
Tetua kedua menyabetkan pedangnya kearah cakar lawannya, tapi lawannya tidak takut.
Cakar nya terus meluncur kearah leher tetua kedua, saat pedang mengenai cakar lawannya.
Terdengar bunyi,. "Cringgg...Cringgg...Cringgg...!"
Seperti baja saling berbenturan dan mengeluarkan kembang api.
Tetua kedua terpaksa menarik kembali pedangnya, membuang diri kebelakang.
Melepaskan cengkraman yang malah membalik mencengkram kearah pedang tetua kedua.
Tetua kedua sesaat kemudian kembali melesat kedepan memutar-mutar pedangnya seperti kitiran mengejar kearah lawannya nya.
Lawannya juga tidak tinggal diam, dia juga menghilang dari posisinya dan muncul lagi , menangkis pedang dengan tangan kiri.
Tangan kanan meluncur deras mencengkram kearah kepala tetua kedua, tetua kedua memiringkan kepalanya menghindari cengkraman lalu menangkis cengkraman kearah kepalanya dengan tangan kiri yang bebas dan tidak memegang pedang.
Tapi orang yang berpakaian hitam itu merubah arah cengkraman kedepan menjadi cengkraman ke lengan tetua kedua dengan sangat cepat.
Karena tidak menyangka tangan tetua kedua tercengkram dan ditarik maju mendekat kearah orang berpakaian hitam itu.
Lalu orang berpakaian hitam melayangkan kakinya kearah dagu tetua kedua.
Tapi tetua kedua bisa menghindarinya dengan memiringkan Kepalanya.
Kaki orang berpakaian hitam mengenai tempat kosong, dia menarik sedikit kakinya Menganti serangan kearah dagu menjadi kearah dada.
Begitu tendangan kearah dada mengenai sasaran berikutnya kaki yang lain datang susul menyusul menendang dada tetua kedua sampai terhempas menghantam lantai.
Pai Mei Lau Jen bergerak cepat menangkis cakar susulan yang terarah ke kepala tetua kedua.
Orang berpakaian hitam terpental mundur ke belakang oleh dorongan tangkisan Pai Mei Lau Jen yang mengandung Sen Kung (Tenaga Sakti dahsyat).
Kini yang maju menghadapi Pai Mei Lau Jen, adalah orang berpakaian hitam yang berdiri di sebelah kiri tadi.
__ADS_1
Dia berjalan pelan maju kedepan menghadang diantara temannya yang terpental oleh tangkisan Pai Mei Lau Jen.
Dia memutar kedua tangannya di udara kosong membentuk sebuah perisai pelindung yang melindungi dirinya dan orang yang dipentalkan oleh Pai Mei Lau Jen.
Pai Mei Lau Jen menggunakan jari pedang menyerang perisai yang di buat oleh lawannya.
Beberapa sinar putih transparan melesat membentur perisai yang sebelah kanan berwarna merah sebelah kiri berwarna biru.
Perisai itu bukan hanya untuk menahan serangan tapi juga bisa didorong kedepan menghantam kearah Pai Mei Lau Jen.
Perisai tersebut mendatangkan angin panas dan dingin, yang panas membuat lengan baju Pai Mei Lau Jen terbakar.
Yang dingin membuat lengan baju Pai Mei Lau Jen mengeras seperti potongan es.
Pai Mei Lau Jen menghentakkan tenaga saktinya, sehingga es yang menutupi lengannya pecah berkeping-keping.
Sedangkan lengan baju yang hangus kini menjadi padam apinya,
Pai Mei Lau Jen mencabut pedangnya, saat merasakan kelihaian musuh dihadapannya.
Setiap serangan tusukan dan sabetan pedang selain membawa suara mendesing, juga menimbulkan cahaya biru yang bergulung-gulung berusaha menelan lawannya kedalam gulungan sinar yang dia ciptakan.
Sebaliknya lawannya dengan tenang menggunakan ilmu meringankan tubuh nya yang bisa membuatnya lenyap dan muncul lagi di berbagai sisi tak terduga memberikan serangan cakar yang ganas unik dan cepat sekali perubahannya.
