LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERTEMPURAN SENGIT DI DERMAGA,


__ADS_3

Tubuh Shi Ma Liang yang lunglai, langsung di gotong oleh para Jendral dan komandan pasukan mengikutinya di samping.


Sebelum memejamkan matanya, terdengar suara Shi Ma Liang, yang setengah berbisik.


"Evakuasi sesuai rencana ke 2....!"


Setelah meninggalkan pesan Shi Ma Liang langsung kehilangan kesadarannya.


Karena terlalu memaksakan diri dalam mengerahkan kekuatannya, tubuhnya tidak sanggup menahan beban tersebut.


Para Jendral nya yang sangat terlatih langsung, menulis sebuah kode d telapaki tangan masing-masing komandan.


Ke 5 komandan tersebut mengangguk cepat, mereka ber 5 dengan sigap langsung berpencar memberi instruksi kepada sisa pasukan mereka.


Menunjuk kesana-kemari terlihat sangat sibuk,


sementara para pasukan langsung bergerak cepat mengikuti instruksi mereka.


Di atas benteng kota maupun benteng yang runtuh kini tersusun ratusan ribu, Pasukan manusia jerami.


Yang mengenakan helm perang prajurit macan Hitam.


Diantara manusia jerami hanya terlihat beberapa ratus Pasukan Macan Hitam yang melakukan patroli.


Supaya terlihat nyata, bila di lihat dari jauh oleh musuh.


Sedangkan Pasukan Macan Hitam yang sebenarnya, sedang bergerak mengevakuasi Semua Pasukan yang cedera dan semua harta serta ransum makanan yang ada di kota Pu Yang.


Menuju jalan rahasia yang sudah dipersiapkan oleh Shi Ma Liang jauh-jauh hari, jalan rahasia ini akan membawa mereka langsung tembus menuju pelabuhan Dun Qiu.


Terlihat hampir 100.000 Pasukan lebih mulai muncul di pelabuhan Dun Qiu, melalui jalan kecil yang tersembunyi di pinggir dermaga.


Kemunculan Pasukan Macan Hitam yang dari Kota Pu Yang, yang datang tiba-tiba, mengejutkan Pasukan Rajawali Merah pimpinan Yang Chai Ni istri Alung.


Yang sudah 2 hari melakukan pengepungan dan tantangan duel kepada jendral, yang ditugaskan menjaga dermaga.


Tapi baik tantangan maupun serangan anak panah berapi yang ditembakkan kearah dermaga.


Tidak mendapatkan respon sedikitpun, kecuali balasan anak panah yang datang dari arah dermaga.


Pasukan yang menjaga dermaga Dun Qiu mati-matian bertahan,, tidak melayani tantangan dari Yang Chai Ni sedikitpun.

__ADS_1


Mereka memilih bersembunyi seperti seekor kura-kura di dalam cangkangnya.


Yang Chai Ni beberapa kali mencoba merangsek masuk, tapi mereka selalu menghadapi berbagai jebakan yang di pasang di sekitar area jalan masuk menuju dermaga.


Akhirnya dia memilih menghujani panah api kearah dermaga, untuk menghancurkan kekuatan pertahanan pasukan penjaga dermaga.


Sambil menunggu kedatangan Alung suaminya, untuk memberikan serangan terakhir.


Tapi kenyataan tidak berjalan sesuai rencana, yang kini muncul bukan Pasukan suaminya.


Justru adalah pasukan Macan Hitam yang jumlahnya sangat banyak, dan rata-rata memiliki kemampuan bertempur yang rapi teratur dan di atas rata-rata.


Kini Pasukan dari dalam dermaga pun keluar menyambut Pasukan Rajawali Merah, keluar melayani tantangan berhadap-hadapan tidak terlihat ragu dan takut sedikitpun.


Bahkan setiap dari mereka meski kemampuannya jauh berada di bawah Pasukan Rajawali Merah, tapi mereka siap bertempur sampai titik darah penghabisan, pantang menyerah sebelum nyawa mereka melayang meninggalkan tubuh mereka.


Asal bisa melukai Pasukan Rajawali Merah, mereka pun akan puas.


Sikap Pasukan Macan Hitam ini yang membuat 10.000 Pasukan pimpinan istri Alung berada dalam kondisi kurang menguntungkan.


Yang Chai Ni sendiri harus bertarung mati-matian menghadapi 4 jendral dan 5 komandan pasukan Macan Hitam yang memiliki kemampuan tidak rendah.


