LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
AKHIR NASIB KOAI LAU JEN


__ADS_3

Kedatangan Naga Hitam dari udara menggunakan sepasang cakar dan buntutnya menyerang sepasang kera merah putih itu.


Membuat pergerakan mereka terhenti, dan harus mengalihkan perhatian mereka menghadapi Naga hitam.


Kera putih menggunakan kedua tangan nya menangkap sepasang kaki depan naga hitam yang hendak mencengkram bahunya.


Sedangkan kera merah yang datang ingin mencekik leher Naga hitam terhempas oleh kibasan ekor Naga Hitam yang kuat.


Adu kekuatan tarik menarik terjadi, hingga akhirnya kera Raksasa terbawa oleh naga hitam keatas.


Setelah berada ditempat cukup tinggi, Naga Hitam menyemburkan Api birunya kearah Kera raksasa.


Kera Raksasa meraung kesakitan sebagian bulu ditubuhnya terbakar terkena semburan Api biru dari naga hitam.


Tubuhnya terjatuh dari tempat ketinggian, meluncur dengan deras menghantam tanah sehingga tanah debu dan batu beterbangan.


Tapi kera itu dilindungi oleh bulunya dan kekuatan otot dan kulitnya yang tebal.


Dia tidak terluka sama sekali,. dia segera melompat bangun berdiri tegak menatap kearah langit sambil meraung marah dia memukul-mukul dadanya sendiri dengan kedua tangannya.


Bersiap menghadapi terjangan Naga Hitam dari udara.


Semburan Api biru Naga Hitam menghanguskan sebagian bulu putihnya membuat kera itu sangat marah.


Naga hitam sambil meliuk-liuk berputaran diudara mengeluarkan Auman dahsyat kemudian meluncur turun kebawah sambil menyemburkan api birunya menyerang Kera raksasa putih .


Kera raksasa merah tidak tinggal diam, setelah tubuhnya terhempas tadi, kini dia melancarkan pukulan kedua tangannya yang mengeluarkan dua bola api bergerak menghantam tubuh Naga Hitam.


Melihat serangan yang datang dari si merah, Naga hitam tidak menghentikan serangan nya kearah si putih.


Dia hanya menangkis serangan si merah dengan bagian ekornya, sehingga serangan si merah menghantam kearah.pasukan Rajawali Merah yang sedang berhadapan dengan Pasukan Naga Hitam yang perkasa.


Tiba-tiba dari arah kanan Pasukan Rajawali Merah terdengar suara teriakan gegap gempita dari pasukan keluarga He yang dipimpin oleh He Siong bersama pamannya Ma Yan Lung.


Belum hilang kagetnya, Pasukan Rajawali Merah kembali diterjang dari arah kiri oleh pasukan gabungan para pendekar yang di pimpin oleh si topeng besi dan Yi Yi.


Sedangkan dari arah belakang datang Pasukan besar Panglima Sie ajudan Gao dan jendral hitam putih.

__ADS_1


Kini Pasukan Rajawali Merah menghadapi jepitan dari 4 arah.


Serangan yang paling ganas datang dari kanan dan kiri dimana He Siong yang kuat seperti seekor banteng sangat sulit di hentikan oleh pasukan Rajawali Merah.


Ditambah dengan serangan tombak panjang Ma Yan Lung yang duduk diatas punggung kudanya.


Setiap tombaknya bergerak pasti dua sampai 3 korban akan jatuh.


Serangan yang datang dari sebelah kiri juga tidak kalah ganasnya, pedang pelangi yang seperti punya mata bergerak kesana-kemari memotong leher Pasukan Rajawali Merah.


Kemanapun pedang itu bergerak puluhan Pasukan Rajawali Merah pasti jatuh bertumbangan.


Yi Yi yang bergerak di sebelah suaminya dengan cakar tulang putih dan pukulan es Abadi juga merupakan ancaman besar bagi Pasukan Rajawali Merah.


Tujuh tetua Thian San dengan pedang terbang mereka juga menghabisi cukup banyak Pasukan rajawali merah.


Ayah Yang Jian yang merupakan teman baik panglima Sie, juga bergerak kesana-kemari dengan tarian jurus pedang Thian San, membuat pasukan Rajawali Merah semakin berada dalam kesulitan.


