THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 101


__ADS_3

♥ HAPPY NEWS!  ♥ Kabar Bahagia!


****************************


Selamat membaca .....


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia


“Lo jangan marah tapi!.” Kini John yang nyeletuk. “Seumur hidup ya kita semua hidup bareng, baru ini gue sama si Jeff benar – benar ingin pegang kepala lo yang licin dan bersinar itu, Ndrew..”


“APA?!.” Andrew membulatkan matanya dan memandang horor pada dua J. “Benar – benar mau mati lo berdua!.”


“Sebentar aja, Ndrew.. Please ..”


“Ga ada! Apa – apaan!.”


“Mereka itu kenapa sih?.”


Michelle yang keheranan itu bertanya pada Jihan dan Prita serta Fania.


Fania masih cengengesan kemudian dia pun berjalan mendekati Andrew yang sedang diapit oleh dua J itu.


“Minggir lo, Kak.” Fania menyuruh Jeff untuk bergeser.


“Ya elah, Jol. Gue lagi membujuk suami lo dulu ini sebentar.”


“Lo mau megang kepala laki gue, kan?.” Sahut Fania pada Jeff dan sibule gila itu mengangguk. “Ya udah minggir


dulu bentar.” Ucapnya lagi.


“D! ... Psstt ..” Fania berbisik pelan ditelinga Andrew.


Andrew menatap Fania sebentar setelah istrinya itu selesai membisikkan sesuatu ditelinganya barusan. “Are you sure? ( Yakin kamu? ).”


Fania mengangguk antusias sambil tersenyum pada Andrew. “Mau taruhan?.”


Andrew nampak berpikir sejenak. “Kalau kamu salah, ga boleh menolak satupun permintaan aku, apapun itu!.” Tantang Andrew.


“Oke! Kalo aku bener, pilih salah satu. Aku boleh ambil job nyanyi lagi atau puasa goyang sebulan.”


“Engga dua – duanya!.” Sahut Andrew cepat.


Fania terkekeh. “Tuh, gitu kan mau menang sendiri.”


“Dua pilihan itu terlalu sulit.”


“Kalian ngomongin apa sih?!.” Celetuk John.


“Udah kasih aja.”


“Awas aja kalau kamu salah, Heart!.” Ancam Andrew pada Fania.


“Iya terserah deh kamu mau apain aku kalo aku salah.”


“Pegang kata – kata kamu ya?.” Ucap Andrew. ‘Mudahan Little F salah, malam ini gue giring ke garasi. Belum pernah kan tuh merasakan sensasi disana.’


Fania mengangguk.


“Ya sudah!. Pokoknya nanti Psstt .. ”


“Benar ya?.”


“Iyaa!! ..”


“Okelah ..”


“Dah tuh, dah dapet ijin!.” Ucap Fania pada dua J. “Silahkan tuh lo berdua kalo mau pegang ape elus – elus itu kepala laki gue.”


“Serius?!.” Dua J nampak girang.


“Ga lebih dari lima detik!.”


“Kita berdua Cuma penasaran doang sama kadar kelicinan kepala lo yang always nampak Shiny ( Bersinar ) ini, Ndrew. Hanya ingin lihat dari dekat sama sentuh aja!.” Celetuk Jeff. Fania, Jihan, Prita dan Dewa serta Michelle cekikikan.


Meski keempat orang selain dari Fania itu masih dalam mode bingung, tapi tetap saja kelakuan dua J membuat mereka tak tahan untuk tak terkekeh. Terlebih lagi saat dua anak kembar beda emak dan bapak itu nampak senang mengelus – elus kepala si Donald Bebek.


“Benar – benar licin total kepala lo, Ndrew! Halus, kalah jalan tol juga halusnya. Pori – pori lo aja sampe ga keliatan juga.” Celetuk John sambil geleng – geleng. Dan tergelak lah lima orang lainnya. Melihat kelakuan dua J plus wajah Andrew yang nampak sebal namun pasrah.


