
Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye
*********************************************************************
Selamat membaca ..
***********************
“Miss Adrieanne, where are you going? (Nona Adrieanne, kamu mau kemana?)....”
“Restroom (Toilet)”
“Alright then.... (Baiklah)....”
**
Author’s POV
Ann melangkahkan kakinya menuju toilet sekolah. Toilet sekolah pun nampak sepi kala Ann sampai disana.
Ada beberapa toilet dalam sekolah Ann dan Rery itu sebenarnya, ada juga yang letaknya dekat dengan kelas Ann. Tapi Ann yang rasanya sedang malas mengikuti pelajaran sekolah itu, melangkahkan kakinya ke toilet yang berada di belakang sekolah yang letaknya di dekat kantin.
Sengaja, biar lama balik ke kelasnya.
Jadi Ann memilih toilet yang jauh dari kelasnya, plus berjalan dengan super santai. Masa bodoh dengan pelajaran
yang sedang berlangsung, termasuk gurunya.
Ann tidak ingin melakukan sebuah panggilan alam sebenarnya. Dia keluar dari kelas, karena merasa bosan dan juga mengantuk.
Rasa tak bersemangatnya yang sedang menghinggapi sejak dirinya memusuhi Rery lah yang membuat Ann cepat
merasa bosan bila di sekolah.
Ann bukan tak sadar jika dirinya itu begitu keras kepala.
Tapi diluar keras kepalanya, bahkan kadang bersikap seenaknya, Ann tetap sadar akan tanggung jawabnya.
Tahu, betapa para orang tua dalam keluarganya dan Rery ingin anak-anak mereka dapat mendulang sukses sebagaimana para orang tua.
Yah setidaknya memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi era yang semakin maju disetiap waktunya.
Dalam hal ini, diusia Ann, tanggung jawabnya adalah menimba ilmu dengan baik.
Toh Ann juga tidak ingin menjadi perempuan bodoh yang hanya mengandalkan kecantikan serta nama besar dan harta keluarga.
Meskipun Ann sendiri cukup cerdas sebenarnya. Hanya, ya itu, Ann kadang suka seenaknya.
Ann tidak nyaman bersekolah formal sebenarnya. Ia tidak suka berada di luar zona nyaman bersama keluarganya atau para kerabat yang memang sudah akrab selama hidup Ann.
Tapi karena Rery memutuskan untuk pergi ke sekolah formal setelah menyelesaikan Homeschooling kelas junior, jadi Ann mau tidak mau mengikuti Rery untuk pergi ke sekolah formal.
Rery cukup keras kepala juga sebenarnya. Jika sudah menyangkut keinginannya yang serius, Rery memang akan
teguh pendirian.
Jadi Ann akhirnya pergi ke sekolah formal yang setara dengan pendidikan SMA jika di Indonesia. Selama ini Ann
cukup bersemangat dan rajin pergi bersekolah.
Tentu saja alasan terbesar Ann adalah Rery.
Selama ini Ann juga menjadi murid yang tertib, walau tetap sulit untuk berbaur jika bukan karena Rery yang suka
mengajak Ann berinteraksi dengan murid yang lainnya.
Rery memang tak banyak bicara, namun Rery cukup supel dalam bersosialisasi. Jadi dari sejak masuk ke sekolah
formal, Rery mulai mencoba membiasakan Ann dengan kehadiran orang lain di luar zona nyaman Ann.
Ann sulit orangnya. Tapi begitu, dia yang tidak mau membuat Rery kecewa, mencoba untuk menikmati bersekolah
secara formal dan perlahan mulai bersemangat berada di sekolah.
Namun sejak perang dinginnya dengan Rery yang sudah berlangsung selama beberapa hari, Ann sudah
malas-malasan untuk pergi ke sekolah. Semakin introvert jika berada di sekolah, bahkan Ann pernah sampai mengancam gurunya, kala ia sedang kesal-kesalnya.
