THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 356


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


****************************************************************************


SENSITIVITY


(Kepekaan)


Selamat membaca...


Author’s POV


Tiga hari berlalu ...


Dalam tiga hari ini kondisi Andrea semakin menunjukkan progress yang bagus dan positif, hingga atas permintaan Andrea juga lah perencanaan mengenai acara liburan dengan berpesiar dibicarakan lagi, agar secepatnya direalisasikan saja. Toh rasa-rasanya mereka memang butuh piknik.


Hingga sampai lah kesepakatan kalau acara berpesiar itu akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. Jadilah semua anggota keluarga Adjieran Smith membagi tugas untuk menghubungi setiap keluarga dan kerabat yang akan mereka ajak berpesiar bersama.


Pada akhirnya Uncle Nino dan Uncle Ezra dan keluarganya terus tetap tinggal di Jakarta sampai waktunya mereka berangkat ke negara tetangga untuk menaiki kapal pesiar pribadi milik keluarga Adjieran Smith yang memang berada disana, karena terkadang memang disewakan juga.


Namun memang sudah sebulan ini, kapal pesiar pribadi keluarga Adjieran Smith sedang tidak diperkenankan untuk disewa, karena sedang dilakukan proses pemeliharaan rutin agar kondisi kapal tetap terjaga baik dan amannya.


Author’s POV off


**


“Anandita dan Indra nanti ikut liburan kita engga?”


Dewa perang, Ares, anaknya Dewa Mabuk alias Daddy Dewa itu bertanya pada sang Daddy yang berada di dekatnya berikut Mami Prita dan Papi John juga si kembar.


“Ikut”


Sang Daddy yang sedang menonton acara di televisi itu menjawabnya.


“Kalau Fannan, Gakin, Chandra sama Isao ikut juga?” Tanya Ares lagi.


Daddy Dewa manggut-manggut saja. Anaknya juga ikut manggut-manggut.


“Memang kapal udah selesai dicek ini itunya?” Mami Prita bersuara seraya bertanya.


“Sudah” Papi John yang jawab.


Mami Prita pun manggut-manggut.


“Terus itu tadi aku ga mudeng deh, tiga hari dari sekarang kita langsung ke kapal pesiar atau kita berangkat ke Sin trus holidey dulu gitu disana?”


“Dari sini langsung ke MBCCS”


“Yah, kenapa kita ga ke Sentosa Island dulu gitu barang sehari dua hari liburan disana?”


“Iya tuh aku setuju! ...” Celetuk Varo yang sedang tidur-tiduran di paha sang Mami berbagi dua paha sang Mami dengan papinya yang juga menjadikan paha Mami Prita sebagai bantal saat mereka sedang berleha-leha saat ini.


“Yes! .....” Aisha yang menggunakan paha Daddy Dewa sebagai bantalnya ikutan nyeletuk. “Bener itu! Kita kan bisa main ke US lagi tuh sebelum pesiar!”


“Setujuuuuu!!!!!!” Varo dan Ares sama-sama menimpali ide Aisha.


“Nanti bilang dulu sama Daddy R and Poppa! ..... sama tanya yang lainnya juga, mau atau tidak?......”


“Ya kalian mau anak-anak sih sudah pasti!..... tapi orang tua mereka kan belum tentu bisa jadwalnya?.... Ga semua yang kita ajak kan orang tuanya sesantai para Dads kalian ini?. Mereka punya pekerjaan, punya urusan”


“Iya Piiii!.....”


“Ngomong-ngomong kalian sudah merapihkan buku pelajaran buat besok belum?”


“Belum!”


“Ye, gimana sih? Rapiin dulu sana! ... Ares, Varo, Isha!”


Mami Prita menurunkan titah pada tiga anak yang sedang bersamanya, Papi dan Daddy Dewa itu.


“Yah, libur aja si Mih! Sekalian gitu liburnya. Nanti masuk lagi abis selesai pesiar, gitu?!... Ya? .....”


“Ga ada! Ga ada!”


Mami Prita setengah memekik selepas Varo berbicara.


“Yahh ...” Varo dan Aisha mendesah kecewa.


“Dah sana rapiin buku! Nanti kalian liburan juga bakal ketinggalan pelajaran kan tuh?! Jadi selama tiga hari ini pergunakan waktu sekolah dengan baik!”


“Ah Mamih mah begituuu ...... Kita pinter ini Mih!”


“Udah ah! Cepet bangun ga? Rapiin buku cek PR!”


Mami Prita menyuruh dua anaknya itu agar bangkit dari posisi leyeh-leyeh mereka.


“Iya, iya .....”


“Ga tau apa bayaran sekolah kalian itu mahalnya minta ampun?!” Mami Prita kemudian berdecak.


