LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MEMENANGKAN PERMAINAN CATUR,


__ADS_3

Wu Song duduk dihadapan kakek itu dan mulai memperhatikan papan Catur dihadapan kakek tersebut.


Cuma ada 5 tepat kosong yang tersisa, Wu Song memperhatikan ulang kira-kira Dia mau menaruh biji hitamnya dimana.


Semakin diperhatikan semakin pusing, Wu Song mencoba santai dan memperhatikan lagi.


Tiba-tiba Wu Song merasa dirinya kembali ke saat Ceng Ceng direbut paksa darinya oleh Si Ma Ong.


Wu Song sangat emosional tapi tak berdaya, Melakukan apapun untuk menolong Ceng Ceng, malah dirinya yang dipukuli dan dilempar ke Jurang.


Wu Song diliputi perasaan marah benci tapi tidak berdaya, pelan-pelan Wu Song menghela napas dan menerima semua kenyataan.


Melepaskan perasaan benci amarah dendam dan ketidakberdayaannya.


Ketika mata Wu Song terbuka, dia melihat ada satu titik kosong dipapan catur yang mengeluarkan cahaya.


Wu Song menaruh biji hitamnya ditempat tersebut.


Ekspresi wajah kakek itu seperti terkejut sesaat kemudian dia pun tersenyum.


Dan menaruh biji putihnya yang menyebabkan 5 biji hitam Wu Song diambilnya.


Wu Song mengerutkan keningnya berpikir langkah selanjutnya.


Ketika dia sedang berpikir keras, dia kembali ke masa kecilnya dimana ibu dan ayahnya meninggal kan dirinya ketika masih berusia 3 tahun.


Membuat nya menyalahkan ilmu silat, Wu Song kembali menghela napas menyadari kekeliruannya semua ilmu adalah baik, yang tidak baik adalah sifat dan digunakan untuk apa.


Bila ilmu itu tidak dipelajari sampai titik sempurna maka akan mencelakai pengguna nya bila sering dipamerkan didepan umum, yang menimbulkan iri hati dan kebencian orang yang melihatnya.


Wu Song mengangguk paham dan kembali melihat papan catur, dia melihat kembali ada cahaya yang muncul di satu titik kosong.


Wu Song kembali menaruh dititik tersebut, sikakek mengerutkan alisnya cukup lama dia berpikir lalu menaruh biji putihnya hasilnya dia cuma mendapatkan 1 biji hitam Wu Song.


Kalau di nilai berdasarkan skor kini Wu Song kalah 6-0.


Wu Song kembali melihat papan catur, lagi-lagi Wu Song tenggelam dalam pikirannya sendiri.


Ketika Lu Ping menolak dirinya, kemudian saat dia sudah beristri.


Lu Ping kembali muncul dan terlihat menyukai dan bersedia bersama dirinya.


Sehingga dia berada dalam dilema, Wu Song perlahan-lahan bisa menerima kenyataan dia sudah memilih Ceng Ceng.


Maka dia tidak boleh egois dan punya keinginan mendapatkan juga Lu Ping.


Dia harus menyimpan perasaan terhadap Lu Ping dan lebih fokus menghadapi masa depan bersama Ceng Ceng.


Sampai maut memisahkan mereka itu baru benar.

__ADS_1


Wu Song kemudian membuka matanya, tanpa keraguan dia menaruh biji hitamnya di tempat yang mengeluarkan cahaya hasilnya adalah dia mendapatkan 10 biji hitam.


Ini berarti skor mereka saat ini 10 berbanding 6 ini berarti Wu Song unggul 4 point'.


Si kakek tersenyum lebar dan menepuk pundak Wu Song sambil berkata,


"Anak muda kamu berhasil memenangkan pertandingan catur ini.


Sisa 2 langkah kemanapun kakek itu menaruh biji putihnya hasilnya sudah jelas.


Dia akan tetap kalah poin dari Wu Song.


Sambil tersenyum Kakek itu menjelaskan,


"Kehidupan sama dengan catur kemanapun kamu memutuskan melangkah pasti ada resiko dan pengorbanan nya."


"Asal kamu dapat melepaskan diri dari ikatan itu, dan menerima kenyataan hidup.


Maka beban hidup mu akan menjadi ringan."


"Karena kamu dapat melepaskan ikatan yang membelenggu dirimu dalam penderitaan."


"Makanya kamu berhasil menemukan jalan kemenangan dalam permainan catur ini."


Kakek itu menekan dan memutar-mutar tonjolan dinding batu disebelahnya.


