LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERNIKAHAN SEDERHANA,


__ADS_3

Wu Song menggenggam tangan Se Se yang sedang membelai pipinya dengan lembut.


Se Se tersenyum lembut menatap Wu Song dan berkata,


"Song Ke ke tidak perlu merasa menyesal dan bersedih untuk Se Se."


"Sebaliknya Se Se saat ini merasa sangat gembira dan bahagia, bisa mendapatkan perhatian Song ke ke biar pun hanya sedetik Se Se sudah sangat puas dan bahagia."


Wu Song kembali memejamkan matanya dan memeluk Se Se dengan erat-erat sambil berkata,


"Se Se mengapa kamu begitu bodoh dan naif?


Se Se tersenyum dan menjawab,


"Meski seluruh orang di dunia ini mengatakan diri ku bodoh dan naif, aku tidak perduli."


"Karena dengan kebodohan, naif, keras kepala ku, aku berhasil mendapatkan sedikit perhatian dari mu. "


"Aku merasa diriku adalah wanita yang paling beruntung dan paling bahagia di dunia ini."


Lu Ping sudah tidak kuat melihatnya, dia memalingkan wajahnya melihat kearah lain dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya.


Wu Song mengeleng-gelengkan kepalanya, mendengar ucapan Se Se.


Wu Song merasa sedikit menyesal selama ini tidak bersikap baik pada gadis lugu ini.


Wu Song membuka matanya dan berkata dengan tersenyum penuh kepedihan,


"Se Se kalau kamu punya keinginan cita-cita dan harapan apapun katakan saja."


"Aku pasti akan membantumu mewujudkannya." ucap Wu Song serius.


Wu Song berpikir mungkin ini satu-satunya yang dapat dia lakukan untuk Se Se.


Selagi sempat untuk mengurangi rasa bersalah dan penyesalannya.


Se Se meronta dari pelukan dan pangkuan Wu Song, kemudian dia duduk di hadapan


Wu Song bertanya dengan mata terbelalak,


"Song ke ke kamu serius? tidak akan pernah menyesali dan menyalahkan ku nantinya?"


Wu Song terkejut melihat perubahan kondisi Se Se tadi masih terbaring lemah kenapa kini terlihat segar bugar secepat itu.


Apa tabib Hua salah diagnosis, tapi kelihatannya tidak mungkin salah.


Pukulan Ouwyang Mo bukan pukulan sembarangan, bila pukulan tersebut jatuh pada dirinya sekalipun belum tentu selamat.


Apalagi Se Se yang jelas kemampuannya jauh dibawah dirinya.


Se Se memegang tangan Wu Song mengangkatnya mengaitkan jari kelingking mereka berdua dan berkata,

__ADS_1


"Song ke ke berjanjilah kamu tidak akan menyangkal dan menyesali apa yang kamu katakan tadi."


"Cepat berjanjilah..."


Wu Song tersadar dari lamunannya, Wu Song mengeratkan kaitan jari kelingkingnya dan berkata,


"Aku Wu Song berjanji tidak akan menyangkal ataupun mengingkari janji ku untuk memenuhi semua permintaan Se Se."


"Selama dia tidak memintaku menyakiti


Lu Ping istriku aku pasti akan memenuhinya."


Se Se tertawa senang kemudian berkata,


"Tabib Hua kamu harus jadi saksi dan wali untuk ku ya?"


Tabib Hua tersenyum sedih kemudian mengangguk.


"Ping Cie Cie kamu juga ya, tidak boleh sakit hati dan membenciku ya." ucap Se Se semangat.


Lu Ping menoleh sambil tersenyum sedih dia menganggukkan kepalanya.


Wu Song hati kecilnya merasa sedikit tidak beres, tapi dia tidak tahu ketidakberesan nya ada di mana.


Se Se sambil tertawa gembira memegang tangan Wu Song berkata dengan malu-malu dan wajah merah.


"Song Ke ke aku ingin kamu menikahi ku hari ini juga."


Wu Song menatap kearah Lu Ping sejenak, Lu Ping menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sedih.


