
BITTER SWEET - ( Pahit Manis )
Selamat membaca...
♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦
Setelah Daddy Jeff menghubungi Daddy R dan Poppa, lalu menghubungi Gappa dan menceritakan apa yang
sedang dia dan Mama Jihan hadapi terkait Nathan, mereka yang berdomisili di London pun pada akhirnya memutuskan dengan segera untuk datang ke Jakarta.
Hanya Papa Lucca yang juga sudah berdomisili di London sejak beberapa tahun terakhir tidak bisa ikut serta. Dia akan menyusul segera ke Jakarta, jika urusannya di beberapa negara sudah selesai.
Daddy R dan Poppa sebenarnya memang marah pada Nathan. Mereka berdua geram mendengar cerita Daddy Jeff
tentang permasalahan Nathan. Jika Nathan hanya menghamili seorang gadis, rasanya dua naga itu tidak akan geram. Tapi....
Namun Nathan yang seolah ingin lepas tanggung jawab itu sudah membuat mereka kesal. Tambah lagi Nathan
sampai tega membuat gadis yang dihamilinya keguguran, bayi yang masih berupa gumpalan darah itu tega Nathan lenyapkan, makanya Daddy R dan Poppa benar – benar geram.
Tapi tetap saja Nathan mereka sayangi sebagaimana mereka menyayangi putra dan putri kandung mereka. Marah dan kecewa seperti Daddy Jeff dan Mama Jihan juga mereka rasa. Tapi kalau sampai membenci Nathan, rasanya mereka tak sampai hati.
Tapi ya setidaknya, Nathan harus diberi pelajaran walau hanya layangan tamparan. Tapi setidaknya itu sebagai peringatan.
Semata – mata untuk mengingatkan Nathan dan juga semua putra dan putri mereka, agar permasalahan seperti Nathan jangan sampai lagi ada dalam keluarga mereka.
Kesalahan tetaplah kesalahan, menyesal silahkan, harus bahkan. Tapi jangan hanya menyesal tanpa melakukan suatu tindakan. Jadi tamparan yang diberikan Daddy R pada Nathan, adalah untuk mengingatkan.
Perwujudan juga dari rasa sayang dan perhatian mereka pada Nathan, dimana dalam klan keluarga Adjieran Smith memanglah tak ada batasan ikatan.
Semua sama, mau kandung maupun angkat.
Dan saat Daddy R dan Poppa seolah mengadili Nathan, Daddy Jeff, Mama Jihan berikut Nenek Yuna pun membiarkan.
Termasuk saat Daddy R melayangkan tamparan di wajah Nathan, Daddy Jeff pun tak merasa keberatan.
Daddy R adalah seseorang yang Daddy Jeff memang segani, meskipun usia mereka hanya berbeda satu tahun
saja. Tak hanya Daddy Jeff sih, sebagai anak yang ‘dituakan’ dalam keluarga, Daddy R memang disegani oleh semua.
**
“Kalian paham kan sekarang, kenapa kami begitu cerewet soal pergaulan pada kalian?” Ucap Daddy R,
memandangi empat orang anaknya yang berada bersamanya kini.
Selepas makan malam, seperti biasanya semuanya berkumpul. Namun krucil dipisahkan dari para orang tua
mereka, namun Mika diikut sertakan, meski umurnya baru beranjak tiga belas tahun. Semata – mata agar Mika mampu belajar dari permasalahan Nathan, diberikan peringatan agar tidak mencontoh perbuatan Nathan.
Abang, Andrea, Nathan dan Mika pun mengangguk bersamaan. Abang dan Andrea meski mereka lurus – lurus saja
dalam pergaulan tetap memperhatikan ucapan Daddy R dengan seksama. Tak pongah dengan merasa lebih baik daripada Nathan.
Selain itu, permasalahan Nathan bisa Abang dan Andrea jadikan pelajaran jika kelak mereka sudah memiliki anak. Sementara untuk Mika, tentu saja ini sebuah peringatan keras juga.
“Untukmu Mika ....”
Lagi, Daddy R berbicara, menunjuk pada putri pertama Mom Ichel dan Daddy Dewa.
