THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 318


__ADS_3

NOT A NICE THING


(Bukan Sesuatu Yang Baik)


**********************************


Selamat membaca ..


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia..


“Bilang sama Alan dan Clarissa suruh langsung masukin itu Bos kamu ruang operasi! Tunggu saya dateng!


Siapin piso operasi, kalo perlu piso daging! Biar saya yang operasi itu Bos kamu!”


“.....”


“Biar sekalian saya belah itu palanya! Sengklek kali otaknya istrinya sendiri dia bius!”


Klik!


Momma langsung mematikan ponsel setelah puas mengeluarkan ancaman untuk Poppa melalui Omar.


Wajah sebal Momma masih nampak, dan Ibu Peri, Mama Bear serta Mommy Ayank malah makin memperbesar gelakan mereka.


“Ke - sel banget gue!”


Momma masih menggerutu dan mencoba mengatur nafasnya.


“Ya engga – engga aja itu kakak lo Chel! Masa gue dibius?! Apa – apaan?!”


“Andrew hanya mengkhawatirkan keselamatan kamu saja, Sweety. Toh dia bilang sama aku sebelum membawa kamu pulang kesini, untuk sampaikan maaf dia  ke kamu karena sampai harus membius kamu seperti ini”


“Nah itu! Apa coba maksudnya bius gue?! Harusnya gue bisa bantu nyelametin Drea dan Via kan?!” Ucap Momma.


“Justru itu makanya Andrew bius kamu. Takut kondisinya berbahaya, nanti kalau kenapa – napa sama kamu kan


dia pasti kalang kabut, Sweety”


“Iya ini kan soal anak – anak, Kak Ara ..”


“Ka-....”


“Ah iya! Gimana itu? Drea sama Via udah ketemu?!”


“Sudah”


“Beneran?????!...”


“Iya. Mereka sudah ditemukan”


“Alhamdulillah...” Momma mengelus dadanya saat Ibu Peri, Mama Bear dan Mommy Ayank mengangguk bersamaan.


Kelegaan seketika menyeruak di hati Momma.


“Mereka ga ada yang terluka kan?!”


“Hanya luka kecil”


Momma menghela nafas leganya lagi. “Berarti mereka sudah on the way kesini?”


“Mereka semua di Rumah Sakit”


“Eh iya, tadi Omar bilang juga mereka lagi di Rumah Sakitnya Alan dan Clarissa”


“Iya...” Mom Ayank menyahut.


“Katanya ga ada yang terluka parah?. Kenapa pada kumpul di RS?”


“Memang tidak ada yang terluka parah. Tapi Andrea tidak sadarkan diri saat Abang menemukannya”


“Apa?!”


****


Rumah Sakit..


“Apa yang terjadi pada Little Star?! ..”


Daddy R, Daddy Jeff dan Poppa langsung melempar pertanyaan saat mereka sudah masuk ke dalam ruang rawat


inap Andrea.


Ada Varen pastinya yang dengan setia duduk di sisi Andrea yang belum sadarkan diri. Dia sudah berganti pakaian berikut empat anggota keluarganya yang datang bersamanya dari Marina pribadi Dilara.


Papi John, Mami Prita, Daddy Dewa dan Mika ada di dalam dan tiga orang anak buah mereka juga sudah ada yang


berdiri di depan kamar rawat Andrea tersebut. Semua yang berada di dalam ruang rawat langsung berdiri ketika melihat tiga orang yang baru datang itu.


“Pop, Dad”


Varen memeluki tiga Daddynya yang baru datang itu”


“Is she okay?”


“Apa dia terluka?”


“Tidak. Little Star tidak terluka parah. Hanya saja ada lebam di wajah seperti yang kalian lihat. Dan goresan ditangannya saat menyandera Dilara, juga beberapa lebam yang tidak terlalu besar di beberapa bagian tubuh yang lain”


“Lalu, kenapa detak jantungnya dibawah normal?” Tanya Daddy R sambil melirik ke arah monitor jantung disisi brankar Andrea.


“Little Star sudah tidak sadarkan diri saat aku menemukannya .. saat dia hampir dilecehkan”


Tiga Daddy yang baru datang dan sudah mengitari brankar Andrea itupun menggeram pelan bersamaan.


“Keparat!”

__ADS_1


“Jadi Little Star tidak sadar karena dibius?”


“Iya Dad”


“Dengan apa?”


“Mereka menyuntikkan Trivam yang dicampur dengan beberapa macam obat bius lainnya ke tubuh Little Star”


“Itu yang mereka seringnya gunakan sepertinya”


Daddy Jeff menimpali.


“Kandungan yang sama ada di tubuh Dara dan gadis panti yang meregang nyawa itu. Hanya saja jumlah ditubuh


Dara hanya sedikit, kalau pada Gadis yang tewas karena didalam darahnya juga sudah rusak dengan berbagai macam obat – obatan yang disuntikkan pada gadis itu, tubuhnya tidak kuat setelah bercampur dengan Trivam dan sebagainya”


“.........”