Dari awal Lu Ping memang sudah bermaksud demikian, hanya saja dia tidak menyangka


Se Se akan mengalami nasib seperti hari ini.


Wu Song menatap Se Se kemudian mengangguk dan berkata,


"Baiklah aku akan menikah dengan mu, asalkan kamu senang akan aku lakukan semuanya untuk mu."


Se Se melompat kegirangan dan langsung memeluk Wu Song dan berkata,


"Terimakasih Song ke ke, kini meski harus mati aku juga rela."


Wu Song membalas pelukan Se Se dan memejamkan matanya menahan kesedihan.


Tabib Hua kelihatannya kami harus merepotkan mu lagi. ucap Lu Ping sambil memandang tabib Hua.


Tabib Hua tertawa dan berkata,


"Jangan sungkan kalian adalah tamu istimewa ku, ayo ikut aku ke pondok ku."


"Kita bisa adakan acara pernikahan nya di rumah sederhana ku, ayo mari..." ucap Tabib Hua sambil tertawa dan berjalan duluan sebagai penunjuk jalan.

__ADS_1


Kakek Hua berjalan di depan sambil . menggandeng cucunya.


Sementara itu Wu Song berjalan dibelakang tabib Hua, tangan kanan menggandeng Lu Ping lengan kirinya dipeluk oleh Se Se.


Yang tertawa bahagia sambil menggendong sebuah bungkusan di pundaknya berjalan di samping Wu Song.


Kini Wu Song benar-benar terlihat seperti raja minyak sejati dari Arab.


Tak lama kemudian mereka semua tiba di lembah Selaksa Obat yang terlihat sangat cantik.


Selain di kelilingi berbagai jenis obat-obatan, juga terdapat berbagai jenis bunga tumbuh subur di sana.


Tabib Hua mengajak mereka bertiga menuju sebuah rumah besar terdiri dari dua bangunan.


Bangunan utama dari bangunan samping yang agak kecil.


"Silahkan kalian beristirahat, aku akan membantu kalian mempersiapkan segala macam perlengkapan pernikahan." ucap Tabib Hua.


Tapi Lu Ping dan Se Se menyatakan mereka ingin ikut membantu.


Lu Ping menatap Se Se dengan khawatir dan bertanya,


"Tapi kondisi mu apakah baik-baik saja? lebih baik kamu temani Song ke ke bersantai di sana."


Se Se tersenyum dan menggeleng kemudian berkata,


"Aku tidak apa-apa jangan khawatir, ayo kita bantu tabib Hua agar cepat selesai."


Setelah semua siap dengan secara sederhana acara sembayang langit dan bumi sebagai syarat Pernikahan di selenggarakan.


Rupanya buntalan pakaian yang di bawa Se Se selain pakaian ganti, juga terdapat satu set baju pengantin lengkap dengan hiasan di kepala dan penutup kepala berwarna merah.


Rupanya gadis nakal dan keras kepala itu sudah mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari.


Setelah acara sembayang selesai Wu Song dan Se Se diantar masuk kekamar pengantin yang di hias dengan sederhana.


Wu Song merasa gugup duduk berdua begitu dekat dengan Se Se di dalam satu kamar.


Setelah minum arak pengantin bersama,


Se Se mengandeng tangan Wu Song dengan mesra duduk di pinggir ranjang pengantin.


Wu Song dengan gugup dan jantung berdebar-debar membuka penutup kepala Se Se.


Se Se tersenyum malu-malu menatap Wu Song.


Meski ini adalah pernikahan ketiga kalinya bagi Wu Song, tapi Wu Song tetap merasa sangat gugup.


Apalagi ketika mencium harum khas dari tubuh Se Se yang sangat kentara dan lembut.


Wu Song tidak dapat menahan diri untuk menelan ludahnya.

__ADS_1


Tongkat ajaibnya berdiri tegak meronta-ronta, Wu Song sangat malu ketika menyadari celananya mengembung besar dibagian bawah perut.


__ADS_2