“Apa yang kakakmu lakukan kau camkan dalam ingatan”
“Iya, Dad”
“Berhati – hati kelak saat memilih pasangan. Terlepas dari dia adalah kakakmu, sebagai laki – laki aku rasa dia bukanlah laki – laki yang pantas wanita doakan untuk jadi pasangan” Gantian Poppa yang berbicara.
Menohok ucapan Poppa untuk Nathan. Tapi Nathan tak menampik, toh memang benar apa yang barusan Poppa ucapkan.
“Kau tersinggung jika kau berkata demikian?”
“Tidak Pop”
“Baguslah. Kau tersinggung pun aku tak perduli” Ya begitulah Poppa.
Sisanya, mau ketawa takut dosa.
‘Ngapain dia nanya coba?’ Batin Momma. Sementara orangnya geleng – geleng saja pada si Donald Bebek
kesayangan.
“Jadi, sampai dimana usahamu?” Daddy R bertanya pada Nathan.
“Kalau soal Kevia, dua hari yang lalu aku sudah mencoba menemui dia bersama Abang dan Drea. Diantar Kak Rendy, tapi ditengah perjalanan Via menelpon Kak Rendy dan membatalkan pertemuan dengan kami semua” Nathan menjelaskan. “Kak Rendy sudah menawarkan untuk bicara padaku, tapi Via tak mau”
“Lalu?” Tanya Daddy R lagi.
“Kau lalu menyerah?” Sambar Poppa. “Sengaja pasrah, karena kepengecutan mu itu memang sudah mendarah
daging?”
“Yaa bukan begitu Pop .. habis mau bagaimana?. Via tak mau bertemu, bicara lewat telpon denganku pun tak mau..”
“Ya wajar sih, kalau Oma boleh bicara, jika gadis itu bersikap seperti itu pada kamu Tan. Pastilah dia sakit hati, meski Andrea bilang kalau gadis itu sudah memaafkan kamu. Tapi setidaknya rasa sakit dalam hatinya pada kamu sedikit banyak pasti masih ada”
“Yang jelas dia muak padamu makanya enggan bertemu” Timpal Daddy R.
Nathan pun tersenyum segaris. “Iya, aku sadar itu Dad”
“Aku heran, kau menuruni sifat siapa?. Dad mu yang Casanova saja kurasa takkan segila dirimu, Boy!”
“Karena gue petualang bukan ba**ngan” Timpal Daddy Jeff tanpa saringan memandang sinis pada Nathan.
Nathan hanya bisa menahan saja perasaannya. Tak kuasa menyangkal, karena semua ucapan yang terlontar
memang benar adanya. ‘Telan ajalah Tan’ Batin Nathan.
“Lalu apa rencanamu?”
“Ya, aku ingin bertemu Via. Ingin minta maaf padanya. Meski aku tahu itu percuma, tapi setidaknya aku bisa
merasa sedikit lega, kalau bisa bertemu dan menyampaikan maafku langsung padanya”
__ADS_1
“Lalu setelahnya?”
“Setelahnya apa maksud Poppa?” Nathan balik bertanya pada Poppa.
“Sudahlah pengecut, ba**ngan, ditambah lagi kau begitu bodoh sekarang” Ah Poppa, yang langsung mendapat
kepretan dari Momma. Nyinyir banget mulutnya.
Poppa berdecak kala menoleh pada Momma yang kemudian mendelik padanya.
“Ya memang begitu kenyataannya” Sahut Poppa santai saja. “Aku berkata yang sebenarnya bukan?”
Poppa beralih pada Nathan yang kemudian mengangguk pasrah.
“See?. Dia mengakuinya, Heart. Jadi ucapanku tidak salah” Ucap Poppa pada Momma. Yang orangnya kemudian
mendengus saja.
“Seandainya, kau punya kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan gadis itu. Meminta maaf dan segalanya, apa rencanamu setelahnya?”
Daddy R kembali berbicara.
“Selesai skripsi langsung resepsi?” Nathan menunjukkan giginya.
“Pede Mampus!” Abang dengan celetukan nya.
Sisanya cekikikan saja.
