THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )

THE SMITH'S ( Sekuel Of Bukan Sekedar Sahabat )
PART 80


__ADS_3

💐💍💐💍 THE WEDDING RECEPTION 💐💍💐💍****


Selamat membaca ...


Pagi sudah menjelang.


Masih ada sedikit waktu luang sebelum persiapan acara resepsi pernikahan dua J nanti malam. Seluruh keluarga sudah kembali berkumpul di private lounge hotel untuk sarapan.


Dua hari ini seluruh hotel sudah di booking oleh Keluarga Adjieran Smith untuk kelancaran acara resepsi dan memang hotel dikhususkan untuk seluruh undangan mereka yang memang menginginkan untuk tinggal di hotel tempat acara, sampai acara resepsi benar – benar selesai.


Tidak seperti Reno dan Andrew yang mengadakan acara di dua negara, dua J hanya melangsungkan resepsi pernikahannya di Jakarta.


Jadi semua orang yang mereka undang dari luar Jakarta ditempatkan di hotel tempat acara resepsi akan dilangsungkan bila tamu resepsi mereka tidak mencari tempat tinggal lain di Jakarta.


“Where are the newly wed couples? (Mana dua pasang pengantin baru?).” Tanya Dad karena belum melihat dua J, Prita dan juga Jihan.


“Sepertinya Liverpool dan Manchester sudah sukses menjebol gawang!.”


“Sepertinya begitu.” Sahut Reno dan Andrew. Dan disahuti oleh kekehan keluarga mereka.


“Habislah anak orang itu sama para eks casanova!.” Timpal Ara dan mereka terkekeh lagi.


“I see ( Sepertinya begitu ).” Dad manggut – manggut.


“Ga apa lah biar cepat nambah lagi cucu kami para nenek dan kakek.” Ucap Mom dan di – Aminkan oleh seluruh anggota keluarga mereka.


“Hopefully Prita akan langsung hamil seperti aku.” Timpal Michelle. Dan kembali yang lain meng – Aminkan.


“Oh iya, Nino sama Eve dan Kelly jadi datang hari ini?.” Tanya Fania pada suami dan kakak gantengnya.


“Jadi. Mereka sudah dijalan menuju kesini.”


Fania pun manggut – manggut.


“Is Jihan knows the story that ever been between Jeff and Eve? ( Apa Jihan tahu cerita tentang Jeff dan Eve? ).” Tanya Andrew pada Fania dan istrinya itu mengendikkan bahu.


“Itu juga sudah masa lalu, kan?.”


“Ya, just in case ( hanya berjaga – jaga ).” Sahut Andrew. “Kalian para wanita kadang suka memiliki pola pikir sendiri dan cemburu berlebihan, terlebih lagi jika berhubungan dengan yang namanya mantan.”


“Agree! ( Setuju! ).” Timpal Reno dan Dewa.


“Excuse me, Men! ( Apa kalian bilang, Tuan – Tuan? ).” Sela Fania. “Bicara soal kecemburuan, bukannya kalian sendiri duhai para pangeran keluarga ini yang punya kecemburuan berlebihan, heh?.”


“Betul itu, Sweety!.”


“Kalian bahkan pernah cemburu berjamaah pada para penjaga istal kuda di peternakan, hanya karena mereka berwajah tampan dan berbadan bagus!.”


“Mana ada mereka tampan?.”


“Yap betul Wa. Mereka tampan karena berdiri diantara para kuda.”


“Mata kalian yang bermasalah!.”


Fania, Ara dan Michelle cekikikan mendengar protes dari tiga pria mereka.


“Bahkan mereka terlalu banyak menggunakan pemutih di gigi mereka!.” Tambah Dewa.


“See? ( Lihat kan? ).” Ucap Fania pada dua saudarinya itu. Dan mereka pun terkekeh bersama sambil menunggu dua pasang pengantin baru yang entah akan ikut sarapan di Lounge atau tidak.


***


“Wow look at you guys! ( Wow lihat kalian! ). Para Raja dan Ratu malam ini!.” Ucap Ara setelah Jeff dan Jihan serta John dan Prita telah siap untuk acara resepsi Pernikahan mereka malam ini.


“Too Amazing! ( Begitu menakjubkan ).” Puji Dad dan Mom.


Pujian juga datang dari keluarga mereka yang lainnya.


Dan setelahnya dua pasang Raja dan Ratu sehari itu bergerak menuju acara resepsi yang digelar di luar ruangan dengan dekorasi yang sedemikian rupa dibuat dengan indah dan berkesan santai namun tidak mengurangi sisi elegan. Para pengisi acara sudah menyambut kedatangan dua pasang mempelai beserta keluarganya.


