
đđ BAHAGIA MILIK KITAđđÂ
      (Bagian â 2)
************************************
ă
Selamat membaca....
ă
âSambutlah Tangan Ini, dan Hangatnya Mentari Dapat Kamu Rasa Tak Hanya Saat Pagiâ
-    Emaknya queen   -
ă
đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»đ»
ă
âGugup, huh?â
âMendadak iyaâ
âAyoâ
âBismillaahirrohmanirrohimâ
Varen mengayunkan langkah, untuk lebih dekat pada Poppa dan Momma yang sudah berdiri dengan sumringahnya, bersama Rery ditengah depan mereka.
âPoppa, Mommaâ
Varen menghentikan langkah, berdiri dengan gagahnya didepan Poppa dan Momma, yang kemudian tersenyum dan mengalungkan untaian melati dilehernya. Mengulurkan tangan pada sepasang orang tua yang sebentar lagi jadi mertua.
Hingga Varen melanjutkan kembali langkahnya. Kini Mommy Ara dan Momma yang mengapitnya. Wajah bahagia
dari para nenek dan kakek yang kemudian Varen salami dengan takdzimnya, berikut para Mommies dan Daddiesnya bak hiasan indah di moment sakral Varen dan Andrea yang sebentar lagi saja akan terlaksana.
Ramai, namun tidak terlalu ramai. Hanya beberapa kerabat dekat yang amat sangat dekat saja, yang diundang
untuk datang. Sisanya akan diundang saat resepsi.
Sambutan dan Doa sudah terlaksana dengan lancar dan khidmat. Rentetan seserahan pun kemudian di berikan dari pihak Varen ke pihak Andrea.
Hingga tiba saatnya, dimana langkah Varen dibimbing kesana. Di sebuah singgasana sementara untuk
melantangkan sebaris kalimat dalam satu tarikan nafas untuk menjadikan Andrea istrinya.
***
                           đ A K A D  đ
ă
ă
Varen sudah didudukkan disalah satu kursi singgasana sementara. Terlihat kegugupannya mulai merajai diri Varen saat ini, dari banyaknya ia menarik dan meniupkan pelan nafasnya. Yang mana satu kakinya juga nampak bergerak cepat berikut jarinya yang sudah ia tautkan sembari ia mainkan. Gugup menunggu sang Bidadari pujaannya datang, hingga bisa duduk bersandingan.
Membuat para anggota keluarganya terkekeh maklum. Varen menegakkan tubuhnya, kala Gappa sedikit
berbicara untuk menyampaikan isi hatinya. Juga sedikit wejangan yang kurang lebih sama ia ucapkan kala dulu ia menikahi putra â putrinya. Praktis semua mata pun nampak berkaca â kaca, namun terbingkai oleh senyuman bahagia.
Lalu lantunan Doa dibacakan lagi, hingga
Pada akhirnya senyum Varen melengkung dengan sempurna, kala sang Pembawa Acara melantunkan kalimat bahwa Sang Mempelai Wanita sedang di tuntun untuk sampai disinggasana Ijab Kabulnya.
Oh itu dia, Bidadari cantik pemilik rindu dan cintanya Abang. Sedang berjalan ke arah Varen dengan diapit
kedua Mommiesnya yang cantik dengan senyuman mereka. Sementara gadis cantik yang berada ditengah dalam balutan kebaya pengantin yang senada dengan Varen itu menundukkan pandangannya.
Jantung Abang kok rasanya dugem ditempat.
*****
Sir, I'm a bit nervous (Tuan, aku sedikit gugup)
'Bout being here today (Berada di sini hari ini)Â
Still not real sure what I'm going to say
(Masih tetap tak yakin apa yang akan kukatakan)
So bear with me please
(Jadi bersabarlah)
If I take up too much of your time,
(Jika aku mengambil terlalu banyak waktumu)Â
See in this box is a ring for your oldest
(Lihat di dalam kotak ini ada sebuah cincin untuk anakmu yang tertua)Â
She's my everything and all that I know is
(Dia adalah segalanya dan hanya itu yang aku tahu)
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
(Ini akan sangat melegakan jika tahu bahwa kami berada di sisi yang sama)
'Cause very soon I'm hoping that I...Â
(Karena segera aku harap bahwa aku)
__ADS_1
Can marry your daughter
(Bisa menikahi putrimu)
And make her my wife
(Dan menjadikannya istriku)
I want her to be the only girl that I'll love for the rest of my life
(Aku ingin menjadikannya wanita satu-satunya yang akan aku cintai sepanjang sisa hidupku)
And give her the best of me 'til the day that I die,
(Dan memberikannya sisi terbaikku sampai akhir hayatku) Â
I'm gonna marry your princess
(Aku akan menikahi putri kesayanganmu)
And make her my queen
(Dan menjadikannya permaisuriku)
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
(Dia akan menjadi pengantin yang paling cantik yang pernah kulihat)
I can't wait to smile
(Aku tak sabar untuk tersenyum)
On the day that I marry your daughter
(Pada hari di mana aku menikahi putrimu)Â
She's been here every steps
(Setiap langkah dia telah di sini )
Since the day that we met (I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
(Sejak hari di mana kami bertemu) (Aku takut sekali memikirkan apa yang akan terjadi jika dia meninggalkanku selama-lamanya)Â
So don't you ever worry about me ever treating her bad
(Jadi jangan pernah mengkhawatirkan ku akan memperlakukannya dengan buruk)
I've got most of my vows done so far (so bring on the better or worse)
(Aku telah menepati janji-janjiku sejauh ini (Melalui suka atau duka)
And 'til death do us part
(Dan sampai maut memisahkan kita)Â
There's no doubt in my mind
It's time
(Ini waktunya)
I'm ready to start
(Aku siap memulai)
I swear to you with all of my heart...
