan yang berpikir kalau dirinya terlalu pintar! ).” Rahang Andrew mengeras. “Mengganggu ketentraman hidup keluarga kita\, menyerang kita\, mengambil aset kita\, memutar


balikkan fakta, membuat nama keluarga kita hancur dimata dunia. Bahkan kematian pun tak terasa cukup untuknya.”


Emosi Andrew sudah begitu nampak di wajahnya.


“Like father like son ( Ayah dan anak sama saja ). But he didn’t learn from what was happened to his two old men ( Tapi dia tidak belajar dari apa yang sudah terjadi pada kedua lelaki tua itu ).”


Rahang Reno juga sudah nampak mengeras.


“Seharusnya hari itu gue menembak dia tepat dikepalanya dan memastikan dia benar – benar mati, hingga tak ada lagi klan Zepeto yang tamak di dunia ini.” Ucap Reno dengan suara datar namun rahangnya kian mengetat.


“How dare .. admit something that wasn’t belong to him ( Berani sekali.. mengakui apa yang bukan miliknya ). Very dare .. try to fleece ours.. ( Sangat berani .. mencoba merampas milik kita ) ..” Ucap Andrew juga. “ Very Unforgiven! ( Sangat tidak termaafkan! ).”


‘Untuk mereka yang sudah mengusik kami, membuat keluarga kami menderita hingga seperti ini. Mereka akan membayar untuk setiap sakit yang keluarga kami rasa, untuk setiap tetes air mata dari penderitaan keluarga kami yang terpaksa harus kami ‘sembunyikan’ demi keselamatan mereka. Yang membuat kami harus menutup  mata dari bayangan pilu, betapa tersiksanya mereka tanpa tahu kabar apapun tentang para prianya. Betapa menderitanya mereka yang mengira kami telah tiada.’


Batin para pangeran Adjieran Smith, berikut dendam mereka yang menderu.


“He should pay for  it! For the hell up above , I will make him pay! ( Dia harus membayar untuk itu! Demi neraka yang terbentang diatas sana, gue akan membuat dia membayarnya! ). He, and everyone who support him ( Dia,


dan semua yang mendukungnya ). If it's necessary, I will vanished all their descendants too ( Jika perlu, akan gue lenyapkan semua keturunannya sekalian ).”


***


“D .. kan udah aku bilang jangan ninggalin aku lagi .. kamu udah janji!.” Fania mencebik kala sudah menemukan Andrew yang sedang berkumpul dengan enam pria lainnya dihalaman belakang Mansion milik Lucca.


“Aku kan meninggalkan kamu, Heart .. Ini kan aku sedang disini. Ada didepan kamu..” Andrew memeluk gemas Fania lalu mengecup pucuk kepala wanita tercintanya itu.


“Ya kamu ga ada pas aku bangun.. panik aku tau ga? ..” Fania mencebik manja sambil memukul dada bidang Andrew pelan.


“Iya, maaf ..” Sahut Andrew. “Ada hal penting yang perlu aku bicarakan dengan mereka.”


“Kamu kan bisa bangunin aku.”


“Aku ga tega, membangunkan kamu. Kamu terlihat sangat lelah.”


“Lain kali, kalau kamu bangun duluan, bangunin aku juga.”


“Kalau mau pergi ajak aku juga.”


Andrew terdiam sejenak, saat mereka sudah berada didalam kamar mereka di Mansion milik Lucca. “Heart, ada yang mau aku bicarakan dengan kamu.”


Andrew membawa Fania duduk ditepian ranjang.


“Apa?.” Tanya Fania.


“Nanti malam, aku dan para pria akan menjalankan rencana untuk membalas pria brengsek yang sudah membuat


kondisi keluarga kita berantakan. Kami sudah merencanakan ini sejak kami sampai disini. Semua sudah sangat siap sebelum kamu, Michelle dan Vla datang.” Jawab Andrew, menjelaskan pada Fania pelan – pelan.


“Terus?.” Tanya Fania lagi.