Lalu mengambil sebuah botol porselen dan sebuah kitab kuno.


Ketiga macam barang ini diserahkan kepada Wu Song sambil berkata, "Zirah pelindung ini tidak perlu ku jelaskan lagi kamu pun tentu sudah tahu."


"Botol pil ini berisi Pil Nirwana sebutir pil dapat menawarkan berbagai jenis racun dan luka dalam."


"Pil ini hanya dapat digunakan satu kali setelah itu tidak efektif lagi."


"Untuk orang yang sekarat dan tidak tertolong lagi, pil ini dapat memperpanjang jiwanya selama satu bulan." ucap Kakek itu memberikan penjelasan.


Kemudian kakek itu juga menyerahkan sebuah kitab kuno yang ditulis dengan bahasa sansekrit kuno.


sambil berkata,


"Kitab ini berjudul Kekosongan dan tidak memiliki kemampuan. "


"Kamu boleh membaca dan mempelajari nya, aku tidak bisa memberikan petunjuk pada mu karena aku sendiri tidak berhasil mempelajari dan memahami kitab ini."


"Meski kitab ini sudah 5 tahun ini mengikuti ku tapi aku tidak berhasil memahaminya sedikitpun."


"Semoga kamu berjodoh dengan kitab ini dan berhasil menguasai isi didalam kitab ini."


Wu Song menerima ketiga pusaka itu dan menyimpan dalam buntalan pakaian nya.

__ADS_1


Sambil tersenyum Kakek itu melepaskan sebuah cincin yang ada di jarinya, lalu menyerahkan pada Wu Song.


Cincin ini bernama Cincin Semesta, meski bukan pusaka dewa.


Tapi dia bisa membantumu menyimpan barang-barang sehingga kamu tidak perlu bawa-bawa buntalan lagi bila sedang berkelana.


Cara penggunaan nya cukup mudah kamu cukup membayangkan benda yang mau kamu keluarkan maupun masukkan didalamnya.


Begitu pula bila kamu ingin melihat isi barang di dalamnya.


Wu Song menerima semua hadiah dari kakek itu dan memasukkan semuanya kedalam cincin yang kini dia kenakan dijari kanannya.


Setelah mengucapkan terimakasih Wu Song pun meninggalkan Pondok itu.


Ketika Wu Song keluar dari pondok didepan pondok hanya terlihat Lu Fan yang sedang menunggunya sedangkan Si Lutung Tangan 8 sudah tidak terlihat lagi.


Lu Fan dengan penasaran berjalan mendekati Wu Song sambil bertanya,


"Bagaimana apakah kamu berhasil memenangkan permainan catur itu?"


Wu Song mengangguk sambil tersenyum.


Lu Fan menepuk pundak Wu Song sambil berkata,


"Aku juga dari awal sudah menebak pasti kamu bakal berhasil memenangkan permainan catur itu."


"Karena main catur adalah salah satu ilmu yang paling suka kamu pelajari d ilembah."


Wu Song hanya tersenyum mereka berdua sambil ngobrol berjalan santai meninggalkan pondok tersebut.


Dari jauh Wu Song dan Lu Fan melihat seorang gadis berdiri bersender di sebatang pohon rindang.


Wu Song menyadari gadis itu adalah si gadis bercadar tapi dia diam saja.


Sedangkan Lu Fan dia tidak terlalu memperhatikannya dia sibuk melihat-lihat kitab kenang-kenangan yang diberikan padanya yang berisi ilmu pedang yang mirip Ilmu Pedang Tanpa Wujud (Wu Xiang Cien Fa) tapi sedikit berbeda dan lebih unik.


Begitu menyadari kehadiran Wu Song dan Lu Fan gadis itu sambil tersenyum menghampiri mereka.


Setelah berada dihadapan mereka berdua dia pun berkata pada Lu Fan,


"Adik kecil yang tampan dan sakti, bolehkah saya meminjam Kakak mu sebentar untuk berbincang-bincang?"


Lu Fan tertawa lebar, hati nya sangat senang dipuji tampan apalagi sakti, bagaimanapun dia masih kecil dan polos, dengan senang hati dia berkata sambil tersenyum nakal,


"Boleh saja tapi ingat dikembalikan, bila tidak kakak perempuan ku yang galak pasti akan membunuhku."


Gadis itu sambil tersenyum manis, tapi tidak terlihat jelas dia langsung menarik tangan Wu Song sambil berjalan dia menjawab, "Jangan khawatir, aku ca meminjam nya sebentar."


"Tapi bila dia ingin ikut denganku aku juga tidak akan menolak," ucapnya sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2