“Hasil lab dari Marsha ada sama gue. Sepertinya kita akan menyeret beberapa orang lagi selain tiga tersangka utama”


Mereka yang berada didekat Daddy Jeff manggut – manggut.


“Apa tubuh Little Star sempat kaku?”


“Tidak saat aku menemukannya”


“Kalau begitu dia mungkin akan sadar tidak lama lagi”


“Sepertinya tidak”


Daddy R, Poppa dan Daddy Jeff spontan menoleh pada si Abang.


“Bukan hanya campuran Trivam saja yang disuntikkan pada tubuh Drea, tapi obat bius lain dalam jumlah yang cukup untuk melumpuhkan seekor gajah”


“Jangan bilang kalau mereka menggunakan Carfentanyl pada Little Star”


“Sayangnya begitu Pop...” Varen menghela nafasnya sedikit berat, dan Poppa, Daddy R dan Daddy Jeff


menggeram lagi.


Poppa dan Daddy R yang nampak lebih emosi. Namun mereka tahan emosi mereka, karena berada di Rumah


Sakit saat ini.


“Apa Pop sedang sakit?”


Abang memperhatikan wajah sang Poppa.


“Tidak. Aku baik – baik saja”


“Wajahmu sedikit lesu dan pucat” Ucap Varen lagi.


“Hanya lelah dan khawatir saja” Sahut Poppa. ‘Little Star kini sudah cukup membuatku khawatir, ditambah Momma kalian membuatku semakin khawatir. Haish! Aku tidak terbayang jika disuruh tidur di kamar terpisah olehnya nanti!’


Poppa menghela nafas frustasinya.


Sementara itu Daddy R dan Daddy Jeff hanya mengulum senyum saja melihat si Poppa yang sepertinya sedang


mengingat ucapan Momma di telepon tadi.


*****


Kemudian Poppa, Daddy R dan Daddy Jeff mengambil tempat di sofa dan berbincang, setelah sebelumnya juga


memberikan pelukan pada Via yang sempat berada di situasi yang sama dengan Andrea.


Hanya saja Via beruntung, karena Andrea sudah membantunya untuk kabur terlebih dahulu. Kemudian menanyakan kronologis pada Via berdasarkan dengan apa yang dialaminya. “Than, bawa Via pulang. Biar dia istirahat”


Daddy R yang memintanya. Namun Kevia menolak untuk pulang. “Via mau disini aja, Dad. Kalau pulang juga


rasanya Via ga akan tenang sebelum lihat Drea sadar” Jawab Via tulus.


“Kamu juga butuh istirahat. Disini ada Abang, nanti kami juga bisa bergantian berjaga sampai Drea bangun, Vi” Ucap Poppa.


“Pulanglah Vi. Istirahatlah dulu. Nanti kan bisa kesini lagi”


Sisanya ikut meyakinkan Via.


“Iya Vi, kamu aku antar pulang dulu lebih baik ya?”


“Tapi..”


“It’s okay Via”


“Ya sudah aku pulang dulu kalau begitu”


Via akhirnya menyetujui bujukan mereka yang berada di dekatnya.


Sementara Varen dan Papi John berikut Mami Prita sedang berada di dekat brankar Andrea.


“Kamu juga ikut Kak Via dan Kak Nathan pulang Mika” Ucap Daddy Dewa pada putrinya yang bergelayut manja


dengannya itu.


Mika pun mengangguk patuh.


“Prita”


Mami Prita langsung menoleh dan mendekat kala Poppa memanggilnya.


“Ya Kak Andrew?” Sahut Mami Prita.


“Kamu pulang bersama Via, Nathan dan Mika. Biar kami yang disini”


“Iya Kak”

__ADS_1


“Kalau begitu, kamu pulang dengan Mami dan Mika aja ga apa – apa Vi? Aku akan disini bersama mereka dulu”


Nathan menunjuk para Daddy yang bersamanya, berikut Abang yang sudah bergabung didekat mereka. Meninggalkan Andrea sejenak.


“Lebih baik kau menemani Via dulu Than, pergilah beristirahat dulu. Nanti bisa kita bisa bergantian untuk istirahat”


Daddy Jeff ikut memberi usulan.


“Papa Bear benar. Lo temani Via dulu pulang”


Abang ikut menyampaikan pendapat.


“Poppa dan juga kalian kembali saja ke Kediaman. Aku tak masalah disini sendirian. Kalian tampak lelah. Terutama Poppa, kau tampak lesu sekali Pop. Lebih baik Poppa pulang saja dulu dan beristirahat” Ucap Abang lagi.


Poppa menggeleng.


