THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 284


__ADS_3

INDAH


********


Selamat membaca...


************************


 


‘Cinta Adalah Ruang dan Waktu Yang Diukur Oleh Hati’


***


Suasana bahagia menyelimuti rumah Papanya Kevia, berikut kebahagiaan mereka yang sedang berada disana.


Meski tak semewah acara ijab kabul Abang dan Andrea, itupun karena Kevia yang meminta. Namun tetap saja


acara prosesi akad nikah dan Kevia terbilang cukup meriah. Banyak orang yang hadir di acara akad nikah Nathan dan Kevia.


Meski utamanya adalah mereka yang dibilang kerabat paling dekat antara dua keluarga. Sisanya diundang saat resepsi nanti.


Wajah lega dan bahagia tentunya, kala dengan lancarnya Nathan mengucapkan kalimat sakral Ijab Kabul


pernikahan. Dengan nama lengkap Kevia berikut embel embel nama sang papa begitu merdu Nathan lantunkan.


Dan setelahnya gaungan kata ‘SAH’ membahana. Nathan dan Kevia resmi menikah, meski usia mereka terbilang


sangat muda. Namun tetap, rekor masih dipegang Andrea. Di komunitas istri dalam keluarga, sebagai member termuda.


Prosesi tukar cincin dilaksanakan setelah Pak Penghulu benar – benar mengesahkan Nathan dan Kevia


sebagai suami istri juga setelah doa dan penandatangan dokumen resmi pernikahan dilakukan.


“Pelan – pelan masukinnya Jo, awas lecet”


Itu si Sony, sahabat Nathan yang iseng nyeletuk meledek Nathan yang kemudian terkekeh, juga semua orang yang mendengarnya. Hingga membuat Nathan sampai menjeda memasukkan cincin ke salah satu jari manis Kevia karenanya.


Senyuman Nathan lemparkan, begitu juga Kevia setelah dengan takdzim Kevia mencium tangan Nathan, sebagai


simbol baktinya sebagai istri akan dimulai dari sekarang.


Lalu setelahnya kecupan mesra Nathan daratkan di kening Kevia.


Terdengar juga juru foto berkata,


“Jangan dilepas dulu encupan nya sebentar. Yak bagus, tahan sampe besok!”


**


Sama seperti Abang dan Andrea, meski ada pelaminan, tak besar memang.


Namun cukup indah dan terlihat mewah. Tapi Nathan dan Kevia tak mau duduk bak pajangan disana. Mereka memilih berbaur dengan para keluarga dan kerabat mereka.


“Ck! Illah, duduk aja dipegangin terus itu tangan istrinya. Takut banget hilang si Via. Ga usah dipegang juga dia ga akan kemana – mana!” Andrea sudah mendekat pada sepasang suami istri Newbie itu. Abang yang bersama Andrea terkekeh begitupun Nathan dan Kevia.


“Sirik aja lo, Cute Girl. Nah itu apa katanya si Abang yang megangin lo mulu dari tadi?”


“Suka – suka gue. Istri gue”


“Nah, Via juga istri gue. Wajar dong gue pegangin tangannya?”


“Ya, ya, suka hati lo lah”


“Nathan dan Kevia, mau ikut pulang ke Kediaman atau mau disini aja dulu?”


Nenek Yuna menginterupsi obrolan keempat orang cucunya itu.


“Aku terserah Via aja Nek”


“Loh kok terserah aku?”


“Iya. Senyaman nya kamu mau dimana, Cinta” Nathan menunjukkan wajah konyolnya pada Kevia yang kemudian


terkekeh kecil sambil melengoskan wajah Nathan sambil geleng – geleng. Begitupun Nenek Yuna, yang sudah paham pada si cucu kandung yang memang rada tengil. Sementara Andrea dan Varen memutar bola mata mereka malas.


“Aduh!”


