
Manusia misterius sambil tersenyum berkata,
"Apa yang kamu maksud adalah Raja Angga Karna ?"
Wu Song mengangguk dan menatap tajam, menunggu jawaban manusia misterius.
"Karna menjalani takdirnya sebagai putra kusir itu adalah kenyataan, dan mereka hanya mengatakan kenyataan, jadi tidak ada salahnya." ucap manusia misterius santai.
"Mereka menghujat raja'Angga karena perbuatan Raja Angga sendiri yang berdiri di pihak ketidakbenaran, jadi tidak ada salahnya." ucap manusia misterius sabar sambil menatap Wu Song.
Wu Song tersenyum dan berkata,
"Menjalani takdir tentu tidak salah, tapi menghina dan memandang rendah pekerjaan orang lain itu adalah hal berbeda."
"Tanpa kusir apakah kalian para ksatria bisa berperang dengan tenang, anda gugur sebagai satria di Medan perang dan meraih kehormatan dan kekuasaan bila anda selamat dan menang."
"Kusir anda yang ikut di Medan perang tentu juga bisa ikut gugur dan ikut meraih kemenangan lalu apa pantas jasa mereka ditukar dengan pelecehan kalian yang memandang rendah pekerjaan dan keturunan mereka."
"Mengenai dia berada di pihak ketidakbenaran tentu ke 5 pangeran yang secara kebetulan terlahir di tempat mulia lebih tahu apa penyebabnya.?"
"Bila bukan kalian yang memandang rendah dan tidak bisa menerima dia mempunyai kemampuan lebih dari anda, akankah dia bisa ada di pihak sana."
"Bila dari awal Anda merangkulnya dan menghormati nya sebagai sesama manusia ciptaan yang kuasa apakah hal ini bisa terjadi ?"
"Hari ini bila kalian tidak memberikan jawaban yang sesuai kebajikan, aku Wu Song yang akan menjadi musuh kalian di Medan perang."
"Aku akan mengajak semua kaum tertindas yang berkasta hina menjadi Pasukan ku dan raja Angga yang akan memusnahkan kalian yang merasa tinggi karena kebetulan terlahir sebagai ksatria!!"
ucap Wu Song tegas dan keras tanpa kompromi.
Ancaman Wu Song tidak main-main, manusia misterius sendiri sadar berapa banyak jumlah kasta weysia dan sudra dengan kemampuan Wu Song bukan tidak mungkin dia akan menciptakan bala tentara dewa yang akan datang mengalir bagai air bah.
Dan mereka juga akan mendapatkan dukungan harta tidak terbatas dalam peperangan dari dukungan kaum weysia.
Bima mau menjawab ancaman Wu Song, tapi ditahan oleh Kakaknya Yudistira yang berpandangan luas dan bijak.
Manusia misterius menghela nafas panjang dan berkata,
__ADS_1
"Ini semua menyangkut adat istiadat yang berlaku mutlak tidak bisa di perdebatkan, tidak bisa karena seseorang kemudian seluruh aturan turun temurun yang banyak sisi baiknya di hilangkan begitu saja."
"Bila anda melakukan yang seperti anda tadi ucapkan, anda akan menjadi pendosa besar.
Yang menyulut kekacauan dan peperangan yang hanya akan menyengsarakan umat manusia."
"Demi umat manusia sebelum anda benar-benar melakukan niat anda yang mengerikan itu, aku lah yang akan mencegahnya sekarang."
Wu Song sebenarnya hanya menggertak dan mencari pembenaran untuk mendukung ketidakadilan yang diterima temannya dari Pandawa.
Tidak di sangka Manusia misterius dengan cerdik memanfaatkan ancaman Wu Song menjadi senjata makan tuan.
Yaitu Wu Song adalah biang kerok yang akan membuat umat manusia berada dalam kesengsaraan karena perang.
Manusia misterius langsung mengeluarkan Cakra dan melepaskan nya kearah Wu Song.
Wu Song tidak ingin ada jatuh korban atau kerugian akibat pertempurannya dengan manusia misterius
Wu Song langsung lenyap dari tempatnya dan terbang di angkasa menjauhi istana.
