THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 198


__ADS_3

♠  MEET  ♠ 


( Bertemu )


Selamat membaca....


Jakarta, Indonesia ...


“A... Ab – bang????...” Andrea  tergugu.


Sungguh ia tak menyangka kalau kini sang Abang ada di Jakarta, bahkan dikamarnya. Sedang berdiri menatapnya dengan pandangan menusuk, namun tak beranjak dari tempatnya berdiri sekarang.


“Tempat wisata alammu begitu mirip dengan kamar pribadimu ya?.”


“Itu...”


“Lebih mirip aroma Perkotaan daripada Pedesaan. Sinyal ponselku juga sangat baik disini.”


“***.*”


“Sekali lagi aku mendengarmu mengumpat, akan aku keluarkan kamu dari sekolahmu yang sekarang.”


‘Ish, apa semua pria di keluarga ini hobi mengancam seperti Poppa?..’


Andrea menggerutu dalam batinnya.


“Ma – maaf .. Abang ..” Andrea menundukkan wajahnya karena Varen sudah mendekat dan kini berdiri dihadapannya. Andrea hanya melihat sepasang kaki jenjang yang terbalut celana jeans namun sudah mengenakan sendal rumah.


“Ganti bajumu, lalu segera turun ke bawah, karena sebentar lagi Poppa dan yang lainnya akan sampai kesini, termasuk Ake dan Ene.”


“I – iya..” Sahut Andrea gugup masih menundukkan wajahnya.


Andrea kemudian memberanikan diri mengangkat wajahnya karena sepasang kaki itu nampak sedang berjalan ke


arah pintu kamar Andrea untuk keluar dari sana.


“A .. bang .. ma – rah?.”


“Lakukan apa yang aku suruh tadi.”


“I – iya .. Abang ..”


Andrea berdiri dan memperhatikan punggung Varen yang menjawab dirinya tanpa lagi membalikkan badan.


‘Dam - ..’


“Aku bisa tahu jika ada umpatan lagi meski hanya didalam hatimu.”


Gluk .....


“Maaf..”


Andrea menggigit bibir bawahnya, lalu Varen berlalu dari kamar Andrea tanpa berucap apa – apa lagi.


Andrea langsung menghela nafas panjang saat Varen sudah keluar dari kamarnya serta juga menutup pintu kamar tersebut dengan rapat.


“Andrea bodoooh .. bohong lo kurang kreatif!.”


Andrea geregetan sendiri, sambil mengusap kasar wajahnya dan mengetuk – ngetuk jidatnya dengan gemas sambil merutuki dirinya.


Merasa bodoh, lupa kalau besok ulang tahunnya, dan acara makan malam dengan keluarganya malam ini sudah


terencana yang di barengi dengan arisan keluarga mereka yang dilaksanakan tiap tiga bulan sekali.


Jadi tidak akan mungkin rasanya Andrea melewatkan hal tersebut, dan kini ia merasa bodoh, karena


seketika ia ingat kalau si Abang itu adalah orang yang teramat detail dan pastinya ia akan merasa aneh jika Andrea memberikannya alasan pergi wisata alam saat jadwal kumpul bersama keluarga sudah terencana.


“Aduuuuuhh ..” Andrea menggerutu lagi, namun ia buru – buru ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyambar baju di lemari lalu segera mengganti pakaiannya dan turun ke bawah, karena tadi Abang Varen bilang, kalau keluarga dari London juga Ake dan Ene dari bekasi akan sampai sebentar lagi.


Andrea sampai buru - buru ganti baju, takut disusulin si Abang lagi.


"Makin dewasa makin menyeramkan sekaligus menyebalkan ih si Abang!." Gerutu Andrea sambil keluar dengan langkah lebar dari Walk in Closet pribadinya.


***


“Ketahuan bohong nih ye, sama Abang.”


“Diam kau gadis cerewet.”


Mika menggoda Andrea saat semua keluarganya sudah berkumpul tanpa terkecuali. Ia menggoda Andrea yang


sepertinya sedang dimusuhi si Abang, karena Andrea nampak diam saja, tak bergelayut manja pada si Abang, padahal biasanya ledek – ledekan dengan Valera.


Namun saat ini Andrea bahkan duduk berjarak dengan Varen dan Mika memperhatikan kalau Andrea sesekali melirik si Abang dengan pandangan antara ragu dan takut.


“Memang enak?. Makanya jangan suka bohong, ketahuan kan?. Bohong sama Abang lagi! Sama saja kalau berurusan dengan Poppa, Hiiii seraaam....”


Mika terkekeh sambil masih berbisik pada Andrea.


Mika sudah membayangkan yang akan terjadi kalau saat Andrea kembali dari rumah temannya, Andrea yang bilang pada Varen kalau dia sedang ada acara wisata alam dari sekolahnya itu ternyata hanya akal – akalan kakak cewenya itu saja. Dan tau – tau Abang Varen muncul di Kediaman Utama tanpa pemberitahuan sebelumnya, pasti akan kalang kabut Kak Andreanya itu.


