
Si Ma Ling menarik tangan Wu Song menjauhi tempat Lu Fan berada, terhalang dibalik sebuah pohon besar.
Si Ma Ling sambil tersenyum lembut menatap Wu Song dia membuka cadarnya.
Kemudian dia memberikan sebuah Giok Putih kedalam telapak tangan Wu Song dan berkata,
" Namaku Si Ma Ling jangan lupa, kalau ada waktu datanglah main ke CHANG AN, tunjukkan Giok ini pada pengawal istana mereka akan membawamu menemuiku.
"Aku menunggu mu... jangan tidak datang.."
Tiba-tiba gadis itu berjinjit kemudian mencium bibir Wu Song setelah itu dia langsung berlari pergi meninggalkan Wu Song.
Wu Song sendiri tidak menyangka gadis itu akan bertindak nekad seperti itu.
Ketika dia tersadar dia hanya bisa berteriak,
"Nona aku...!"
Tapi sebelum ucapan nya selesai terpotong oleh suara gadis itu,
"Ada yang ingin dibicarakan datanglah ke CHANG AN."
Setelah itu gadis tersebut sudah hilang dari pandangan Wu Song.
Hanya tersisa wangi tubuhnya dan wangi bibirnya yang lembut masih membekas di bibir Wu Song.
Wu Song hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pahit.
Di dalam hati Wu Song harus mengakui gadis tersebut sangatlah cantik, dia memiliki kecantikan yang berbeda dengan Lu Ping maupun Ceng Ceng.
Tapi kecantikannya tidak dibawah mereka, mungkin lebih cantik daripada mereka berdua.
Hanya saja perasaan Wu Song kini sepenuhnya cuma terikat sama Ceng Ceng istrinya.
Bahkan perasaan terhadap Lu Ping cinta pertamanya harus dia kubur dalam-dalam di hatinya.
Bagaimana mungkin dia bisa menerima Si Ma Ling lagi untuk mengisi hatinya, sambil tersenyum pahit sekali lagi Wu Song menghela napas dan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berjalan kearah Lu Fan.
Setelah melihat Lu Fan, Wu Song melambaikan tangan mengajak Lu Fan menuju kemah Lu Ping.
Sampai di depan kemah Lu Ping, Lu Ping langsung menghambur kedalam pelukan Wu Song sambil bertanya,
"Mengapa begitu lama aku jadi sangat cemas..?"
Wu Song pun berbisik lembut "maaf membuat mu cemas, tapi semua sudah beres.
Wu Song membelai rambut Lu Ping kemudian berkata "Ping er ada yang ingin ku bicarakan pada mu berdua, kita cari tempat yang sepi bisa?"
Lu Ping mengangguk terus menggandeng Wu Song berjalan menjauhi perkemahan.
__ADS_1
Lu Fan tidak begitu perduli, dia sibuk sendiri duduk didepan kemah membuka-buka kitab yang dia dapatkan dari kakek alis putih.
Lu Ping dan Wu Song tiba di tempat sepi yang banyak di kelilingi batu gunung.
Wu Song memasang pendengarannya setelah memastikan tempat itu benar-benar sepi dia mengeluarkan satu set pakaian Zirah.
Wu Song memberikan pada Lu Ping dan berkata, "Ping er bawalah pakaian Zirah ini, bawa kebalik batu dan lepaskan seluruh pakaian mu baik pakaian luar maupun dalam kemudian kenakan pakaian ini setelah itu baru pakai kembali pakaian mu."
"Pakaian ini akan menyatu dan melindungi mu kamu bisa memunculkan atau menghilangkan nya dengan memikirkan nya.
Tapi dia tetap akan selalu memberikan perlindungan otomatis padamu.
Sedangkan sepasang sepatu ini dia akan membantumu bisa terbang seperti Lu Fan dengan mengerahkan sedikit Chi ."
Lu Ping menatap bingung kemudian bertanya, "kenapa Song Ke ke berikan padaku? bukankah dia lebih cocok untukmu.?"
Wu Song menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lembut berkata,
"Tidak Ping er kamu lebih memerlukannya, karena kamu tidak sekuat Lu Fan.
