THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 84


__ADS_3

 MEREPOTKAN  ##  Bagian 1


****


Selamat membaca ..


****


“Fania!.” Seorang wanita menyambangi Fania saat dia sudah sampai di garage miliknya yang nampak tertutup itu.


“Pam!. Why this garage closed? ( Pam! Kenapa bengkel ditutup? ).” Tanya Fania pada wanita yang memiliki beberapa tato ditubuhnya itu.


“Walker told us to close this garage ( Walker menyuruh kami untuk menutup garasi ini ).”


“Why? ( Kenapa? ).”


“There was issue that we sell black market stuffs here ( Ada berita yang menyebar yang mengatakan kalau kita menjual barang – barang gelap disini ).”


Fania membulatkan matanya.


“WHAT?! ( APA?! ).” Fania berseru. Ia sangat terkejut dengan apa yang dikatakan salah seorang karyawannya. Wanita bernama Pam itu manggut – manggut dan dua orang karyawan di bengkelnya ikut menyambangi Fania, setelah mereka melihat bos mereka datang.


“Fania!.”


“Martin, Patrick!. Where’s the others? ( Mana yang lainnya? ).”


“Their off duty for a while, until this problem all clear ( Mereka diliburkan sementara waktu, sampai masalah ini selesai ).”


“When this issue appear?. Why none told me about this?. Where’s Walker? ( Kapan berita ini tersebar?. Kenapa ga ada yang bilang sama gue soal ini?. Mana Walker? ).”


“Just this morning. We tried to call you a lot of times, but seems that your cellphone is off and Walker said you’re on the way here, so we’ve been waiting for you ( Pagi ini. Kami sudah mencoba menghubungi lo beberapa kali, tapi sepertinya ponsel lo mati dan Walker bilang lo akan datang, jadi kita nunggu lo ).”


“Ah!.” Fania menepak jidatnya. “Ck!. Hape ketinggalan di meja kerjanya D, lagi.”


“What is it? ( Kenapa? ).”


“I forgot my cell phone at Andrew’s office ( Gue lupa ponsel gue ketinggalan di ruangannya Andrew ).”


“Here! You can use mine ( Ini! Pakai punya gue ).”


“Call Walker ( Hubungi Walker ).” Ucap Fania. “Ask him where is he now ( Tanya dia dimana sekarang ).” Sambungnya. “And our stuffs that Walker inform me had been hold by the customs? ( Dan barang – barang kita yang katanya ditahan oleh bea cukai? ).”


“That’s connect with the issue so their hold our stuffs until now ( Itu berhubungan dengan berita yang tersebar jadi mereka menahan barang kita sampai sekarang ).”


“But we have legal papers and we already pay the tax, right? ( Tapi kita punya berkas – berkas resmi dan kita sudah membayar pajaknya, kan? ).”


“That’s the problem Fania, actually ( Itulah masalahnya Fania ).”


“What? ( Apa? ).” Fania bersandar di salah satu mobil.


“Tyana and Levi did not pay the tax. They run with the money, include the money inside garage account. They cleared already. And the worst thing some our stuffs here, are illegal ( Tyana dan Levi tidak membayarkan pajaknya. Mereka kabur dengan membawa uang untuk membayar pajak, termasuk uang yang ada direkening bengkel sudah mereka kosongkan. Dan yang terburuk adalah, beberapa barang yang kita punya disini memang ilegal ).”


Fania menangkup wajahnya dengan kedua tangan.


“How could they do this, after what we have gave to them? .. ( Bagaimana mereka bisa melakukan ini, setelah apa yang sudah kita berikan pada mereka? ... ).”

__ADS_1


“Ya you were right, we gave them everything, even protection but their so greedy! ( Ya lo benar, kita sudah berikan mereka segalanya, bahkan perlindungan tapi mereka sangat serakah! ).” Ucap Pam.


“We need to get them before they’re leave this country ( Kita harus menemukan mereka sebelum mereka meninggalkan negara ini ).” Sahut salah seorang pria dengan tato disepanjang lengannya.


Fania manggut – manggut. “And where’s Walker? ( Dan dimana Walker? ).”


“He’s chasing them. Walker feel guilty to you because he brought that two rascals to you ( Dia sedang mengejar mereka. Walker merasa bersalah pada lo karena dia yang memperkenalkan dua penjahat itu pada lo ).”


“Find out where’s Walker now ( Cari tahu dimana Walker sekarang ).”


Fania berdiri dari duduknya.


“Pam, give me the SSC key ( Siniin kunci SSC ).”


“Right on! ( Segera! ).” Pam mengangguk dan langsung melesat mengambilkan Fania kunci mobil yang ia maksud. “Here ( Ini ).” Pam memberikan Fania kunci mobil setelah wanita itu mendapatkannya.


“Martin, you go with me! ( Martin, lo ikut gue! ).”


Pria  bernama Martin itu mengangguk dan langsung masuk ke mobil yang Fania naiki.


“Pam, you stay here, call Walker and give me the point thru Martin! Patrick, you behind me ( Pam, lo tinggal, hubungi Walker dan beritahu gue titiknya lewat Martin! Roy, lo dibelakang gue ).”


Tiga orang itu pun mengangguk dan Fania langsung melesatkan mobil yang sudah ia duduki sekarang.


“Fuuuuhhhhh, benar – benar merepotkan..” Fania bergumam pelan.


“You don’t tell Andrew? ( Lo ga bilang Andrew? ).”


