LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PENGINAPAN BUNGA MERAH


__ADS_3

Tuan Ching... benarkah saya sedang berhadapan dengan Tuan Ching ?"


tanya Wu Song kembali sambil memberi hormat dengan mengangkat kedua tangan yang terkepal dan digenggam jadi satu keatas dengan kepala sedikit menunduk.


"Hi..hi..hi..! anda benar anak muda, saya lah Chin Kuai, bagaimana ada yang bisa saya bantu. ?


ucap Chin Kuai tertawa genit sambil menutup mulutnya, dia menatap Wu Song dengan sangat rakus.


Seakan-akan ingin menelan Wu Song bulat-bulat.


Chin Kuai , adalah seorang pembesar kebiri yang memiliki wewenang besar di istana.


Kesenangannya adalah bermain-main dengan Pemuda pemuda tampan, dan terkadang menonton pemuda tampan bermain dengan pelayan-pelayan cantik dan istana.


Tak jarang dia juga mengatur selir-selir cantik milik kaisarnya yang tidak tersentuh dan terpakai untuk bermain dengan pemuda tampan simpanannya.


Dengan syarat dia diijinkan untuk menontonnya, tidak sedikit selir kaisar yang diistana yang kesepian menyogok dan meminta jasanya tersebut.


Chin Kuai berumur kurang lebih 50 tahun, sepasang alisnya di cukur bersih kemudian dia lukis sehingga berbentuk lentik dan panjang.


Bibirnya diberi pemerah, wajah nya menggunakan bedak yang tebal untuk menutupi wajah keriputnya yang jelek.


Melihat penampilan orang ini, Wu Song sebenarnya sangat jijik tapi tidak ada cara lain tanpa jasa orang ini dia tidak punya cara menyusup dan menjalankan rencananya.


"Begini Tuan Chin, saya langsung ke intinya saja, bisakah Tuan Chin mengatur saya bekerja di istana bagian dalam, terutama bagian selir dan permaisuri kaisar Sanggha.?"


Chin Kuai tertawa sambil menutup mulutnya,


"Hi..hi..hi..! anda begitu tampan, bila di bawa ke istana di jamin tentu akan menjadi rebutan."


"Tapi boneka tampan ku katakan di muka, semua bisa di atur tapi tentu ada syarat nya.."


"Anda ingin lewat jalur resmi atau jalur gelap pilihan ada di tangan anda sendiri, boneka tampan."


ucap Chin Kuai semakin genit, dia bahkan mengulurkan tangannya mencubit p*ting susu Wu Song.


Wu Song sangat terkejut, dia sebenarnya bisa menghindar dan menangkisnya dengan sangat mudah.


Tapi dia memilih membiarkan nya saja sambil tersenyum, dia tidak ingin menunjukkan kemampuan yang membuat pejabat banci menjijikkan ini takut dan curiga.


"Apa itu jalur resmi apa itu jalur gelap, tolong jelaskan berikut syarat-syaratnya, aku akan sebisa mungkin memenuhi harapan anda."


ucap Wu Song sambil tersenyum sopan.


"Jalur resmi adalah anda akan dipotong itu nya, bila lewat jalur ini gratis tidak ada syarat dan di pungut bayaran."


"Bahkan saya yang akan membayar anda dengan harga sepantasnya, yaitu 50 tael emas."


Wu Song mengerutkan alisnya mendengar hal itu.

__ADS_1


Tongkat pusaka nya dipotong, bukan kah hal itu sangat berdosa dengan Lu Ping yang sangat dicintainya dan Se Se yang telah berkorban banyak untuknya.


Tidak mungkin aku mengambil jalur itu, pikir Wu Song mengambil keputusan dalam hati.


"Apa itu jalur gelap dan apa syaratnya ?"


Tanya Wu Song sambil menatap Chin Kuai.


"Jalur gelap adalah aku akan menyusupkan mu kedalam istana menyamar sebagai bawahan ku."


"Dan menempatkan mu di istana belakang.."


Tapi untuk jalur ini ada syaratnya.."


ucap Chin Kuai tertawa dan melirik Wu Song penuh arti.