“Karena hal ini sudah tidak mungkin ditunda lagi, kami harus bergerak nanti malam bersama, dengan Nino dan Ezra dari tempat yang berbeda. Alasan kenapa kami masih membiarkan kalian berada di Save House, karena itu tempat teraman untuk kamu dan yang lainnya. Setelah kami membereskan pria brengsek itu, memastikan semua sudah selesai dan aman, baru kami akan menjemput kalian.”


Fania masih mendengarkan Andrew yang sedang bicara panjang lebar.


“Aku ga menyangka kamu dan Michelle bisa sampai kesini. Tapi apa yang sudah kami rencanakan dengan sangat


rapih selama beberapa hari ini, menggali setiap detail informasi tentang si Joven itu dan menemukan kelemahannya beserta para sekutunya, aku akan sebentar meninggalkan kamu dan Michelle disini. Vla akan ikut kami.” Ucap Andrew dan raut wajah Fania seketika berubah.


“Aku ga mau!.. aku ikut!.”


“No Heart. Aku tak mau mengambil resiko soal keselamatan kamu.”


“Aku udah bilang, aku ga mau kamu tinggalin lagi!.”


“Hanya sebentar Heart, paling lama pagi hari kami sudah kembali ..”


“Dan merasakan kembali perasaan aku saat aku berada di Save House?. Yang hampir gila karena khawatir dan takut yang berkepanjangan?!.”


Fania nampak sedikit gusar dengan mata yang mulai berkaca – kaca. Andrew memeluknya.


“Aku yang akan gila, kalau sampai terjadi apa – apa pada kamu. Dan aku ga ingin mengambil resiko apapun kalau kamu ikut denganku nanti malam. Please, stay here for me? ( Aku mohon, tinggallah disini untukku ). Ada Michelle dan Fabiana juga, kan?.”


Fania terdiam.

__ADS_1


“I will be okay, I promise ( Aku akan baik – baik saja, aku janji ). Kehancuran Joven Zepeto secara keseluruhan dan agar kita semua bisa berkumpul lagi dan hidup seperti semula, tergantung dari misi  kami malam ini .. hanya malam ini, untuk bisa membuatnya mengantarkan nyawanya sendiri kehadapan aku.”


Fania belum memberi jawaban pada Andrew. Dia memandangi pria plontos tercintanya yang sedang menatapnya


dengan teduh sedikit tersenyum. Membujuknya agar tidak khawatir. Pada akhirnya Fania mengangguk dan Andrew tersenyum lebar, lalu memeluknya.


***


“Ada apa?.”


Andrew bertanya pada mereka yang sedang berkumpul dibawah saat dia dan Fania turun dari lantai atas setelah


dari kamar mereka. Wajah keenam pria yang berada dilantai bawah nampak sedikit gusar. Ada seorang pria lain yang bersama mereka yang merupakan tangan kanan Lucca yang sepertinya baru menyampaikan sebuah informasi penting.


“Joven is moving his ‘stuffs’ by now, means our first plan to hi-jack the vehicles that bring those cancelled. They must be already arrived at their ‘place’ and put that stuffs for the dealing tomorrow ( Joven sedang memindahkan ‘barangnya’ sekarang, berarti rencana pertama kita untuk membajak kendaraan yang membawanya batal. Mereka pasti sudah sampai ditempat mereka dan menyimpan semuanya untuk transaksi mereka besok ).”


“Damned! ( Sialan! ).” Andrew mengumpat setelah mendengar penjelasan Lucca barusan. “Is he know that all of us are still alive? ( Apa dia tahu kalau kami semua masih hidup? ).”


“No!. He’s going to make a big dealing here, by tomorrow ( Engga!. Dia akan melakukan transaksi besar – besaran disini, besok ). A lot of stuffs, a lot of money and doing money laundry above your family’s company and everything connect it ( Banyak barang, uang yang sangat banyak dan akan melakukan pencucian uang atas nama Perusahaan


keluarga kalian dan semua yang terhubung dengan itu ).”


Lucca berbicara panjang lebar.


