
Melihat Jendral muda He yang muncul, Yue Fei pun berteriak,
"Hai teman lama kita jumpa lagi, cepat buka pintu nya...! biarkan kami lewat...! sebelum aku kehabisan kesabaran...!"
Jendral He tidak menanggapinya dia melihat kearah Pasukan Rajawali Merah, yang berdiri rapi di belakang Yue Fei diperkirakan mencapai 10.000 orang.
Meski jumlahnya tidak banyak Jendral He Sin tidak berani memandang rendah, karena dia sudah membuktikan.
Desas desus kemampuan Pasukan Rajawali Merah, yang satu lawan seratus itu bukan gosip isapan jempol belaka.
Jendral He Sin akhirnya menjawab, Setelah mengadakan pengamatan,
"Kita bukan teman...! kita berdiri di sisi yang tidak sama...! silahkan anda ambil jalan lain..!"
"Kalau anda memaksa, anda boleh mencoba armada pertahanan kami...!"
ucap Jendral He Sin tegas.
Kemudian dia membalikkan badannya meninggalkan pinggir tembok pembatas.
Yue Fei belum menyerah dia kembali berteriak,
"Bagaimana bila kita sesama pemimpin berduel saja, tidak usah melibatkan dan mengorbankan bawahan kita.?!"
Jendral He Sin hanya mendengus dingin, tidak mau menjawab, maupun meladeni tantangan Yue Fei.
Yue Fei terus mengejek dan menghinanya sepanjang hari.
Para bawahan He Sin sudah sangat marah dan gatal tangan ingin maju.
Tapi tanpa ijin dari jendral He Sin mereka tidak berani bergerak sama sekali.
Jendral He Sin sendiri dengan tenang dan santai duduk sambil menyeduh teh.
Tidak memperdulikan teriakan maupun ejekan Yue Fei.
Yang dari tantangan sudah berubah, jadi ejekan dan hinaan sampai nenek moyang pun di bawa-bawa.
Tapi tetap tidak membawa hasil dan capek sendiri.
Jendral He Sin tetap terlihat sabar tenang tidak memperdulikannya sama sekali.
Yue Fei harus akui Jendral He Sin ini termasuk Jendral hebat yang tidak mudah di tahlukan.
__ADS_1
Karena tidak menemukan hasil menjelang matahari terbenam, Yue Fei hanya bisa kembali ke Pasukan nya .
Memberikan perintah pendirian kemah, buat beristirahat dan melakukan perencanaan ulang untuk esok hari.
Yue Fei tidak mau menyerang dengan kekerasan secara frontal, karena dia tidak tahu jebakan apa yang menanti pasukannya.
Bila maju menyerang secara frontal, Yue Fei tidak tahu berapa besar kekuatan di balik tembok itu sangat membahayakan Pasukan nya.
Bila tidak punya kepastian Yue Fei tidak akan mau bergerak, dan membahayakan nyawa saudara-saudaranya.
Begitu juga dengan He Sin, sebelum ada kepastian dan dukungan dari kota lain, dia tidak akan mengambil resiko menerima tantangan Yue Fei.
Karena kedua belah pihak tidak ada yang mau bergerak duluan, akhirnya mereka seperti sedang gencatan senjata.
Masing-masing diam tidak bergerak, hanya posisi seperti ini lebih tidak menguntungkan buat Yue Fei.
Setiap hari Yue Fei hanya keluar untuk berteriak-teriak tanpa hasil, sampai matahari terbenam kemudian bubar Kembali ke kemahnya.
Tepat di hari ketiga, Jendral He Sin mendapatkan informasi dari mata-mata yang dia sebarkan.
Yang keluar dari jalan kecil menyamar jadi tukang kayu pemburu dan pedagang.
Mereka mengabarkan bahwa Yue Fei sebenarnya membawa sisa pasukan kalah perang dari Chang An.
Pasukan Yue Fei sebagian besar adalah pasukan yang terluka dan kelelahan.
Mereka kehilangan Chang An, karena harus menghadapi Wu Song murid Sang Legenda Jendral Naga Hitam Lu Sun.
Yang dibawa oleh Putri Nan Yang untuk membebaskan Keluarga nya.
Mendapatkan laporan tersebut, Jendral He tertawa gembira dan terbahak-bahak penuh kesenangan.