“Jangan kayak orang susyah Miihhhhh ....”


***


Hari berganti lagi ....


“Samlekom wahai para bidadari surga milik pria-pria tampan nan mempesona di Istana nan megah ini!”


Itu si Tan-Tan yang baru pulang kuliah sekaligus di suruh nengok Perusahaan. Menyapa para Mom dan Via yang sedang asik di ruang santai.


“Termasuk bidadari milik Abang Jo seorang yang menggemaskan!” Sapanya pada sang istri yang cekikikan pada suami recehnya itu.


“Wa’alaikumsalam....” Sahutan dari beragam wanita yang sedang berada di ruang santai sambil nonton tivi dan nyemal-nyemil itu pun terdengar.


“Ucapin salam yang bener woy!” Timpal Momma sembari menoyor kepala Nathan yang baru datang itu dan kemudian langsung duduk disampingnya yang berdekatan dengan Via.


Nathan langsung terkekeh dan menyambar tangan Momma untuk disalim dengan takdzim lalu mengecup pipinya sebelum si Momma merepet tajam mulutnya.


Nathan pun melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Momma, kepada para Mom lain yang memang sedang berkumpul bersama. Menyalim takdzim dan mencium pipi para ibu-ibu hebring itu bergantian.


Termasuk Aunt Eve dan Aunt Seraphine yang juga sedang berkumpul bersama Via dan enam Mom nya itu. “Daddoes pada kemana Moms?” Tanya Nathan sambil celingukan setelah gantian Kevia yang menyalim takdzim dan cipika cipiki padanya. Para Moms kompak menunjuk ke lantai dua.


Nathan pun manggut-manggut sambil spontan melirik ke arah dimana telunjuk para Mom itu mengarah.


“Kamu mau langsung makan, Jo? .....” Kevia bertanya pada Nathan.


“Nanti saja cintaa” Jawab Nathan sembari cengengesan. “Tapi kalau makan kamu, sih boleh aja sekarang”


“Masih soreee”


Paduan suara para Mom kompak terdengar.


Ah, solid banget emang itu emak-emak hebring pada.

__ADS_1


Kompak dalam banyak hal, ampe nyaut aje bisa barengan gitu.


Nathan dan Via spontan saja terkekeh. “Ganti baju dulu sana gih” Ucap Via pada Nathan.


“Oke cintaa” Sahut Nathan.


“Oh iya, ada dimsum. Kamu mau ga?”


Kevia menawarkan suaminya kudapan yang tersedia, saat Nathan hendak beranjak ke lantai dua.


“Iya boleh!...”


“Ya udah, aku siapin dulu” Ucap Via yang kemudian ngeloyor ke dapur.


“Oh iya ngomong-ngomong Rojali sama Juleha mana?”


Nathan yang tidak melihat Drea dan Abang itu sontak bertanya.


“Jangan-jangan lagi asik mendaki gunung mengairi sawah lagi tuh orang berdua sore-sore gini?”


Nathan cengengesan.


“Sirik nih ye?” Celetuk Momma.


“Tuh, aku sama Via dilarang bercocok tanam sore-sore...”


Si Tan-Tan mengeluarkan protes kecil yang tak serius. Para Mom terkekeh.


“Harap maklum, naga kecilnya abang kan ga sudah lama ga bersarang di goa”


Mommy Ara menimpali seraya cekikikan.


“Ho oh, kasihanilah abangmu itu dan naga bocil nya yang mungkin udah di selimutin sarang gonggo!”


Celetukan Mami Prita sukses membuat mereka semua tergelak geli, terkecuali dua nyonya londo yang ora paham apa itu sarang gonggo.


Puas tergelak bersama para Momnya, Nathan barulah bergegas ke kamar pribadinya dan Via untuk berganti pakaian dan bebersih diri. Dan setelahnya, ia kembali bergabung dengan Via dan para Mom di ruang santai.


**


“Bibir tolong dikondisikan bibir!....” Goda Nathan pada Andrea yang datang merungut dan duduk nyempil diantara dirinya dan Via.


“Diam ah!” Andrea mencebik.


“Kenapa sih? ...”


Kevia menoel dagu Andrea yang nampak sedang merajuk itu.


“Ngomong-ngomong Abang mana Ya’?” Tanya Nathan yang tak melihat Andrea muncul sendirian.


“Lagi meeting virtual!”


Andrea menjawab ketus.


“Kenapa sih lo? Kesel banget kayaknya? ....” Nathan bertanya lagi sembari tangannya iseng mengusap wajah Andrea.


Semua orang masih berkumpul di Kediaman.


Hanya, para Dads sedang berbicara dan masih berkumpul di salah satu ruang terbuka di lantai dua. Sedang membahas Perusahaan, Bisnis dan beberapa hal lainnya.


