
Mereka segera memaksa Si Topeng Besi mundur menjauh dengan serangan gabungan mereka yang dahsyat.
Lalu mereka berkelebat meninggalkan arena pertempuran, sambil memanggul tubuh Lee Yong.
Mereka juga melepaskan kode agar seluruh pasukan Perguruan petir yang sedang mendesak Pasukan Naga Hitam dan Pasukan gabungan para pendekar.
Bergerak mundur kembali ke kapal mereka, lalu bergerak meninggalkan Luo Yang.
Tidak ada yang berniat untuk mencegah kepergian mereka, saat melihat kondisi Lu Sun Wu Song dan Lu Fan semuanya terluka dan terkapar tak berdaya.
Di pihak mereka orang sakti hanya tersisa si Topeng Besi yang kini sedang berusaha membantu menstabilkan kondisi Wu Song.
Sedangkan yang lain bergerak sendiri-sendiri mengikuti arahan atasan mereka membenahi berbagai kerusakan yang timbul akibat pertempuran dahsyat tersebut.
Sementara itu di tempat lain yang jauh meninggalkan Luo Yang.
Diatas sebuah kapal mewah berukuran besar, berbendera Dewa petir.
Terlihat 4 tetua angin hujan petir dan listrik mendarat ringan di atas geladak kapal tersebut.
Mereka kemudian perlahan-lahan menurunkan tubuh Lee Yong yang terkulai lemas di atas geladak kapal.
Keempat orang yang mengelilingi tubuh Lee Yong, mereka satu persatu memeriksa kondisi Lee Yong dengan teliti.
Kemudian mereka berempat menghela nafas sedih dan saling memandang sambil menggelengkan kepala mereka.
"Ketua muda sudah tiada, "
ucap Tetua kilat sedih.
"Angin pergilah beritahukan pada nyonya muda, minta dia kemari segera.."
ucap tetua kilat ke tetua angin.
Tetua angin mengangguk, lalu dia berdiri dan berjalan dengan lesu kearah kamar So Soo.
Dua pengawal yang melihat kedatangan Tetua angin segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Hormat tetua angin.."
Tetua angin mengangguk dan berkata,
"Apa Nyonya muda ada di dalam..?"
Kedua orang itu mengangguk dan berkata,
"Nyonya muda dan pria itu ada di dalam keadaan aman.."
__ADS_1
"Baiklah kalian boleh pergi istirahat, di sini sudah bukan urusan kalian lagi.."
Kedua orang itu mengangguk hormat kemudian sambil membungkuk mereka mundur dari situ.
Tetua angin membuka pintu kamar, dia menatap dengan sedih kearah So Soo yang sedang berkomat-kamit berdoa dengan mata terpejam.
Tetua angin mengibaskan tangannya kearah So Soo totokan ditubuh So Soo pun terlepas.
So Soo perlahan-lahan membuka sepasang matanya yang merah karena terlalu banyak menangis.
Sambil menghela nafas panjang tetua angin memalingkan wajahnya tidak berani menatap mata So Soo.
"Nyonya Ketua muda sudah kembali, silahkan ikut dengan ku menemuinya.."
ucap Tetua angin sambil melangkah keluar dari dalam kamar.
"Ba..Ba.. bagaimana keadaan Yong ke ke ?"
tanya So Soo gugup, dia mempunyai firasat jelek saat melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh tetua angin.
Tetua angin tidak menjawabnya dia hanya terus melangkah menuju geladak kapal.
So Soo dengan langkah terburu-buru mengejar dari belakang, dia masih sedikit terhuyung-huyung karena kakinya masih kesemutan, akibat duduk bersimpuh terlalu lama dalam keadaan tertotok jalan darahnya.
So Soo saat tiba di sana, dia berdiri mencelos melihat pemandangan di depannya.
Keempat tetua memalingkan wajah mereka sambil menghela nafas panjang mereka berjalan meninggalkan tempat itu.
Tetua kilat yang berjalan paling akhir berkata,
"Maafkan kelalaian kami nyonya muda, kami telah gagal.."
