THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 78


__ADS_3

 SYUBIDUPPAPPAW ## Bagian 1 ( Satu )


****


Selamat membaca...


****


Tepat seperti dugaan John, malam ini dia menjadi bulan – bulanan bahan ledekan para saudara laki – lakinya.


John tak bisa melakukan apa – apa selain pasrah menerima ledekan dan masa bodoh mendengar tawa menjengkelkan dari para saudara laki – lakinya itu. ‘Kenapalah istri gue terlalu polos untuk cerita ke kakaknya yang suka mengkoleksi aib orang itu?.’


John geleng – geleng.


“John, John. Pastikan malam ini lo sukses menjebol itu gawang Manchester.” Celetuk Dewa sambil masih terkekeh.


John berdecak sambil memandang sebal pada keempat saudaranya itu.


“Puas kalian semua mentertawakan gue, heh?!.”


“Kan sudah gue bilang, nasib lo dan gue itu beda tipis.” Celetuk Jeff.


“Masa bodohlah.”


“Ya sudahlah. Gue ucapkan selamat berjuang untuk kalian berdua malam ini.” Ucap Andrew pada dua J sambil dirinya berdiri.


“D ..”


Andrew dan keempat saudara laki – lakinya menoleh saat mendengar suara Fania yang datang dengan menggendong Andrea.


“Aku sama Andrea duluan kekamar ya. Ini si Andrea udah lengket banget badannya.”


“Princess Poppa, have you done playing?. ( Putri Poppa, sudah selesai bermainnya? ).” Andrew mengambil Andrea dari gendongan Fania. “Aku juga baru saja mau ajak kamu ke kamar.” Ucap Andrew. “Hera mana?.”


“Dia aku suruh istirahat bareng sama Lita. Karena besok mereka akan dipastikan harus kerja keras menjaga Varen, Nathan dan Andrea saat kita semua sibuk dengan acara.”


Andrew mengangguk. “Yeay! Poppa and Momma little princess will sleep together... ( Hore, putri kecil Poppa dan Momma akan tidur bersama ..).”


“Happy fa..mily..” Ucap Andrea. Dan semua orang yang ada didekatnya itu tersenyum gemas.


“Eh iya Jol, acara ke Disneyland jadi ga?.” Tanya John.


“Jadi Kak, kasian ini anak – anak udah ke pending terus.” Jawab Fania.


“Iya benar, jadikan aja, kasihan Nathan sudah bertanya terus.” Sambar Jeff.


“Makanya.” Timpal Fania. “Nah elo Kak John mau ada rencana langsung honeymoon sama si Priwitan?. Kalo kak Jeff sama Jihan kan sekalian honeymoon di California.”


“Ya sama gue juga ikut kalian ke California. Ngapain pisah – pisah.”


“Iya kali lo mau ke tempat yang romantis.” Sahut Fania. “Maldives apa Bora – Bora.”


“Engga ah, gue sama Prita ikut ke California aja.”


“Ya udah, berarti gue pesankan kamar honeymoon seperti Kak Jeff dan Jihan.”


“Terima kasih Kajool yang sering mengesalkan tapi perhatiaann.”


“Tau amatan!.” Sahut Fania lagi. “Udah ya, gue duluan. Ayo D.”

__ADS_1


“Eh sebentar.” John mencekal Andrew dan meraih Andrea dari gendongan Andrew. “Give Daddy John a good night kiss?. ( Berikan ciuman selamat malam untuk Daddy John? ).”


Andrea langsung mengecup salah satu pipi daddy tampannya itu. Dan juga mendapat kecupan bertubi – tubi dari tiga daddy nya yang lain.


Kemudian mereka semua membubarkan diri untuk berisitirahat ke kamar masing – masing.


Dan dua pria yang baru berstatus sebagai suami itu sudah siap untuk menjebol gawang masing – masing dengan rencana yang sudah tersusun rapih dikepala mereka.


**


EHEM – EHEM WARNING!


AREA DEWASA, YANG BELOM DEWASA, HARAP DI SKIP BAGIAN INI, JOMBLO JUGA JANGAN BACA, YANG SUAMINYA RADA JAUH JUGA JANGAN BACA IYE, BERABE KALO PENGEN


WKWKWK


AUTHOR UDEH NGINGETIN LOH YA ..


KALO MUPENG JANGAN SALAHIN EMAK


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jeff sudah berada di kamar pengantinnya dan Jihan. Dipastikan ritual pengantin barunya sudah ia bayangkan akan sukses karena Nathan tidur di kamar yang sama dengan Varen, dan pastinya Nathan akan betah berada di kamar bersama Varen. Toh para krucil itu pastinya akan tidur cepat mengingat mereka puas bermain tadi.


