
💙 PROYEK SUAMI ISTRI 💙
Selamat membaca ..
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Dan sejak semalam dan seterusnya akan seperti itu
Kita akan tinggal di kamar yang sama
Sampai detik dimana sekolah dimulai hingga waktu pulang tiba, Andrea hampir tak berhenti menyunggingkan senyumnya. Ah, rasanya tak sabar Andrea menunggu malam tiba.
“Hai”
Varen yang memang sudah menunggu Andrea di pelataran parkir sekolah Andrea itu menyapa pada sang istri yang sudah berhambur keluar dan menghampirinya. Varen menjemput tepat waktu karena Andrea bilang hari ini ia kosong kegiatan.
Andrea melemparkan senyumnya pada sang suami.
“Hai”
Varen juga melemparkan senyumnya.
“Mau langsung pulang atau kamu mau mengunjungi suatu tempat?”
“Terserah Abang saja...”
Varen menaikkan lagi sudut bibirnya lalu mengacak pelan rambut Andrea.
“Ya sudah, lebih baik kita masuk mobil dulu, hem?” Ajak Varen dan Andrea mengangguk.
**
“Kita langsung pulang saja ya?”
Andrea manggut – manggut sambil memasang sabuk pengaman nya.
“Kemarin kan kamu sudah pulang sangat sore. Dan besok masih sekolah” Ucap Varen yang telah selesai memasang sabuk pengamannya lalu menyalakan mesin mobil kemudian melajukannya menuju Kediaman Utama mereka yang berada di Jakarta.
**
“Little Star...”
“Hummm?...”
“Kalau bisa ke depannya jangan lagi sering bilang, terserah Abang, ikut kata Abang ...”
Varen menggenggam tangan Andrea dengan satu tangannya, lalu menoleh dan tersenyum pada Andrea disela ia menyetir.
“Mulai sekarang, kita seharusnya saling membicarakan setiap hal. Kan sudah jadi suami istri?”
Andrea pun mengangguk sembari tersenyum.
***
Mobil Varen sudah memasuki pekarangan Kediaman Utama Keluarganya. Lalu memarkirkannya dihalaman depan teras utama kediaman. Hingga akhirnya berjalan masuk bersama Andrea ke dalam kediaman dengan bergandengan tangan dan sesekali saling tatap dan melempar senyum.
“Deeeehhh serasa dunia milik berdua!”
Yang lain ngontrak ye...
Celetukan Momma membuat Varen dan Andrea terkekeh, yang kemudian sama – sama menyalim takdzim Momma mereka itu berikut Daddy R dan Mommy Ara yang berada tak jauh dari Momma, juga para kakek dan nenek mereka yang sedang bersama para krucil.
“Makan dulu!”
Varen mengangguk pada sang Daddy.
“Drea mau mandi dulu, Dad!...”
“Ganti baju aja dulu, nanti mandinya habis makan” Ucap Momma. “Kasihan itu Abang belum makan juga”
“Oh, ya sudah kalau begitu. Drea ganti baju dulu. Abang makan duluan saja ya?” Sahut Andrea. “Drea naik dulu”
**
“Eng?!”
Andrea langsung menoleh saat pergelangan tangannya tertarik pelan. “Mau kemana, hem?”
“Abang nih, mengagetkan...” Ucap Andrea. “Mau ke kamarlah, ganti baju” Sambung Andrea.
“Pasti lupa dengan apa yang Abang bilang tadi pagi”
“Yang mana?”
Andrea tampak berpikir.
“Sini”
Andrea sedikit terhenyak karena Varen menggandengnya ke arah kamar Varen. Sambil Varen menyambar tas sekolah Andrea untuk ia bawakan.
‘Eh?’
“Kan Abang bilang, mulai sekarang kita akan tinggal di kamar yang sama” Ucap Varen sambil membuka pintu kamarnya.
Andrea memandangi Varen yang kemudian membawanya masuk ke kamar pribadinya.
“Jadi mulai sekarang, Drea tinggal di kamar ini bersama Abang. Kamar kita”
Andrea terpaku.
__ADS_1
“Pakaian dan barang – barang pribadi kamu sudah aku minta Mba Adis dan Desti memindahkannya kesini” Ucap Varen lagi sambil meletakkan tas Andrea diatas sofa, lalu melangkah ke walk in closet lalu masuk kedalamnya.