Setelah itu dia pun berjalan dengan lesu menyusul langkah ketiga saudaranya yang sudah pergi duluan.
Kini tinggal So Soo yang duduk bersimpuh di sebelah jasad Lee Yong yang masih hangat dan seperti orang sedang tidur.
Hanya nafas dan detak nadinya yang sudah berhenti, yang menjelaskan Lee Yong telah meninggalkan dunia fana ini.
Sambil terisak, So Soo memeluk mayat suaminya dalam pelukannya dan berkata,
"Maafkan aku Yong ke ke, aku yang salah, aku yang tidak tahu diri."
"Sudah di beri kesempatan kedua untuk menikmati kebahagiaan, aku masih tidak pernah puas."
"Aku masih tetap tidak menghargai berkat dari kesempatan kedua itu.."
"Aku telah menyia-nyiakan cinta mu.."
__ADS_1
"Aku...aku yang mencelakai mu, aku adalah wanita pembawa sial, aku benar-benar adalah malapetaka bagi mu.."
"Tidak seharusnya kamu memilih mencintai dan hidup bersama wanita pembawa sial ini.."
"Maafkan aku Yong ke ke....Hu...hu..hu..hu..!"
"Yong ke ke bangunlah...! bangunlah Yong ke ke..! kasihani So Soo jangan tinggalkan So Soo Yong ke ke..!"
"Hu.hu..hu..hu..! So Soo menyesal, kamu bangunlah marahi dan pukul lah So Soo, bangunlah Yong ke ke jangan diam saja..seperti ini..."
"So Soo tidak mau seperti ini...So Soo tidak mau Yong ke ke...ayo bangun...! Hu...hu...hu..hu..!"
"Yong ke ke ayo bangun...Yong ke ke.. jangan tinggalkan So Soo..So Soo tidak bisa hidup sendirian tanpa mu..."
"Yong ke ke bangunlah...So Soo beritahu pada mu..kamu akan segera jadi ayah..kamu haru bangun Yong ke ke..kamu tidak boleh meninggalkan kami begitu saja...!"
Yong ke ke ayo bangun, ...So Soo tidak bisa membesarkannya seorang diri..."
Yong ke ke...hu..hu..hu..hu..! So Soo tahu So Soo bersalah, maafkan So Soo bangunlah..!"
"Jangan siksa So Soo seperti ini..!"
"Yong ke ke...hu..hu..hu..hu...!"
So Soo terus menangis histeris sambil menguncang-guncang tubuh Lee Yong yang berada dalam pelukan nya.
Akhirnya So Soo pun tergeletak pingsan di dekat mayat suaminya karena terlalu lelah menghadapi pukulan batin yang sangat berat ini.
So Soo saat ditemukan oleh tetua kilat, dia segera membantu memindahkan So Soo ke kamarnya.
Tapi karena So Soo tidak bersedia melepaskan mayat suaminya, sekalipun dalam keadaan pingsan.
Tetua kilat terpaksa memindahkan kedua orang itu secara bersama sama kedalam kamar dan membaringkan tubuh mereka berdua di sana.
Setelah siuman dari pingsannya, So Soo seperti orang tidak waras, tiap hari hanya memeluk tubuh suaminya yang telah meninggal.
Dia juga terus berbicara seorang diri dengan jasad suaminya, terkadang tertawa, terkadang menangis terkadang marah-marah seorang diri.
Tidak ada yang berani masuk ke kamarnya mengusiknya,
Bun Houw yang tadinya di tempat kan diruang tengah.
Kini sudah dipindahkan dan dirawat di kamar lain.
Dari hasil rembukan keempat tetua, mereka memutuskan akan membawa So Soo kembali ke kerajaan Goguryeo untuk di kembalikan ke ayahnya.
Tapi ada yang aneh dengan mayat Lee Yong, meski dia sudah meninggal selama dua hari, tapi mayatnya masih tetap hangat dan lemas.
__ADS_1
Tidak berubah menjadi kaku dan dingin, dia masih tetap terlihat seperti orang sedang tidur.