THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


*⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕**Selamat membaca .....*


****************************


Great Mansion of Adjieran Smith, London, England


Ann baru saja masuk ke kamarnya selepas ia selesai makan siang bersama sang mama kandung serta Gappa dan dua neneknya.


Sementara sisanya sedang melakukan aktifitas di luar Mansion, namun tetap menanyakan pada Ann kondisi si Little


Devil itu melalui chat atau panggilan telepon langsung pada Ann.


Ann bahagia dengan keluarga yang ia punya ini. Meskipun ia bahkan ayahnya tak memiliki hubungan darah dengan


keluarga yang seumur hidup ia kenal dan tinggal bersama didalamnya, Ann diperlakukan layaknya anak kandung dari masing-masing orang tua angkat, serta saling menyayangi dengan para saudara angkatnya.


Terlebih pada Rery. Bagi Ann, Rery adalah Imprint-nya.


Yang orangnya masih ada di sekolah karena sedang ada ekskul menembak.


******


Kata Rery sih begitu pada Ann saat di sekolah tadi.


Tapi sebenarnya ...


Tidak.


Dan untung saja Ann tidak ingat jadwal ekskul Rery.


Dan beruntungnya lagi, saat Rery sepak-sepik menanyakan apakah Ann mau ikut menunggunya selesai ekskul atau tidak, Ann mengatakan ingin pulang duluan.


Jadi Rery tak perlu kerja keras memutar otak untuk membuat Ann mau pulang duluan ke mansion utama.


“Hey Boy!” Suara bariton nan berat dan dalam seorang pria dewasa terdengar menyapa Rery dari balik meja kerjanya.


Saat Rery sudah berada di ambang pintu yang telah dibukakan oleh asisten pribadi pria yang menyapanya dari dalam ruangan yang ia sambangi itu.


“Pop” Rery melangkahkan kakinya ke dalam ruang kerja pribadi pria yang menyapanya barusan, dan kini sudah beranjak dari meja kerjanya untuk mendekat pada Rery.


Rery sedang berada di Perusahaan Utama milik keluarganya yang dikelola Poppa bersama Daddy R.


Ada jadwal ekskul menembak sebenarnya hanya alibi Rery pada Ann. Karena ada hal yang ingin Rery lakukan.


Selidiki, lebih tepatnya.


“Kau tidak bilang akan mampir?...”


Poppa yang sudah berada didekat Rery dan kemudian langsung dicium punggung tangannya oleh Rery itu sontak


bertanya pada anak bungsu kandungnya yang tahu-tahu datang ke Perusahaan tanpa pemberitahuan.


“Iya memang mendadak, karena aku ada perlu”


Rery menjawab pada Poppa-nya itu.


“Denganku?”


“Dengan salah satu gadget rahasia Poppa lebih tepatnya”


Satu alis Poppa nampak naik atas ucapan Rery barusan.


“By the way, kau tidak bersama Ann?....” Tanya Poppa.


Rery menggeleng.


“Kalian tidak bertengkar lagi bukan?”


Rery menggeleng lagi.


“Lalu mengapa Ann tidak bersamamu? ...”


Poppa yang sudah mengajak Rery duduk di sofa dalam ruang pribadinya itupun bertanya lagi.


“Aku menyuruhnya pulang duluan ke mansion ....” Jawab Rery dan Poppa pun manggut-manggut.


“Hemm...... Lalu dengan siapa kau kesini?”


“The Taxi’s driver (Supir Taksi)”


“Ya sudah katakan maksud dan tujuanmu tadi tentang meminjam gadget rahasiaku. Baru setelah itu kita makan


siang bersama”


Rery pun langsung berbicara panjang lebar pada Poppa dengan sedetail-detailnya.


***


“Bukankah Ann sudah mengatakan jika ia terjatuh sampai membentur wastafel kamar mandi sekolah?....”


“Iya memang”


Rery manggut-manggut.


“Tapi aku merasa janggal saja dengan lebam di perut Ann... Memang Poppa tidak  melihat ada yang janggal pada lebam Ann itu? Ada lebam juga di kakinya...”


“Aku tidak sempat melihat lebam di perut Ann, Boy”


“Uncle Owen punya pendapat yang sama denganku. Jika lebam itu dikhawatirkan karena kekerasan fisik” Jelas Rery.


“But Owen didn’t tell me and other parents about that?... (Tapi Owen tidak mengatakan padaku dan yang lain tentang hal itu?) ....”


“Ya baru praduga Pop .... Makanya aku kesini mau menyelidiki CCTV di sekitar kamar mandi sekolah di hari Ann yang katanya jatuh itu ....”


“Heemm ...”


“Makanya juga aku kesini mau pinjam gadget rahasia Poppa... Karena Tab pemberian Abang aku simpan di kamarku dalam mansion”


“....”


“Kalau aku mengerjakannya di mansion, aku tidak akan bisa fokus.....”


Poppa pun manggut-manggut. “Ya sudah, silahkan saja. Kebetulan aku habis menggunakannya ...”


Poppa menunjuk pada satu pintu di pojok ruang kerjanya yang samar dengan sebuah rak buku.


“Jika ingin menggunakan Tab seperti yang kau punya, ambil di brankas. Aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu


sebelum kita pergi makan siang bersama ... Dan katakan jika kau memang menemukan bahwa Ann mendapatkan kekerasan fisik ....”


Poppa berdiri dari duduknya.


“Aku akan membuat perhitungan pada orang tua mereka, jika memang ada murid di sekolah kalian yang berani menindas salah satu putriku! ...”


“Okay, Pop!”


***


“Aneh sekali......”


“Kenapa?....”


Poppa yang mendengar Rery menggumam sembari memandang sebuah Tab yang hanya dimiliki orang-orang tertentu dalam lingkup The Adjieran Smith itu, sontak bertanya pada Rery.


“Sebentar Pop ...”


Rery beranjak dari duduknya.


“Aku pinjam komputer Pop yang didalam”


Rery menunjuk ruangan rahasia dalam ruang kerja pribadi Poppa.


Poppa pun mengangguk saja, lalu kembali dengan kesibukannya.


***


Beberapa saat kemudian


“Benar-benar aneh..”