"Apa itu coba katakan ?"


Chin Kuai yang melihat Wu Song tertarik dia pun sangat girang di dalam hati nya, dia yakin Wu Song tidak akan menolak syarat darinya.


"Syarat pertama adalah anda harus menemani dan memuaskan 30 wanita yang saya pilihkan untuk mu."


"Syarat kedua ijinkan aku menontonnya."


"Syarat terakhir biarkan aku menikmati diri mu "


Wu Song mengangguk dan berkata,


"Syarat kedua maaf aku tidak bisa menerimanya.."


Chin Kuai sambil tertawa berkata,


"Hi..hi..hi..! ketiga syarat di atas mutlak, tidak boleh ada yang kurang."


"Di sini tidak ada jalur tawar menawar, bila anda tidak bisa memenuhinya, maka anda boleh pergi mencari orang lain.."


Wu Song tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa, aku tidak buru-buru."


"Silahkan Tuan Chin pertimbangkan, aku menunggu kabar mu selama 3 hari di penginapan Bunga Merah, permisi."


Wu Song memberi hormat kepada Chin Kuai, lalu mengundurkan diri berjalan pergi meninggalkan tempat kediaman Chin Kuai.


Wu Song langsung pergi menuju penginapan bunga merah.


Penginapan bunga merah adalah sebuah penginapan yang cukup besar dan dilengkapi restoran di lantai dasar.


Tadi ketika hendak pergi ke kediaman Chin Kuai, Wu Song ada melewati dan melihat penginapan ini.

__ADS_1


Wu Song memilih penginapan ini, karena letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kediaman Chin Kuai.


Wu Song kedalam restoran menghampiri meja kasir


Seorang pria yang memakai topi kembang diatas Kepalanya dengan ramah bertanya,


"Ada yang bisa saya bantu tuan..?"


Dari wajah dan penampilannya, Wu Song menebak orang ini kemungkinan besar adalah pemilik penginapan ini.


Dengan sopan Wu Song bertanya,


"Saya ingin memesan kamar untuk 4 hari, apakah masih ada kamar kosong..?"


Pria itu tersenyum lebar dan berkata,


"Ada tuan..tentu ada...tuan ingin jenis kamar apa ? istimewa ? menengah ? atau standar ?"


"Apa perbedaannya ?"


tanya Wu Song.


"Istimewa dilengkapi kamar mandi dalam dan air hangat buat mandi, mendapatkan makan sehari 3 kali, menunya bebas memilih lauk 3 macam sayur 1 macam dan sup kecuali arak di hitung terpisah, kalau air putih dan teh gratis."


"Untuk type menengah tidak mendapatkan makan, air mandi di kamar standar/ air biasa.


"Untuk standar cuma kamar saja, kamar mandi di pemandian umum.."


Wu Song berpikir sejenak dan berkata,


"Aku pesan yang menengah saja 1 tolong siapkan beberapa menu makan siang antarkan ke kamar ku, nanti di bayar terpisah."


Sambil tersenyum Pria di hadapan Wu Song berkata,


"Tuan boleh saya minta uang mukanya lebih dahulu untuk 4 malam ?"


"Harga per malamnya 10 tael perak jadi total 40 tael perak."


Tanpa banyak cakap Wu Song memberikan 40 tael perak kepada pemilik penginapan.


Pemilik penginapan menganggukkan kepalanya berulang kali memberi hormat kemudian dia berteriak


"Akui..! Akui...! antarkan tuan ini ke kamar lantai 3 yang di ujung timur."


Seorang pelayan berlarian datang begitu namanya di panggil, setelah mendengar pesan bos nya.


Dengan cepat dia mempersilahkan Wu Song mengikutinya.


Wu Song dibawa menuju kamar di lantai tiga sesuai pesan pemilik penginapan tadi.

__ADS_1


Wu Song cukup puas melihat keadaan kamar yang meski sederhana tapi cukup nyaman dan bersih.


Setelah pelayan tersebut pergi, Wu Song langsung melepaskan seluruh pakaiannya, dan masuk kekamar mandi membersihkan diri.


__ADS_2