
Waktu berjalan cepat 2 tahun berlalu, kini baik Wu Song dan Bun Houw sama-sama telah menguasai seluruh kemampuan Lu Sun.
Tinggal mematangkannya saja dengan berkelana di dunia persilatan ataupun di medan tempur.
Bun Houw sudah berhasil menguasai tehnik mengontrol ilmu 9 matahari dan 9 bulan.
Kini kedua tehnik itu dia sudah mencapai LV 16 hampir memasuki LV 17.
Bun Houw mengira dirinya saat ini sudah melampaui Lu Sun, Lu Fan dan Wu Song.
Dia tidak tahu Lu Sun sendiri tehnik 9 matahari sudah mencapai LV 20, LV yang hampir tidak masuk akal.
Ditambah dia masih memiliki 2 macam ilmu simpanan, yang sangat dahsyat.
Tidak bisa dia wariskan kesiapa pun, karena ilmu ini hanya cocok untuk orang cacat berlengan satu.
Bun Houw juga tidak tahu Lu Fan memiliki 3 jurus dahsyat ciptaan dewa Sun Wu Kung.
Yang bahkan bisa membunuh Bodhisatva dan Buddha.
Bun Houw juga tidak tahu Wu Song sudah memahami 80 persen tehnik buku kuno dari kakek di gunung Hua San.
Hasilnya Wu Song bisa membaca tehnik gerakan ilmu silat diseluruh dunia ini, sebelum orang itu menyerangnya Wu Song sudah tahu arah serangan dan cara mengantisipasinya.
Bahkan bila Wu Song berhasil menguasai 100 persen ilmu itu, sebelum orang menyerang dia sudah dapat membayangkan apa yang akan dilakukan oleh orang itu nanti.
Seakan-akan dia dapat membaca masa depan dalam setiap pertarungan.
Wu Song memberi nama tehnik itu.
Tanpa jurus mengalahkan tehnik dan jurus( Wu Cau Seng You Cau )
Bun Houw yang menyimpan rapat-rapat rahasia ilmu yang dikuasainya, tidak menyangka teman-temannya dan guru nya masing-masing juga seperti dirinya menyimpan tehnik rahasia.
Wu Song dan Lu Ping akhir-akhir ini kurang bahagia, karena mereka selalu disalahkan dan di cecar masalah belum memiliki anak oleh Lu Sun guru mereka yang sudah sangat ingin menimang cucu.
Hari ini Lu Sun sendiri keluar dari lembah pergi mencari tabib untuk memeriksa siapa yang mandul anaknya atau mantunya.
__ADS_1
Hal ini sangat meresahkan hati Wu Song dan Lu Ping, kebahagian dan ketenangan rumah tangga mereka benar-benar terganggu oleh hal ini.
Untungnya Wu Song adalah pria yang sangat sabar baik dan setia, sehingga banyak kali Lu Ping yang bersifat keras.
Luluh oleh perasaan haru terhadap kebaikan dan kesabaran Wu Song dalam menghadapinya.
Sedangkan Lu Fan akhir-akhir ini jarang dirumah dia sering pergi ke kota kecil Xiao Pei, ke toko obat Yao.
Seperti pagi ini dia pagi-pagi sudah membantu paman Yao membuka toko obat.
Bukan karena Lu Fan suka dengan ilmu pengobatan, tapi putri paman Yao Su yang bernama Yao Lin Lin lah yang membuatnya rajin datang ke toko obat ini.
Awal pertemuan mereka adalah Lu Fan sedang mengejar seorang pencuri yang berani mencuri uangnya.
Ketika dia datang ke kota ini untuk membeli bumbu dapur pesanan Bun Houw.
"Berhenti...!" teriak Lu Fan sambil berlari cepat mengejar pencuri itu.
Lu Fan tidak berani menggunakan kesaktiannya ditempat ramai takut mengundang perhatian orang dan dianggap tidak normal.
Tiba-tiba pencuri itu membelok Lu Fan pun berlari secepatnya ikut membelok, didepannya tiba-tiba muncul seorang ibu hamil.
Tapi Lu Fan sendiri sehabis menghindar tetap tidak dapat menahan laju badannya.