“Jo? ... maaf maaf”


Kevia nampak panik mendengar Nathan yang barusan mengaduh, begitupun ketiga orang yang dekat dengannya. Kevia


yang paling panik melihat Nathan memegang kepalanya, karena pria yang sudah


menjadi suaminya itu pernah mengalami cedera kepala dibagian dalam hingga


membuatnya koma selama dua minggu.


“Are you okay???”


“Than ...”


“Jo, aku kekencengan ya?”


Kevia merasa bersalah pada Nathan, meski perasaan hanya melengoskan kepala Nathan dengan melalui pipinya.


Namun tetap saja Kevia khawatir setelah Nathan mengangguk.


“Tapi boong ...”


***


Kediaman Utama Keluarga Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia..


Pada akhirnya Nathan membawa Kevia pulang ke Kediaman Utama sesuai permintaan Kevia. Bukan karena Kevia gila harta atau tergoda untuk tinggal di sebuah bangunan super mewah untuk ukuran Jakarta itu, karena dia sudah menjadi istri salah satu pewaris dari keluarga pemilik Kediaman tersebut.


Namun Kevia merasa lebih nyaman berada ditengah keluarga Nathan daripada di rumah sang papa.


Meski hubungan Kevia dan sang papa berikut ibu tirinya sedang diperbaiki, namun Kevia masih sedikit merasa risih untuk tinggal kembali bersama mereka. Toh sang papa tidak terlalu kesepian juga, karena istrinya sudah melahirkan seorang anak perempuan.


Nathan membawa Kevia ke kamarnya di Kediaman setelah menyusul para anggota keluarganya yang sudah pulang duluan dari rumah papanya Kevia.


“Selamat datang Nyonya Jonathan Smith”


Kevia terkekeh kecil mendengarnya.


“Yuk masuk”


Nathan menggandeng tangan Kevia memasuki kamarnya yang mulai sekarang akan menjadi kamarnya dan Kevia.


“Wow!”


Kevia memandang takjub pada kamar Nathan yang sudah disulap menjadi kamar pengantin dengan hiasan yang


sangat indah, bahkan lebih indah dari kamarnya yang juga sama dihias di rumah sang papa.

__ADS_1


Nathan memeluk tubuh Kevia dari belakang.


“Suka?”


“Bohong kalau aku bilang engga sih” Sahut Kevia yang sedikit menolehkan kepala pada Nathan yang memeluknya dari belakang dan menopangkan dagunya di bahu kiri Kevia.


Nathan tersenyum bahagia. Lalu mengubah posisinya hingga dia dan Kevia berdiri berhadapan. “Syukurlah kalau kamu suka”


“Para Moms ya pasti yang membuat ini?”


Nathan manggut - manggut sembari tetap mempertahankan senyumnya, menatap Kevia yang sudah resmi menjadi istrinya.


“Juga para nenek dan Drea. Mika juga”


“Kompak ya mereka”


“Yah begitulah”


“Benar – benar seperti gambaran pada foto keluarga kalian yang dulu pernah aku lihat di rumah lama kamu. Dan yang terpajang juga di rumah ini”


“Kan aku pernah bilang kalau kamu akan jadi bagian didalamnya”


“Iya” Sahut Kevia lalu tersenyum dengan cantiknya di mata Nathan.


“I love you Vi”


“Too”


Nathan terkekeh kecil.


“Irit banget jawabannya”


Gantian Kevia yang terkekeh kecil.


Sejenak keduanya terdiam. Saling tatap dengan tatapan yang seolah menyampaikan isi hati masing – masing.


Nathan mendekatkan wajahnya pada Kevia.


Mencium bibir Kevia dengan lembutnya.


“PINTU TUTUP WOY!!! ...”


Nathan sontak langsung melepaskan bibirnya dari bibir Kevia dan keduanya reflek menoleh kearah sumber suara dari pintu kamar mereka yang memang terbuka karena si Tan – Tan lupa menutupnya.