“Nah, maybe later, if I really unable to handle this ( Engga, mungkin nanti, kalau gue benar – benar ga bisa mengatasi masalah ini ).” Sahut Fania atas pertanyaan Martin. "Beside, he is kinda busy with problem in the company also ( Lagipula dia juga sedang sibuk mengurusi masalah di Perusahaan )."


'Nantilah sekalian bahas semuanya di rumah.'


****


Smith Company, London, England


“Well, we need to test it directly to confirm, I guess ( Aku rasa, kami harus mengetesnya secara langsung dulu agar yakin ).”


Andrew menatap bergantian pada Jill dan dua putrinya yang ia tawarkan pada Andrew dan Reno sebagai penebus hutangnya. Reno pun sama. Hanya Reno menatap dari tempat ia duduk saja, sementara Andrew sudah berdiri dihadapan pria yang kini masih dibiarkan berlutut dihadapannya dan Reno.


Jill menatap dua putrinya bergantian lalu berbicara lagi. “Is it mean that both of you agree to my offer? ( Apa ini berarti kalian berdua menyetujui tawaran saya? ).”


“Cih! Benar – benar tidak tahu malu!.”


Andrew berbicara menggunakan Bahasa Indonesia pada Reno yang tersenyum miring kemudian.


“Kalau dia tahu malu, dia tidak akan menawarkan dua anaknya yang katanya perawan itu.”


“Heh, bahkan mereka tidak sebanding dengan ujung kukunya Little F!.”


“Sir! ( Tuan ! ).” Nino menghampiri Andrew dan berbisik ditelinganya.


“Mereka sudah tiba.”


Andrew menginformasikan kedatangan Ezra dan tamunya yang lain pada Reno.

__ADS_1


“Baguslah! Gue sudah lapar!.” Sahut Reno yang kemudian berdiri. “Jill Silas!.” Orang yang disebut namanya oleh Reno kemudian mendongak. “Sign it! ( Tanda tangani itu! ).”


Reno melemparkan beberapa berkas ke hadapan pria bernama Jill Silas itu.


“We don’t want your daughters!. They’re not enough to pay your debts include the interest to us! ( Kami tidak menginginkan kedua putrimu!. Mereka tidak cukup untuk membayar hutangmu beserta bunganya pada kami ).”


“But .. but ... ( Tapi .. tapi ... )...”


“Sign the company transfer paper and we let you live out from here ( Tanda tangani berkas pemindahan perusahaan itu dan kami akan membiarkanmu hidup saat keluar dari sini ).”


“I refused! ( Saya menolak! ).”


“You have a gut, heh? ( Punya nyali, heh? ).” Andrew menunjukkan senyum smirknya.


“I can sue both of you for a blackmail! ( Saya bisa menuntut kalian berdua atas pemerasan! ).”


“Really? ( Oh ya? ).”


“Also I can put an accusation of abusement you both did to my daughters! ( Aku juga bisa menyertakan tuduhan atas pelecehan kalian pada kedua putriku! ).” Jill kembali memberikan ancaman pada Andrew dan Reno.


“Ya?!.” Sahut Reno. “You can try ( Kau boleh coba ).”


“There will be no charge of abusement if that two women you brought to us, only such whres! ( Tidak akan ada tuntutan pelecehan\, jika dua perempuan yang kau bawa pada kami hanyalah p*lcur! ).”


“YOU WATCH THE WAY YOU TALK ANDREW SMITH! ( JAGA BICARA KAMU ANDREW SMITH! ).”


“Heh!.” Andrew menatap tajam pada Jill. “Virgin huh?. There’s no virgin girl of Madam Felish Pet! ( Perawan heh?. Ga ada cewek perawan kalau dia peliharaan nya Madam Felish! ). Am I right, Miss Red? ( Apa aku benar, Nona Red? ).”


Andrew menyunggingkan senyum mengejek pada salah satu putri Jill Silas yang wajahnya seketika menjadi pucat pasi.


“Want to sue us? ( Mau menuntut kami? ).”


Andrew kembali pada Jill.


“You’re not only have debts to us Jill Silas, and the reason you can’t give the Exist Company to us, is because you already pawned it to Leroy Wellington! As an assurance because you also have debts on him. ( Kau tidak hanya berhutang pada kami, Jill Silas, dan alasan kau tidak bisa memberikan Perusahaan Exist karena kau telah menggadaikan nya pada Leroy Wellington! Sebagai jaminan karena kau juga punya hutang padanya ).”


Andrew menatap tajam


“*That’s a bulls*t! ( Itu omong kosong! ).”


“You know what happen to people who try to play with us, Mister Jill Silas? ( Kau tahu apa yang terjadi pada orang – orang yang berusaha mempermainkan kami, Tuan Jill Silas? ).”


“I’m not afraid to your threat, young man! Don’t you forget, I have Eun Ha! ( Aku tidak takut pada ancaman mu, anak muda! Jangan lupa, aku punya Eun Ha! ).”


Jill Silas berkata dengan pongahnya.


“He will destroy both of you! ( Dia akan menghancurkan kalian berdua! ). He always trust to everything I said, and I will tell him that both of you were tried to mess up with him with all those reasons that I could tell him! ( Dia selalu


percaya semua hal yang aku katakan, dan aku akan bilang padanya jika kalian berdua mencoba mengganggunya dengan semua alasan yang dapat aku berikan padanya! ).”


Jill menyeringai.


“And Leroy Wellington, he is my ally! ( Dan Leroy Wellington, dia sekutu ku! ).”


***

__ADS_1


To be continue..


__ADS_2