(Aku bersumpah padamu dengan sepenuh hati)
---- Marry Your Daughter â Bryan McKnight ----
***
Dulu
âAbang itu milik Drea seorang!â
âLittle Star itu akan selamanya jadi milikku!â
Kini
Gadis kecil yang mengklaim sang Abang hanya miliknya seorang dulu, sudah duduk bersanding dengan sang
Abang dihadapan Penghulu.
Sang Abang yang mengklaim kalau Little Starnya akan selamanya menjadi miliknya, sudah duduk dengan
tegaknya, memandang lurus pada Penghulu yang akan menikahkannya dengan Little Starnya tercinta.
Detak jantung Varen dan Andrea sama kencangnya. Satu sama lain menganggap bahwa sosok itu seolah segalanya. yang setiap saat selalu disisipkan dalam doa.
Sekarang, detak jantung yang tadi berdegup dengan kencangnya, saat tangan Varen sudah menjabat tangan Poppa dengan eratnya, seolah berhenti kala dengan lantangnya Varen melantunkan kalimat,
âSaya Terima Nikah dan Kawinnya Miracle Andrea Binti Andrew Eager Adjieran Smith, dengan Mas Kawin Tersebut, Tunai!â
****
Hingga kemudian semua tangan serempak menadah, menghapus wajah berucap syukur Ijab Kabul terlantun tanpa
kendala, setelah kata SAH berkumandang dengan ramainya.
Resmi sudah, Miracle Andrea menjadi istri Alvarend Aditama.
Lalu detik dimana sepasang suami istri yang baru disahkan secara hukum dan agam dihadapkan satu sama lain
dalam duduknya.
Andrea menatap Varen dengan senyum cantiknya yang terlukis sempurna, dengan semu ditelinga. Sementara Varen menatap Andrea dengan tatapan memuja.
__ADS_1
Prosesi tukar cincin pun kemudian terlaksana, berikut dengan Andrea yang menjalankan bakti pertamanya sebagai seorang istri untuk Varen dengan menyalim tangan laki â laki yang kini sudah berstatus suaminya. Dan dibalas dengan kecupan mesra dari Varen dikening Andrea. Detik itu keduanya sama merasa, gemuruh bahagia melanda hati mereka.
Seiring dengan gemuruhnya tepuk tangan, suitan dan candaan gembira dari mereka yang menyaksikan prosesi barusan.
âCantik banget istri Abang, Masya Allah..â
âMemang aku ga pernah jelek makanya Abang tergila â gila, kan?â
Saling berbisik menggoda, kemudian terkekeh dan tersenyum lebar bersama.
Alhamdulillah ya..
*****
Wajah â wajah bahagia terpampang di sana. Bergantian memberikan selamat dan pelukan kepada kedua mempelai dengan sumringahnya.
Kitanya bahagia tak hanya milik Varen dan Andrea, tapi juga hinggap dihati seluruh keluarga mereka. Berikut semua orang yang menyempatkan hadir, yang juga menyayangi Varen dan Andrea.
âTak perlu menangis Pop, kita akan masih sering bertemu setelah ini. Putrimu juga tidak akan kubawa kemana â manaâ
Celotehan pelan Varen namun tetap bisa didengar, membuat momen sakral sungkeman tidak jadi sakral, karena
seperti biasa Poppa akan spontan menepak kepala si Abang jika Varen sudah meledeknya.
âBocah tengik!â
Yang pada akhirnya menimbulkan tawa tanpa air mata, meski air mata bahagia.
Namun sejenak, Poppa menahan bahu pelan Varen dengan senyumannya.
