THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
BONUS CHAPTER


__ADS_3

Jempol dikondisikan dulu (ehem) sebelum sekerol kebawah ye


***********************************************************************


Selamat membaca ...


Suatu pagi ..


“Ck! Telat lagi kan gara-gara kamu nih! Udah tau bangun kesiangan, mandi lama banget kek anak perawan!”


Seorang gadis dengan seragam putih abu-abu, mencebik sebal pada seorang laki-laki muda yang duduk santai di sebelahnya dalam sebuah mobil yang sedang melaju dengan seorang supir yang mengemudikan mobil tersebut.


“Siapa suruh nungguin gue?!”


“Nanti kalo aku ga nungguin yang ada di sekolah kamu ngomel-ngomel sama aku! Belom lagi ntar ngambek, ga jadi nemenin aku nyari buku ke Mol!”


“Bagus deh kalo paham!..”


Laki-laki yang seusia dengan Gadis yang sedang mengomel itu menjawab santai saja seenaknya.


“Bagus deh kalo paham .. Wasaiham!”


Gadis itu kembali mencebik seraya menggumam dengan wajah sebalnya, melirik pada laki-laki muda yang berwajah serupa dengannya.


“Lagian panik banget! Eh Isha, kita mau dateng abis istirahat juga siapa yang berani marahin di sekolah?! ..”


“Ye ga boleh gitu Aro! Biarpun keluarga kita itu donatur terbesar sekaligus punya andil besar soal urusan beasiswa, tetep aja kita ini sebagai murid harus taat sama peraturan sekolah!”


Ini Varo dan Alisha. Si kembarnya Papi John dan Mami Prita yang selalunya debat kusir hampir setiap waktu, tapi herannya sering jalan bareng kemana-mana.


“Bomat ah!” Cetus Varo.


“Kalo dibilangin!” Timpal Isha.


**


Si kembar pun sampai di sekolah mereka. Sebuah Sekolah Menengah Atas terfavorit di Ibukota, sekolahnya Kak Nathan dan Kak Drea, berikut Poppa dan Daddy R.


“Cepet Aro!” Isha turun dengan tergesa sementara Aro woles aja.


“Biasa aja kenapa sih, Sha?!” Ujar Aro melihat sang adik yang macam orang kebakaran jenggot.


“Biasa gimana sih?! Kita ini udah telat setengah jam tau ga?!”


“So what..”


“Ish!”


Isha mendesis sinis.


“Ayo Aro!” Isha pun menarik lengan Aro.


“Ya udah sana! Lo kan beda kelas sama gue, Ishaa ..”


“Oh iya, ya. Hehehe ..”


“Oon!” Umpat Varo, sementara Isha cengengesan.


“Ya udah aku duluan deh ah!”


“Gi dah!” Seru Varo.


**


Di sebuah kelas


“Permisi, selamat pagi ..”


Itu Varo, yang sudah mencapai kelasnya, dimana kegiatan belajar mengajar sudah dimulai, dan seorang guru yang juga adalah wali kelasnya Aro, nampak menoleh saat suara Aro terdengar diambang pintu kelas.


“Boleh masuk ga saya nih Bu?..” Tanya Varo yang masih berdiri diambang pintu kelasnya.


“Aro.. ini sudah jam berapa?..” Sahut sang guru.


Aro mengangkat tangan kirinya.


“Jam delapan, Bu ..” Jawab Aro dengan santainya.


“Sudah lewat setengah jam pelajaran saya loh, Aro? ..”


“Iya saya tau. Makanya saya tanya kan ini, boleh masuk apa engga?”


Sang guru nampak berpikir sejenak. “Boleh, tapi tetap nanti Ibu akan kasih kamu hukuman karena terlambat” Ucapnya kemudian.


“Oke Bu ....”


Varo menyahut santai dan langsung ngeloyor menuju bangkunya, dimana sang guru geleng-geleng saja pada salah satu muridnya yang super terkenal di sekolah, selain karena wajah ganteng didukung kecerdasan otaknya, namun juga latar belakang keluarganya yang membuat satu muridnya cukup disegani oleh pihak sekolah.


Pak kepsek sudah mewanti-wanti para guru perihal perlakuan pada Varo dan Isha, meskipun orang tua mereka sendiri sudah meminta agar Varo dan Isha diperlakukan sama dengan para murid lainnya agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial, meski rasanya kalaupun kecemburuan sosial pada Aro dan Isha ada, tidak akan ada murid yang berani mengusik keduanya.


Jadi, guru mapel yang sedang kebagian mengajar dijam pertama dalam kelas Aro mengambil jalan tengah, cari aman aja pokoknya. Mengikuti instruksi kepsek, juga memperlihatkan sisi ‘adil’ nya jika ada siswa atau siswi yang terlambat, apalagi sampai tiga puluh menit macam si Aro itu.