“Sudah tak sabar menunggu aku, hem?”


“Ih, kamu nih, ngagetin aku aja.”


Jeff yang memeluk Jihan tiba – tiba dari belakang saat sang istri seperti hendak berganti baju itu terkekeh, meski Jihan spontan mengepret tangannya. “Gitu aja kaget.” Ucap Jeff. “Deg – deg an ya???.”


“Sok tau!.”


“Kelihatan tuh mukanya. Malu – malu tapi nungguin.” Goda Jeff dan Jihan terkekeh.


“Kamu pikir aku ga mau mandi?.” Ucap Jeff dengan seringai jahil di wajahnya. “Lagipula aku butuh dimandikan.” Jeff memainkan alisnya. Jihan terkekeh lagi sambil melengoskan wajah Jeff ke arah lain.


“Muka kamu m*sum banget ih.” Ucap Jihan dan Jeff terkekeh, tak lama ia menarik pinggang Jihan, dan kini istrinya itu sudah ia posisikan berdiri dihadapannya sementara Jeff bersandar disisi wastafel.


“Aku ga sangka, fase ini datang juga.” Jeff memainkan rambut Jihan dan mengelus wajah istrinya dengan satu tangan. Sementara tangan lainnya masih bertengger di pinggang Jihan. “Sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Jatuh cinta dan menikah.”


“Akupun sama, Jeff.”


Jeff tersenyum. “I love you, Ji.”


“I love you too, Jeff....”


Jeff menangkup wajah Jihan dan mendekatkan wajah istrinya itu dengannya. Menciumi pucuk kepala, mata, pipi dan meraup bibir Jihan yang bisa membuatnya turn on dengan mudah. Jihan meremas pelan kepala Jeff saat bibir suaminya itu sedang mencumbui lehernya dan tangannya sudah berpindah ke kedua bukit kembarnya sambil meremasnya gemas.


Jeff menghentikan cumbuannya. Menatap Jihan lekat – lekat, lalu membuka kaos Jihan serta celana istrinya itu dan menyisakan sepasang kain penutup ditubuh Jihan. Mata Jeff langsung berkabut g*airah melihat pemandangan didepannya saat ini. Ia pun membuka kaosnya sendiri, juga celana pendeknya dan menyisakan satu kain penutup ditubuhnya.


“Come to Daddy....”


Jeff menarik tubuh Jihan hingga menempel dengan tubuhnya. Kembali ******* bibir Jihan yang dibalas dengan tak kalah berg*irahnya oleh Jihan. Jeff mengangkat tubuh Jihan dalam gendongannya\, tanpa melepas p*gutan bibir mereka. Jihan langsung melingkarkan kakinya dipinggang Jeff yang kemudian membawanya ke bilik shower.


Jeff merapatkan tubuh Jihan ke dinding bilik shower dan tangan Jeff merayap di punggung Jihan. Mencari pengait kain penutup atas Jihan, membukanya , lalu membuangnya ke sembarang tempat.


Meski sudah lama sekali tak berhubungan int*m dengan wanita\, namun keahlian Jeff untuk membuka kaitan br* masih jago juga ternyata.


Jeff makin berg*irah saat bagian atas Jihan sudah polos. Ia kembali menempelkan tubuhnya dengan Jihan, mencumbui lagi bibir dan leher Jihan, sambil meremas gemas dua bukit kembar yang sudah terlihat menantang untuk tak hanya dipegang dan diremas.

__ADS_1


Ciuman Jeff semakin turun dari leher dan berhenti disalah satu puncak bukit milik Jihan. Membuat sang istri mendesah tertahan saat Jeff menggigit kecil salah satu aset sensitifnya itu. Tangannya meremas – remas lagi rambut Jeff dan tanpa sadar ia membusungkan tubuhnya.


Jeff sudah merobek kain terakhir penutup ditubuh Jihan. Jihan menjerit pelan saat satu jari terampil milik Jeff sedang menerobos dan bermain pada intinya dibawah sana, tanpa melepaskan permainan bibirnya di dada Jihan, sekaligus membuat banyak tanda kepemilikan disana. Untung saja gaun untuk  resepsi Jihan tidak terbuka disekitar dada. Kalau tidak Jihan pasti sudah bingung untuk menutupinya.


“Jeefff .. stooopphh! Aku..”