Abang, seperti yang Andrea katakan tadi, sedang melakukan meeting virtual yang berhubungan dengan Perusahaan dan Bisnis. Baik yang menyangkut bisnis keluarga atau pun bisnis pribadi si Abang sendiri.


Para adik, berikut putra-putri Uncle Nino dan Uncle Ezra berkumpul sendiri entah di bagian kediaman yang mana.


Nathan dan Via sedang bersama para Moms beserta dua Aunt mereka, yang masih betah berkumpul bersama di ruang santai sembari menonton acara di sebuah saluran berbayar yang membuat para Mom itu macam-macam ekspresinya.


Dari berdecih, mencibir sampai ngomel-ngomel berjamaah melihat adegan di sebuah drama seri itu.


***


“Kenapa sih lo? Kesel banget kayaknya? ....” Tanya Nathan karena Andrea datang sembari merungut itu.


“Ya habis itu Abang, dari pagi meeting terus ga selesai-selesai! Yang kuliah lah, ngobrol sama dosennya lah! Yang dimintai pendapat sama temennya lah! Terus sekarang meeting tuh! Kerjaan terus yang dipikirkan!” Cerocos Andrea.


“Yah, dimaklumi saja Drea sayang. Kita kan mau liburan panjang, para pria pasti mau menyelesaikan segala urusan biar mereka rasanya tenang saat liburan”


“Iya itu Drea paham Mom Ichel ...Tapi kan paling tidak ada jedanya gitu? Ini...” Sahut Andrea.


“Aaaaa ...” Nathan menjeda cerocosan Andrea dengan menyuapi dimsum ke mulut si cute girl yang sedang merajuk pada abang itu.


“Dori pogi...”


“Telen dulu itu dimsum baru ngomong!”


Andrea kembali diam untuk fokus mengunyah dan menelan dimsum yang tadi disuapi oleh Nathan.


“Ini dari pagi Drea dicuekin, Cuma diajak ngomong kalo mau makan, sholat sama minum obat! Abis itu Drea di kacangin lagi!”


Andrea meneruskan keluhannya soal si Abang.


“Ya maklumin dong Juleha. Kayak yang Mom Ichel bilang tadi ...” Ucap Momma. “Kan selama kamu di RS, terus waktu udah balik kesini tapi kondisi kamu belum stabil, si Abang kan bener-bener ga ngurusin yang laen selain kamu!”


“Iya tapi ga gitu juga kali Mom...” Sahut Andrea. “Sebentar kek gitu manja-manjaan sama Drea! ...” Masih berkeluh kelas. "Ini sih boro-boro! Padahal Drea sudah ber seksi ria tadi, malah lebih memilih melihat laptop lama-lama daripada Drea!


Nathan, Via dan para Mom terkekeh saja.


“Alah! Selama ini juga udah sering manja-manjaan. Cuma sehari doang aja kenape sih? Gatel banget jadi bini”


“Heleh! Momma aja kalau dicuekin Poppa gara-gara kerjaan, apa ga ngambek bertubi-tubi sama Poppa?”


Momma spontan terkekeh.


“Udah, udah. Sabar aja neng Drea...”


Mama Jihan nyeletuk sambil mesam-mesem.


🎵Esok kan masih ada...🎵


Mama Jihan menggoda Andrea sembari mendendangkan sebaris lagu.


“Sebal!” Andrea mencebik, namun kemudian ikut menonton drama seri yang sedang di tonton para Mom-nya itu.


***


“Nonton apa sih? Serius sekali ibu-ibu ini? ...”


Suara Abang membuat mereka yang sedang duduk bersama di ruang santai itu spontan menoleh bareng. Termasuk si Tan-Tan yang juga anteng ikutan nonton, meski sebagai satu-satunya lelaki yang berada didekat para wanita yang baper sama itu drama yang sedang ibu-ibu hebring itu tonton membuat si Tan-Tan jadi bulan-bulanan, dari celetukan sampai cibiran. Andrea ikutan menoleh pada si abang, tapi Drea menoleh malas.


“Ini juga bapak satu betah banget kumpul sama ibu-ibu. Nonton drama lagi!”


“Paling engga Tan-Tan itu perhatian sama istrinya!”


Nah, itu Andrea malah yang menyahut dengan ketus ucapan si abang yang padahal tertuju pada si Tan-Tan.

__ADS_1


“Bela-belain duduk nonton drama sama cewe-cewe gini, asal deket-deket sama istrinya ga sok sibuk sama urusan lain!”


“Uhuk”


“Ehem”


Beberapa suara latar terdengar.


Varen menyunggingkan senyumnya, lalu berjalan mendekati Andrea.


