
DIBONUSIN LAGI SATU EPISODE NIHHHH .....
Seneng Kaga?. Wkwkwk. Semoga kalean selalu sehat dan bahagia. Aamiin ...
Mudahan sih bisa lulus review malam ini juga nih episode, tapi kalau engga ya tabungan buat besok.
********************
MENGEJAR RESTU KAJOL 😄😄😄 Part 2
*********
Selamat membaca ..
*********
GRUP DADAKAN THE DADDY’S
Jeff : Bagaimana si Kajol Ndrew?
Andrew : Masih gusar.
Dewa : Masih bahas soal John dan Prita?
Andrew : Nope. Sedang mondar – mandir dan gue pusing.
Reno : Diamkan aja dulu.
Andrew : Memang lo pikir gue mau ambil resiko kena semprotan Little F lagi?!
Andrew : Tadi sudah kena omelan dia gara – gara dia lupa mengecek browniesnya di oven. Untung maid disini sigap. Kalau sampai hangus, gue lagi yang akan jadi sasaran kesalnya dia.
Jeff & Dewa : Sabar..
( ngetiknya sih begitu, aslinya mah pada cekakak. Karena Andrew yang garang itu bisa otomatis jadi anggota ISTI kalau Fania lagi ga senang hati ).
Andrew : Lagipula gue juga menjaga hati Little F sekarang. Takut dia makin tersinggung. Selain dia kesal dan marah, mungkin dia juga sedih karena tanpa dia tahu John dan Prita sejauh ini.
Reno : Ya lo benar.
Jeff : Ajak ke RW Ndrew, siapa tahu hilang kesalnya kalau dia racing ( balapan )
Dewa : Nah iya bener. Atau lo ajak ke tempatnya Albert aja sana.
Andrew : Good idea juga sih itu.
Andrew : R, nanti lo ke Main Mansion?
Reno : Ya
Reno : Nanti kita ajak ke RW lah siapa tahu dia mau.
Andrew : Okay!.
Andrew : Wait wait dia sepertinya mau menelpon.
Jeff : Fania?
Andrew : Siapa lagi, you moron! ( Oon lo! )
Dewa : wkwkwk
Reno : Telpon siapa John? Atau Prita?
Andrew : Don’t know! ( Ga tahu! ). I’ll inform you guys later ( Nanti gue kabari lagi ).
Mata Andrew kini memandang intens pada Fania yang berdiri tak jauh darinya. Si Donald Bebek iseng menyalakan perekam videonya.
****
“Ga usah pura – pura beg* lo!.”
Andrew sontak langsung terkejut mendengar nada suara Fania yang ketus, terlebih lagi ucapannya.
“Dan lo segampang itu nerima?!”
“.....”
“Bukan gitu gimana?. Dulu lo ga terima dibentak dia, sampe – sampe lo minta tolong sama gue dan kakak ipar lo buat ngejauhin dia dari lo, terus sekarang lo gampang banget nerima pernyataan cinta dia?.”
Andrew makin memfokuskan dirinya memperhatikan Fania.
Tapi perekam video dalam ponsel Andrew, tetap menyala.
“Dan lo percaya dia cinta beneran sama lo?!. Bukan karna rasa kasihan dia karena dia udah tau kalo lo cinta sama dia!.”
__ADS_1
‘John ... John ... nasib lo akan dipastikan buruk kalau Fania sampai menentang hubungan lo dan Prita.’ Batin Andrew.
“Diem lo! Urusan gue sama adik gue!.” Sahut Fania ketus pada John.
Andrew mengernyitkan dahinya.
‘Ada si John juga?.’
“Gue bilang gue ga ada urusan sama lo John Smith!.”
Glek!.
Andrew sampai mendelik dan menelan sedikit salivanya mendengar nada suara Fania yang mulai naik. Terdengar seperti bentakan.
“Kalo ujung – ujungnya lo percaya dia gitu aja, lo ngapain ngerepotin gue dulu nutupin keberadaan lo?!.”
“.....”
“Munafik lo!”
‘Oh, Ya Tuhan Heart ..’ Andrew mematikan rekamannya. Ia langsung berdiri dari duduknya saat Fania terlihat mematikan panggilan telponnya. “Heart..”
Andrew yang sudah mendekati Fania, ia ingin coba menenangkan sang istri.
“Jangan sekarang, D..” Fania langsung menyahut sambil mengangkat tangannya.
Andrew menarik nafas dan menghembuskannya pelan. “Ya sudah, aku lihat Andrea dulu ya?.” Ucap Andrew sambil membelai kepala Fania lalu ia berjalan keluar dari kamarnya dan Fania di kediaman pribadi mereka.
***
Bekasi, Jawa – Barat, Indonesia
Mata Prita masih sedikit memerah. John masih menemaninya di rumah Keluarga Cemara. Tadinya mau pulang ke apartemen, tapi ga tega melihat Prita yang nampak ber syedih itu.