“Ada apa?....”


Poppa yang sudah selesai dengan pekerjaannya menyambangi Rery di ruang rahasia dalam ruang kerja pribadinya


tersebut.


“Aku heran, aku sudah berhasil meretas semua CCTV yang ada di sekolah.... Tapi aku tidak menemukan Ann yang


pergi ke toilet di hari katanya dia terjatuh itu”


“Coba kau cek lebih teliti lagi.... Mungkin ada yang terlewat. Pelan-pelan saja. Atau mau kau jeda dulu. Siapa tahu otakmu tidak berfungsi dengan baik karena kau lapar .....”


Poppa yang sudah berada disamping Rery sembari merundukkan tubuhnya itu mengacak rambut anak bungsunya tersebut seraya terkekeh kecil.


“Sebentar ....”


Rery nampak masih fokus , dan serius dengan komputer dihadapannya itu.


Dan Poppa membiarkan sembari ikut memperhatikan Rery yang lumayan dapat dikatakan jago juga dalam IT.


“Ini!”


Rery berhenti di salah satu bagan yang terbuka.


“Kenapa? ...” Tanya Poppa.


“Kamera di lorong menuju toilet ini, menyala pada hari itu. Tapi ada rekaman yang hilang dari waktu sebelum


istirahat hingga satu jam setelahnya ...”


Poppa sedikit merundukkan lagi tubuhnya, memperhatikan apa yang Rery tunjukkan padanya.


“Di beberapa CCTV ini di sekitar jam tersebut juga ada yang hilang Pop, walau hanya beberapa menit saja”


“Bukankah Abang sudah mengajarimu untuk memulihkan rekaman CCTV?. Dia memberikanmu pass code kan? ....”


“Ya itu yang membuatku merasa aneh..... sudah ku gunakan pass code itu. Tapi tetap tidak bisa...”


“Hemm ....”


“Tidak mungkin system Abang broken kan?. Tidak pernah ada cacat setahu aku dari semua program yang pernah Abang buat selama ini bukan?”


Poppa sejenak terdiam. Nampak sedang berpikir seraya memperhatikan layar komputer dihadapannya.


“Aku rasa murid di sekolahku tidak ada yang bisa mendobrak system buatan Abang ...”


Poppa masih terdiam.


“Selain Abang memberitahukan kalian cara memulihkan video yang hilang, apa Abang memberitahukan cara


‘erasing trace’ (menghapus jejak)?”


Sejenak kemudian Poppa bersuara seraya bertanya.


“Iya Abang mengajari itu juga”


“System hacker yang Abang berikan siapa saja yang sudah tahu?”


“Ya aku, Mika sampai Ann ....”


“Yang paham?”


“Aku, Aro dan Ann”


“Aro tidak mungkin berurusan dengan CCTV sekolahmu dan Ann, bukan?.....”


“Ya tidak mungkin lah, Pop!”


“Kau sendiri sedang mencari tahu saat ini kan?”


Rery manggut-manggut.


“Jadi? Satu-satunya orang yang dapat melakukan apa yang Abang sudah ajarkan tentang hacking dan erasing trace selain kau dan Aro ....”


“Ann ....”


Kemudian Poppa dan Rery saling lempar tatap.


“Pass code untuk erasing trace milik Abang hanya bisa ditembus oleh orang yang memiliki kemampuan seperti Abang..”


“.........”


“Jadi lebih baik sekarang kau hubungi Abang ..”


“Iya Pop”


***


Daddy R sudah berada di ruang kerja pribadi Poppa saat ini.


“Kurang ajar sekali gadis-gadis itu”


Kemudian Daddy R dan Poppa sama-sama terdengar geram, saat apa yang Rery permasalahkan berhasil Varen pulihkan.


“Apa sakit di perut Ann berhubungan dengan ini?”


Terdengar suara Varen dari seberang ponsel yang sedang terhubung dan di loud-speaker sambungan telepon dari si Abang tersebut.


“Itu yang sedang aku cari tahu, Bang ..”


“Aku rasa memang ada hubungannya. Kau kan lihat sendiri. gadis yang berdiri di depan nampak terlihat seperti


mendorong dengan keras dan aku yakin dia mendorong Ann. Jadi kemungkinannya ya Ann terdorong dengan keras hingga perutnya kemudian membentur wastafel..”


“Kemungkinan lain mereka melakukan kekerasan fisik didalam pada Ann”


“Poppa benar. Lihat durasi waktu sejak empat orang murid perempuan itu masuk hingga keluar ...”


Daddy R menimpali.


“Aku rasa itu cukup jika ke empatnya merundung Ann didalam ..”


Kemudian Daddy R menunjuk pada layar komputer.


“Lihatlah Ann saat keluar dari toilet itu ...” Ucap Daddy R seraya menunjuk pada layar komputer.


Poppa dan Rery memperhatikan. “Sudah jelas sekali melihat penampilan Ann dan jalannya yang tertatih itu, jika


Ann memang mendapat kekerasan fisik dari mereka”


Poppa bersuara.


“Lihat beberapa potong video yang hilang dari CCTV taman sekolah hingga keluar lobi..”


Poppa kemudian meng-klik beberapa video yang sedang terbuka dalam layar apung yang terpisah.


“Ann tidak kembali ke kelasnya dan langsung menuju ke area penjemputan. Lalu Juan baru pergi ke kelas Ann untuk mengambil tasnya..”


Rery dan Daddy R memperhatikan video yang sedang di-klik Poppa secara bergantian itu. Sementara dari seberang telepon belum terdengar sahutan dari Varen lagi meski panggilan mereka masih terhubung.


“One minute... ( Sebentar )...”


Suara Varen kemudian terdengar.


“Sebentar Pop..” Rery juga ikut bersuara sembari mengambil alih mouse dari tangan Poppa.


Rery yang sedari tadi matanya dengan intens memperhatikan satu video, kemudian mengklik satu video, lalu


menangkap satu gambar dan membesarkannya.


“Kenapa?..”


Poppa dan Daddy R bertanya secara bersamaan karena melihat Rery sedang intens memperhatikan gambar seorang gadis yang sepertinya bertugas untuk mengawasi keadaan di luar toilet.