Para krucil dari tiga pasang sultan dan sultanah berjalan di baris paling depan.


Jeff dan Jihan berjalan di belakang dua Tuan dan satu Nona muda junior yang begitu tampan, cantik, juga menggemaskan.


John dan Prita berjalan di belakang mereka.


Diikuti para orang tua kemudian para pasangan fenomenal dikeluarga mereka juga.


💐💍💐💍💐


“Terima kasih atas kedatangan anda semua malam ini.”


Reno didaulat untuk memberikan sambutan sebagai wakil dari Keluarga Besar Adjieran Smith.


“Well, terima kasih karena sudah berbagi kebahagiaan dimana malam ini dua pria dikeluarga kami sudah menanggalkan status single mereka dan semoga serius menanggalkan predikat Casanova mereka setelah kini sudah menjadi suami.”


Suara kekehan dari semua orang pun terdengar.


“Saluuuuttt! ....” Reno mengangkat gelas untuk bersulang dan diikuti oleh yang lainnya. “For the two newly wed couples and salut for our family! ( Untuk dua pasang pengantin baru dan bersulang untuk keluarga kami ).”

__ADS_1


“SALUUUT!....” Sahutan dari seluruh keluarga dan tamu undangan serta para pengisi acara pun terdengar bersamaan dengan suara dentingan gelas yang disusul dengan tepuk tangan dan acara resepsi pun mulai berlangsung. Para pengisi acara yang merupakan beberapa artis kenamaan ibukota sudah mulai melakukan tugas mereka untuk menghibur semua orang di acara resepsi pernikahan dua J.


Rona bahagia di kedua pasang pengantin baru nampak jelas terlihat sambil menyambangi dan disambangi oleh tamu – tamu mereka.


Tertawa dan mengobrol, bercengkrama dengan beberapa kolega dan sebagian besar adalah teman – teman dari kedua pasang mempelai.


Jamuan eksklusif sudah disediakan dengan begitu mewah dan megahnya untuk para tamu dan keluarga.


Dua pasang pengantin itu pun didaulat untuk berdansa di acara resepsi mereka ini, hingga pada akhirnya banyak yang ikut bergabung melantai bersama mereka. Tertawa, berbagi kebahagiaan.


Jeff dan John rasanya tak mampu melukiskan betapa bahagianya mereka saat ini. Rasa syukur tak terhingga saja yang rasanya tak henti mereka ucapkan dalam hati karena sudah bisa menemukan belahan jiwa mereka dan menjadikan wanita yang mereka cintai masing – masing itu benar – benar menjadi milik mereka sepenuhnya.


💐💍💐💍


“My sweetest dream, is to live with you until the end of time.”


( Mimpi termanis ku adalah, bisa hidup denganmu hingga akhir waktu )


 John Darwin Smith to Prita Eriselena


💐💍💐


“It’s you! that I decided to love, and spent my time with.”


( Kamu! Yang sudah aku putuskan untuk aku cintai, dan seseorang yang akan menemaniku menghabiskan waktu )


 Jeff Alton Smith to Jihan Shaquita


💐💍💐💍


“Cinta Hanya Sebuah Kata, sebelum ia menunjukkannya padaku.”


 Prita to John


💐💍💐


“Cinta Bukan Hanya Menemukan Seseorang yang Tepat, Namun Juga Menciptakan hubungan yang Sama Tepatnya. Bukan Tentang Berapa Banyak Cinta yang Pernah Kita Rasa Sebelumnya, Namun Cinta yang akan Kita Jalani Hingga Akhir.”


 Jihan to Jeff


💐💍💐💍


**********************


“Are you happy, my Sugar Wife? ( Apa kamu bahagia, Istri Manisku? ).” Tanya John pada Prita saat mereka tengah duduk berdua setelah acara sudah mendekati selesai.


“Sangat Kak!.”


“Sudah aku bilang jangan panggil aku dengan embel – embel, ‘Kak’ lagi.”


Prita terkekeh.


“Lupa ....”


“Aku suka dengan sebutan kamu yang semalam.”


“Papi? ....”


John tersenyum sambil mengangguk.


“Terdengar seksi....” Bisik John setengah menggoda.


“Tuh kan.... Om – om mesum, mulai lagi....”


“Wah, ngajak perang. Tunggu sampai acara selesai ya, aku ga akan kasih ampun nanti di kamar.”


John menyeringai jahil.


“Eeeng... aku .... mau ke Kak Fania dan Kak Ara dulu....” Prita berdiri dari duduknya, meninggalkan John yang sedang terkekeh geli setelah sukses menggoda istri kecilnya.


“Ya sudah sana, minta ilmu sekalian sama para senior untuk nanti malam setelah acara ini.”


