LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEI FENG DARI PULAU TENGKORAK


__ADS_3

Suara tertawa pria bertubuh tinggi besar itu membuat seluruh area disekitar sana bergetar hebat.


Ada beberapa bangunan yang tidak kuat langsung ambruk kebawah tidak kuat menahan getaran suara pria bertubuh tinggi besar itu.


Sonia dan ke 9 tetuanya sudah duduk bersila membentuk lingkaran, saling melindungi dengan tenaga dalam gabungan mereka.


Sedangkan kedua pelayan Sonia yang pingsan tidak terpengaruh oleh suara tertawa kakek itu


Lu Fan tersenyum tenang sama sekali tidak terpengaruh oleh suara tertawa dari pria itu.


Pria ini bukan orang sembarangan jauh di daerah Utara sana dia terkenal dengan julukan


Si gila dari Utara ( Pei Feng ), dia adalah majikan sebuah pulau yang terletak jauh di laut Utara sana.


Sedangkan pemuda tampan bertubuh tinggi besar seperti Lu Fan, dia adalah murid Pei Feng, pemuda tersebut bernama Cin Liong.


Cin liong adalah anak yatim-piatu yang di pungut dan dibesarkan oleh Pei Feng, dan di jadikan sebagai ahli warisnya.


Pulau tempat tinggal mereka adalah pulau tersembunyi yang jarang ditemui oleh orang, tertutup kabut misterius sepanjang tahun.


Pulau itu oleh para nelayan di perairan laut Utara di beri nama Pulau Tengkorak.


Hal ini karena bila para nelayan melewati kabut misterius dari kejauhan pulau tersebut akan terlihat seperti sebuah tengkorak kepala manusia raksasa.


Tidak ada nelayan yang berani mendekati pulau menyeramkan itu.


Padahal bila ada yang berani singgah ke pulau itu, mereka pasti akan terpesona oleh pemandangan di pulau itu yang sangat indah dan menakjubkan.


Berbagai macam flora dan fauna yang langka juga ditemukan di pulau tersebut.


Seperti burung Phoenix, cendrawasih, merak Bangau merah, bangau putih, dan masih banyak lagi berbagai macam hewan aneh yang langka ada di sana.


Sedangkan pepohonan dan tumbuhan obat-obatan langka juga banyak terdapat disana, seperti ginseng jamur Ling Che dan masih banyak lagi tanaman obat langka semua tumbuh subur di sana.


Melihat Suara tertawanya sama sekali tidak berefek buat Lu Fan, Pei Feng kini mengibaskan tangannya kearah Lu Fan.


Serangkum angin yang tajam dingin dahsyat membentuk angin ****** beliung menerjang kearah Lu Fan.


Area yang dilewati oleh angin pukulan tersebut lantai barunya pecah berantakan berhamburan tersedot oleh pusaran tenaga tersebut menerjang kearah Lu Fan.


Lu Fan menyambutnya dengan tangan sebelah melepaskan pukulan Kang Lung You Hui dari 18 Tapak Penahluk Naga.

__ADS_1


Benturan energi yang membentuk seekor naga dengan pusaran angin ****** beliung pun terjadi.


Terjadi ledakan dahsyat yang membuat penginapan tempat Lu Fan menginap kini benar-benar roboh rata dengan tanah.


Untungnya para penghuni, pekerja dan pemilik restoran dan penginapan itu jauh-jauh sebelum bentrokan Lu Fan terjadi mereka sudah lari menyelamatkan diri.


Ketika asap dan debu Sirna, ditempat tersebut sudah tidak terlihat ada Lu Fan dan Pei Feng.


Kedua orang tersebut sedang melayang di udara saling serang dengan pukulan dan tendangan mereka yang disertai angin pukulan dahsyat.


Tidak ada yang terlihat terdesak mereka cukup berimbang.


Mereka memiliki kekuatan tenaga yang hampir berimbang.


Lu Fan yang unggul dalam berbagai macam ilmu silat, memang terlihat lebih lincah dan banyak menyerang.


Tapi itu bukan berarti Lu Fan unggul, Pei Feng memiliki pertahanan yang sangat rapat dan kuat selalu berhasil menjinakkan semua serangan Lu Fan.


