
"Begini Jendral akhir-akhir tentara Goguryeo yang menguasai Bei Hai, mulai meresahkan kehidupan rakyat Xia Pi."
"Terutama yang hidup di daerah perbatasan, Xia Pi dan Bei Hai, bahkan akhir-akhir ini mereka mulai berani melewati perbatasan kita."
"Menuju Xiao Pei untuk melakukan penjarahan dan penculikan."
"Kami sedang berunding..."
Belum sempat Song Chin selesai memberi penjelasan, tiba-tiba ada Aura ganas yang terpancar memenuhi seluruh ruangan itu.
Membuat Song Chin dan ke 7 saudara nya kesulitan bernafas, Song Chin yang berdiri paling depan yang mengalami tekanan paling berat.
Dia kesulitan bernafas sehingga tidak dapat melanjutkan kata-katanya.
Xue Yen yang menyadari perubahan yang terjadi pada Lu Fan, Dia cepat menyentuh bahu Lu Fan.
Menyalurkan hawa dingin untuk menekan emosi anak itu.
Perlahan-lahan Lu Fan mulai tenang dan stabil kembali, sehingga aura hewan buasnya bisa ditarik kembali.
Tapi sepasang matanya masih berkilat-kilat mengerikan, seperti sepasang mata naga sakti yang sedang marah.
Kini mereka ber 7 sedikit segan dengan putra Jendral mereka yang ramah dan selalu terlihat tersenyum ceria itu.
Yang membuat Lu Fan lepas kontrol adalah cerita Song Chin akan Xiao Pei, kota itu memiliki kenangan mendalam bagi Lu Fan.
Siapapun yang berani menganggu kota itu, Lu Fan pasti akan sangat marah bukan tidak mungkin dia akan pergi menghabisi mereka semua seperti waktu di Chen Liu dulu.
Tapi karena di situ ada ayah'dan ibu Xue Yen Lu Fan terpaksa menahan diri.
Lu Sun melirik ke putranya sekilas, dia sedikit khawatir dengan kondisi emosi putranya yang labil.
Dengan di tunjang kekuatan yang sangat mengerikan bila anak ini lepas kontrol pasti akan sangat berbahaya.
Lu Sun sendiri pernah berbicara dengan Siau Ching, menurut Siau Ching, Lu Fan mungkin mewarisi darah kakek buyutnya yang merupakan seekor Naga Hijau yang sangat ganas dan liar.
Berbeda dengan Siau Ching dan ibu Siau Ching, mereka lebih banyak mewarisi darah nenek buyutnya, seekor Naga putih yang bijaksana dan penyabar peliharaan dewa Yu Se Thian Cum.
Karena keganasannya Yu Se Thian Cun, memusnahkannya dan menyimpan roh nya di sebatang pedang.
Saat ini yang bisa mengatasi dan menenangkan Lu Fan hanya Xue Yen dan Wu Song menantunya.
Tapi bila Lu Fan sedang dalam posisi puncak, Xue Yen juga tidak sanggup, mungkin hanya Wu Song yang bisa menjinakkannya.
Lu Sun menatap Song Chin dan ke 6 saudaranya dengan tidak enak berkata,
"Maafkan Fan er, yang telah mengejutkan kalian."
__ADS_1
"Anak ini punya hubungan erat dengan Xiao Pei kota kelahiran istrinya dan almarhum mertuanya yang sangat dia hormati."
"Song Chin lanjutkan lagi cerita mu yang terpotong, apa yang kalian rundingkan.?"
Song Chin dan ke 6 saudaranya mengangguk dan berkata,
"Tidak apa-apa kami semua mengerti, kelihatannya sekali ini pihak Goguryeo dalam bahaya besar ."
ucap Song Chin sambil tersenyum, setelah itu dia baru melanjutkan ceritanya.
"Aku Lin Cong Paman Hau dan Yuda setuju bergerak mengusir pasukan Goguryeo dari Bei Hai.
"Sedangkan Chin Hau, Chin Yang dan Sui San lebih setuju mengabari Jendral di lembah dan menunggu tanggapan dari Jendral lebih dahulu.."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Aku setuju kita harus mengusir mereka kembali ke negeri mereka di laut timur."