Jihan tak meneruskan kalimatnya karena Jeff tiba – tiba berhenti dan memundurkan tubuhnya sambil menyeringai. Nafas Jihan nampak sedikit tersengal tapi juga ada sedikit kecewa karena seperti ada sesuatu yang belum terselesaikan, namun Jeff sudah berhenti.


“Sabar mama Jihan..” Ucap Jeff sambil masih menyeringai memandangi wajah Jihan yang sudah bersemu kemerahan saat ini. “Aku harus melepaskan ini terlebih dahulu untuk membuat kamu berteriak lebih kencang dari tadi.”


Jeff melepaskan satu – satunya kain yang ada ditubuhnya. Toh ia memang sudah amat sangat tidak sabar karena sesuatu yang tadi tertutup kain itu sudah terasa sesak dan sudah tak sabar untuk mencari pasangannya.


Wajah Jihan semakin merona. Pusaka Jeff nampak sudah siap untuk melaksanakan tugasnya. Jeff mendekatkan lagi dirinya pada Jihan.


Menciumi sebentar bibir Jihan sambil meremas lagi salah satu aset sensitif milik Jihan. “You’re mine.. ( Kamu milik aku.. ).”


Jeff menatap Jihan lekat – lekat, satu tangannya mengangkat satu kaki Jihan yang punggungnya menempel didinding bilik shower.


Jeff mulai mendorong perlahan. Sedikit sulit\, karena meski sudah pernah melahirkan\, Jihan merawat aset berharganya dengan sangat baik.  Jihan menggigit bibirnya. Membuat g*irah sang mantan casanova semakin berkobar\, hingga langsung kembali mem*gutnya sambil menghentakkan pinggulnya dan memperdalam penyatuan dirinya dan Jihan.


Jihan menjerit saat Jeff sedikit menghentak dengan keras. “Say my name .. Shh... ( Sebut namaku.. Shh .. ) Jeff sudah menaikkan ritme permainannya dengan lebih cepat, membuat Jihan tak kuasa menahan desahannya.


“Jeefff!!!..”


Rasanya ia sudah mau sampai tapi Jeff tak mau melepaskannya. Suaminya itu malah bergerak makin cepat dan liar.


Jihan terus menjerit dan menyebut nama Jeff. Nafasnya sudah memburu bahkan terasa hampir habis, namun Jeff belum juga berhenti.


“Jeefff!!!..”


Jihan mencapai pelepasannya tanpa Jeff menghentikan aksi liarnya yang kini sudah membuat kedua kaki Jihan sudah berada dipinggang belakangnya dan istrinya itu melingkarkan erat kedua tangannya di leher Jeff yang entah kapan akan berhenti.


Jihan sampai mendongakkan kepalanya karena perbuatan suaminya ini. Ia sudah lelah, namun tak menampik kenikmatan yang sedang diberikan Jeff secara bertubi – tubi ini, membuatnya terbang ke awang – awang. Hingga pada akhirnya Jeff menggeram sambil membenamkan wajahnya diceruk leher Jihan dan menghentakkan dengan keras pinggulnya bersamaan dengan menyemprotnya benih milik Jeff kedalam istrinya itu.


Nafas keduanya tersengal. Jeff sedang tersenyum bahagia dan puas di ceruk leher Jihan tanpa melepaskan miliknya yang masih asik bersemedi di gua Jihan.


“Apa kamu cukup puas dengan service suamimu barusan Nyonya Jeff Alton Smith?.” Goda Jeff pada istrinya yang nampak masih mengatur nafasnya itu.


“Sepertinya anda terlalu bersemangat Tuan Jeff Alton Smith ..”


Jeff terkekeh. “Karena anda terlalu lezat, Nyonya.” Ucapnya. “Sekali rasanya kurang.”


Glek! Jihan meneguk kasar salivanya. Seringai Jeff nampak lagi dan pria itu langsung menggendong tubuh istrinya untuk masuk ke dalam bathtub.


“Tadi aku sudah bekerja keras. Sekarang giliran kamu ..” Jeff berbisik ditelinga Jihan.


“A – ap..”


Belum sempat Jihan meneruskan kata – katanya. Jeff yang sudah duduk dibawahnya dalam bathtub kini, sudah mencengkram pinggangnya dan kembali melakukan penyatuan tanpa permisi.


“Bergerak, Nyonya Jeff.. Aku ingin merasakan goyang jaipong..”


**


Mandi..... mandi ...


**


To be continue.....

__ADS_1


Kalo Syubiduppappaw nya John sama Prita, Kasih tau ga yaaa???


    😃😃


__ADS_2