Padahal Mika sendiri juga tidak menyangka kedatangan Abang Varen yang tiba - tiba. Karena dari apa yang ia dengar, Abang baru akan datang saat Kak Andreanya itu berulang tahun esok hari, eh taunya udah nongol siang – siang sebelum Andrea kembali dari rumah temannya. Dan Mika dengar Abang bilang kalau ia tahu kalau Kak Andrea tidak ada acara wisata alam dari sekolahnya.

__ADS_1


Mika tahu juga kalau akhir – akhir ini Kak Andreanya itu seperti menghindari Abang Varen, tapi tidak tahu detail alasannya. Hanya mengira kalau Kak Andrea itu sedang merajuk pada si Abang karena sekarang si Abang nampak dekat dengan Danita.


“Aku yakin setelah makan malam nanti, Kak Drea pasti dimarahi habis – habisan sama Abang karena ketahuan


berbohong.”


“Diaamm..” Andrea berkata pelan tanpa membuka mulutnya dan mencubit pelan tangan Mika sambil melotot pada


salah satu adiknya itu, namun Mika malah terkekeh.


***


“So, your Sweet Seventeen Birthday Party will be held at Daddy’s R Hotel’s Here?. ( Jadi Pesta Ulang Tahunmu yang ketujuh belas akan diselenggarakan di Hotel milik Daddy’s R yang disini? ).”


Gappa alias Dad Anthony bertanya pada sang cucu yang sedang bergelayut manja padanya.


“I...”


“Sudah kuurus semua soal itu, Gappa.....”


Abang Varen langsung menyambar jawaban yang seharusnya terlontar dari mulut Andrea sebelum gadis itu sempat


menjawab. Gappa manggut – manggut.


“Kamu mau merayakan di London juga?. Kamu kan juga punya teman disana?. Gamma aturkan kalau mau


membuat pesta ulang tahun kamu juga disana, Sayang.”


“Tidak usah Gamma. Temanku lebih banyak disini.” Sahut Andrea pada Gamma nya alias Mom Erna yang duduk


disisinya.


Andrea duduk di ruang santai keluarga disofa panjang dengan diapit Gappa dan Gamma nya.


“Lebih baik uangnya dipergunakan saja untuk Yayasan Sosial Kita. Aku juga sedang menggalang dana untuk membantu para anak jalanan di sini yang tidak bisa melanjutkan sekolah mereka.”


“How noble you are, Sweetheart. ( Betapa mulianya dirimu, Sayang ).”


“All of you who teach me to be fondly to fellow being, right?. ( Kalian semua yang mengajariku untuk kasih pada sesama, kan? ).” Ucap Andrea dengan senyumannya, para anggota keluarganya pun ikut tersenyum mendengarnya. Papa Lucca dan Mama Fabiana serta Adrieanna pun juga ada bersama mereka saat ini.


"Baguslah kalau masih ingat nasihat yang baik. Kira  sudah lupa dan hanya pintar berbohong saja sekarang." Celetuk Varen yang terdengar bak sindiran ditelinga Andrea, dan gadis itu langsung mengerucutkan bibirnya namun sedikit tertunduk.


Sedang tak berani menimpali si Abang saat ini.


“Ya sudah yuk, itu makanan di halaman belakang sudah siap semua. Let’s go .... ( Ayo.... ).”


Daddy Dewa mengajak semua anggota keluarga untuk pergi ke halaman belakang, karena acara makan malam


keluarga yang diselenggarakan malam ini adalah acara santai sambil barbekyuan, dan sekarang semuanya sudah siap.


Sebagian anggota keluarga langsung bangun dari duduk mereka. Para adik terutama yang terlihat sangat antusias jika keluarga mereka mengadakan acara barbekyuan di rumah seperti ini.


Sebagian lagi bangun dan berjalan santai.


“Eh, iya Drea ambil kamera dulu di kamar ya?.”


Andrea hendak beranjak ke kamarnya setelah Papi, Mommy Peri dan Daddy R mengangkat jempol mereka.


“Permisi Tuan, Nyonya, Nona, Tuan Muda ..”


“Ada apa Ni?.”


“Ada Tuan Vladimir dan keluarganya Tuan.”


Seketika semua orang saling tatap. Lalu melirik Andrea.


“Apa kalian mengundang mereka?.” Tanya Oma alias Mama Anye.


“Sebenarnya sah – sah saja jika Kak Vla datang kesini, toh dia bagian dari keluarga ini bukan?.”


“Michelle benar.”


‘Uncle Vla?. Kalau Uncle Vla datang, apa ‘dia’ juga ikut datang. Apa Abang yang menyuruhnya datang?.’


“Good Evening, everyone.... ( Selamat malam, semua.... ).”


“Hey Mister Russian!. ( Halo Tuan Rusia ).”


“Apa kabar kalian?.”


“Seperti yang kau lihat Vla, kami semua sehat.”


John menyahut kala Vladimir sudah menyambanginya serta menyambangi keluarga yang lain yang ia peluk satu –


satu, termasuk Andrea.


“How are you, Baby Girl?. ( Apa kabarmu, Sayang? ).”