"Tapi sebelum kita berhadapan dengan mereka, ada informasi apa yang kalian dapatkan dari mereka.?"
Song Chin menjawab mewakili ke 6 temannya,
"San Sui sudah menyelidiki kesana bersama bawahannya."
"Kekuatan armada mereka sekitar 500.000 personil, semua nya adalah armada Pasukan air.
Kelebihan mereka terletak pada penguasaan panah dalam pertempuran jarak jauh, dan untuk pertempuran jarak dekat mereka mengandalkan pedang dan tameng.
ucap Song Chin menjelaskan.
Terus ada informasi apalagi ?"
tanya Lu Sun memastikan.
Song Chin menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kurasa hanya itu.."
"Lu Sun bertanya kepada yang lain, kalian ber 6 gimana ada informasi tambahan lainnya ?"
Sui San kemudian bicara,
"Di Bei Hai aku berhasil menghubungi Jendral Gak pimpinan tertinggi Pasukan pemberontak di Bei Hai."
"Jendral Gak berjanji bila Pasukan Naga Hitam melakukan pengepungan mereka akan membuat kerusuhan di dalam kota."
"Dan melakukan pemberontakan dari sisi dalam membantu kita."
__ADS_1
"Jendral Gak juga memberi informasi Kaisar Goguryeo Kim Douk dan putrinya Kim soo, di lindungi oleh 3 pengawal yang memiliki kesaktian tinggi."
Lu Sun merasa informasi Sui San yang terakhir sangat menarik dia pun berkata,
"Apa kelebihan dan kelemahan ketiga orang sakti itu tolong jelaskan ?"
"Apakah kamu sempat melihat atau bertemu dengan mereka ?"
Sui San terlihat sedikit menggigil ketakutan ketika membayangkan kejadian saat dia pergi menyelidiki Ketiga orang tersebut.
Dengan suara agak gugup Sui San berkata,
"Orang pertama adalah seorang Kakek tua dari Gunung Fuji dari negara Thai Yang."
"Orang kedua adalah seorang pemuda tampan."
"Orang ketiga adalah seorang kakek pertapa dari gunung Kallasan di sebuah pulau yang paling ujung dari negeri Goguryeo."
"Pulau itu bernama pulau Jeju sepanjang tahun selalu diselimuti salju."
"Sedangkan untuk informasi kekuatan dan kelemahan mereka aku tidak berhasil mengetahuinya."
"Mereka keburu mengetahui keberadaan ku, yang sedang menyelidiki tentang mereka."
"Aku hanya tahu kakek tua yang berasal dari pulau Jeju itu, bisa memanggil 4 hewan Suci yang terdiri dari Macan putih Naga Biru Phoenix Api dan Kura-kura Xuan Wu."
"Bila aku tidak terjun ke Huang He melarikan diri, kemudian tertolong oleh nelayan."
"Hanya ada dua kemungkinan,
Pertama aku jadi santapan hewan peliharaan kakek tua itu,
kedua aku mati tenggelam dan menjadi santapan ikan."
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Terimakasih banyak Sui San, menurut ku informasi yang kamu peroleh dengan taruhan nyawa itu sudah cukup baik."
"Untuk sisanya biarlah kami bertiga yang pergi ke Bei Hai melakukan penyelidikan."
"Kalian bertujuh melakukan persiapan dan pelatihan, sambil menunggu kode instruksi dari ku."
Ketujuh orang itu memberi hormat dan berkata,
"Kami semua siap menerima perintah..!"
"Kalau begitu untuk mempersingkat waktu, Yen Mei dan Fan er ayo sekarang juga kita berangkat ke kota Bei Hai untuk mencari informasi lebih lanjut.
__ADS_1
Xue Yen dan Lu Fan mengangguk, lalu mereka bertiga bergerak meninggalkan kota Xia Pi dengan Jin Tou Yun.
Menjelang sore, mereka bertiga sudah terlihat berjalan memasuki kota Bei Hai, yang kini terlihat di penuhi orang-orang dari negeri Goguryeo