Untung saja Ann, bagaimanapun keras kepalanya gadis itu dan sering seenaknya, dia masih punya pikiran untuk
tidak menambah kepeningan orang tuanya atas sifat dan kelakuan Ann.
Jadi, biar malas sekali pun, Ann tetap pergi ke sekolah.
Tapi ya itu, sehari masuk, sehari engga. Atau, tergantung bagaimana suasana hati Ann.
Untungnya Ann cerdas, jadi mudah mengejar beberapa pelajaran yang tidak ia ikuti.
Ann tidak pernah khawatir jika guru tiba-tiba memberikan tes mendadak. Karena nilai Ann tidak akan pernah
dibawah rata-rata.
Ann sering membaca diwaktu luangnya jika dia ingin berleha-leha. Baik buku ataupun artikel, baik buku pelajaran atau buku pengetahuan umum.
Segala hal lah pokoknya. Yang ingin Ann tahu, pasti Ann akan cari tahu. Sama, Rery pun begitu.
Tapi kini, seperti yang Rery bilang, Ann itu kan moody-an banget orangnya.
Dan perselisihannya dengan Rery, dimana Ann yang tidak terima karena Ann merasa jika Rery sudah memarahinya dengan keras, membuat suasana hati Ann anjlok.
Ann sayang pada Rery memang, sayang sekali bahkan.
__ADS_1
Tapi jika harus mematahkan prinsipnya sendiri, dalam hal ini Rery mau Ann meminta maaf pada temannya yang
ia serang karena menurut Ann gadis yang diserangnya yang merupakan teman sekelas Rery itu terlalu menempel pada Rery, Ann tidak mau.
Ann memang yang duluan mengobarkan api permusuhan dengan Rery.
Menyesal tak menyesal memang Ann. Tapi bagaimana? Ann emosi sekali saat itu akibat ancaman Rery yang katanya tidak mau berdekatan dengan Ann jika Ann tidak mau meminta maaf pada teman perempuan Rery itu.
Jadi istilahnya, Ann jabanin lah tantangan Rery itu. Mendingan musuhan daripada harus minta maaf pada gadis yang Ann sudah jelas-jelas pernah Ann beri peringatan agar tidak dekat-dekat dengan Rery.
Dan kini, perselisihan dengan aura permusuhan yang dikibarkan Ann pada Rery sudah berlangsung selama berhari-hari. Bagaimana Ann yang tak terima dengan sikap Rery, ya kurang lebih Rery pun sama.
Setelah Ann menjawab ancaman Rery dengan penegasan untuk jauh-jauh dari Ann, Rery tak juga mencoba membujuk Ann seperti selalunya.
Dua remaja yang tadinya sangat dekat ini, sedang berjauhan akibat perang ego.
Author’s POV off
****
Ann sempat berpapasan dengan Rery saat datang ke sekolah.
Tapi tetap, Ann kekeh dengan sikapnya.
Rery pun sama.
Masih tak saling bertegur sapa.
Walau sebenarnya, Ann menahan sekuat tenaga mulut serta kakinya untuk tidak menyapa Rery dan berhambur pada Rery seperti selalunya.
Bahkan Ann juga sekuat tenaga mengontrol matanya untuk tidak sekedar menoleh atau melihat ke arah Rery jika Ann berpapasan dengannya.
**
“Ngantuk sekali, Hooaammm...” Ann menguap panjang. “Pelajaran ekonomi selalu membosankan untukku!...”
Ann bergumam saat dirinya sudah mendekati toilet yang berada di dekat kantin sekolah. Tadinya Ann ingin duduk
di taman sekolah saja atau perpustakaan, tapi berhubung matanya hampir redup, jadi Ann ingin membasuh mukanya.
Namun baru saja Ann membuka pintu toilet tersebut, dimana sepi keadaannya, tubuh Ann terdorong dengan kerasnya dari belakang.