“Aku rasa aku mengenali gadis ini ..” Jawab Rery kemudian. Sembari matanya masih intens melihat pada gambar yang sudah Rery perjelas itu. “Iya aku mengenali gadis ini”


Rery berkata dengan yakin.


“Kalau begitu katakan .. siapa namanya agar aku bisa mencari tahu siapa orang tuanya dan memberikan


peringatan, pelajaran jika perlu pada orang tuanya”


“Sekaligus empat gadis yang lainnya”


“Hah? Rery?..”


“Aku tidak tahu siapa namanya. Dan dia tidak bersekolah lagi di sekolahku dan Ann sejak hari itu. Sejak beberapa


foto tidak pantasnya muncul di laman akun social media miliknya.. Dari apa yang kudengar, orang tuanya langsung mengeluarkan anak mereka ini dari sekolah setelah kasusnya itu...”


Poppa dan Daddy R sama-sama mengernyitkan dahi sembari menatap Rery.


“Hahaha!..” Suara gelakan Varen kemudian terdengar.


“Kenapa, Bang?..”


“Aku rasa aku paham mengapa si Little Devil itu menghapus semua video dengan programku. Kau cek apa yang baru saja aku kirimkan Rery”


“Iya, Bang ..” Sahut Rery sembari membuka sebuah surel dari Varen dalam komputer rahasia Poppa dalam sebuah ruang tersembunyi di ruang kerja pribadi Poppa itu.


Dan tak lama Rery pun tercengang.


“Ya ampuunn ...” Ekspresi Rery nampak terkejut dan tidak percaya setelah membuka surel yang Varen kirimkan.


Poppa dan Daddy R ikut juga memperhatikan surel dari Varen yang sudah dibuka oleh Rery.


“Paham maksudku kan?..”


“Itu berarti, jika Rery mengatakan kalau anak perempuan ini sudah tidak bersekolah lagi di sekolahnya dan Ann


terkait foto-foto tidak pantas miliknya yang muncul di permukaan dan seperti dia sendiri yang mempostingnya adalah perbuatan Ann? ....”


Poppa bersuara sembari tangannya sibuk pada mouse komputer.


“Seperti yang bisa kalian lihat pada surel yang aku kirimkan...”


Varen menyahut.


“Jadi maksudmu Ann memang sengaja menghapus video hari dimana dia kemungkinan mendapatkan perundungan di toilet sekolah ..”


“Karena setan kecil itu ingin membalasnya sendiri” Varen langsung saja menyambar.


“Oh ya?..”


“Heemm. Tidak sia-sia ternyata ilmu yang aku ajarkan padanya...”


Varen terdengar terkekeh kemudian. Tak lama Poppa dan Daddy R juga terkekeh.


“Membuatku penasaran apa yang akan Ann lakukan pada empat lainnya..” Daddy R bersuara.


Poppa pun manggut-manggut sembari menyunggingkan senyuman geli.


“Lo benar R, gue pun penasaran..”


“Coba kau perhatikan wajah empat gadis lainnya itu Rery, lalu cek laman social media mereka”


Daddy R kembali berucap.


“Tidak ada apa-apa lagi yang Ann lakukan dengan menggunakan programku selain penghapusan video secara permanen dan meng-hack akun social media gadis yang Rery katakan tadi.....”


“Lalu apa kira-kira yang Ann akan lakukan pada ke empatnya?” Ucap Poppa. “Ternyata putri kita yang satu itu cukup tangguh juga R” Sambung Poppa sembari cengengesan. Daddy R pun manggut-manggut seraya cengengesan juga.


“Ya, lo benar Donald Bebek Tua” Sahut Daddy R. “Gue pun sangat penasaran dengan rencana Ann untuk membalas gadis-gadis yang merundungnya itu.. mungkin Ann sedang mengerjakannya sekarang..”


“Aku rasa sudah ..” Rery menyambar dan Poppa berikut Daddy R langsung menoleh padanya. “Tadi saat waktu pulang sekolah ada beberapa orang tua yang datang tergesa ke sekolah” Sambungnya. “Waktu gadis yang foto-foto tidak pantasnya muncul di social media itu pun orang tuanya langsung datang dan membawanya pulang”


Rery merogoh saku seragamnya dibalik outer Almamater sekolah yang dikenakannya. Lalu mengeluarkan ponselnya, dan mengecek sesuatu disana.


***

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian


Rery terdengar mend*sah dengan suara yang sedikit berat.


“Sepertinya dugaanku memang benar...”


Rery pun geleng-geleng.


“Aku rasa Ann sudah melakukan sesuatu pada ke empat gadis itu. Dan yah memang sudah sepertinya.. Ini, lihat


saja ...mereka nampak sangat kacau sekali” Rery menyodorkan ponselnya pada Daddy R yang berdiri bersisian dengan Poppa.


“Hahaha ..”


Gelakan kedua Hot Daddies itu pun langsung terdengar saat sudah melihat ponsel Rery.


“Ann yang melakukan ini pada mereka?..”


“Kalau dari kasak-kusuk grup kelasku, katanya ke empat gadis itu berkelahi di dekat toilet tak terpakai di


belakang sekolah.. tapi menurutku ya tidak”


Rery menatap dua ayahnya itu.


“Empat gadis itu memang empat gadis yang sama yang kita lihat di video...”


Rery mendengus.


“Coba kirimkan padaku”


Suara Varen terdengar.


“Kebetulan?.... kurasa tidak”


“Hahahahahaha ....”


Dan suara gelakan panjang dari tiga pria dewasa dimana yang satunya ada dibalik sambungan telepon sontak


terdengar.


“Wow sekali!”


“Patut dibanggakan!”


“Memang The Adjieran Smith sejati”


Tiga pria dewasa itu berucap bersahutan dengan masih tergelak setelahnya.


Sementara Rery geleng-geleng.


“Ann.... Ann .. pantas saja dia terus-terusan memaksa untuk bersekolah hari ini...”


Rery menggumam.


“Dan wajahnya yang aku perhatikan nampak riang sekali sedari pagi, pasti karena rencananya ini..”