Prita menjulurkan setengah lidahnya pada John saat ia berjalan dan berbalik sebentar. Sementara John masih terkekeh melihat rona malu – malu Prita.


***


Acara resepsi pernikahan dua J telah selesai. Tamu undangan sebagian besar sudah pulang.


Yang masih bertahan hanya segelintir teman dekat dan keluarga. Yang muda saja, sementara para orang tua dan anak – anak sudah kembali ke kamar mereka masing – masing. Para pria dan wanita berkumpul terpisah, membentuk kelompok mereka sendiri, membahas topik mereka sendiri.


“HAHAHAHA....” Suara tawa yang keras dari kelompok para pria membuat para wanita yang berada disudut lain kompak menoleh.


“Ngobrolin apa sih tuh mereka, sampe ketawa kayak gitu?.” Celetuk Jihan.


“Apaan lagi Ji, ga jauh obrolan mereka dari urusan ranjang!.” Sahut Fania.


“Tau ih cowok kenapa pada doyan banget bahas hal gituan si!.” Timpal Prita.


“Sudah ketebak bahasan mereka kalau sedang kumpul.” Sambar Michelle. “Pekerjaan, ranjang, olahraga, ranjang, hobi, ranjang.” Ia memutar bola matanya malas dan disambut kekehan oleh para wanita yang lain.

__ADS_1


“Iya benar itu Chel!.” Sahut Ara. “Ga ada bosannya kalau soal ranjang!.”


“Aku angkat tangan deh memang kalau soal itu.” Jihan geleng – geleng.


“Kenapa Ji, ga dikasih istirahat semalem sama Kak Jeff?.” Fania cekikikan.


“Haduuuh aku mau nangis kayaknya semalem Faniaaa.” Sahut Jihan dengan raut wajah yang membuat Fania dan para wanita lainnya tertawa.


“Tos Kak Jihan. Senasib kita!.” Timpal Prita.


“Hahahaha ....” Ucapan Prita disambut dengan gelak tawa lagi dari para wanita didekatnya.


“Katanya kaga tega, tapi gue dihajar bolak – balik sama itu si bule koplak!.” Seru Prita. “Tulang udah pada hampir copot!.”


“Ngahahahahahaha ....”


“Gampang itu sih....” Celetuk Fania.


“Gampang gimana Fan?.” Jihan sedikit penasaran.


“Iya Kak, gampang gimana maksudnya?.” Prita ikut penasaran.


“Bikin mereka kelojotanlah!.”


“Kelojotan gimana?.” Jihan makin penasaran.


“Menyerah kalah!.” Sahut Ara sambil cekikikan.


Prita dan Jihan saling tatap dengan mata berbinar.


“Bisa gitu???!.”


Dua istri baru itu kompak dengan pertanyaannya.


“Kasih tahu Kak Fania, rumusnya.” Timpal Michelle cekikikan juga.


“Rumus apa sih?.” Jihan dan Prita belum selesai penasaran.


“Rumus Birama Dua per Satu, Release, Contraction.”


“Haah?.”


“Apaan?.”


“Hahahahahaha.”


“Jelasin Chel!.”


“Maju, mundur, putar sekali, lepas .... jepiiiiit .....”


"Dan suami kalian bakal menggelepar..... tidur pun nyenyak sampai pagi ...."


***


“HAHAHAHA!.” Suara tawa keras dan kencang juga membuat kubu pria menoleh bersamaan.


“Sedang membicarakan apa mereka sampai tertawa sekeras itu?.” Celetuk John.


“Mungkin membicarakan urusan ranjang juga.” Timpal Jeff.


“Apa kalian tidak memberi ampun pada istri kalian?.” Tanya Reno sambil cengengesan.


“Pengantin baru, R. Wajar dong!.” Sahut Jeff sambil terkekeh.


“Setuju Bapak Jeff!.” Timpal John juga ikut terkekeh.


“Kalau begitu kalian pasti berpikir sama dengan gue kan, R, Wa?.” Ucap Andrew yang terkekeh geli.


“Hahahahaha. Iya , iya, Ndrew!. Gue yakin mereka sedang berbagi soal itu.” Sahut Dewa dan Reno.


“Berbagi soal apa?.”


Dua J sedikit bingung.


“Birama Dua per Satu Release Contraction.”


“Apa itu?.”


“Nanti kalian rasa sendiri.”


“Hahaha!!!.”


Andrew, Reno dan Dewa tergelak geli, sementara dua J heran plus penasaran.


‘Apa sih, Birama Dua per Satu Release Contraction?.’


Batin dua J bertanya hal yang sama pada dirinya sendiri.


***

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2