Para biksu Shaolin dan pendeta Xu San Pai juga bergerak dalam formasi Toyo dan pedang mereka berusaha membongkar pertahanan pasukan Rajawali Merah.


Yang meski terlihat terdesak, tapi mereka berhasil membentuk pertahanan kuat menahan gempuran lawan dari 4 penjuru.


Tubuh Koai Lau Jen yang selalu terpental jauh bergulingan, akhirnya dia kembali menghilang kedalam tanah ingin melarikan diri.


Tapi Lu Fan yang punya dendam khusus dengan kakek licik itu.


Langsung melepaskan jurus tebasan pemusnahan arahat dengan senjata Dewa legendaris nya yang langsung bergerak mengejar kemanapun Koai Lau Jen bersembunyi di dalam tanah.


Saat Koai Lau Jen muncul dari dalam tanah menghindari kejaran senjata Dewa Lu Fan.


Lu Gan tiba-tiba muncul di hadapannya, Koai Lau Jen berdiri terpaku ditempat, dia sudah berusaha melepaskan energi perisai pelindung lautan pedang.


Tapi percuma saja tangan Lu Fan terus meluncur kearahnya.


Koai Lau Jen merasa bagian dadanya tiba-tiba terasa perih dan dia kesulitan bernapas, saat menundukkan kepalanya melihat kearah dadanya.


Ternyata dada kirinya telah berlubang, jantungnya telah hilang tidak berada ditempatnya.

__ADS_1


Koai Lau Jen melihat kearah Lu Fan dengan mata terbelalak ketakutan.


Ditangan Lu Fan terlihat sebuah benda merah yang masih berdenyut-denyut, Lu Fan memencetnya hingga meledak menjadi butiran darah yang berhamburan, sambil berteriak,


"Mampuslah Bangsat tua....!!"


Tanpa sempat berteriak Koai Lau Jen ambruk keatas tanah jatuh terlentang menghadap langit dengan sepasang mata terbelalak lebar penuh ketakutan.


mulut terbuka lebar darah mengalir dari kelima panca Indra nya.


Dengan tewasnya Koai Lau Jen kontrol terhadap kedua monyet putih merah pun hilang, kini mereka menyerang secara membabi buta siapapun yang berada didekat mereka.


Lu Fan bergerak cepat membantu Naga Hitam menyerang Kera berwarna merah, yang selalu bergerak memberikan serangan bokongan kearah Naga Hitam.


Kedatangan Lu Fan membuat kera merah harus bertahan mati-matian menghadapi Lu Fan, pukulan apinya tidak berefek terhadap Lu Fan.


Sebaliknya setiap hantaman senjata Lu Fan yang mengenainya, selalu membuatnya menjerit kesakitan.


Tulang kulit dan dagingnya yang keras serta bulunya yang tebal tidak cukup kuat menerima hantaman dari senjata Dewa itu.


Lu Gan yang pada dasarnya memiliki kejiwaan yang sadis, dia tidak langsung menahlukkan kera itu melainkan dia mencabuti bulu di tubuh kera itu setiap ada kesempatan.


Kera merah tidak tahan lagi di siksa oleh Lu Fan, dia berteriak aneh Kearah kera putih yang sedang bertarung sengit dengan Naga Hitam.


Mendengar teriakkan kera merah, kera putih yang sedang saling dorong dengan Naga Hitam.


Di mana kedua tangan nya di gunakan untuk menahan kepala Naga Hitam yang hendak mencaplok kepalanya.


Dengan sekuat tenaga kera putih memutar kepala Naga Hitam kesamping sambil membantingnya keatas tanah.


Setelah itu dia tidak melanjutkan serangan, melainkan melompat jauh meninggalkan arena Pertempuran menyusul kera merah yang berlari ketakutan dengan kedua tangan menutupi kepala dan wajahnya.


Dalam sekejap mata kedua kera itu sudah menghilang kedalam hutan melarikan diri kedaerah pegunungan.


Lu Fan tidak berniat membunuh'kedua kera raksasa itu, dia hanya ingin mempermainkan dan menyiksanya.


Bila dia menginginkannya kera merah itu tentu sudah menyusul Koai Lau Jen.

__ADS_1


Naga hitam bangkit dari posisi nya meraung marah tapi musuhnya sudah hilang.


__ADS_2