“Coba kau cari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ke empat gadis itu”


“Dad R benar..... Coba kau cari tahu tentang itu. Aku cukup penasaran apa yang dilakukan Ann hingga ke empat


gadis ini tampak kacau balau begitu...”


“Sulit untuk tahu detailnya selain bertanya langsung pada Ann..” Tukas Rery. “Di tempat yang dikatakan oleh


teman-temanku di grup adalah tempat yang berada di bagian paling belakang sekolah. Tidak ada CCTV disana, karena dekat dengan hutan dan sumur tua juga danau, serta katanya tempat itu berhantu ..”


Rery pun bercerocos.


“Kalau mau tahu yang mungkin harus dari mulut Ann sendiri. Mengingat tidak mungkin ada saksi juga kalau di tempat itu sih ..”


“Tidak heran sih jika Ann memilih tempat berhantu di sekolah kalian.. Papanya kan raja hantu...”


Celetukan Varen membuat Daddy R dan Poppa tergelak lagi, termasuk si Abang sendiri.


“Tapi serius aku benar-benar salut pada gadis kita satu itu, jika memang dia berhasil memberikan pelajaran pada


mereka yang sudah berani padanya”


“Ya, ya, aku setuju dengan lo R” Timpal Poppa.


“Jika memang benar Ann yang melakukan semua itu pada semua perundungnya..”


“Aku sangat yakin apa yang terjadi pada ke empat gadis itu memang perbuatan Ann..”


Rery langsung menyambar ucapan Abang.


“Ya baguslah jika begitu. Aku rasanya bangga memiliki satu adik yang tahu bagaimana membela dirinya. Bukan


begitu Dads?..”


Daddy R dan Poppa pun mengiyakan ucapan si Abang yang sembari terkekeh itu.


“Ah, aku rasanya ingin datang segera ke London dan memberikan pelukan untuk satu adik kecilku itu..”


Varen berceloteh.


“Aku rasa kita perlu mencari hadiah untuk Ann. Bagaimana Pop?..”


Daddy R sembari cengengesan pada Poppa yang sama sedang cengengesan juga.


“Agree (Setuju )” Sahut Poppa.


Rery geleng-geleng saja.


“Oh iya Rery. Kau tidak perlu mengatakan hal ini pada Papa Boogeyman-mu itu. Nanti Ann manis kami pasti


dimarahi habis-habisan olehnya” Tutur Poppa pada anak bungsu kandungnya itu. Rery sih manggut-manggut saja.


“Ya sudah aku matikan teleponnya yang Bang?”


Rery berucap.


“Okay. Salamku untuk semua yang berada di mansion ... peluk cium untuk wanita-wanita cantik kesayanganku disana. Terutama untuk si setan kecil yang manis itu”


“Jangan lupa untuk menghubungi kami di mansion jika kami sudah berkumpul selepas makan malam nanti..”


“Ya Dad-mu benar. Kami semua rindu pada dua malaikat mungil itu” Timpal Poppa atas ucapan Daddy R.


“Okay ....” Sahut Varen. “Have a good day to all of you then (Semoga hari kalian bertiga menyenangkan)..”


“Have a good day to you too (Ucapan yang sama untukmu)” Sahut Daddy R, Rery dan Poppa.


Sambungan telepon pun terputus.


“Ingat Rery, kau tidak perlu mengatakan apa-apa pada yang lain tentang ini”


Poppa kembali mengingatkan Rery.


“Iyaa Poppaa ..”


“Papa Lucca dan Mama Fabi akan memarahi Ann habis-habisan nanti, dan kami tidak ingin jika hal itu sampai


terjadi..”


“Iya Daadd...”


“Tapi meskipun Ann sudah memberikan pelajaran para perundungnya itu, bujuk dia untuk tetap pergi ke rumah sakit untuk periksa. Bagaimanapun lebam di perutnya itu harus dicek. Aku khawatir jika ada imbas yang serius jika memang itu karena kekerasan fisik ..”


“Iya Dad. Aku akan membujuk Ann untuk periksa”


“Dan kau jangan juga memarahi Ann, Rery!. Ingat apa yang terjadi pada Ann juga sedikit banyak kan salahmu? Awas saja jika kau sampai memarahi Ann”


“Iyaa Poppaa..... Aku mengerti. Haish!...” Rery menyahut dengan memutar bola matanya malas. “Ya sudah ayo. Aku


sudah sangat lapar!”


Rery melenggang duluan keluar dari ruangan tersembunyi yang berada dalam ruang kerja pribadi Poppa itu setelah


mematikan komputer rahasia Poppa yang ia sudah selesai gunakan.


Daddy R dan Poppa pun mengekori Rery untuk keluar dari ruangan tersebut.


“Menurutmu apa Ann melakukan semua itu sendiri?”


“Aku rasa tidak .. Pasti dia mendapatkan bantuan. Namun entah siapa...”


‘Iya, ya? ... Ann selama ini tidak punya teman di sekolah .. Siapa yang membantunya kalau begitu?. Pasti salah


seorang murid di sekolah kami. Tidak mungkin orang luar..’


Rery membatin saat mendengar obrolan Daddy R dan Poppa barusan. Otak Rery sedang berpikir.


‘Apa murid perempuan yang tadi memanggil Ann di kantin?. Tapi kata Ann mereka baru berkenalan di restonya Aunt


Allegra. Masa ia sudah mau membantu Ann begitu saja?’


Rery bertanya-tanya sendiri dalam hatinya


‘Ah! Sudah tidak diragukan lagi. Pasti si Italian Big Brother itu ikut campur tangan!’


Rery mendengus pelan.


‘Sudah kubilang pada Ann jangan terlalu dekat dengan Ricci!.... Ann bisa-bisa jadi Belladonna (Mafia wanita) kalau


terlalu dekat dengan fans fanatik Papa Lucca itu nanti!’


***


🍹 BONUS CHAPTER 23 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 24 ye


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari


Oh iya, sekalian emak mau ucapin Selamat Berpuasa bagi kalian yang menjalankannya. Semoga Barokah dan Diberikan kesehatan selalu untuk kalian. Aamiin.


Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


*⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕⭕**Selamat membaca .....*


****************************


Great Mansion of Adjieran Smith, London, England


Ann baru saja masuk ke kamarnya selepas ia selesai makan siang bersama sang mama kandung serta Gappa dan dua neneknya.


Sementara sisanya sedang melakukan aktifitas di luar Mansion, namun tetap menanyakan pada Ann kondisi si Little


Devil itu melalui chat atau panggilan telepon langsung pada Ann.


Ann bahagia dengan keluarga yang ia punya ini. Meskipun ia bahkan ayahnya tak memiliki hubungan darah dengan


keluarga yang seumur hidup ia kenal dan tinggal bersama didalamnya, Ann diperlakukan layaknya anak kandung dari masing-masing orang tua angkat, serta saling menyayangi dengan para saudara angkatnya.


Terlebih pada Rery. Bagi Ann, Rery adalah Imprint-nya.


Yang orangnya masih ada di sekolah karena sedang ada ekskul menembak.


******


Kata Rery sih begitu pada Ann saat di sekolah tadi.


Tapi sebenarnya ...


Tidak.


Dan untung saja Ann tidak ingat jadwal ekskul Rery.


Dan beruntungnya lagi, saat Rery sepak-sepik menanyakan apakah Ann mau ikut menunggunya selesai ekskul atau tidak, Ann mengatakan ingin pulang duluan.


Jadi Rery tak perlu kerja keras memutar otak untuk membuat Ann mau pulang duluan ke mansion utama.


“Hey Boy!” Suara bariton nan berat dan dalam seorang pria dewasa terdengar menyapa Rery dari balik meja kerjanya.


Saat Rery sudah berada di ambang pintu yang telah dibukakan oleh asisten pribadi pria yang menyapanya dari dalam ruangan yang ia sambangi itu.


“Pop” Rery melangkahkan kakinya ke dalam ruang kerja pribadi pria yang menyapanya barusan, dan kini sudah beranjak dari meja kerjanya untuk mendekat pada Rery.


Rery sedang berada di Perusahaan Utama milik keluarganya yang dikelola Poppa bersama Daddy R.


Ada jadwal ekskul menembak sebenarnya hanya alibi Rery pada Ann. Karena ada hal yang ingin Rery lakukan.


Selidiki, lebih tepatnya.


“Kau tidak bilang akan mampir?...”


Poppa yang sudah berada didekat Rery dan kemudian langsung dicium punggung tangannya oleh Rery itu sontak


bertanya pada anak bungsu kandungnya yang tahu-tahu datang ke Perusahaan tanpa pemberitahuan.


“Iya memang mendadak, karena aku ada perlu”


Rery menjawab pada Poppa-nya itu.


“Denganku?”


“Dengan salah satu gadget rahasia Poppa lebih tepatnya”


Satu alis Poppa nampak naik atas ucapan Rery barusan.


“By the way, kau tidak bersama Ann?....” Tanya Poppa.


Rery menggeleng.


“Kalian tidak bertengkar lagi bukan?”


Rery menggeleng lagi.


“Lalu mengapa Ann tidak bersamamu? ...”


Poppa yang sudah mengajak Rery duduk di sofa dalam ruang pribadinya itupun bertanya lagi.


“Aku menyuruhnya pulang duluan ke mansion ....” Jawab Rery dan Poppa pun manggut-manggut.


“Hemm...... Lalu dengan siapa kau kesini?”


“The Taxi’s driver (Supir Taksi)”


“Ya sudah katakan maksud dan tujuanmu tadi tentang meminjam gadget rahasiaku. Baru setelah itu kita makan


siang bersama”


Rery pun langsung berbicara panjang lebar pada Poppa dengan sedetail-detailnya.


***


“Bukankah Ann sudah mengatakan jika ia terjatuh sampai membentur wastafel kamar mandi sekolah?....”


“Iya memang”


Rery manggut-manggut.


“Tapi aku merasa janggal saja dengan lebam di perut Ann... Memang Poppa tidak  melihat ada yang janggal pada lebam Ann itu? Ada lebam juga di kakinya...”


“Aku tidak sempat melihat lebam di perut Ann, Boy”


“Uncle Owen punya pendapat yang sama denganku. Jika lebam itu dikhawatirkan karena kekerasan fisik” Jelas Rery.


“But Owen didn’t tell me and other parents about that?... (Tapi Owen tidak mengatakan padaku dan yang lain tentang hal itu?) ....”


“Ya baru praduga Pop .... Makanya aku kesini mau menyelidiki CCTV di sekitar kamar mandi sekolah di hari Ann yang katanya jatuh itu ....”


“Heemm ...”


“Makanya juga aku kesini mau pinjam gadget rahasia Poppa... Karena Tab pemberian Abang aku simpan di kamarku dalam mansion”


“....”


“Kalau aku mengerjakannya di mansion, aku tidak akan bisa fokus.....”


Poppa pun manggut-manggut. “Ya sudah, silahkan saja. Kebetulan aku habis menggunakannya ...”


Poppa menunjuk pada satu pintu di pojok ruang kerjanya yang samar dengan sebuah rak buku.


“Jika ingin menggunakan Tab seperti yang kau punya, ambil di brankas. Aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu


sebelum kita pergi makan siang bersama ... Dan katakan jika kau memang menemukan bahwa Ann mendapatkan kekerasan fisik ....”


Poppa berdiri dari duduknya.


“Aku akan membuat perhitungan pada orang tua mereka, jika memang ada murid di sekolah kalian yang berani menindas salah satu putriku! ...”


“Okay, Pop!”


***


“Aneh sekali......”


“Kenapa?....”


Poppa yang mendengar Rery menggumam sembari memandang sebuah Tab yang hanya dimiliki orang-orang tertentu dalam lingkup The Adjieran Smith itu, sontak bertanya pada Rery.


“Sebentar Pop ...”


Rery beranjak dari duduknya.


“Aku pinjam komputer Pop yang didalam”


Rery menunjuk ruangan rahasia dalam ruang kerja pribadi Poppa.


Poppa pun mengangguk saja, lalu kembali dengan kesibukannya.


***


Beberapa saat kemudian


“Benar-benar aneh..”