“Aku lebih baik disini saja dulu”


“Poppa mu merasa disini lebih aman daripada di Kediaman sekarang, Bang”


Daddy Jeff mengulum senyum geli nya sembari melirik Poppa. Membuat mereka yang tak paham sedikit merasa heran.


Daddy R mesam – mesem saja.


“Apa Pop bertengkar dengan Momma?”


“Sudahlah. Aku dan Momma mu tidak sedang bertengkar”


“Lalu kenapa Pop sepertinya enggan pulang?. Momma sudah ada di Kediaman kan?”


“Ya dia ada di Kediaman sekarang” Sahut Poppa dengan malas – malasan. “Sudah jangan terlalu dipikirkan. Kalian


kembali saja ke Kediaman, nanti kan bisa bergantian seperti yang Jeff bilang. Lagipula masalah ini belum selesai. Kita harus mengumpulkan tenaga sedikit setidaknya untuk mengurus para keparat itu”


Abang dan yang lainnya pun manggut – manggut. Pada akhirnya Nathan ikut pulang bersama Via ke Kediaman


beserta Mami Prita dan Mika. Para Dad tetap tinggal dulu di Rumah Sakit untuk berdiskusi bersama Abang tentang apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


***


“Kalian sudah menggulung semua sekutu perempuan nista itu?” Tanya Varen dengan tatapan kebencian yang


nampak di manik matanya terhadap Dilara. Poppa tersenyum miring. Begitupun Daddy R.


“Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu Bang. Bukan hanya para pemain utama. Pemeran pendukung, bahkan mereka yang tidak tercantum dalam daftar pun sudah ku angkut semua!”


“Maksud Pop mereka yang tidak tercantum dalam daftar? Oknum lain darimana sumber obat – obatan terlarang dan obat bius itu berasal?”


“Kalau itu masih kami selidiki pihak – pihak penyedia yang kau sebutkan tadi Bang”


Daddy Jeff menyela.


“Lalu apa yang kau maksud Pop? Yang tidak tercantum dalam daftar”


“Keluarga mereka”


Varen sedikit terkejut.


“Oh ya?” Tanya Varen.


Poppa manggut – manggut.


“Lalu dua pemeran utama yang merupakan sekutunya Dilara? Apa kalian sudah menghabisi mereka berdua?”


“Apa kau pikir aku dan Dad mu sebaik itu, hem?...”


Varen dan Empat Dad lain selain Poppa terkekeh kecil.


"Selain Naga kami kan kucing manis, yang lebih suka bermain - main dengan 'mangsa' kami" Timpal Daddy R. "Untuk orang - orang macam tiga orang itu, rasanya sayang jika harus dihabisi buru - buru"


“Aku dan Dad R mu sudah menunjukkan predikat kami sebagai Naga pada mereka. Kami bumi hanguskan kehidupan mereka bertiga. Sudah tak punya apa – apa lagi mereka disini. Aset diluar kota atau negara ini sedang on the way kami hanguskan juga”


“.......”


“Well, tadinya aku hanya ingin mencari orang – orang dalam keluarga mereka yang siapa tahu ada yang juga ikut terlibat. Lalu memisahkan yang tidak ada sangkut paut apapun. memberikan sedikit belas kasih, sekedar sedekah untuk mereka yang tidak terlibat, yah setidaknya untuk melanjutkan hidup...”


“.......”


“Tapi melihat apa yang terjadi pada Little Star, maka akan ku bumi hanguskan tiga orang itu, termasuk semua


keturunannya. Akan ku jadikan mereka contoh, pada mereka yang mencoba, atau hanya sekedar berpikir untuk mengganggu keluarga kita, terlebih dengan kondisi Little Star yang sampai seperti ini”


“.......”


“Andai pun sebagian dari keluarga tiga keparat itu ku biarkan hidup, mereka akan berdoa untuk segera mati”


“.......”


“Aku, tidak pandang bulu. Nasib mereka yang tidak beruntung menjadi keluarga para keparat itu. Untuk semua hal yang mengganggu keluarga kita, aku tak akan berbelas kasih.. Sekalipun Little Star tidak terluka parah fisiknya, tapi apa yang mereka masukan ke dalam tubuh putriku, punya kemungkinan bisa beresiko macam – macam..”


“.......”


“Dan untuk itu, aku akan memberi ganjaran. Tak perduli apapun, siapapun, rentang usia berapapun, akan kuberikan ganjaran. Jangan memintaku untuk menimbang hukuman dariku antara tua ataupun muda. Karena untuk hal itu, aku sudah mati rasa”


***


To be continue ..


Noted: Maaf ga kesampean mo update dua episode kemaren, berhubung keenakan gibah di kondangan. Wkwkwk


Next Update besok ye. Soalnya emak mo nengokin si Juleha dulu.


Hehehehe


Mo represing dulu sekalian cari inspirasi buat next episode biar cetar gimanee gitu

__ADS_1


Keep smiling and Happy Sunday!


Loph Loph


__ADS_2