
Akibat benturan tersebut Xue Yen terpental mundur puluhan langkah ke belakang dengan tubuh terhuyung-huyung mundur.
Dari bekas telapak kaki yang Xue Yen tinggalkan terlihat dia mundur dengan langkah kaki kacau.
Ini menunjukkan kekuatan Xue Yen masih dua tingkat di bawah Ouw Yang Mo.
Ouw Yang Mo setelah berulang kali menelan pil pahit baik melawan Wu Song ataupun Topeng Besi.
Dia setiap hari tanpa henti terus menyempurnakan kekuatan Ilmu katak hijaunya.
Kini dia telah berhasil menembus level 15 dari ilmu katak hijau ciptaannya, tenaganya mengalami peningkatan yang sangat pesat.
Sambil tertawa Ouw Yang Mo berkata,
"Ha..ha..ha...ha...!"
"Hei Boneka cantik, lebih baik kamu pergi menjauh dari sini."
"Aku sedikit tidak tega bila harus membunuh boneka secantik dirimu."
Mendengar ucapan Ouw Yang Mo yang meski terdengar memuji, tapi sebenarnya sedang merendahkan diri nya.
Xue Yen menjadi marah, sambil menaikkan alisnya dia langsung terbang dengan kecepatan tinggi menyerang Ouw Yang Mo dengan cakar tulang putih miliknya.
Gerakan jurusnya yang aneh dan berbahaya, berhasil memaksa Ouw Yang Mo untuk berhenti tertawa, dan harus mencurahkan seluruh konsentrasinya menghadapi serangan Xue Yen yang cepat dan ganas.
Xue Yen tidak memberi kakek itu pilihan selain terus melangkah mundur, karena sedikit saja dia terlambat, maka daerah tubuhnya yang diserang oleh Xue Yen akan remuk menjadi tepung.
Ouw Yang Mo setelah bergerak mudur dengan cara berterbangan mundur menjauh seperti seekor katak.
Dia kembali melesat maju dengan sepasang tangan terbuka menyambut sepasang cakar Xue Yen dengan sepasang tangan terbuka.
"Blaaarr...!"
Xue Yen terpental keatas, kemudian meluncur turun dengan tubuh berputar-putar sepasang cakar mengeluarkan sinar putih kebiruan berhawa dingin yang sangat tajam menghujam kebawah dengan keras.
Ouw Yang Mo mendekam di atas tanah dengan bunyi.
"Kok..! Kok...! Kok...!"
__ADS_1
Tubuh dan pipinya mengembung besar, di penuhi hawa inti bumi yang terus disedot olehnya.
Saat pukulan nya di lepaskan kearah Xue Yen, tubuh Xue Yen menghilang dari sasaran sehingga pukulan yang di lepaskan hanya menemui tempat kosong.
Xue Yen tiba-tiba muncul di atas kepala Ouw Yang Mo ingin mencengkram batok kepalanya.
Ouw Yang Mo sangat berpengalaman dan juga penguasaan ilmunya sangat matang.
Hanya dengan sedikit menggeser posisi kepalanya, cengkraman Xue Yen berhasil dia hindarkan
Sebagai gantinya dia memberikan daging punuk di pundaknya kepada cengkraman Xue Yen.
Xue Yen terkejut dia hanya mencengkram bola daging lunak, sebelum dia sempat menarik tangannya kembali.
Sepasang tangan Ouw Yang Mo meluncur sangat cepat menghantam kearah dadanya.
Xue Yen menggunakan tangan yang lainnya menangkis sambil menggeser sedikit tubuhnya sehingga hantaman ke dada di ganti dengan pundaknya.
Sebelum tubuhnya terpental kebelakang Xue Yen mengganti cakarnya yang menemui daging empuk dengan sebuah hantaman pukulan es abadi.
Seluruh tubuh Ouw Yang Mo pun membeku menjadi sebuah patung es.
Sedangkan Xue Yen terpental bergulingan kebelakang dengan bahu terlepas dari sambungan nya.
Ditempat lain di bawah arahan Yue Fei Pasukan Rajawali Merah yang belum terbang keatas tembok.
Kini membuat dinding perisai yang kuat mendorong mundur pasukan Naga Hitam.
Kemudian baru menghujani mereka dengan serangan tombak.