Tapi sebagai orang berhati-hati dia masih kurang yakin.
Malam itu, dia menyiapkan 200.000 Pasukan untuk bersiaga di gerbang menunggu perintah darinya.
Dia sendiri membawa 5 orang diam-diam menyelinap kedalam perkemahan Pasukan Yue Fei.
Yang ternyata perkemahan Pasukan Yue Fei, tidak di jaga dengan ketat, sehingga mereka bisa masuk membaur dengan seragam tiruan.
Jendral He Sin mencari informasi sendiri, ternyata yang dia saksikan di perkemahan membuatnya sangat terkejut bercampur gembira.
Dengan mata kepala sendiri, Jendral He Sin menyaksikan Pasukan Rajawali Merah sedang bertengkar sendiri berebut ransum makanan.
__ADS_1
Keadaan sangat kacau, sedangkan Yue Fei sendiri terlihat sedang sibuk mengurusi Pasukan nya yang mengalami luka-luka di tenda-tenda darurat.
Setelah menyaksikan hal itu, Jendral He Sin memberi kode agar 5 orang personil yang di bawanya bergerak mundur meninggalkan perkemahan.
Menjelang subuh Jendral He Sin membawa 200.000 Pasukan menyerbu perkemahan Pasukan Rajawali Merah, melakukan penyergapan.
Dalam keadaan kaget dan panik, Pasukan Rajawali Merah berusaha mempertahankan diri dari bergerak mundur di pimpin oleh Yue Fei.
Jendral He Sin yang melihat kemenangan sudah di depan mata, memerintahkan seluruh pasukannya melakukan pengejaran.
Tiba-tiba dari balik hutan di kiri kanan jalan muncul Pasukan Rajawali Merah yang di pimpin oleh Sin Yi melakukan serangan dadakan kepada bagian belakang Pasukan Jendral He Sin.
Di saat itu juga Pasukan Yue Fei yang melarikan diri sambil menggotong teman-teman mereka yang cedera.
Kini berbalik melakukan perlawanan sengit, bahkan Pasukan yang terbalut perban kini bisa bertarung dengan sangat baik.
Ternyata mereka tidak cedera sama sekali,
Cedera dan perkelahian memperebutkan ransum.
Adalah siasat yang sengaja dirancang untuk diperlihatkan kepada Jendral He Sin, untuk menipunya agar memimpin pasukan nya keluar dari benteng Wu.
Semua siasat ini dirancang oleh Yue Fei, setelah mengalami kebuntuan, dan mendapatkan surat informasi kedua dari Bun Houw agar berhati-hati dan segera menjauhi Chang An.
Karena Wu Song dan putri Nan Yang sedang bergerak kesana, di dalam surat juga di jelaskan secara singkat kesaktian Lu Fan dan Wu Song yang tidak lumrah manusia biasa.
Yue Fei yang cerdik langsung memanfaatkan situasi ini, untuk menebarkan gosip yang sengaja diperdengarkan kepada mata-mata yang ditebar oleh jendral He Sin.
Sesuai dengan prediksi Yue Fei Jendral He Sin akhirnya masuk dalam jebakan Yue Fei.
Kalau saja Jendral He Sin lebih teliti, tentu dia bisa menyadari semua lebih awal.
Karena setelah kedatangan pertama Yue Fei, selanjutnya tidak pernah terlihat istrinya.
Termasuk saat dia melakukan penyelidikan langsung,
Sedangkan pada saat pertempuran Han Gu Kuan kemanapun Yue Fei bergerak Sin Yi pasti selalu mendampinginya.
Tapi semua kini telah terlambat, dalam sekejap 200.000 Pasukan yang di bawa Jendral He Sin mati ya mati, kabur ya kabur, menyerah pun banyak.
Akhirnya Jendral He Sin berhasil ditangkap oleh Sin Yi dan diserahkan ke Yue Fei.
Yue Fei membawa Jendral He Sin yang terikat erat, menuju gerbang Wu Kuan, melakukan negosiasi.
__ADS_1
Yue Fei membujuk Pasukan penjaga Wu Kuan untuk menyerah saja, karena Jendral mereka kini telah tertangkap.
Setelah ragu sejenak akhirnya Pasukan penjaga Wu Kuan membuka gerbang menyerahkan diri.