Tiba-tiba dari dalam toko obat muncul seorang gadis yang sedang membawa nampan berisi daun obat yang akan dijemur.
Lu Fan sekali ini tidak sempat menghindar lagi tubuhnya yang besar jatuh menimpa gadis itu.
Nampan berisi daun kering terlepas dari pegangan gadis itu, daun obat berhamburan kemana-mana.
Tubuh Lu Fan jatuh menindih gadis itu dan mulut Lu Fan tepat jatuh mencium bibir gadis itu yang lembut.
Lu Fan terbelalak, gadis itu juga terbelalak dan terkejut sesaat kemudian gadis itu sadar dia meronta dan mendorong Lu Fan kepinggir.
Lalu lari masuk kedalam rumahnya, sebelum masuk kedalam rumah memutar kepalanya melihat kearah Lu Fan dengan marah sambil berkata,
"Dasar sampah,!"
__ADS_1
Setelah itu dia membalikkan badan masuk kedalam rumahnya. Tidak memperdulikan Lu Fan yang masih duduk terpaku melihat bayangan punggung gadis itu. Sambil menyentuh bibirnya sendiri dan tersenyum.
Sejak saat itu Lu Fan sering datang ke kota Xiao Pei. Hanya sekedar untuk melihat gadis itu, meski harus dari jauh dia sudah cukup puas asal bisa melihat gadis itu sekejab saja.
Lama kelamaan gadis itu menyadarinya, tapi dia malah semakin tidak suka dengan Lu Fan.
Padahal semua teman-teman gadis itu tidak ada yang tidak suka dengan Lu Fan.
Mereka semua mengagumi Lu Fan dan mengaku jatuh cinta dengan Lu Fan secara terang-terangan.
Sebenarnya Lu Fan sangat risih, tapi demi bisa terus menatap wajah gadis itu, dia rela di ganggu gadis-gadis yang pada tergila-gila padanya.
Setiap hari teman-teman gadis itu selalu bercerita dan bergosip tentang Lu Fan.
Hal ini bukan membuat Yao Lin Lin terkesan sebaliknya dia semakin membenci Lu Fan.
Dan menganggap Lu Fan sebagai bajingan cabul yang suka menggoda wanita.
Pagi itu di gerbang kota Xiao Pei ada antrian cukup panjang Lu Fan tertahan dalam barisan antrian begitu juga dengan Pemilik toko obat yang bernama Yao Su dan putrinya Yao Lin Lin.
Sepanjang antrian Lu Fan terus menatap Yao Lin Lin.
Yao Lin Lin tentu menyadari Lu Fan terus menatapnya, sebagai gadis yang mempunyai perasaan lebih halus tentu dia menyadari sepenuhnya, Lu Fan sangat suka dan tertarik dengannya.
Tapi entah kenapa dia sangat membenci Lu Fan dan memandang rendah Lu Fan.
Dia sendiri juga berulang kali, sering bertanya pada diri sendiri kenapa begitu membenci Lu Fan? tapi dia sendiri tidak menemukan alasan jelas.
Tiba-tiba di antrian depan terjadi keributan, dua orang pria beradu mulut. Tidak tahu kenapa sebabnya akhirnya kedua orang itu malah berkelahi.
Yao Su yang berniat baik ingin melerai mereka malah terkena pukulan mereka.
Melihat ini Lu Fan pun maju ingin memberi pertolongan pada Yao Su, dan menghentikan perkelahian tidak masuk akal kedua orang itu.
Lu Fan yang bertubuh tinggi besar dan berotot, tentu dengan mudah menyelamatkan Yao Su.
Yao Lin Lin yang juga maju ingin menolong ayahnya, juga hampir menerima pukulan dari kedua orang yang sedang berkelahi itu. Yang secara tiba-tiba bergerak kearahnya.
__ADS_1
Lu Fan maju menangkis kedua pukulan nyasar yang hampir mengenai Yao Lin Lin, Lu Fan yang mencoba mendorong Yao Lin Lin menjauh secara tidak sengaja tangannya malah tepat mendarat di dada yang kenyal lembut dan empuk milik Yao Lin Lin.