Hal ini cukup efektif menahan pergerakan Pasukan Naga Hitam yang agresif.
Di tempat lain Lu Sun yang melakukan pengamatan jarak jauh dari Chen Liu, menyadari Pasukan Naga Hitam pimpinan Xue Yen dari Guan Du berhasil ditahan oleh pasukan Rajawali Merah.
Dia menjadi cemas dengan keadaan istrinya, Lu Sun tidak bisa berpikir lebih jauh lagi, dia segera memimpin sisa pasukan naga hitam bersama ke 7 saudaranya bergerak menuju Hu Lao Kuan.
Melihat kedatangan pasukan besar pimpinan Lu Sun, Yue Fei sangat cemas, tapi bibirnya tersenyum senang.
Meski dia bakal terjepit dan ada kemungkinan di hancurkan oleh pasukan Naga Hitam.
__ADS_1
Tapi Pasukan Naga Hitam sendiri tidak akan bisa meloloskan diri dari serangan Bun Houw dan Shi Ma Ong yang memimpin 1.500.000 pasukan Rajawali Merah.
Meski harus berkorban tapi bila bisa menghancurkan pasukan Naga hitam, pancingan nya sekali ini tidak akan sia-sia.
Pasukan Naga Hitam pimpinan Lu Sun bergerak cepat mendekati arena pertempuran Yue Fei.
Saat kedua Pasukan berat sebelah mulai bertemu, korban di pihak Pasukan Rajawali Merah mulai berjatuhan.
Yue Fei dan Sin Yi Istrinya mati-matian bertahan menghadapi serangan 7 orang jendral kepercayaan Lu Sun.
Mereka bisa memainkan formasi mereka menggunakan Feng Thian Hua Ci dengan sangat sempurna menahan serangan ganas Api suci dari Sin Yi yang dahsyat.
Tiba-tiba dari arah belakang Pasukan Naga hitam terdengar suara teriakan hiruk pikuk dari pasukan pimpinan Bun Houw dan Shi Ma Ong yang telah tiba.
Mereka langsung menyerang dengan ganas mengandalkan jumlah banyak dan serangan mendadak menekan Pasukan Naga Hitam.
Melihat hal ini Lu Sun terpaksa membatalkan rencananya untuk menolong Xue Yen, dia terpaksa terbang ke barisan belakang.
Melepaskan aura naga dan semburan nafas apinya untuk memukul mundur pasukan Rajawali merah.
Hal ini cukup efektif, ditambah dengan kedatangan Naga Hitam temannya yang memberikan serangan api biru dari udara.
Membuat pergerakan pasukan besar itu terhenti dan harus bergerak mundur, untungnya tameng yang di desain oleh Bun Houw berhasil menahan semburan api Naga Hitam dan semburan nafas panas dari Lu Sun.
Mereka tidak sampai hangus dan tewas karena tertahan oleh tameng mereka, tapi luka-luka bakar ringan tetap tidak terhindarkan karena panas api yang disemburkan oleh Naga Hitam dan Lu Sun sangatlah kuat.
Tanpa bersentuhan hanya terkena hawa panasnya pun kulit bisa melepuh di buatnya.
Dengan kedatangan pasukan besar Bun Houw, tekanan terhadap Yue Fei menjadi sedikit kendor.
Sehingga Pasukan Rajawali Merah pimpinan Yue Fei bisa sedikit bernafas lega.
Pasukan Jendral Wu dan Jendral Kam tetap berusaha mati-matian mempertahankan Hu Lao Kuan.
Di tempat lain lapisan es yang mengurung Ouw Yang Mo perlahan-lahan mulai retak, hingga akhirnya hancur berkeping-keping.
Ouw Yang Mo terlihat melesat keluar dari dalam kurungan es, dia terbang menuju Xue Yen dengan sepasang telapak tangan terbuka yang mengandung pukulan sakti katak hijau yang dahsyat.
Xue Yen sambil menahan nyeri di pundaknya, dia membentuk lapisan dinding es yang tebal untuk menahan serangan dari Ouw Yang Mo.
__ADS_1
Xue Yen terus mempertebal lapisan dinding es untuk bertahan.
Satu persatu lapisan es yang di ciptakan Xue Yen meledak hancur berkeping-keping, setelah bersentuhan dengan tapak Ouw Yang Mo.