Prita terduduk sambil menekuk kedua kaki dan menopangkan dagunya. Sering sekali dia memegang ponselnya lalu meletakkannya lagi.
Sedari tadi sudah mencoba menghubungi sang kakak, tapi Fania tak mau menerima panggilannya. Mengirim juga pesan diaplikasi chat tapi Fania nampak tak ingin membacanya juga. John pun sama. Sudah juga mencoba menghubungi Fania dan mengirimkan pesan teks pada si Kajol, namun nasib panggilan dan pesannya sama
halnya dengan Prita. Tak ada yang diterima, tak ada yang dibaca.
Namun John tak hilang akal dan dia menghubungi Andrew.
“Gimana dong Kak?. Kak Fania masih ga mau jawab panggilan atau baca pesan Prita.” Prita nampak frustasi.
“Terus Kak Andrew bilang apa?”
“Kita harus berikan Fania waktu.”
Prita menghela nafasnya namun kemudian ia manggut – manggut.
“Sudah ya, jangan terlalu kamu pikirkan soal ucapan kakak kamu tadi.” John mencoba menenangkan.
“Ga mungkin Prita ga pikirin, Kak!. Kak Fania benar, Prita ini munafik.”
“No Prita! Itu tidak benar. Kita saling cinta kan?. Lagipula hati kamu, perasaan kamu ya itu milik kamu, hak kamu. Fania memang kakak kamu, dan aku paham betul kalau dia menyayangi kamu. Tapi soal hati kamu, dia ga bisa, ga boleh ikut campur. Meski Fania kakak kamu, tapi tetap saja dia ga boleh mengontrol hidup kamu, Prita.”
John bicara panjang lebar.
Sedikit banyak ucapan dan nada bicara Fania tadi membuat John sedikit kesal.
“Toh Papa dan Mama merestui kita.” Ucap John lagi. “Aku menghargai dan menghormati Fania dalam situasi ini sebagai kakak kamu. Aku akan mencari cara untuk bisa bicara dengan dia.”
“Ini soal dan Kak Fania, Kak John.... Sister's thing, you know? ( Antara saudara perempuan ). Kak John ga akan paham.”
“Prita, kalau papa dan mama yang menentang, itu lebih masuk akal. Aku lebih bisa terima. Tapi ini kan Fania. Bahkan papa dan mama lebih berhak mengontrol kamu. Kalau aku boleh jujur, aku sedikit tersinggung dengan apa yang dia katakan pada kamu. Dia ga berhak mengatur kamu Prita.”
“Kak Fania berhak, Kak....”
“Dengar, sekali lagi aku katakan, aku menghargai Fania sebagai kakak kamu, saudara perempuan aku, sebagai bagian dari keluarga kita. Tapi Fania, atau siapa pun diluar papa dan mama tidak berhak ikut campur soal hubungan kita. Aku akan tetap berusaha agar Fania mau menerima hubungan kita.”
John masih bicara panjang lebar.
“Tapi aku ga bisa terima kalau dia mengontrol hati dan hidup kamu. Dia ga berhak untuk itu. Ini soal hati kamu, Prita. Soal kita yang akan menjalaninya. Fania bukan pemilik hati dan hidup kamu.”
“Kak Fania mungkin memang bukan pemilik hati dan hidup aku, Kak.” Prita bersuara. “Tapi asal Kak John tau pengorbanan Kak Fania buat Prita itu ga mungkin bisa Prita bayar seumur hidup Prita. Kak Fania itu pernah hampir dapat pelecehan karena berusaha menyelamatkan Prita dari pelecehan itu sendiri, Kak.”
John sontak sangat terkejut. Pasalnya ia tak pernah mendengar cerita tentang hal tersebut.
“Maaf Prita, aku ga tau. Ga pernah dengar kalau kejadian semacam itu pernah terjadi dalam hidup kalian.”
“Bahkan Kak Andrew dan Kak R juga ga tau soal itu. Papa Mama mungkin ga akan pernah cerita. Bukan karena menutupi aib, tapi memang pelecehan itu ga sampai kejadian. Cuma papa dan mama ga mau membahas itu lagi karena takut aku, kak Fania terutama, jadi trauma. Jadi kami anggap semua itu ga pernah terjadi.”
Prita masih bercerita.
Kini, sedikit banyak John jadi merasa tidak enak karena sempat berpikir kalau Fania terlalu egois pada kehendaknya.
__ADS_1
“Untungnya beberapa temen Kak Fania itu dateng tepat waktu. Dia bahkan pernah dipukulin sama kakak – kakaknya para pembuli Prita karena ngelindungin Prita, Kak. Belum lagi Kak Fania rela ga kuliah, cari uang sana sini, hanya supaya Prita bisa sekolah ditempat yang bagus. Supaya Prita bisa pakai barang – barang yang lumayan
bagus, bermerek malah. Supaya Prita tuh ga di rendahin sama temen – temen Prita.”