“Good and beautiful. ( Baik dan cantik ).” Sahut Andrea yang memeluk balik Vladimir dan menjawab dengan sikap cerianya.


“Gadis yang akan berulang tahun, pastilah akan selalu cantik.”


Uncle Vladimir memuji Andrea yang memang sangat ia sayangi dari sejak ia belum menikah hingga sudah memiliki

__ADS_1


satu anak dari pernikahannya dengan istrinya, Shita.


“Ah, you still remember. ( Ah, Paman masih ingat ).”


“Of course I remember your birthday and everyone here. ( Tentu saja aku akan selalu mengingat ulang tahunmu dan semua orang disini ).”


Vladimir menerima sebuah bingkisan berbungkus indah dari tangan istrinya itu, lalu memberikan bingkisan itu pada Andrea. “Here ..... ( Ini ..... ).”


Andrea menerimanya dengan tersenyum.


“Happy Birthday. ( Selamat Ulang Tahun ).”


“Ulang tahunku masih besok, Uncle.”


Vladimir terkekeh dan istrinya tersenyum. Sementara anak Uncle Vla dan seorang wanita yang tidak ia harapkan kehadirannya belum terlihat.


“Why not inform that you want to come, Vla?. ( Kok ga kasih tahu kalau mau datang, Vla? ).” Tanya Mommy Peri.


“We just arrived this morning. ( Kami baru saja tiba pagi ini ). Memang berencana akan mampir kesini sebentar, sebelum pergi ke Bogor untuk mengunjungi Keluarga Shita. Aku bahkan tidak tahu kalau kalian semua sedang berkumpul disini.”


Vla menjawab pada Ara yang kemudian memegangi hadiah untuk Andrea dari salah satu Uncle nya itu.


“Harusnya siang tadi, kami mampir. Tapi aku bertemu dengan Bryan dan Arman dulu. Mungkin mereka akan mampir besok....”


“Where’s Ana?. ( Mana Ana? ).”


Andrea menyela.


“Ah, she’s fall asleep inside car, Da .. ( Ah, dia tertidur di mobil, Da )..”


“Selamat malam ...” Sebuah suara yang dikenal, terdengar sebelum Uncle Vla melanjutkan kalimatnya.


“Selamat malam....” Sahut mereka yang berada di ruang tengah.


Seorang wanita yang tidak diharapkan Andrea hadir malam ini, ternyata datang juga, dengan menggandeng Ana, putri semata wayangnya Uncle Vla.


“Kebetulan Danita sudah tiga hari ada di Indonesia, dan sebenarnya dia juga yang bilang pada aku dan Vla kalau kalian semua sedang berkumpul malam ini. Jadi Vla memutuskan datang diwaktu sekarang.”


“Apa mereka benar pacaran?. Dan si Abang mengundangnya datang malam ini?.” Daddy R berbisik pada si Poppa


yang berada didekatnya.


“Kau kan Daddy kandungnya bodoh. Mengapa tanya padaku?.” Poppa berbisik balik pada Daddy R. Daddy R pun


berdecak pelan.


“Hai Andrea, kamu ga keberatan kalau aku ikut datang malam ini, bukan?.”


‘Sangat keberatan!.’


Andrea membatin.


“Tentu tidak. Silahkan saja....”


“Alvarend bilang kalau dia akan datang ke sini hari ini, jadi aku ingin sekali ikut datang, karena sudah hampir seminggu tidak bertemu dengannya. Kita biasa menghabiskan waktu bersama soalnya kalau di Massachusetts. Iya kan, Alva?.”


Danita menoleh pada Varen yang sudah masuk dan mendekat pada semua orang yang masih berada di ruang santai dari halaman belakang. Ia menarik sudut bibirnya dan tersenyum manis.


“Jadi seminggu ini terasa ada yang hilang ...”


Varen pun menyunggingkan senyumnya saja.


“Oh.....” Sahut Andrea pelan. “Ya sudah, aku tinggal sebentar mau ambil kamera dulu.”


‘Alamat ini sih.’ Momma membatin.


*****


‘Kenapa Drea?. Bukankah lo sudah mempersiapkan hati lo untuk pemandangan ini?.’


Andrea spontan menghentikan langkahnya saat matanya mendapati pemandangan yang membuat sakit tidak hanya pada matanya, tapi juga hati Andrea.


Varen sedang berdiri berdua terpisah dengan yang lainnya bersama seorang wanita yang seumuran dengan dirinya.


‘Masih cantikkan gue si!.’


Andrea membatin lagi.


‘Tapi Abang lebih suka sama dia, meskipun lo lebih cantik, Miracle Andrea.’


Hati Andrea sedang bercakap sendiri.


Meski sepasang laki – laki dan perempuan itu tak berinteraksi dengan mesra, namun tetap saja ia kesal.


‘Sialan!.’


*****


To be continue...


Scrooooolll ke bawah, emak lagi bae, dua episode langsung meluncur.


HEITTTSSSS....

__ADS_1


Sebelom itu, jempol goyangin dulu, biar kata rada kesel iyaaa kaaaaan


😁😁😁😁😁


__ADS_2