“That’s why he carry on his delivery ( Jadi dia memajukan jadwal pengirimannya ). To make sure that all of his stuffs for the dealing is save in one place ( Untuk memastikan kalau semua barang untuk transaksinya aman di satu tempat ).”


“So we need to think fast of plan B ( Jadi kita harus memikirkan dengan cepat rencana yang baru ).” Sahut Andrew.


“Simple, semua barang – barang untuk transaksinya tersimpan di satu tempat.” Timpal Reno. “Vla already track that place and found it ( Vla sudah melacak tempat itu dan menemukannya ).”


“So, let’s go there and blow up that place ( Jadi, ayo kesana dan ledakkan tempat itu ).”


“Ga sesimple itu, Ndrew!.”


“Why? ( Kenapa? ).”


"Kita kan mau memancing dia datang kesini, jadi pergerakan kita untuk meledakkan gedung yang berisikan barang serta uang senilai ratusan juta dolar miliknya itu harus tidak terlihat. Jika dia tahu itu perbuatan kita, dia tidak akan pernah datang kesini."


“They have advanced system of security ( Mereka punya sistem keamanan yang canggih ).” Sahut Jeff. “Kita tidak akan bisa masuk kedalam itu dengan mudah dan cepat. Takes time, too risky ( Butuh waktu lama, sangat beresiko ).”


“If Joven knows that all of us are still alive, he won’t come here and he will do everything to avoid us destroy him, and everything will be useless for us ( Kalau Joven tahu kita semua masih hidup, dia tidak akan pernah datang kesini dan dia akan melakukan segala cara untuk mencegah kita menghancurkannya, dan semua usaha kita akan sia – sia ).” Sambung Dewa.


“So? ( Lalu? ).”


“There’s one way! ( Ada satu cara! ).”


“What? ( Apa? ).”


Enam pria itu bertanya pada Vla.


“Put the exploder under the building ( Pasang peledak dibawah gedung ). And it will fall on to the ground ( Dan gedung itu akan rata dengan tanah ).”


“Okay let’s do it ( Ya sudah mari lakukan ).”


“Not that easy also since the security sistem of the CCTV is very accurate. Will be so fast to catch a picture in one minute( Tidak semudah itu juga karena sistem keamanan di kamera pengawas mereka sangat akurat. Akan cepat menangkap gambar dalam satu menit ). We need to be unseen ( Kita tidak boleh terlihat ).”


“Jadi bagaimana?.”


“One car, super fast car ( Satu mobil, mobil yang sangat cepat ). And one person who can drive.... unseen! ( Dan satu orang yang bisa mengemudi... Tanpa terlihat! )....”


Pandangan Vla tertuju pada seseorang yang berdiri disamping Andrew.


“I already found out what their security sistem, I will try to distract for more than one minute. Since it’s a new system that I never tried before ( Gue sudah menemukan sistem keamanan mereka, tapi gue akan coba mengalihkan lebih dari satu menit. Karena itu sistem baru yang belum pernah gue coba sebelumnya ).”


Mereka yang berada didekat Vla mendengarkan baik – baik penjelasannya.


“Can’t promise , but I will try to distract in as long as I can. Just consider we only have one minute  ( Ga janji , tapi gue akan coba untuk mengalihkan selama yang gue bisa. Anggaplah kita hanya punya waktu satu menit ).”


“Sounds impossible for me ( Terdengar mustahil bagiku ).” Ucap Lucca.


“Not exactly ( Engga juga ).” Sahut Vla sambil tersenyum.


“Where you can find someone who can drive just like what you said and put those exploder in one minute? ( Dimana kau bisa menemukan seseorang yang bisa mengemudi seperti yang lo bilang dan memasang peledak dalam satu menit? ).” Ucap Lucca lagi.


“I’m looking at her now ( Gue sedang melihatnya sekarang ) ....” Sahut Vla sambil tersenyum penuh arti dan pandangannya tertuju ke satu orang.


Mereka yang sedang berbicara serta berkumpul itu serta merta menoleh kemana arah mata Vla memandang.


***

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2