****

__ADS_1


Rona kepuasan nampak jelas diwajah dua J. “Udah puas lo berdua maenin kepala laki gue?.” Celetuk Fania yang memeluk Andrew dari belakang. Cup! Cup!.


Fania mengecupi kepala Andrew yang membuat wajah sebal Andrew menghilang. “Ingat janji kamu loh, Heart!.” Tangan Andrew bergerak ke belakang untuk merangkul Fania.


“Iya Poppaa!!.” Sahut Fania lalu mengecup pipi Andrew karena sedikit gemas. “Ya udah, karena lo berdua udah puas nge-gerepein kepala suami gue ..” Fania melepas rangkulannya pada Andrew lalu berjalan ke arah Jihan dan Prita. “Nih!.”


“Ini kaann..” Ucap Jihan dan Prita bersamaan membuat juga suami dua wanita itu penasaran dan mendekat pada


istri – istri mereka.


“OMG!.” Michelle nampak sumringah sambil menutup mulutnya. “Beneran itu Kak?!!! ..”


Dewa ikutan melihat apa yang disodorkan Fania pada Jihan dan Prita. “Heeemmm.. panteees..”


Fania memainkan alisnya.


Dua J meraih benda yang diberikan Fania yang juga masih berada dalam kemasan dari tangan Jihan dan Prita.


Mata dua J membola dan berbinar. “Iniii.”


“Udah cepetan mending lo berdua tes sana.” Celetuk Fania. “Yakin gue si lagi isi lo berdua. Nah laki lo pada aneh banget kelakuan!.” Tambahnya.


“Seriusan ini Jol?!.” Ucap dua J bersamaan.


“Ya udah cek dah tuh sono!.”


“Come, Sugar!.”


“Ayo, Mama Jihan, apa benar adiknya Nathan sudah ada disini?.”


***


“Gimana?.”


Dua pria bertanya pada istrinya di toilet kamarnya masing – masing saat sudah melakukan pengecekan urine mereka dengan testpack.


“Tunggu beberapa menit lah!.”


Dua wanita itu pun berkata yang sama pada masing – masing suaminya.


“Ya Tuhaaannn ..... semoga benar prediksinya si Kajol!!!!.”


****


“So?!  ( Jadi?! ).”


John yang sudah keluar dari kamarnya bersama Prita langsung menodong Jeff dan Jihan dengan pertanyaan saat


mereka juga keluar dari kamar mereka.


“Adiknya Nathan coming sooonnn!!! ... My Broooo!!!.” Ucap Jeff dengan girangnya.


“Alhamdulillah.”


“Kalian sendiri?.”


“Well ...”


John menggantung ucapannya lalu menoleh sekilas pada Prita.


“Positif juga kan?.” Tanya Jihan dan Jeff ragu – ragu, yang sempat saling tatap sebentar. Lalu memandangi John dan Prita dengan harap – harap cemas.


“POSITIF BANGEEETTTT GUUUUUYSSS!.”


John berkata dengan kencangnya dengan wajah sumringah pada Jeff.


“Hhhh ..... syukurlah.”


“Hahahahaha. Tooooossss ... ga sia – sia kita sering bercocok tanam, Pak Jooooohhhhnnn....”


“Hahahahaha ....”


Jihan dan Prita hanya geleng – geleng saja melihat kelakuan dua pria yang nampak girang itu. Namun mereka berdua tersenyum bahagia juga sambil mengelus perutnya.


*****


Sementara itu di lantai bawah Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith yang berada di Jakarta. “Hahahahaha ....”


Suara tawa Dua J yang keras itu sudah menjawab pertanyaan empat orang yang sedang duduk menunggu kabar.

__ADS_1


“Sepertinya prediksi aku bener tuh, D! ...” Ucap Fania pada Andrew yang kemudian manggut – manggut sembari


tersenyum dan Michelle serta Dewa juga tersenyum lebar. “Kan aku bilang apa?. Bener kan prediksi aku?. Tumben – tumbenan mereka berdua kepengen banget ngelus kepala kamu yang licin dan bersinar ini!.”