“Ada apa?....”


Poppa yang sudah selesai dengan pekerjaannya menyambangi Rery di ruang rahasia dalam ruang kerja pribadinya


tersebut.


“Aku heran, aku sudah berhasil meretas semua CCTV yang ada di sekolah.... Tapi aku tidak menemukan Ann yang


pergi ke toilet di hari katanya dia terjatuh itu”


“Coba kau cek lebih teliti lagi.... Mungkin ada yang terlewat. Pelan-pelan saja. Atau mau kau jeda dulu. Siapa tahu otakmu tidak berfungsi dengan baik karena kau lapar .....”


Poppa yang sudah berada disamping Rery sembari merundukkan tubuhnya itu mengacak rambut anak bungsunya tersebut seraya terkekeh kecil.


“Sebentar ....”


Rery nampak masih fokus , dan serius dengan komputer dihadapannya itu.


Dan Poppa membiarkan sembari ikut memperhatikan Rery yang lumayan dapat dikatakan jago juga dalam IT.


“Ini!”


Rery berhenti di salah satu bagan yang terbuka.


“Kenapa? ...” Tanya Poppa.


“Kamera di lorong menuju toilet ini, menyala pada hari itu. Tapi ada rekaman yang hilang dari waktu sebelum


istirahat hingga satu jam setelahnya ...”


Poppa sedikit merundukkan lagi tubuhnya, memperhatikan apa yang Rery tunjukkan padanya.

__ADS_1


“Di beberapa CCTV ini di sekitar jam tersebut juga ada yang hilang Pop, walau hanya beberapa menit saja”


“Bukankah Abang sudah mengajarimu untuk memulihkan rekaman CCTV?. Dia memberikanmu pass code kan? ....”


“Ya itu yang membuatku merasa aneh..... sudah ku gunakan pass code itu. Tapi tetap tidak bisa...”


“Hemm ....”


“Tidak mungkin system Abang broken kan?. Tidak pernah ada cacat setahu aku dari semua program yang pernah Abang buat selama ini bukan?”


Poppa sejenak terdiam. Nampak sedang berpikir seraya memperhatikan layar komputer dihadapannya.


“Aku rasa murid di sekolahku tidak ada yang bisa mendobrak system buatan Abang ...”


Poppa masih terdiam.


“Selain Abang memberitahukan kalian cara memulihkan video yang hilang, apa Abang memberitahukan cara


‘erasing trace’ (menghapus jejak)?”


Sejenak kemudian Poppa bersuara seraya bertanya.


“Iya Abang mengajari itu juga”


“System hacker yang Abang berikan siapa saja yang sudah tahu?”


“Ya aku, Mika sampai Ann ....”


“Yang paham?”


“Aku, Aro dan Ann”


“Aro tidak mungkin berurusan dengan CCTV sekolahmu dan Ann, bukan?.....”


“Ya tidak mungkin lah, Pop!”


“Kau sendiri sedang mencari tahu saat ini kan?”


Rery manggut-manggut.


“Jadi? Satu-satunya orang yang dapat melakukan apa yang Abang sudah ajarkan tentang hacking dan erasing trace selain kau dan Aro ....”


“Ann ....”


Kemudian Poppa dan Rery saling lempar tatap.


“Pass code untuk erasing trace milik Abang hanya bisa ditembus oleh orang yang memiliki kemampuan seperti Abang..”


“.........”


“Jadi lebih baik sekarang kau hubungi Abang ..”


“Iya Pop”


***


Daddy R sudah berada di ruang kerja pribadi Poppa saat ini.


“Kurang ajar sekali gadis-gadis itu”


Kemudian Daddy R dan Poppa sama-sama terdengar geram, saat apa yang Rery permasalahkan berhasil Varen pulihkan.


“Apa sakit di perut Ann berhubungan dengan ini?”


Terdengar suara Varen dari seberang ponsel yang sedang terhubung dan di loud-speaker sambungan telepon dari si Abang tersebut.


“Itu yang sedang aku cari tahu, Bang ..”


“Aku rasa memang ada hubungannya. Kau kan lihat sendiri. gadis yang berdiri di depan nampak terlihat seperti


mendorong dengan keras dan aku yakin dia mendorong Ann. Jadi kemungkinannya ya Ann terdorong dengan keras hingga perutnya kemudian membentur wastafel..”


“Kemungkinan lain mereka melakukan kekerasan fisik didalam pada Ann”


“Poppa benar. Lihat durasi waktu sejak empat orang murid perempuan itu masuk hingga keluar ...”


Daddy R menimpali.


“Aku rasa itu cukup jika ke empatnya merundung Ann didalam ..”


Kemudian Daddy R menunjuk pada layar komputer.


“Lihatlah Ann saat keluar dari toilet itu ...” Ucap Daddy R seraya menunjuk pada layar komputer.


Poppa dan Rery memperhatikan. “Sudah jelas sekali melihat penampilan Ann dan jalannya yang tertatih itu, jika


Ann memang mendapat kekerasan fisik dari mereka”


Poppa bersuara.


“Lihat beberapa potong video yang hilang dari CCTV taman sekolah hingga keluar lobi..”


Poppa kemudian meng-klik beberapa video yang sedang terbuka dalam layar apung yang terpisah.


“Ann tidak kembali ke kelasnya dan langsung menuju ke area penjemputan. Lalu Juan baru pergi ke kelas Ann untuk mengambil tasnya..”


Rery dan Daddy R memperhatikan video yang sedang di-klik Poppa secara bergantian itu. Sementara dari seberang telepon belum terdengar sahutan dari Varen lagi meski panggilan mereka masih terhubung.


“One minute... ( Sebentar )...”


Suara Varen kemudian terdengar.


“Sebentar Pop..” Rery juga ikut bersuara sembari mengambil alih mouse dari tangan Poppa.


Rery yang sedari tadi matanya dengan intens memperhatikan satu video, kemudian mengklik satu video, lalu


menangkap satu gambar dan membesarkannya.


“Kenapa?..”


Poppa dan Daddy R bertanya secara bersamaan karena melihat Rery sedang intens memperhatikan gambar seorang gadis yang sepertinya bertugas untuk mengawasi keadaan di luar toilet.