***


Aro spontan menaikkan satu alisnya kala sudah sampai di bangkunya.


‘Siapa nih? Murid baru? ..’ Batin Aro kala ia melihat ada sosok Gadis asing di sebelah bangkunya.

__ADS_1


“Oh iya Aro, itu Desi ..”


“Maaf Ibu, nama saya Dai-sey .. bukan Desi ..”


Aro menatap gadis yang sedang mengkoreksi sang guru yang menurut gadis itu salah menyebutkan namanya.


“Eh iya itu maksud Ibu.. maklum lidah dalem negri, Neng!”


Suara riuh kekehan pun langsung terdengar dalam kelas Aro.


“Cih! Penting banget nyebut namanya bener apa engga ..”


Aro menggumam sekaligus berdecih sinis yang suara gumamannya masih di dengar sang gadis yang langsung menoleh dengan ekspresi datar pada Aro yang sudah mendudukkan dirinya di bangkunya lalu mengikuti mapel yang sedang berlangsung itu.


**


“Arooo!!..” Suara pekikan memecah di kelas Aro saat waktu istirahat telah tiba.


Aro mendengus saja jika suara yang sangat dikenalinya itu sudah melengking berikut dengan sosoknya yang sudah ngeloyor ke kelas Aro.


“Bisa ga? asal dateng lo ga teriak – teriak, Isha?!” Sembur Aro.


“Hehehehe ..”


“Kek orang gunung lo!”


“Wa elah gitu aja sewot” Celetuk Isha.


Aro melirik malas pada kembarannya itu.


“Mau ngapain kesini?!” Ketus Aro yang sudah beranjak dari tempat duduknya itu.


“Eh, baru liat?”


Isha tak menjawab pertanyaan Aro, karena matanya tertuju pada satu Gadis yang bangkunya bersebelahan dengan Aro.


“Anak baru ya dia, Ro? ..” Tanya Isha seraya menoleh pada Aro.


“Tanya aja sendiri!”


Aro menyahut ketus pada Isha. “Ish! Orang nanya juga!” Dimana Isha mendesis sinis pada Aro.


“Ya lo tanya aja langsung sama orangnya! Ngapain tanya sama gue? Orangnya kan ada di depan lo!”


Isha berdecak sembari melirik sinis pada Aro yang masih berdiri di dekatnya.


“Hai, aku Isha..”


Namun kemudian Isha menunjukkan ekspresi ramah seraya mengulurkan tangannya pada gadis yang merupakan siswi pindahan dari luar kota.


“Hai, aku Daisey ..” Gadis itu menyambut uluran tangan Isha dengan sikap yang ramah juga.


“Halah! Lebay! Biasa aja!..”


Aro menyambar dengan sedikit ketus lalu ngeloyor dari hadapan Isha sembari memanggil sekaligus mengajak beberapa teman sekelasnya.


“Ga sopan banget!”


Isha melayangkan protes sembari melirik Aro yang berlalu dari hadapannya.


Lalu Isha kembali menoleh pada gadis bernama Daisey itu seraya tersenyum padanya.


“Sorry ya, Aro emang gitu orangnya! Nyebelin ya?” Ucap Isha.


Gadis bernama Daisey itu hanya menjawab ucapan Isha dengan senyumannya.


“Tapi dia baik kok aslinya, Cuma ya gitu, suka nyinyir mulutnya!.. jangan ditanggepin yah?”


“Biasa aja kok, aku ga peduli juga sih gimana orang memperlakukan aku, yang penting aku kan ga cari – cari masalah juga ..”


“Cakeeeppp ..” Timpal Isha dan Daisey terkekeh kecil.


“Ngomong – ngomong ..”


“Sodara kembar!” Sambar Isha.


Gadis bernama Daisey itu pun langsung manggut – manggut.


“Mau tanya itu kan?”


“Iya..”


“Aro kakak aku itungannya .. beda satu minit je ..”


Daisey dan Isha sama – sama terkekeh kecil kemudian, setelah Isha berseloroh kecil.


“Jom?!”


****


Aro berkali – kali berdecak sembari menatap sinis pada dua orang gadis di hadapannya yang tadi tahu – tahu asal duduk di meja tempat Aro dan kawan – kawan dekatnya biasa berkumpul di kantin sekolah.


“Sha, kenapa kita ga duduk di tempat lain aja?..” Itu Daisey yang berbicara pada Isha.