Serangannya yang hanya sekali waktu, tapi selalu berhasil memaksa Lu Fan harus bergerak mundur menghindarinya.


Lu Fan akhirnya mulai mengubah cara bersilat nya dengan Xi Xing Ta Fa dipadu Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa.


Bila Sonia dan ke 9 tetua itu bisa melihatnya mereka pasti akan sangat terkejut.


Awalnya Pei Feng sedikit terkejut dengan ilmu sedot tenaga dalam Lu Fan, tapi hanya sesaat saja.


Sesaat kemudian dia sudah bisa menguasai pertempuran kembali.


Setiap kali tersedot oleh ilmu Lu Fan, dia akan mengubahnya menjadi pukulan tenaga kasar yang keras ketubuh Lu Fan membuat Lu Fan terdorong mundur menjauh.


Atau dia akan menggunakan totokan untuk mengetatkan nadi penyedot Lu Fan, sehingga dia bisa melepaskan diri dari tenaga sedotan Lu Fan.


Lu Fan untungnya seluruh tubuhnya di lindungi oleh ilmu guru Sun Cing Kang Pu Huai Ce Sen


Bila tidak pukulan kasar Pei Feng yang sanggup meluluh lantakkan batu karang, pasti akan membuat seluruh tulang ditubuh Lu Fan hancur berantakan.


Melihat ilmu ini masih kurang efektif, Lu Fan kembali merubah cara bersilat nya.


Kini dia mulai menggunakan Liu Mai Sen Cien dan Wu Xiang Cien Fa melakukan serangkaian serangan jarak jauh kearah Pei Feng.


Tapi Pei Feng tetap bisa menangkis dan menahan serangan jarak jauh Lu Fan tanpa mengalami cedera ataupun luka.

__ADS_1


Karena seluruh tubuhnya di lindungi tenaga sakti yang seperti karet, berapa keras pun Pei Feng di serang dia akan mementalkannya kembali.


Lu Fan kembali merubah cara bersilat nya dengan merubah dirinya menjadi sebatang pedang raksasa melesat dengan kecepatan tinggi menusuk kearah tubuh Pei Feng.


Pei Feng membentuk energi perisai berwarna putih menahan serangan energi' Pedang Manusia dan Pedang bersatu dari Lu Fan.


Serangan Lu Fan pun tertahan, bias dari kekuatan yang di pancarkan kedua orang itu.


Memaksa ke 9 tetua, Sonia dan Cin Liong mundur menjauhi arena pertempuran.


Setelah berada di jarak aman ke 9 tetua baru menyadari Sonia tidak lagi memakai cadarnya.


Tetua Ishak dengan sangat terkejut menunjuk wajah Sonia dengan suara setengah membentak,


"Kamu berani melanggar pantangan aliran kita..!?"


"Katakan kemana cadar mu ? siapa yang pertama melihat wajah mu ?!"


tanya Ishak dengan suara menahan amarah.


Sonia tidak terlihat takut dia menegakkan badannya membusungkan dada nya yang pada dasarnya sudah membusung itu kedepan.


Lalu mengedikkan kepalanya keatas dan berkata dengan berani sambil menatap mata tetua Ishak.


"Aku adalah istrinya, kenapa kamu mau membunuhku coba saja..!"


"Kita lihat kamu ber 9 masih bisa pulang dengan selamat bila terjadi sesuatu dengan ku.."


ucap Sonia mengancam sambil menunjuk Lu Fan adalah suaminya.


Tentu saja 9 tetua itu akan berpikir seratus kali bila ingin menyentuh apalagi menghukum Sonia.


Mereka sadar Lu Fan sangat sakti, bila ternyata seperti yang di katakan oleh Sonia.


Mereka pasti akan mati ditanah asing ini tanpa kuburan.


Mereka ber 9 terlihat ragu saling pandang, tapi dengan kecantikan yang Sonia miliki bukan mustahil pendekar sesakti apapun akan tahluk dan tidak bisa menolaknya.


Mereka tidak tahu Lu Fan adalah pengecualian.


"Banggg...!"

__ADS_1


terdengar ledakan keras di udara akibat benturan dahsyat antara telapak tangan dan telapak kaki.


__ADS_2