Ann jatuh tersungkur dengan keras ke atas lantai dalam toilet, bahkan kepalanya juga sampai berbenturan dengan
lantai toilet tersebut.
“This is what you get for attacking Maria! (Ini balasanmu karena menyerang Maria!)”
Sebuah suara gadis beraksen British terdengar saat Ann jatuh tersungkur. Berikut suara tawa dari beberapa
gadis lainnya yang entah ada berapa orang juga Ann dengar.
dirinya.
Ann berusaha bangkit, namun perlahan sembari meringis pelan, karena merasakan pusing di kepalanya. Namun....
Buk!
Sebelum Ann bangun dari posisinya, perut Ann ditendang dengan cukup kencang hingga Ann jatuh tersungkur lagi di lantai yang berada di bawahnya.
Ann memegangi perutnya. Lumayan sakit juga yang Ann rasa, namun ia tidak terdengar mengaduh. Ann coba mengatur nafasnya karena tendangan yang sampai di perutnya barusan.
Ann mencoba kembali untuk bangkit sembari melihat siapa yang sedang mengeroyoknya itu, dalam posisinya yang masih merunduk dengan kedua lutut serta satu tangan yang menopang tubuhnya.
Ann murka sebenarnya, makanya ia mencoba sekuat tenaga untuk bangkit meski kepalanya dirasa sangat pusing, dan perutnya terasa sangat nyeri.
Ann bertekad untuk segera membalas, tak perduli jika mereka yang sedang keroyokan merundungnya itu jumlahnya lebih dari satu orang.
Sekaligus Ann benar-benar penasaran dengan mereka yang sepertinya kesemuanya adalah perempuan, karena
wajah para gadis itu tidak terlalu jelas bisa Ann lihat karena matanya sedikit berkunang-kunang.
Tapi sekali lagi Ann gagal bangkit karena punggungnya terhentak lagi kebawah. Ada dua kaki yang menahannya, dan dua tangan yang memegangi kakinya. Lalu dengan cepat ada sesuatu yang jatuh keatas tubuh dan kepala Ann.
Dari apa yang berjatuhan didepan matanya, Ann tahu apa itu. Benda-benda yang ada di tempat sampah aluminium yang berada di toilet, yang meski tidak banyak, tapi ada beberapa benda yang menjijikkan.
‘Sial!’
Ann mengumpat dalam hatinya.
“EAT THAT YOU DISCUSTING GIRL! (RASAKAN ITU DASAR GADIS MENJIJIKKAN!)”
Suara yang sepertinya dari gadis yang sama yang sebelumnya berbicara Ann dengar lagi, namun dengan cepat sekali mereka keluar dari toilet tersebut setelah juga melemparkan tempat sampah aluminium itu ke kaki Ann.
Ann perlahan bangkit saat gadis-gadis yang mengeroyoknya itu meninggalkannya dalam toilet. Namun Ann tak
bisa langsung berdiri, akibat pusing di kepala, serta nyeri di bagian perut dan kakinya.
Ann menyandarkan punggung yang juga sedikit ia rasa nyeri di sekat pintu toilet yang tertutup, sembari mengatur
nafasnya dengan kakinya yang ia luruskan.
‘Just wait for my revenge! (Tunggu saja pembalasanku!)’
***
Ann sudah mengumpulkan tenaganya. Sudah berdiri dan membuka pintu toilet.
Namun Ann tak menyegerakan dirinya untuk keluar.
Ann menyembulkan dulu kepalanya, melihat keadaan sekeliling.
__ADS_1
Siapa tahu para gadis yang merundungnya tadi sedang menunggunya di luar toilet, setidaknya Ann bisa punya
ancang-ancang.
Koridor sepanjang toilet sepi ternyata. Ann pun bergegas keluar dari dalam toilet. Sedikit tertatih Ann berjalan, namun ia mempercepat langkahnya.