Mereka memainkan ilmu golok Siauw Lim Si yang kokoh kuat seperti batu karang dalam pertahanan maupun serangan.


Sedangkan Yang Chai Ni memainkan sepasang pedangnya dengan lincah dan cepat.


Bayangan pedang menyelimuti seluruh tubuhnya, membentuk gulungan sinar keperakan.


Yang Chai Ni memainkan Thian San Jian Fa yang terdiri dari 36 jurus, setiap jurus memiliki 5 gerakan dan 10 variasi.


Yang Chai Ni hanya menguasai 50% dari ilmu Thian San Jian Fa, bila dia menguasai 100% seperti kakaknya Atau 80% seperti ayah nya.


Ke 9 orang yang mengeroyoknya tidak akan sanggup menyambut lebih dari 3 jurus ilmu pedang yang dia mainkan.


Perlahan-lahan gulungan pedang Yang Chai Ni mulai tertekan semakin lama semakin mengecil.


Yang Chai Ni di paksa memainkan pedangnya sambil terus mundur kebelakang, mendekati pinggiran sungai.


Yang Chai Ni yang terdesak, mengeluarkan sebuah tabung bambu, melemparnya ke udara lalu menebas penutupnya.


Kembang api kemerahan pun menghiasi angkasa, sebagai tanda darurat permintaan tolong.

__ADS_1


Lalu Yang Chai Ni kembali mati-matian mempertahankan diri dari serangan 4 arah, dari keempat Jendral yang terus memberinya tekanan.


Kini secara cerdas ke 5 komandan menghujani Yang Chai Ni dengan anak panah.


Yang membuat Yang Chai Ni semakin terdesak, kini mau menyesal pun sudah tidak bisa.


Yang Chai Ni sedikit menyesal dulu sewaktu di Thian San, dia tidak mau giat berlatih seperti kakaknya.


Saat tanpa sengaja, sebelah kakinya menginjak tempat kosong, Yang Chai Ni yang kaget berteriak kecil, tubuhnya kehilangan keseimbangan.


Melihat kesempatan ini keempat golok bergerak cepat menyerang ke arah kepala leher dada dan perut Yang Chai Ni


Dalam keadaan terjepit Yang Chai Ni, masih berhasil menangkis serangan kepala leher dan perut.


Sedangkan serangan ke dada dia hanya dapat memiringkan badannya menghindar, tapi serangan tersebut menancap di bahunya.


Yang Chai Ni bersalto kebelakang menghindari 25 batang anak panah yang melesat Kearah nya.


Sebelum jatuh tercebur kedalam sungai 5 batang anak panah susulan menancap di punggungnya.


Lalu tubuhnya menghilang tertelan arus sungai kuning yang deras.


Sementara 10.000 Pasukan Rajawali Merah akhirnya gugur semua, Setelah berhasil menewaskan hampir 50.000 Pasukan Macan Hitam yang juga sama dengan mereka Pasukan yang gagah berani tidak takut dengan kematian.


Dengan menggunakan Kapal yang ada di dermaga, Sisa pasukan Macan Hitam meninggalkan dermaga Dun Qiu menuju dermaga Guan Du.


Tapi di tengah jalan mereka menemukan jalan menuju pelabuhan Guan Du, kini di jaga ketat oleh kapal-kapal kerajaan Liau (Khitan) sekutu Shi Ma Ong.


Sehingga Shi Ma Liang yang sudah sadar dari pingsannya, memerintahkan agar kapalnya berputar arah menuju pelabuhan Lin Ji.


Langsung menuju Xiao Pei dan bertahan di sana menunggu bala bantuan dari Luo Yang dan Chen Liu.


Sementara Alung setelah membenahi pasukannya, mereka kembali menyerang balik kearah Pu Yang dengan seluruh kekuatan mereka.


Tapi saat mereka memasuki kota Pu Yang mereka baru menyadari, ternyata Pu Yang telah kosong melompong.


Hanya tersisa Pasukan patroli penjaga yang jumlahnya tidak mencapai 200 orang.


Saat di serang mereka pun langsung menyerahkan diri.


Saat Pasukan Rajawali Merah sedang melakukan pengecekan itulah Alung melihat sinyal tanda bahaya yang di lepaskan oleh istrinya dari arah Dun Qiu.

__ADS_1


__ADS_2