Andrea masih berdiri ditempatnya, seolah tak percaya dengan apa yang tadi ia dengar dari mulut Varen.
“Sudah ada didalam lemari semua baju kamu sepertinya. Tapi nanti setelah makan coba kamu cek lagi, siapa tahu ada barang – barang kamu yang masih tertinggal dikamar kamu yang lama”
Varen kini sudah berdiri disamping Andrea sembari tersenyum.
“Iya...” Sahut Andrea pelan.
“Drea keberatan kalau Drea pindah ke kamar Abang? Soalnya Abang tidak bicara dahulu dengan Drea. Terlalu excited”
Andrea tersenyum salting.
“Engga... Drea ga keberatan ...” Sahut Andrea pelan.
“Syukurlah” Varen masih mempertahankan senyumnya sambil mengacak pelan rambut Andrea.
“Engg... kalau gitu Drea ... ganti baju dulu ...”
Syuuut!
“A-Abang...”
Cup
Tangan Varen sudah menangkup wajah Andrea, sambil menempelkan bibirnya tiba – tiba namun memberikan ciuman lembut dibibir Andrea kemudian yang nampak sedikit terkejut.
“Sudah beberapa hari Abang belum rasa manisnya ini” Ucap Varen pelan sambil mengusap bibir Andrea dengan
salah satu ibu jarinya secara perlahan sambil menempelkan dahinya setelah mencium Andrea. "Sekarang lebih manis rasanya. Sudah halal soalnya"
Varen memandangi Andrea sembari tersenyum menggoda.
Membuat Andrea terpaku merona, jantungnya mulai berdebar cepat.
“Ya sudah, Drea ganti baju dulu ya? Abang tunggu di ruang makan”
Andrea mengangguk canggung, karena wajah Varen hanya berjarak sedikit dari wajahnya, hingga hembusan nafas
Varen pun bisa Andrea rasa.
Kemudian Andrea berjalan menuju walk in closet dan Varen memperhatikan dari tempatnya berdiri dan keluar dari kamarnya yang kini menjadi kamarnya dan Andrea setelah Andrea masuk kedalam walk in closet.
****
“Oh iya Drea, kamu UAS kapan?”
“Sekitar dua bulan lagi Mom!”
Andrea menyahut pada sang Momma. “Heemm. Soalnya Momma dan Mommies kamu yang lain sudah mau mempersiapkan segala macem untuk acara resepsi pernikahan kalian nanti”
“Engga Mi”
Momma dan Mami Prita manggut – manggut.
“Abang mungkin ada pendapat”
“Aku serahkan soal resepsi pada kalian para wanita saja. Kalian kan pasti lebih paham daripada kami para pria”
“Ya sudah kalau begitu. Dah makan dulu kalian” Ucap Momma. "Tapi Momma ga standby disini ya, tiga hari lagi Poppa, Momma, Rery, juga Daddy R, Mommy Ara dan Val akan kembali ke London dulu. Bulan depan baru kami akan kembali kesini lagi"
Andrea dan Varen pun mengangguk.
“Abang mau pakai lauk apa?”
“Nah gitu dong, ngelayanin suami. Kan kalo pagi sampe sore anak sekolah, nah pulang sekolah, udeh dirumah mulai deh tuh biasakan memposisikan diri sebagai istri. Dari makan sampe menyiapkan pakaian suami”
“Iyaa Mommaku Sayaaaannnggg”
Varen hanya senyam – senyum saja.
****
“Kamu duluan saja ke kamar kalau sudah mengantuk Little Star, Abang masih ada perlu dengan Dad dan Poppa” Ucap Varen kala hari sudah semakin malam dan sebagian anggota keluarga mereka sudah masuk ke kamarnya masing – masing.
“Iya ....” Sahut Andrea.
****
“Woy Cute Girl!” Andrea menoleh kala ia mendengar Nathan memanggilnya saat ia sudah mencapai anak tangga terakhir di lantai dua. Andrea berhenti dan menggerakkan dagunya sambil berdiri menunggu Nathan sampai kedekatnya.
Nathan langsung menopangkan satu tangannya dibahu Andrea.
“Cayman lo gue pake ya?”
“Enak aja engga! Gue aja belum sempat pakai itu mobil”
“Ck! Daripada itu mobil berdebu di garasi, mending gue pakai aja dulu” Rayu Nathan. “Ya? Ya? Ya?”
“Mobil lo kan ada dua, Tan – Tan, motor dua”
Andrea memandang malas pada Nathan.