“Kenapa siiih ... Kok ketus gitu bicaranya sama aku?”


Namun Andrea memutar bola matanya malas.


“Kenapa sih? Kok gitu ekspresinya? ...”


Varen lalu menyempilkan dirinya diantara Nathan dan Andrea.


Namun Andrea malah bangkit dari tempatnya. Si Juleha masih nampak sebal keknya.


Membuat Varen kemudian menghela nafasnya. “Drea marah sama Abang?...”


“Abang pikir saja sendiri!”


“Ih kok gitu sih jawabnya?”


“Habis, Abang, sedari pagi cuekin Drea!” Sahut Andrea lagi.


“Siapa yang cuekin kamu Little Staarrr?... Abang ga merasa cuekin kamu. Kan dari tadi juga kamu di kamar kita bicara. Abang tanya kamu jawab ...”


“Iya, tapi Abang ga fokus bicara sama Drea!”


“Kan Abang sambil mengecek beberapa laporan, sayang ...”


“Iya, dan akhirnya Abang cuekin Drea!”


“Oh my God, Little Star ...” Kesah Varen. “Abang ga ada maksud untuk cuekin kamu lah, sayang...”


“.....”


“Abang kan harus mengurus beberapa hal yang sedikit terbengkalai beberapa waktu ini... dan lagi kita mau liburan cukup panjang kan?, jadi Abang paling tidak harus memastikan segalanya stabil supaya saat liburan pun tenang nanti”


“Tadi kan juga udah dibilangin begitu...” Momma menyela.


Varen dan Andrea sejenak melirik.


“Abang kan punya tanggung jawab besar pada keluarga ini Drea, setelah para Dad pensiun nanti Abang yang akan mengemban tanggung jawab itu ...”


“Ya tapi ga juga saat Drea butuh perhatian, tapi Abang terus malah ga menghiraukan Drea” Sambar Andrea.


“Little Star, kapan Abang ga perhatian sama kamu coba??. Jangan begini dong... Abang kan melakukan ini untuk keluarga kita. Sama seperti Nathan juga. Kami ini membantu menjaga kestabilan keluarga ini, Little Star..”


“Iya paham, tapi waktu Drea minta dimanja-manja, Abang malah cuek-cuek aja!”


“Kek lirik lagu ye?”


Mami Prita menggumam.


Aku Ingin Di-manja manja... Tapi Kamu Cuek-Cuek Aja...


Aku Bete Sama Kamu! Aku Sebel Sama Kamu!


Aku Keki Sama Kamu! Aku Bete Bete Bete!


(Selingan)


Yang denger cekikikan.


“Little Star, Abang ini melakukan semuanya tidak hanya untuk keluarga ini loh, untuk kita pribadi kedepannya, untuk kamu terlebih lagi”


“Oke fine, fine! Kamu kerja keras buat kita, buat aku! Fineeee!!!! Thank you”


Ah, sepertinya mereka yang sedang didekat Andrea dan Varen agak-agak mengenali kalimat yang barusan si Juleha bilang.


“Tapi yakin, kalau itu yang paling penting?...”


“Ya yakin dong! Abang ga mau Drea hidup susah! Ga mau...”


“Tapi Abang ngertiin juga dong, kalau Drea ini paling engga jangan dicuekin dari pagi sampai sore begini gara-gara kerjaan”


“.....”


“Drea iri tau ga lihat Via tuh sama Nathan mesra-mesraan terus?. Abang kan akhir-akhir ini selalu ‘menolak’ Drea... alasannya kondisi Drea lah, inilah, itulah! ...”


“Oh my God, Little Star ... memang ...”


“Nih ibu-ibu otw tua aja nih mereka, sudah bulak-balik keramas Drea perhatikan!”


Awokwkwkwkwk ...


“Sementara Drea?... Abang colek Nunu sama Nana aja engga”


Ah, Abang jadi tersyedaq.


“Apalagi Nananina?”


😁😁😁


“Bete tau Bete Drea nih?! Mereka enak tuh segar wajahnya, sawah mereka ga kekeringan!...”


‘Oh Astagaaaaa!! ...’


“Momma aja tuh siang tadi di kurung Poppa di dalam kamar selama berjam-jam. Ngapain coba kalau ga nananina? Sudah tua padahal kan mereka itu...”


‘Demi nafas gue yang sesak kalau berada diantara Nunu dan Nana, sampai begini sih ngambeknya gara-gara belum nananina ...’


“The Moms sama Via aja tuh berapa round nananina dalam sehari mereka coba? Belum lagi deket-deket manjah sok mesra!”


“Little Star ...”


“It’s my dream Mas! It’s my dream!”


😜


***


To be continue...


Road to an End – Menuju akhir cerita


Sebelum ke cerita lainnya


Wkwkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2