Air mata Prita sudah menggenang.
“Jadi Kak John jangan bilang Kak Fania itu jahat karena memaksakan kehendaknya ke Prita. Ga ke hitung Kak, pengorbanan Kak Fania buat Prita. Jangan menjudge Kak Fania buruk hanya karena sifat keras kepalanya. Dia hanya berusaha untuk survive. Kak Fania itu gede dijalan, diluar. Dia ga bukan Cuma kakak perempuan buat Prita, tapi juga abang. Jauh sebelum dia ketemu lagi sama Kak Reno dan Kak Andrew.”
“Maafkan aku ya?..”
John membawa Prita dalam dekapannya. Hatinya lumayan terenyuh dan teriris juga mendengar cerita Prita tentang Fania.
“Maafkan aku soal kata – kata aku tentang Fania. Aku yang terlalu egois untuk mempertahankan hubungan ini. Aku cinta kamu, Prita. Sangat. Dan aku takut kalau harus kehilangan kamu.”
“Salahnya memang ada diaku Kak, dulu Prita yang mati – matian minta tolong ke Kak Fania supaya jauh dari Kak John.” Ucap Prita. “Jadi kalau sekarang Kak Fania tersinggung dengan keputusan Prita menerima Kak John ya .. wajar. Kak Fania sering nasehatin Prita buat maafin Kak John dan bersikap biasa. Tapi akunya yang ngeyel.”
Prita sadar diri.
“Terus sekarang tau – tau aku terima cinta Kak John, dan lamaran Kak John juga meski sebenarnya Kak John pun ga kasih aku pilihan dan waktu buat mempertimbangkan. Kalau Kak Fania tersinggung dan ga terima, marah sama aku ya wajar. Karena aku juga ga cerita sedikitpun soal aku yang masih memiliki rasa sama Kak John. Tambah lagi dia tau kita berhubungan sekarang bukan dari mulut aku lagi.”
John menghela nafasnya. Masih mendekap Prita yang sempat meneteskan air matanya saat bercerita.
“Ya sudah, kita berusaha sama – sama?”
John menangkup wajah Prita lembut.
“Kita berusaha sama – sama buat meyakinkan kakak kamu, ya?.” John menarik sudut bibirnya. “Kalau Fania memang benar – benar menentang hubungan kita, aku, akan berusaha sekuat tenaga membuktikan pada si Kajolita itu...”
Prita sedikit terkekeh.
“Kalau aku benar – benar mencintai adiknya. Aku akan membuktikan pada kakak kamu, kalau aku layak buat kamu. Ya?”
Prita mengangguk sambil tersenyum.
“Aku hanya minta kamu percaya sama aku.” John menatap lekat wajah dan iris mata Prita lekat – lekat dengan kesungguhannya. Prita mengangguk. ‘Apapun akan gue lakukan Jol, sampai lo percaya kalau gue benar – benar mencintai adik lo sepenuh hati.’
***
Sebuah video yang dikirim Andrew sudah sampai di dalam grup para daddy yang tak ada John didalamnya.
Dewa menontonnya bersama Michelle. Berikut Reno yang menontonnya bersama Ara, Dad dan Mom serta Mama Anye di Mansion.
Mereka semua kompak terkejut dengan reaksi Fania soal John dan Prita.
GRUP DADAKAN THE DADDY’S
Reno : Jadi ke Mansion Drew?. Gue sudah tiba. Video juga gue kasih lihat ke Dad dan Mom.
Andrew : Nope.
Jeff : Masih kesal banget si Kajol Ndrew?
Andrew : Sudah agak mendingan. Tapi tetap belum mau terima telpon dari John dan Prita. Hanya tadi bicara dengan Mama Bela.
Reno : Lo ajak Little F kemana kek, Ndrew. Lo drop princess kesinilah, setelah itu lo pergi berdua dengan Little F.
Andrew : Ini sudah siap - siap berangkat malahan.
Andrew : Kajolita will fly over to Indo! ( Kajolita akan terbang ke Indo! ) Saudara – saudara.
Reno, Jeff dan Dewa : Hah?!.
Reno : Sekarang juga Ndrew?!
Andrew : Yap. Ini gue dan Andrea sedang tunggu Fania turun dan akan langsung ke Bandara.
Jeff : Wah gue ga sabar mau lihat si John diapakan sama si Kajol.
Dewa : Haha, gue dan Michelle jemput Ahhhh nanti pas kalian sampai disini.
Dewa : Siapa tau Naomy mau langsung ke TKP nge labrak si bule koplak 😈 😂😂😂😂.
Jeff : Okay gue ikut jemput juga! Hahaha.
Andrew : Whatever.
Reno : Jangan lupa rekam. Live IG kek kalau ada keributan. Biar gue bisa ikut merasakan euphoria nya juga. Lumayan hiburan jaga gawang di London.
Jeff & Dewa : Hahahahaha ...
Andrew : Gila!
*****
To be continue...
__ADS_1