Menyadari raut ketidak sukaan yang Aro tampakkan dengan terang – terangan padanya dan seorang gadis di sebelahnya yang wajahnya bak pinang dibelah dua dengan Aro, yang sekilas hanya berbeda di rambut aja, terutama padanya, gadis yang barusan berbicara pada gadis yang bersamanya yang adalah Isha itu mengajak Isha untuk pindah tempat duduk.


“Paham ya, gue merasa terganggu? .. baguslah!”

__ADS_1


“Apaan sih Aro!” Ketus Isha pada kakak lelakinya itu.


Kemudian Isha berpaling pada Daisey.


“Penuh Daisey .. udah bener kita disini!” Ujar Isha.


“Iya tapi ..” Daisey hendak berbicara.


“Ga usah dipikirin soal dia nih!” Tapi Isha keburu memotong ucapan Daisey.


Isha menunjuk Aro yang berdecak lagi.


“Termasuk ini nih cowo – cowo tanpa akhlak lainnya..”


Isha juga menggerakkan telunjuknya pada setiap teman Aro yang ada di dekatnya saat ini.


“Enak aja kita dibilang cowok tanpa akhlak ..” Celetuk salah seorang teman Aro.


“Emang iya!”


Isha langsung menyambar.


“Protes?!” Isha mendelikkan matanya pada teman – teman Aro yang kemudian mengangkat tangannya pada Isha.


“Temen lo kan banyak Sha! Ngapain sih setiap istirahat lo selalu gabung di tempat gue?!”


Aro mengeluarkan protesnya setelah menyesap es teh manis miliknya.


“Suka – suka aku lah! Lagian aku kan duduk gabung sama kakak aku! Apa salahnya coba?!” Tukas Isha.


“Ya salah! Karena gue risih!..”


“Bodo! ..”


“Udah gue males kalo setiap istirahat lo gabung disini, macem gue babysitter lo. Sekarang lo malah ajak dia duduk di sini! ..”


Aro ber-cerocos sembari menatap sinis pada gadis bernama Daisey yang diajak Isha untuk jajan bersama saat jam istirahat tiba itu.


“Isha .. pindah aja yuk?..”


Daisey yang merasa tak enak melihat Isha dan Varo yang nampak berdebat karenanya itu kembali mengajak Isha untuk pindah tempat duduk.


“Atau kita makan di kelas aja deh, terserah di kelas kamu atau kelas aku..”


“Santai aja Daisey, lagian masa kita bawa – bawa mangkok mi ayam ke kelas? ..”


“Iya tapi akunya jadi ga enak kalo gini..”


“Sadar diri!..” Aro kembali menyambar dengan kesinisannya.


“Ish!”


Isha mengepret tangan Aro yang menatap Daisey dengan sinis itu.


“Sambelin nih ya mulutnya!”


“Ck!”


“Dah makan yok Dai, cuekin aja itu dia! Anggep aja ga ada!”


Isha tersenyum pada Daisey, menyuruhnya untuk memakan mie ayam yang barusan diantar ke hadapan mereka, lalu mendelik pada Aro yang lagi – lagi berdecak, berikut wajahnya yang nampak kesal.


Karena bagaimanapun menyebalkannya Isha, Varo tidak akan berlaku lebih dari sekedar berbicara ketus pada Isha yang memang cukup keras kepala jika menghadapi kakaknya yang suka nyinyir itu.


“Makan Aro! Abisin itu makanan kamu! Mubazir!” Ujar Isha kala Varo nampak akan beranjak dari tempatnya.


“Malas! Udah ga selera!” Ketus Aro yang sudah berdiri dan hendak pergi dari hadapan Isha.


“Duduk, atau aku aduin ke Papi, Mami, atau Abang, yah, kalo kamu udah mulai ngerokok!”


“Haish!..” Varo mendengus panjang karena ucapan Isha yang terdengar sebagai ancaman.


“Jangan pikir aku ga tau kamu udah mulai ngerokok ya, Aro? ..”


Isha memicingkan matanya pada Aro yang tak melanjutkan langkahnya untuk pergi.


“Bukti aktual, tajam dan terpercaya, aku punya ya? Jadi jangan macam – macam! ..”


Aro pun mendengus lagi.


“So, get back to your seat ( Jadi, kembali ke tempat duduk kamu ), kalau kamu ga mau kartu as kamu aku kasih tau ke Papi, Mami sama Abang!..” Ancam Isha lagi.


“Ya, ya..”


“Duduk diam – diam, habiskan makanan kamu, kalau kamu masih ingin bisa pergi saat weekend sama ini nih, cowo – cowo minim akhlak!”


“Iya Ishaa!!..”


“Nah gitu, jadi kakak harus nurut sama adenya! ..”


“Kebalik oon!”


****


🍹 BONUS CHAPTER 4 🍹


Ditunggu Bon-chap yang ke 5 ye

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


Tararenkyu


__ADS_2