Dan cakar tersebut tidak takut saat bertemu dengan pedang Pai Mei Lau Jen, bahkan beberapa kali dia berusaha mencengkram untuk menghancurkan pedang Pai Mei Lau Jen.
Pai Mei Lau Jen mengerahkan Xu San Cien Fa yang memiliki banyak sekali variasi serangan nya dan sangat unik serta banyak perubahannya.
Tapi musuhnya tidak terlihat tertekan sama sekali, dengan gerakan cakar nya yang juga banyak perubahan dan unik mereka tetap bisa saling menekan.
Orang berpakaian hitam yang lain nya juga terlibat pertarungan seru dengan tetua kedua.
Meski terlihat sedikit terdesak, tapi tetua kedua yang memiliki banyak pengalaman dalam berbagai pertarunga tidak mudah untuk di jatuhkan begitu saja.
Dan masih dapat mengimbangi lawannya dengan cukup baik.
__ADS_1
Lawan Pai Mei Lau Jen tiba-tiba mencabut senjata nya yang berupa sebatang suling Hitam ditangan kanan menggabungkan dengan serangan cakar di tangan kiri.
Serangan suling hitamnya sangat unik seperti sedang menulis huruf diudara, tapi saat tertuju pada tubuh Pai Mei Lau Jen menjadi sangat berbahaya dan mematikan.
Suling menotok menyabet memukul dan menusuk berbagai jalan darah dan bagian penting ditubuh Pai Mei Lau Jen.
Pai Mei Lau Jen sangat terkejut menghadapi serangan yang unik dan sangat tidak biasa ini.
Perpaduan kedua macam serangan ini membuat nya terdesak hebat.
Pai Mei Lau Jen sambil menghindari serangan berkata,
"Pendekar Suling Hitam lepaskan saja topeng mu, aku tahu itu kamu, tak perlu berpura-pura lagi apa maksud dan tujuan mu sebenarnya datang ke Xu San ?"
Lawannya tidak menjawab hanya mendengus dingin dan mempercepat serangannya , berusaha mendesak Pai Mei Lau Jen.
Pai Mei Lau Jen melompat mundur menjauh lalu memainkan jurus yang pernah ditunjukkan kepada tetua kedua.
Pai Mei Lau Jen menari-nari dengan jurus pedang rahasianya, lawannya juga tidak mau diam saja membiarkan Pai Mei Lau Jen merampungkan jurus serangan nya.
Orang berpakaian hitam melesat maju dengan cakar yang mengeluarkan sinar putih dan bayangan suling hitam yang saat digetarkan berubah menjadi ratusan suling yang melesat menyerang Pai Mei Lau Jen dari berbagai arah.
Pai Mei Lau Jen menanggapinya dengan tenang tarian pedangnya dapat menangkis semua serangan yang terarah ke dirinya tanpa kesulitan.
Lalu dia melepaskan angin tusukan yang berputar-putar kedepan menghantam orang berpakaian hitam tersebut, hingga lawannya terpental dan bersalto beberapa kali untuk mengurangi daya dorong serangan Pai Mei Lau Jen.
Pai Mei Lau Jen tidak berhenti dia melesat ke udara kembali melakukan tarian pedang lalu melepaskan Sinar merah dari pedangnya yang terus membelah diri sampai menjadi ribuan sinar merah yang semuanya menghujam deras mengarah ke tubuh orang berpakaian hitam tersebut.
Orang berpakaian hitam itu membentuk perisai pelindung berwarna merah biru seperti sebuah kubah yang menutupi dirinya dari serangan sinar merah yang terarah ke dirinya.
Terlihat 18 bayangan matahari dan bayangan bulan mengelilingi tubuhnya berputar-putar.
Lalu dari dalam kubah satu persatu bayangan matahari dan bulan dilepaskan dari jarak jauh menghantam Pai Mei Lau Jen.
Setiap matahari yang di hindari Pai Mei Lau Jen akan menghantam benda dibelakang nya menimbulkan ledakan dan kebakaran yang apinya tidak mudah padam.
__ADS_1
Sedangkan bayangan bulan bila menghantam apapun akan membuat benda tersebut membeku menjadi gumpalan es.