“MIMPI!”
Daddy R menimpali Putra sulungnya.
“Ya namanya juga berharap Dad ..” Nathan melipat bibirnya. Memang iya itu harapan Nathan sekarang. Via mau bertemu dan menerima maafnya. Syukur jika benar yang Andrea bilang kalau Kevia sudah memaafkannya.
Tapi jika memang sudah memaafkan, kenapa Kevia enggan bertemu dengannya?. – Jawabannya belum bisa Nathan dapatkan.
Nathan menundukkan kepalanya.
“Jika memang aku beruntung, Kevia akhirnya berubah pikiran dan mengiyakan untuk bertemu. Aku tidak akan
menyiakan hal itu”
“...”
“Setelahnya, memaafkanku pun atau tidak, itu hak Kevia. Tapi setidaknya aku lega jika aku sudah bisa menemui dan bicara padanya. Lalu aku akan bicara pada Om Mustafa. Tentang aku dan Kevia, tentang apa yang sudah kulakukan pada putrinya”
“Kalau begitu, kenapa tidak kau menemui Mustafa saja terlebih dahulu, sambil menunggu jika memang anak
gadisnya itu sudah mau berbicara denganmu?”
Papi John bersuara.
“Mungkin melaluinya justru kau bisa dapat bantuan untuk bisa mendapatkan kesempatan bertemu dan berbicara dengan anak gadisnya itu?”
Nathan memandang pada Papi John, menimbang ucapan salah satu Dads-nya itu. “Iya juga sih Pi”
“Kalau tidak salah, bukannya Kevia itu bermasalah dengan papanya?”
Mama Jihan bersuara seraya bertanya. Ia ingat Andrea pernah cerita sedikit banyak tentang Kevia.
“Mama Bear benar sih, kalau kata Kak Rendy, sejak tinggal di Jakarta sekarang, Kevia belum juga mau menemui
papanya”
Andrea ikut bersuara.
“Kalau menurut aku sih, lebih baik Tan – Tan fokus dulu deh bisa ketemu sama bicara dengan Kevia”
Andrea menyambung ucapannya.
“Iya, Drea benar itu. Kamu bertemu dan bicara dengan gadis bernama Kevia itu saja belum. Memaafkanmu atau
tidak apalagi, blur. Lalu kamu mau bicara dengan papanya tentang apa yang pernah terjadi dengan kalian, mengakui perbuatan kamu pada gadis itu ke papanya. Bagus sih memang niat kamu, tapi kamu perlu memastikan dulu sama gadis bernama Kevia itu bagaimana perasaannya ke kamu”
Mom Ichel bicara panjang lebar.
“Sudah empat tahun kan Than?. Kalau tujuannya untuk bersikap jantan dengan bicara pada ayah gadis itu tentang perbuatan kamu ke anaknya. Hah, sudah telat itu sih. Memang kamu yakin dia masih punya rasa sama kamu?. Mom rasa sih engga”
Oh iya, Mom Ichel kan juga suka pedas dalam bermain kata. Meski begitu, ucapannya barusan memang masuk logika.
“Jadi pastikan terlebih dahulu, bertemu saja dengan gadis bernama Kevia itu dulu. Lalu tanyakan sekalian, apa dia setuju atau tidak jika kamu, mengakui perbuatan buruk kamu itu pada papanya. Ingat, kamu sudah sangat menyakitinya dimasa lalu, jangan sampai alih – alih mau terlihat jantan yang super telat itu, malah menyinggung
perasaan Kevia kalau kamu bicara pada ayahnya tanpa berdiskusi dulu dengannya”
“Sebaiknya memang seperti itu, Than. Gamma setuju dengan Mom Ichel. Kamu bicara saja dulu pada gadis
bernama Kevia itu. Biarkan dia mengambil keputusan”
Nathan manggut – manggut.
“Ya itu pendapat Gamma, kurang lebih sama dengan Mom Ichel. Yang lain bagaimana?. Mungkin kalian punya
pendapat yang berbeda” Ucap Gamma.
“Nenek juga setuju dengan Gamma kamu”
“Iya lebih baik seperti itu” Sahut Abang yang setuju.