âTugasku sebagai Ayah bagi Andrea sudah selesai. Tanggung jawabku, kini sudah berpindah padamu. Aku tahu kau begitu mencintainya, mencintai putriku Andrea. Maka itu bahagiakanlah dia, sebagaimana aku selalu berusaha untuk membahagiakannyaâ
Yang dijawab dengan anggukan haru berikut senyuman dari Varen yang memeluk Poppa dengan khidmat barang
sejenak.
Lalu sebaris kalimat terucap pada Andrea dari sang Poppa.
âAndrea, Miracle Andrea, not only Abangâs Little Star, but you are for me (Kamu bukan hanya Little Starnya Abang, tapi juga berarti sama untukku). Pesanku hanya sedikit, hormatilah Abang yang kini sudah menjadi suamimu, sebagaimana kamu menghormatiku sebagai ayahmu)â
Yang juga dijawab dengan anggukan oleh Andrea yang kemudian berhambur memeluk erat sang Poppa.
âI Love you, Poppa ..â
âSayangnya aku lebih mencintai Mommamuâ
Andrea dan lainnya terkekeh, termasuk sang Momma yang kemudian mengecup kening Andrea lembut. Lega dan
Bahagia, itu yang Momma rasa. Tak hanya Momma, tapi seluruh anggota keluarga mereka.
Semua indah pada waktunya.
****
Semua yang hadir diacara kini sedang berbaur satu sama lain. Mengobrol dan saling bersenda gurau, sambil menikmati hidangan yang disediakan, juga musik santai pengiring kebahagiaan kali ini tanpa biduan. Hanya para pemain musik santai yang dihadirkan, berikut keyboard tambahan, kali masih ada yang mau dangdutan, Ake Herman bisa jadi pemain keyboard dangdut andalan.
Tuh dua mantan biduan, eh tiga deh. Ada. Momma, Mami Prita dan Mama Jihan. Gratis pula.
Karena acara haha hihi setelah acara Akad Nikah dan Andrea juga tidak berlangsung lama. Pesta yang sesungguhnya akan diadakan saat resepsi besar â besaran kala Andrea lulus sekolah nanti.
Sementara sepasang suami istri Newbie itu nampak juga saling mengobrol, namun terlihat saling tersipu kadang â kadang, dan tertawa lebar saat candaan dari yang lain datang. Dan rona kebahagiaan di hari istimewa mereka itupun kian terpancar.
****
Acara Akad Nikah berikut pesta kecil â kecilan pernikahan Varen dan Andrea sudah selesai.
Para kerabat pun sudah pergi dari Kediaman.
Menyisakan anggota keluarga inti saja yang selalunya tinggal di Kediaman keluarga mereka yang berada di Jakarta.
Para pekerja maupun pihak WOÂ dan EO serta para asisten rumah tangga sudah mulai bebenah.
Sementara Andrea kini sudah berada didalam kamarnya yang sudah dihias sedemikian rupa, indah sebagaimana
kamar pengantin pada umumnya.
Andrea pamit duluan, saat anggota keluarganya masih sedang berkumpul sebagian di ruang keluarga. Toh Andrea
juga sudah merasa gerah dengan kebaya pengantinnya. Tak langsung bersih â bersih atau sekedar berganti pakaian. Tapi Andrea duduk ditepi ranjangnya, yang ia duduki dengan sangat hati â hati dan perlahan, seolah takut ranjangnya yang sudah dihias sedemikian rupa itu berantakan.
âTapi ini bukan mimpi kan?â Andrea menepuk â nepuk sendiri pipinya. Seolah tak percaya kalau kini ia sudah
menjadi istri sah Abang Varen kesayangannya yang saat ia pamit untuk pergi ke kamar, nampak masih mengobrol dengan para pria dalam keluarga mereka.
Andrea melirik ranjang dibelakang punggungnya.
Tanpa bisa ditahan wajah Andrea bersemu merah kemudian. Otak cantiknya sedang menebak â nebak apa yang
akan terjadi setelah Abang menyusulnya kesana.
Malam ini adalah malam pertamanya
Ehem!
Ah, makin merah wajah Andrea.
Apa yang akan terjadi kira â kira?. Malu sendiri, tapi senyum â senyum sendirian.
Lamunan Andrea buyar, saat knop pintu kamarnya ia lihat terputar pelan.
Siapakah gerangan?
****
To be continue ..
- Episode yang sebelumnya entah kenapa lama reviewnya. Mudahan yang ini bisa masuk hari ini juga -
Jangan lupa bahagia, karena bahagia milik kita ...
__ADS_1
Dan jika bahagia, jangan lupa dukungannya
I loph You All Full Tank para pembaca emak nyang blaem - blaem