“Cipak – ***** ga tutup pintu! Nih, anak dibawah umur jadi ternoda matanya kan?!”


Itu Momma yang nyerocos setelah memergoki dua insan pengantin baru yang barusan saling bertukar saliva dengan tidak memperhatikan keadaan sekelilingnya.


Dan soal anak dibawah umur, yang Momma maksud adalah Valera yang sedang berdiri menghadap kedalam kamar Nathan dan Kevia dengan tangan Momma yang menutupi matanya.


“Sah sih Sah, tutup pintu juga kelles” Celoteh si Momma.


Nathan dan Kevia jadi salah tingkah.


“Hehehehe lupa...”


Nathan nyengir kuda, sementara Kevia sudah merona wajahnya. Malu, kepergok Momma dan Valera.


“Ya udah tutup nih pintu!”


“Iya Momma ...” Sahut Nathan yang sudah berjalan mendekati Momma dan Valera yang masih berdiri didekat pintu


kamarnya dan Kevia. “Aku tutup ya?”


Momma berdehem malas. Lalu berjalan pergi menggeret Valera.


“Love you Mommaaa ...”


Nathan kemudian menutup pintu kamar dan menguncinya.


“Sampai mana tadi kita? ...”


Nathan sudah mendekati Kevia, hendak melanjutkan apa yang tadi terjeda. Namun...


Duk! Duk! Duk! Duk!


“MASIH SORE WOY! SYUBIDUPPAPPAW PENDING DULU! BENTAR LAGI MAGHRIB! AWAS GANCET!”


***


“Selamat datang dan bergabung secara resmi dalam keluarga kami, Kevia”


Gappa membuka suara, mewakili semua orang dalam Kediaman hari begitu lengkap saat ini, tanpa terkecuali. Menyambut dan mengucapkan selamat datang atas kehadiran Kevia sebagai anggota baru keluarga mereka.


Kevia tersenyum lebar dengan manisnya.


“Makasih Gappa, makasih semua. Makasih sudah terima Via dengan sebaik ini”


“Sama – sama Via. Semoga kamu betah ya sayang”


“Dengan kalian yang sebaik dan sehangat ini, ga mungkin Via ga betah, Gamma” Ucap Kevia masih dengan


senyumnya yang kemudian mendapat pelukan dari Gappa, Gamma dan semua. Lalu melanjutkan dengan makan malam yang diubah menjadi pesta barbekyu kecil – kecilan di halaman belakang.


***


“Pasti otak mesum mu sedang melanglang buana”


Daddy R berkata pada Nathan yang sedang berkumpul bersama Varen dan para Dads disisi yang berbeda dengan


para wanita dan kakek nenek serta krucil. Yang disadari Daddy R kalau si Tan – Tan mesam mesem ga jelas sembari memandangi Kevia dari tempatnya.


“Hahahahaha!!! ...” Tawa seketika pecah dari mulut para pria.


Nathan yang merasa, hanya cengengesan saja.


“Aku sedang menikmati kebahagiaan lah!”


“Halah! Aku yakin seperti yang Daddy R mu katakan barusan. Kau pasti sudah tak kabar untuk membawa Via


kedalam kamar”


Mereka pun kembali tertawa bersama.


“Pasti iya!”


“Hah! Macam kalian tidak pernah berada di posisiku saja!” Nathan membela dirinya.


Varen dan para Dads pun kembali tertawa.


“Lakukan dengan perlahan”


“Pastikan stamina mu fit, jangan sampai edi tansil, lima menit selesai! Malu – maluin!”


“Hahahahaha!!! ...”

__ADS_1


Dan yah seperti biasanya, kalau sudah menyangkut ranjang dan area sekitar paha, para Dads akan


mengeluarkan celetukan – celetukan unfaedah mereka.


“Tapi pastikan dulu kesediaan istri lo. Jangan maksa kalo dia belum siap!”