“Aku rasa aku mengenali gadis ini ..” Jawab Rery kemudian. Sembari matanya masih intens melihat pada gambar yang sudah Rery perjelas itu. “Iya aku mengenali gadis ini”


Rery berkata dengan yakin.


“Kalau begitu katakan .. siapa namanya agar aku bisa mencari tahu siapa orang tuanya dan memberikan


peringatan, pelajaran jika perlu pada orang tuanya”


“Sekaligus empat gadis yang lainnya”


“Hah? Rery?..”


“Aku tidak tahu siapa namanya. Dan dia tidak bersekolah lagi di sekolahku dan Ann sejak hari itu. Sejak beberapa


foto tidak pantasnya muncul di laman akun social media miliknya.. Dari apa yang kudengar, orang tuanya langsung mengeluarkan anak mereka ini dari sekolah setelah kasusnya itu...”


Poppa dan Daddy R sama-sama mengernyitkan dahi sembari menatap Rery.


“Hahaha!..” Suara gelakan Varen kemudian terdengar.


“Kenapa, Bang?..”


“Aku rasa aku paham mengapa si Little Devil itu menghapus semua video dengan programku. Kau cek apa yang baru saja aku kirimkan Rery”


“Iya, Bang ..” Sahut Rery sembari membuka sebuah surel dari Varen dalam komputer rahasia Poppa dalam sebuah ruang tersembunyi di ruang kerja pribadi Poppa itu.


Dan tak lama Rery pun tercengang.


“Ya ampuunn ...” Ekspresi Rery nampak terkejut dan tidak percaya setelah membuka surel yang Varen kirimkan.


Poppa dan Daddy R ikut juga memperhatikan surel dari Varen yang sudah dibuka oleh Rery.


“Paham maksudku kan?..”


“Itu berarti, jika Rery mengatakan kalau anak perempuan ini sudah tidak bersekolah lagi di sekolahnya dan Ann


terkait foto-foto tidak pantas miliknya yang muncul di permukaan dan seperti dia sendiri yang mempostingnya adalah perbuatan Ann? ....”


Poppa bersuara sembari tangannya sibuk pada mouse komputer.


“Seperti yang bisa kalian lihat pada surel yang aku kirimkan...”


Varen menyahut.


“Jadi maksudmu Ann memang sengaja menghapus video hari dimana dia kemungkinan mendapatkan perundungan di toilet sekolah ..”


“Karena setan kecil itu ingin membalasnya sendiri” Varen langsung saja menyambar.


“Oh ya?..”


“Heemm. Tidak sia-sia ternyata ilmu yang aku ajarkan padanya...”


Varen terdengar terkekeh kemudian. Tak lama Poppa dan Daddy R juga terkekeh.


“Membuatku penasaran apa yang akan Ann lakukan pada empat lainnya..” Daddy R bersuara.


Poppa pun manggut-manggut sembari menyunggingkan senyuman geli.


“Lo benar R, gue pun penasaran..”


“Coba kau perhatikan wajah empat gadis lainnya itu Rery, lalu cek laman social media mereka”


Daddy R kembali berucap.


“Tidak ada apa-apa lagi yang Ann lakukan dengan menggunakan programku selain penghapusan video secara permanen dan meng-hack akun social media gadis yang Rery katakan tadi.....”


“Lalu apa kira-kira yang Ann akan lakukan pada ke empatnya?” Ucap Poppa. “Ternyata putri kita yang satu itu cukup tangguh juga R” Sambung Poppa sembari cengengesan. Daddy R pun manggut-manggut seraya cengengesan juga.


“Ya, lo benar Donald Bebek Tua” Sahut Daddy R. “Gue pun sangat penasaran dengan rencana Ann untuk membalas gadis-gadis yang merundungnya itu.. mungkin Ann sedang mengerjakannya sekarang..”


“Aku rasa sudah ..” Rery menyambar dan Poppa berikut Daddy R langsung menoleh padanya. “Tadi saat waktu pulang sekolah ada beberapa orang tua yang datang tergesa ke sekolah” Sambungnya. “Waktu gadis yang foto-foto tidak pantasnya muncul di social media itu pun orang tuanya langsung datang dan membawanya pulang”


Rery merogoh saku seragamnya dibalik outer Almamater sekolah yang dikenakannya. Lalu mengeluarkan ponselnya, dan mengecek sesuatu disana.


***


Selang beberapa menit kemudian


Rery terdengar mend*sah dengan suara yang sedikit berat.


“Sepertinya dugaanku memang benar...”


Rery pun geleng-geleng.


“Aku rasa Ann sudah melakukan sesuatu pada ke empat gadis itu. Dan yah memang sudah sepertinya.. Ini, lihat


saja ...mereka nampak sangat kacau sekali” Rery menyodorkan ponselnya pada Daddy R yang berdiri bersisian dengan Poppa.


“Hahaha ..”


Gelakan kedua Hot Daddies itu pun langsung terdengar saat sudah melihat ponsel Rery.


“Ann yang melakukan ini pada mereka?..”


“Kalau dari kasak-kusuk grup kelasku, katanya ke empat gadis itu berkelahi di dekat toilet tak terpakai di


belakang sekolah.. tapi menurutku ya tidak”


Rery menatap dua ayahnya itu.


“Empat gadis itu memang empat gadis yang sama yang kita lihat di video...”


Rery mendengus.


“Coba kirimkan padaku”


Suara Varen terdengar.


“Kebetulan?.... kurasa tidak”


“Hahahahahaha ....”


Dan suara gelakan panjang dari tiga pria dewasa dimana yang satunya ada dibalik sambungan telepon sontak


terdengar.


“Wow sekali!”


“Patut dibanggakan!”


“Memang The Adjieran Smith sejati”


Tiga pria dewasa itu berucap bersahutan dengan masih tergelak setelahnya.


Sementara Rery geleng-geleng.


“Ann.... Ann .. pantas saja dia terus-terusan memaksa untuk bersekolah hari ini...”


Rery menggumam.


“Dan wajahnya yang aku perhatikan nampak riang sekali sedari pagi, pasti karena rencananya ini..”