“Drea setuju”
“Kami juga sependapat”
Akhirnya semua mencapai kata sepakat yang membuat Nathan menganggukkan kepalanya. Akan ia ikuti saran
keluarganya itu, untuk lebih dulu menemui Kevia dan bicara selain untuk meminta maaf padanya.
“Jadi sudah paham sekarang tugasmu? Selain kau harus selalu patuh pada kami, selain kau menyelesaikan
kuliahmu dengan baik, tugasmu adalah membuat gadis itu mau menemuimu. Tapi ingat, lakukan secara gentleman”
“Kau dengarkan itu Daddy R mu, dia yang paling lurus kalau dibandingkan kami semua”
“Iya Dad, Pop”
“Dad mu, Papi serta Daddy Dewa tidak bisa jadi panutan kalau urusan wanita. Termasuk aku. Yang meskipun aku bukan petualang seperti mereka, aku pun pernah melewati batasku sebagai seorang pria. Meski itu kulakukan pada Momma mu. Tapi Daddy R kalian itu, bisa kalian jadikan panutan kalau soal wanita. Jadi dengarkan sarannya”
__ADS_1
“Iya Pop” Sahut Nathan.
“Sayangnya gue malas memberikan saran padanya saat ini” Timpal Daddy R.
“Yahh Dad.. jangan begitu dong. Aku kan butuh pencerahan. Jadi tolonglah berikan aku saran, agar Kevia sudi menemuiku. Saran yang gentleman seperti kata Dad”
“Heh!”
Daddy R menyungging sinis.
“Jika kau mengakui kelakuan burukmu dan datang padaku empat tahun lalu. Aku dengan senang hati membantumu. Tapi sekarang, cih! Kau berusaha saja sana sendiri!”
Bukan hanya sunggingan, tapi ucapan Daddy R pun terdengar sinis.
“Dad mu, Papi dan Daddy Dewa mu itu mungkin memang petualang cinta, tapi dulu meski begitu, kurasa mereka
tidak akan segila dirimu jika ada diantara wanita – wanita itu yang kemudian hamil” Ucap Daddy R. “Sorry Ji” Daddy R menoleh pada Mama Jihan.
Mama Jihan menunjukkan senyumnya. “Ga masalah Kak Ren” Ucap Mama Jihan.
“Kasusmu kan?. Mamamu hamil, tapi setelah Dad mu tahu, apa dia lepas tanggung jawab padamu?. Apa dia
menawarkan sejumlah uang pada mamamu agar membawamu jauh dari hidupnya. Tidak bukan?”
Daddy R melanjutkan ceramahnya pada Nathan yang langsung mengangguk mengiyakan.
“Tapi kau, karena ketakutanmu yang tak berdasar..”
“Susah sudah kalau memang pengecut dari sananya”
Poppa menyela.
Momma membekap mulut Poppa seperti biasa, jika mulut si Donald Bebek itu suka usil dengan celetukan nya.
“Kau malah menghilangkan janin yang tak berdosa untuk menutupi dosamu yang lainnya. Aku yakin kau tak sampai berpikir jika obat yang kau berikan pada gadis itu bisa saja membahayakan nyawanya”
Untuk yang kesekian kali Nathan tertohok.
Daddy R benar, kala itu saking paniknya dan tanpa berpikir memberikan Kevia obat untuk menggugurkan
kandungannya, Nathan tak sampai berpikir soal Kevia dan keselamatannya.
“Seharusnya kau pikirkan, efek buruk yang namanya aborsi. Meski kau hanya memberikannya obat, dan
berhasil karena janin dalam rahim gadis itu mungkin masih sangat kecil, tapi harusnya lagi kau pikirkan, bagaimana jika seandainya bukan hanya menggugurkan janin namun malah merusak rahim gadis itu secara keseluruhan?”
Ah ya Tuhan. Nathan merutuki dirinya sendiri lagi.
“Jonathan Alton Smith.. setiap perbuatan akan ada ganjaran. Aku pun menyadari hal itu. Tapi bersikap layaknya seorang pria bertanggung jawab itu utamanya. Kami, are men with our words (para pria yang memegang kata – katanya), kami akan pasang badan untuk suatu pertanggung jawaban meski pun alasan perlindungan kami untuk kalian.”