“Benar tuh yang Abang katakan”


Poppa menimpali.


“Kurasa istrimu itu gadis yang polos. Jadi kau buat dia merasa senyaman mungkin”


“Caranya?”


“Pikirkan sendiri!”


Poppa kemudian berdiri.


“Heart!” Poppa melambaikan tangannya pada Momma yang orangnya tadi langsung menoleh dan sekarang sedang


berjalan mendekati dirinya.


“Ada apa Donald Bebek – ku sayaaannnnggggg?..”


“Ayo!”


“Kemana?”


“Kamar!”


“Dih, ngapain coba?. Malu itu sama pengantin baru!”


“Ya justru itu, aku kan jadi teringat sesuatu” Pasangan bebek itu berdialog berdua sementara yang berada di dekat mereka cekikikan saja.


“Inget apa?


“Birama satu per dua, dua per satu release contraction”


“Ap – pa... itu ...????”


“Ah, gue jadi ingat juga” Daddy R ikut berdiri. “Seketika gue jadi ngilu” Ucap Daddy R. “Mommy Peri. Come! ( Kesini! )”


“Hahaha!!!”


Yang paham tergelak tanpa akhlak.


“Ga ngerti sumpah?!” Celetuk Nathan.


Abang juga ga paham sih, tapi dia diam saja.


Para Dads yang lain juga ikutan berdiri.


Nathan semakin tak mengerti, Abang juga sedikit heran soal birama yang entahlah apa maksudnya. Tapi sepertinya


para Dads itu sedang menyeringai jahil dan mesum disaat yang bersamaan.


‘Ah, soal ranjang pasti!’ Batin si Abang yang menyadari seringai yang ada diwajah para Dads nya bukanlah


seringai jahil semata. 'Tapi apa tadi itu Poppa bilang birama satu per dua, dua per satu release contraction? Apa sih? Gaya?'


“Kau cari tahulah sendiri!” Sahut Poppa pada ucapan Nathan. “Ayo Mommaaa ...”


“Ah, apaan sih. Orang lagi pada kumpul begini malah ngajakin ngamar!” Protes Momma.


‘Oalaaa soal itu toh’ Nathan membatin paham.


Namun Poppa mengabaikan protes Momma dan langsung menggandeng tangannya.


“Donald Bebek ih!”


“Dosa menolak suami!”


“Seriusan ini, D?!”


“Mana pernah aku tidak serius soal yang satu itu”


“Tapi ih!”


“Ck! Banyak bicara!”


“D!”


Poppa sudah mengangkat tubuh Momma sembari terkekeh kecil, lalu berjalan cepat menuju kamar mereka.


“Ingat umur!” Seru si Abang seraya meledek Poppa dan Momma. Namun Poppa mengabaikannya sudah tak sabar ingin merasakan birama mautnya Momma.


“Apa sih maksud birama.... apa itu tadi?”


Nathan penasaran setelah Poppa berlalu tanpa malu menggendong si Momma, meskipun yang lain masih


berkumpul.


“Kau junior takkan paham”


“Yang jelas itu membuat kami kejang – kejang dalam kenikmatan”


“Lebih mantap dari nunu nana nananina nya Andrea”


“Hahahahaha!!!” Para Dads tergelak geli sambil satu persatu meninggalkan Nathan dan Varen yang kini saling tatap.


‘Kejang – kejang dalam kenikmatan .....????’


‘Lebih mantap dari nunu nana nananina nya Little Star.....????’


Abang dan Tan – Tan membatin.


‘Oh wow!’


Abang dan Tan – Tan yang kemudian paham. Saling tatap sejenak.


“DAAADDD!! .....”


Abang dan Tan – Tan mengejar para Dad mereka.


“KASIH TAHUUUU!!!!”


“Tanya sama tempe!!!!”


***


To be continue.. 


Jempol jangan lupa


Bahagia juga jangan lupa

__ADS_1


__ADS_2