“Coba kau cari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ke empat gadis itu”


“Dad R benar..... Coba kau cari tahu tentang itu. Aku cukup penasaran apa yang dilakukan Ann hingga ke empat


gadis ini tampak kacau balau begitu...”


“Sulit untuk tahu detailnya selain bertanya langsung pada Ann..” Tukas Rery. “Di tempat yang dikatakan oleh


teman-temanku di grup adalah tempat yang berada di bagian paling belakang sekolah. Tidak ada CCTV disana, karena dekat dengan hutan dan sumur tua juga danau, serta katanya tempat itu berhantu ..”


Rery pun bercerocos.


“Kalau mau tahu yang mungkin harus dari mulut Ann sendiri. Mengingat tidak mungkin ada saksi juga kalau di tempat itu sih ..”


“Tidak heran sih jika Ann memilih tempat berhantu di sekolah kalian.. Papanya kan raja hantu...”


Celetukan Varen membuat Daddy R dan Poppa tergelak lagi, termasuk si Abang sendiri.


“Tapi serius aku benar-benar salut pada gadis kita satu itu, jika memang dia berhasil memberikan pelajaran pada


mereka yang sudah berani padanya”


“Ya, ya, aku setuju dengan lo R” Timpal Poppa.


“Jika memang benar Ann yang melakukan semua itu pada semua perundungnya..”


“Aku sangat yakin apa yang terjadi pada ke empat gadis itu memang perbuatan Ann..”


Rery langsung menyambar ucapan Abang.


“Ya baguslah jika begitu. Aku rasanya bangga memiliki satu adik yang tahu bagaimana membela dirinya. Bukan


begitu Dads?..”


Daddy R dan Poppa pun mengiyakan ucapan si Abang yang sembari terkekeh itu.


“Ah, aku rasanya ingin datang segera ke London dan memberikan pelukan untuk satu adik kecilku itu..”


Varen berceloteh.


“Aku rasa kita perlu mencari hadiah untuk Ann. Bagaimana Pop?..”


Daddy R sembari cengengesan pada Poppa yang sama sedang cengengesan juga.


“Agree (Setuju )” Sahut Poppa.


Rery geleng-geleng saja.


“Oh iya Rery. Kau tidak perlu mengatakan hal ini pada Papa Boogeyman-mu itu. Nanti Ann manis kami pasti


dimarahi habis-habisan olehnya” Tutur Poppa pada anak bungsu kandungnya itu. Rery sih manggut-manggut saja.


“Ya sudah aku matikan teleponnya yang Bang?”


Rery berucap.


“Okay. Salamku untuk semua yang berada di mansion ... peluk cium untuk wanita-wanita cantik kesayanganku disana. Terutama untuk si setan kecil yang manis itu”


“Jangan lupa untuk menghubungi kami di mansion jika kami sudah berkumpul selepas makan malam nanti..”


“Ya Dad-mu benar. Kami semua rindu pada dua malaikat mungil itu” Timpal Poppa atas ucapan Daddy R.


“Okay ....” Sahut Varen. “Have a good day to all of you then (Semoga hari kalian bertiga menyenangkan)..”


“Have a good day to you too (Ucapan yang sama untukmu)” Sahut Daddy R, Rery dan Poppa.


Sambungan telepon pun terputus.


“Ingat Rery, kau tidak perlu mengatakan apa-apa pada yang lain tentang ini”


Poppa kembali mengingatkan Rery.


“Iyaa Poppaa ..”


“Papa Lucca dan Mama Fabi akan memarahi Ann habis-habisan nanti, dan kami tidak ingin jika hal itu sampai


terjadi..”


“Iya Daadd...”


“Tapi meskipun Ann sudah memberikan pelajaran para perundungnya itu, bujuk dia untuk tetap pergi ke rumah sakit untuk periksa. Bagaimanapun lebam di perutnya itu harus dicek. Aku khawatir jika ada imbas yang serius jika memang itu karena kekerasan fisik ..”


“Iya Dad. Aku akan membujuk Ann untuk periksa”


“Dan kau jangan juga memarahi Ann, Rery!. Ingat apa yang terjadi pada Ann juga sedikit banyak kan salahmu? Awas saja jika kau sampai memarahi Ann”


“Iyaa Poppaa..... Aku mengerti. Haish!...” Rery menyahut dengan memutar bola matanya malas. “Ya sudah ayo. Aku


sudah sangat lapar!”


Rery melenggang duluan keluar dari ruangan tersembunyi yang berada dalam ruang kerja pribadi Poppa itu setelah


mematikan komputer rahasia Poppa yang ia sudah selesai gunakan.


Daddy R dan Poppa pun mengekori Rery untuk keluar dari ruangan tersebut.


“Menurutmu apa Ann melakukan semua itu sendiri?”


“Aku rasa tidak .. Pasti dia mendapatkan bantuan. Namun entah siapa...”


‘Iya, ya? ... Ann selama ini tidak punya teman di sekolah .. Siapa yang membantunya kalau begitu?. Pasti salah


seorang murid di sekolah kami. Tidak mungkin orang luar..’


Rery membatin saat mendengar obrolan Daddy R dan Poppa barusan. Otak Rery sedang berpikir.


‘Apa murid perempuan yang tadi memanggil Ann di kantin?. Tapi kata Ann mereka baru berkenalan di restonya Aunt


Allegra. Masa ia sudah mau membantu Ann begitu saja?’


Rery bertanya-tanya sendiri dalam hatinya


‘Ah! Sudah tidak diragukan lagi. Pasti si Italian Big Brother itu ikut campur tangan!’


Rery mendengus pelan.


‘Sudah kubilang pada Ann jangan terlalu dekat dengan Ricci!.... Ann bisa-bisa jadi Belladonna (Mafia wanita) kalau


terlalu dekat dengan fans fanatik Papa Lucca itu nanti!’


***


🍹 BONUS CHAPTER 23 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 24 ye


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari


Oh iya, sekalian emak mau ucapin Selamat Berpuasa bagi kalian yang menjalankannya. Semoga Barokah dan Diberikan kesehatan selalu untuk kalian. Aamiin.


__ADS_2