Selain pakaian sekolahnya yang cukup berantakan, tapi aroma sampah dari tempat sampah toilet yang disiramkan
ke tubuhnya masih dapat Ann cium tidak sedapnya.
Meski juga, seragam sekolah Ann tidak kotor-kotor amat. Tapi Ann merasa dirinya cukup berantakan, dan akan
merasa sangat malu jika ada yang melihatnya dalam kondisi seperti itu.
‘Seharusnya aku menghabiskan sarapanku tadi sehingga aku tidak mudah rubuh! Hish! Sial sekali!!!..’ Gerutu Ann dalam hatinya. Ia berjalan cepat, sembari juga sedikit-sedikit kepalanya celingukan. ‘Semoga saja Juan menunggu di tempat jemputan dan tidak sedang dipanggil Papa ..’
Ann tidak hendak kembali ke kelasnya mengingat keadaannya sekarang.
Sekalipun tidak akan mendapat tertawaan secara langsung dari teman-teman sekelasnya, setidaknya akan ada
olokan dibelakangnya jika ia kembali ke kelas dengan keadaannya seperti itu.
Ann tidak mau terlihat lemah didepan orang lain.
Jadi Ann menyegerakan langkahnya untuk pergi ke tempat dimana mobil-mobil jemputan para murid berada.
Berharap, jika Juan yang kini menjadi supir plus bodyguard pribadi Ann setelah bermusuhan dengan Rery, ada
disana.
Ann bahkan berjalan melalui taman sekolah, menghindari jika berpapasan dengan murid lain jika melewati koridor
kelas-kelas.
***
Ann menghela lega nafasnya karena mobil yang ia tumpangi sejak bermusuhan dengan Rery ternyata ada di tempat tunggu mobil-mobil yang akan menjemput para murid-murid tajir di sekolahnya.
“Miss Adrieanne?!..”
Juan sedikit terkejut melihat kedatangan Ann yang menyusulnya ke ruang tunggu para supir.
“What happened?! (Apa yang terjadi?)” Tanya Juan lagi, yang menyadari jika sang Nona Muda itu sedikit
berantakan.
“I fell (Aku terjatuh)” Jawab Ann datar.
“Are you okay?!.. (Apa anda baik-baik saja?!) ..”
Ann mengangguk. “I’m okay (Aku baik-baik saja)”
“Come Miss, I’ll take you to the car (Ayo Nona, aku akan membawamu ke mobil) ..”
Ann mengangguk.
***
“Can you get my bag in my class (Bisakah kau mengambilkan tasku di kelasku), Juan?” Pinta Ann saat ia mendaratkan bokongnya di bibir kursi penumpang mobil.
“Sure Miss! (Tentu Nona!)”
Juan menyahut cepat.
“One thing (Satu lagi), Juan...”
“Yes Miss? ...”
“If my teacher asked, tell that I feel a little bit unwell (Jika guruku bertanya, katakan saja aku sedang sedikit
kurang sehat)”
“Yes Miss”
Juan pun pergi menuju ke kelas Ann, setelah sang Nona Muda menganggukkan kepala.
Ann melandaikan dirinya di kursi penumpang belakang yang pintunya sudah ditutup Juan, sementara ia menunggu Juan kembali setelah mengambilkan tasnya.
‘Sial sekali!’
Ann merutuk dalam hati.
‘Berani-beraninya mereka cari gara-gara denganku!’
Ann geram.
‘Lihat saja! Akan ku balas mereka semua!’
Ann bertekad dalam hatinya.
‘Aku akan mengiris leherku sendiri, jika aku tidak bisa menemukan kalian semua dan merasakan ‘pembalasan manis’ dariku atas perbuatan kalian ini’
***
🍹 BONUS CHAPTER 12 🍹
Ditunggu Bon-chap yang ke 13 ye
Jangan lupa tinggalkan jejak
Tararenkyu buat kalian yang masih setia dimari
__ADS_1