“Bosan gue!”
“Ya beli lagi yang baru kalau bosan, tinggal minta salah satu Daddies juga pasti akan membelikan mobil baru buat lo selain Daddy Jeff!”
“Udaaah tapi belum datang itu mobil baru gue”
__ADS_1
“Ya sudah tungguin aja si!”
“Kelamaan, besok gue mau ke birthday partynya teman kampus gue”
“Ya hubungannya sama Cayman gue?”
“Ya gue ingin tampil beda lah beibs” Sahut Nathan. “Pinjam ya? Please?? .... Dek Drea kan baik hati dan tidak sombong Cuma sering ngambek doang?!”
Nathan dan Andrea sama – sama terkekeh. “Ya sudah pakai deh sana!”
“Naaaahh ... gitu doonng... Baik deh kamu!”
“Dah awas!”
Andrea berjalan menuju kamarnya dan Varen.
“Abang bukannya lagi ngobrol sama Daddy R and Poppa?” Ucap Nathan karena melihat Andrea hendak masuk ke
kamar si Abang.
Andrea manggut – manggut.
“Nah elo mau ngapain ke kamar Abang?” Tanya Nathan.
“Kepo!”
Andrea melebarkan pintu kamarnya dan Varen. Nathan pun ikut ngeloyor masuk.
“Ih! Ngapain sih lo! Sana ga! Gue mau tidur!”
“Apa lo bilang barusan?” Nathan memastikan.
“Gue mau tidur Tan – Taan!! ..”
“Disini?!”
“Iyaaa ..”
“Hah?! Seriusan?!”
“Ck! Sudah sana ah!”
“Eh, tunggu! Lo tukeran kamar sama Abang?. Soalnya kan Abang bilang katanya kalian akan pisah kamar dulu sampai lo lulus sekolah?”
“Ga jadi! Ini makanya barang – barang gue sudah dipindahkan sama mba Adis dan Desti kesini atas perintah Abang”
“Oh My Whow, Drea..”
Nathan meletakkan empat jari dimulutnya dengan ekspresi konyol berikut senyum penuh ketengilan yang ia buat.
“Berarti ...”
“Apa?!”
“Berarti malam ini lo bakalan ngerasain sosis jumbo dong??? ...”
“Tan – Taaaann!!”
****
Berarti malam ini lo bakalan ngerasain sosis jumbo dong??? ...
Andrea spontan menutup wajahnya sendiri dengan bantal.
“Tan – Tan sialan memang! Jadi terbayang – bayang kan gue!”
Jantung Andrea sudah berdebar – debar sejak tadi hingga kini. Ia sudah duduk selonjoran di ranjang milik Varen sembari menunggu Varen datang ke kamar mereka.
“.. Sampai besok ...”
Andrea spontan menelan salivanya kala pintu kamar terbuka sedikit dan suara Varen ia dengar seperti sedang bicara dengan seseorang.
“Loh kok belum tidur, Little Star?...” Tanya Varen setelah ia masuk dan menutup pintu kamar sekaligus menguncinya. Jantung Andrea terasa makin kencang debarannya,
“I-iya ini baru mau tidur” Jawab Andrea.
Varen tersenyum pada Andrea, lalu berjalan mendekat pada istri kecilnya itu.
Cup
Varen mendaratkan kecupan dikening Andrea. “Abang mandi dulu ya?”. Ucap Varen lembut dan Andrea mengangguk kikuk.
***
Oh Ya Tuhan! Tuhan! Apa Abang akan meminta haknya sebagai suami sekarang???
Andrea panik sendiri. Ia membolak – balikkan badannya diatas kasur dengan gelisah.
Ah,
Andrea tersentak kaget sendiri saat pintu kamar mandi terbuka. Andrea yang salah tingkah itu kemudian langsung memeluk bantal dibawah kepalanya lalu memejamkan matanya dengan cepat.
Namun Andrea diam – diam sedikit memicingkan matanya ke arah kamar mandi. Dan nampaklah disana makhluk indah ciptaan Tuhan yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang hingga lututnya sambil menggosokkan handuk kecil yang tersampir dibahunya pada rambutnya yang basah.
‘Oh Tuhaaannn roti sobek dan sosis akan menjadi perpaduan yang indah’
Otak cantik itu kini sedang berpindah mode menjadi otak mesum.
****
__ADS_1
To be continue..