Wu Song terus terbang cepat meninggalkan tempat tersebut mencari tempat sepi dan luas.
Manusia misterius juga terbang di belakangnya, kejar-kejaran pun terjadi hingga berada di suatu tempat yang gersang hanya ada lautan pasir sejauh mata memandang.
Wu Song mengeluarkan pedang naga siluman semesta dan mencabutnya dan menghantamkan kearah Cakra.
Sebaris cahaya hijau panjang melesat menyambut Cakra tersebut, cahaya hijau tersebut melilit dan berusaha menghentikan pergerakan Cakra itu.
Tapi saat mulut manusia misterius berkomat-kamit membaca mantra Cakra mengeluarkan cahaya terang yang membuat cahaya hijau yang melilitnya hancur berantakan.
Kemudian Cakra tersebut melesat lebih cepat lagi kearah Wu Song, Wu Song yang bisa membaca arah gerakan senjata tersebut.
Dia menusukkan pedangnya ke titik terlemah dari Cakra tersebut yaitu bagian tengahnya.
Kemudian melontarkannya kembali kearah manusia misterius
Tapi Cakra itu memang benda sakti, dia seperti memiliki jiwa dan mengenal tuannya begitu mendekati manusia misterius
__ADS_1
Dia berhenti bergerak berputar-putar di atas jari manusia misterius itu
Sebelum manusia misterius kembali menyerangnya Wu Song menyerang dengan jurus pertama nya Naga Siluman menggetarkan Bumi.
Terjadi gempa dahsyat tapi karena tempat itu sepi jadi efek itu tidak berarti bagi mereka berdua yang sedang bertempur.
Manusia misterius kembali melempar Cakra nya menyambut serangan Wu Song.
Pertemuan Pedang dan Cakra menimbulkan Ledakan dahsyat.
Cakra terpental kembali kearah Kresna, tapi cahaya kehijauan yang berbentuk bayangan seekor naga siluman raksasa' terus melaju menghantam kearah manusia misterius
Tapi Cahaya hijau itu sirna tertahan oleh perisai cahaya kebajikan yang di ciptakan manusia misterius di depan nya.
Cakra yang tadi terpental balik, kembali melesat kearah Wu Song kini Cakra tersebut berubah menjadi empat, datang dari empat sisi menuju Wu Song.
Wu Song menebaskan jurus kedua kearah manusia misterius, langit berubah menjadi gelap petir sambar-menyambar, langit seperti bergetar hebat.
Seberkas cahaya hijau kembali melesat berputar menyambut ke 4 Cakra mementalkan ya ke 4 Arah.
Lalu cahaya hijau kembali menerjang dan bertabrakan dengan energi pelindung ciptaan manusia misterius
Melihat jurus ke dua juga belum ada hasil, Wu Song langsung melepaskan jurus ke 3 5 dan 6 secara beruntung.
Kini gunung-gunung pasir terbelah di langit dan bumi terkoyak saat jurus dahsyat tersebut di lepaskan.
Dari kening manusia misterius dan kedua jari telunjuknya ke luar cahaya putih terang menahan ketiga jurus tebasan Wu Song.
Sedangkan Cakra bergerak sendiri mengejar leher Wu Song dengan berubah menjadi 8.
Tapi serangan Cakra tertahan oleh energi pelindung im yang Sen Kung dan Qian Kun Ta Lo Ih.
Ke 8 Cakra di lontarkan kembali dengan tenaga 3 kali lipat menghantam ganas kearah manusia misterius yang baru saja berhasil menjinakkan ke 3 tebasan berbahaya Wu Song.
Wu Song kemudian merapal dan melepaskan jurus ke 7 dan ke 8 dimana langit dan bumi mengalami retak-retak hebat saat tebasan tersebut berlalu.
Kali ini manusia misterius tidak sanggup menahannya Cakra yang ditarik kembali membantunya serangan Wu Song hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Menjadi 108 bagian yang dengan kecepatan tinggi menghantam kearah tubuh Wu Song.
Wu Song yang menyadari Cakra tersebut tidak akan pernah berhenti mengejarnya bila belum mengenai sasaran .