“Hahahaha ...”


Michelle dan Dewa spontan tergelak.


“Iya, iya......” Ucap Andrew sembari tersenyum. “Kalau bukan karena calon ponakan yang otomatis akan menjadi


anak – anak aku juga, ga sudi kepala aku di raba – raba sama mereka! ...”


Michelle, Dewa dan Fania tergelak geli pada Andrew yang wajahnya nampak sedikit sebal.


*****


“Selamet ya kalian berdua!... Kompak bener dah!.”


“Congrats My Bro!!!.” Ucap Dewa dan Andrew yang memeluk dua J karena ikut merasa bahagia atas kebahagiaan


dua saudara lelaki mereka itu.


“Yeee ponakan aku tambah lagi!!!!!!.”


“Thanks a lot Bro!. Icheel, Kajoool!.”


Dua J mengucapkan terima kasihnya pada Andrew, Dewa dan Michelle serta Fania.


“Memang jago deh istrinya Andrew kalau soal prediksi! Ga Cuma jago prediksi jalanan kalau dibelakang setir, ya Jol?! ....” Celoteh John. “Thanks ya!!!.”


“Iye!!!!!....... Jagain yang bener itu calon ponakan gue pada – pada!.”


“Siap, Jol!.”


“Ga sangka tiba – tiba kita berdua kangen sama kepala botak lo itu gara – gara Two J’s Junior coming soon ( Dua J Junior akan muncul ).”


“Baguslah! Kalian terselamatkan oleh para calon ponakan gue itu!. Karena kalau engga, gue pastikan tangan kalian berdua itu cacat berani meraba – raba kepala gue yang suci ini!.”


“Hahahahaha!.”


*****


Kabar bahagia kehamilan Prita dan Jihan sudah tersampaikan kepada seluruh keluarga mereka tanpa terkecuali. Calon – calon pewaris kerajaan Adjieran Smith akan hadir lagi. Semakin ramai lah keluarga besar itu nantinya.


“Kita yang mau diperiksa, kenapa mereka yang gugup coba, Kak?.”


Prita berbisik pada Jihan saat keempatnya kini sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa kehamilan mereka.


“Iya memang!. Tapi harap maklum deh ya, untuk John ini pengalaman pertama. Kalau Jeff, meski ini anak kedua kami, tapi saat aku hamil Nathan dia tidak merasakan bagaimana menemani aku periksa kehamilan, Prita. Jadi yah, wajar aja kalau mereka gugup.”


“Iya sih, aku gugup juga sebenarnya, Kak.” Sahut Prita.


“Semoga janin kita berdua sehat – sehat deh ya! ...” Ucap Jihan.


“Aamiin...” Sahut Prita.


*****


“Nyonya Jihan, Tuan Jeff, mari ...” Seorang perawat menghampiri Jihan dan Jeff yang sedang menunggu giliran dipanggil dokter untuk periksa di ruang tunggu VIP rumah sakit tersebut. Meskipun Jihan dan Prita sudah meminta kepada masing – masing suaminya untuk mengikuti prosedur seperti biasa.


Namun yah, tidak ada yang biasa bagi para personel Keluarga Smith. Bahkan dokter kandungan yang seharusnya libur hari ini pun, mau tidak mau terpaksa harus datang ke rumah sakit demi untuk memeriksa dua calon pewaris dari dua pangeran Keluarga Smith.


Karena kalau berani menolak, bisa – bisa musnah sudah izin praktek para dokter kalau membuat mereka tidak senang.


Jihan dan Jeff mengangguk dan kemudian berdiri dari duduknya.


“Kami duluan ya ....”


“Okeee ....”


“Yuk, Sayang.”


Jeff kemudian merangkul pinggang Jihan dengan lembut dan berjalan bersama menuju ruangan dokter.


*****


To be continue....


Segitu dulu yak, Insya Allah hari in akan up lagi.

__ADS_1


Tadinya mau nunggu dua episode sekalian up, tapi berhubung othor ngejar waktu update jadi cicil aja dah yak


__ADS_2