Aku akan selalu mengkhawatirkan mu bila kamu tidak memakainya."
Sambil menatap lembut dan penuh kasih sayang Wu Song membelai rambut Lu Ping kemudian berkata,
"Ping Er bisakah kamu jangan menolaknya lagi? anggap lah ini permohonan dari ku."
Lu Ping membelai wajah Wu Song, dia tersenyum senang mendapatkan perhatian Wu Song, kemudian dia mengangguk dan membawa pakaian itu berjalan kesebuah batu dan mulai melepaskan seluruh pakaiannya.
Setelah memakai seluruh zirah pelindung pemberian Wu Song kemudian baru memakai kembali pakaiannya.
Benar seperti kata Wu Song Zirah itu langsung menyatu dengan tubuhnya tidak akan mengganggu pakaian yang dia kenakan.
Lu Ping dengan gembira berkata,
"Song ke Ke lihat benar apa katamu tadi Zirah itu benar-benar ajaib dan praktis."
Setelah dia keluar dari balik batu dia terbelalak heran tidak melihat bayangan Wu Song.
Dia kemudian berjalan ketempat Wu Song berdiri tadi sambil berteriak,
Wu Song Ke ke....! Wu Song Ke ke kamu dimana...!"
Ketika menunduk dia baru melihat pesan yang ditinggalkan Wu Song untuknya.
Ping Er jagalah dirimu baik-baik, temukanlah pria yang cocok dan jauh lebih baik dariku.
Lupakanlah aku.
Ping Er aku akan tetap mengenang mu didalam lubuk hatiku yang terdalam.
__ADS_1
Sebagai kenangan terindah.
Maafkan aku,
Selamat Tinggal.
Wu Song.
Lu Ping terduduk lemas di atas tanah dia tahu dengan jelas, sekali ini mereka berpisah dia tidak akan pernah bisa berada di sisi Wu Song lagi.
Airmata nya mulai jatuh bercucuran membasahi pipinya.
Sesaat kemudian Lu Ping berpikir tidak, dia tidak akan menyerah begitu saja.
Dia akan menyusul ke LUO YANG mengamati Wu Song secara diam-diam, meski hasilnya nanti menyakitkan hati.
Tapi setidaknya hatinya puas dan tidak menyerah langsung seperti saat ini.
Setelah memikirkan nya Lu Ping mencari Lu Fan menyuruhnya pulang mengabari ayahnya soal Wu Song yang selamat dan sekarang dalam keadaan baik-baik saja.
Sedangkan dia akan jalan-jalan ke LUO YANG bila sudah bosan dia baru akan pulang ke lembah.
Lu Fan tersenyum kemudian berkata dengan lagak seperti orang tua,
"Tahu akan jadi seperti ini, mengapa waktu itu kamu...."
Lu Ping yang kesal mendengar ledekan Lu Fan baru mengangkat tangannya.
Lu Fan sudah kabur menggunakan Jin Tou Yun.
Lu Ping mencoba mengalirkan Chi ke sepatunya agar bisa terbang dan dia benar bisa terbang.
Sesaat setelah dia mulai menguasai cara menggunakan kekuatan sepatu nya, diapun langsung terbang kearah LUO YANG.
Sedangkan Wu Song tidak langsung pergi menuju LUO YANG, dia teringat dengan Lian Hui.
Sebelum meninggalkan Hua San, Wu Song mencari Lian Hui, ternyata Lian Hui masih menunggunya di sekitar arena pertandingan.
Setelah memberikan 2 butir pil Nirwana Wu Song baru meninggalkan Hua San menuju LUO YANG.
Wu Song di dalam hatinya sudah tidak sabar ingin segera bertemu Ceng Ceng.
Dia tahu dari Lu Ping, Ceng Ceng tinggal dirumah kakeknya.
Makanya Wu Song bergerak cepat langsung menuju kediaman perdana menteri tempat dia bekerja dulu.
Wu Song saat malam hari tiba di kediaman Perdana menteri karena dia sangat hapal seluk beluk rumah itu.
Dia langsung berkelebat kearah taman dimana kamar Ceng Ceng berada.
__ADS_1
Wu Song bersembunyi dalam kegelapan pohon yang ada di taman.