Daddy R berdiri dari duduknya.
“Tapi untuk permasalahanmu, aku tak mau membantu. Kau pikirkan sendiri, bagaimana cara menyelesaikan
masalahmu dan gadis itu” Ucap Daddy R dengan tegas.
Ya sudah, Nathan pasrah. Selanjutnya ia akan pikirkan cara, bagaimana bisa membuat Kevia sudi bertemu dengannya.
“Poppa mu bahkan sudah menjadi Naga saat dia berani menyentuh Momma – mu. Menikahinya kemudian dalam
kurun waktu seminggu. Sementara kau?!...”
“Telur kutu”
Poppa nyeletuk dengan entengnya.
**
Setelah habis disidang oleh para orang tua, Nathan kembali pada aktifitasnya. Kuliah, yang paling utama di seriusinya. Kadang juga sudah ikut andil dalam urusan Perusahaan. Sambil juga terus berusaha menggali informasi tentang Kevia dari Abang dan Andrea.
Bisa saja kan mereka sebenarnya sudah tahu Kevia tinggal dimana tapi sengaja merahasiakan nya dari dirinya? – Pikir Nathan.
Rendy pun tak luput dari pepetan Nathan. Cuma mau tahu dimana dia bisa menemui Kevia, atau setidaknya,
melihat dari jauh saja, tak apa. Untuk sementara, nanti baru pikirkan cara agar Kevia sudi menemuinya. Yang penting, saat ini, hanya ingin melihat Kevia saja, sudah cukup rasanya.
Lewat seminggu sudah , tapi Nathan belum mendapat angin segar dari Kevia yang belum ia ketahui tinggal dimana, atau bahkan nomor baru ponselnya.
Pahit memang rasanya, ditolak terang – terangan oleh yang tercinta dimana asa tergantung dengan banyaknya. Dimana sesal ingin sekali mendapatkan pengampunan. Tapi niat baik Nathan belum disambut oleh Kevia.
Tak apa, Nathan tetap sabar berusaha. Tekadnya sudah lebih dari bulat untuk bisa bertemu dan meminta maaf pada Kevia. Jika boleh Nathan mau juga meminta kesempatan, untuk menjalin kembali ikatan, dengan Kevia yang sudah pernah ia hancurkan.
Dan saat Nathan menginjakkan kakinya di kediaman, dimana dia datang bersama si Abang selepas dari Perusahaan. Ada mobil yang tak asing dimata Nathan. Mobilnya si dokter jantung sahabatnya Abang.
Entah kenapa ada sedikit bahagia akibat secercah asa dalam hatinya. Kedatangan Rendy mungkin membawa
kabar baik soal Kevia yang mungkin saja sudah bersedia ditemuinya.
Nathan bersemangat mengayunkan langkahnya. Hingga di ruang tamu hampir semuanya nampak berkumpul
sedang mengobrol dengan hangatnya. Dan ya, benar itu mobil Rendy yang Nathan kenali diluar.
Karena siempunya mobil, Nathan lihat sedang duduk bercengkrama dengan keluarganya yang berada di ruang tamu. Salam Nathan ucapkan bersamaan dengan Abang.
Namun sejenak kemudian, ada jantung yang seketika bertalu dengan kencang.
Ada lidah yang kelu, terpaku rindu. Seiring desir yang terasa merambat dalam aliran darahnya, kala mata Nathan menangkap satu sosok disana. Sedang duduk bersama keluarganya, yang kini sedang sama menatapnya.
Oh, itu dia kan?
Satu – satunya gadis yang pernah bersentuh raga dengan Nathan lebih dari sekedar pegangan tangan.
Yang membuat Nathan bergelung dalam penyesalan tanpa akhir berselimut nyeri.
Yang siang dan malam Nathan rindukan. Yang selama kurang lebih empat tahun ini Nathan cari – cari.
Iya, itu dia
Kevia..
**
To be continue....
Ehem, ritual jempol bisa kelles
__ADS_1