LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KEGAGALAN SERANGAN PERTAMA,


__ADS_3

Agar para pasukan bisa mendarat di atas tembok, melakukan pertempuran langsung dengan Pasukan penjaga benteng.


Melihat situasi yang ditunggunya sudah muncul di depan mata.


Tanpa banyak bicara lagi, Jendral Han memberi kode ke semua anak buahnya agar bergerak sekarang.


Di bawah komando Jendral Han 180.000 Pasukan mulai bergerak menuruni jalan terjal dari atas tebing menuju jalan kecil tersembunyi.


Yang hanya bisa di lewati dua orang saja, karena di kiri kanan mereka di apit oleh batu-batu gunung.


Awalnya Pasukan yang di bawa berjumlah 200.000 orang, tapi karena perjalanan yang sangat sulit 20.000 diantaranya telah gugur sebelum sampai di lokasi yang di tuju.


Ketika jarak Jendral Han yang berjalan di paling depan hampir mendekati mulut jalan keluar, kurang lebih 20 meter lagi, panah-panah api tiba-tiba di lepaskan dari arah bawah.


Di mana para pemanahnya belum terlihat tapi anak panahnya telah datang berhamburan dari berbagai arah.


Karena jalan yang sempit, tidak ada ruang untuk menghindar maupun mundur, Jendral Han sendiri, telah roboh dengan sekujur tubuh di penuhi panah api.


Begitu juga dengan kedua asistennya, mereka juga mengalami nasib yang sama seperti Jendral Han.


Para pemimpin yang roboh sebelum sempat memberikan perintah, membuat pasukan yang mereka pimpin menjadi panik dan kacau balau.


Saling dorong, saling injak, umpatan cacian, dan sumpah serapah, serta teriakan kesakitan, dan kematian menggema di mana-mana.


Apalagi saat roboh tubuh mereka yang tertancap panah api, dan apinya masih menyala menyentuh tanah yang ditaburi bubuk hitam.


Maka terjadilah ledakan dan kebakaran, di mana bukan hanya jalan itu saja yang rusak, bagian atas pun ikut longsor kebawah.


Jadi selain terkena panah, terkena ledakan terkepung api, kini ditambah lagi tertimpa batu.


dari 180.000 Pasukan yang bergerak melewati jalan itu, hanya tersisa 1000 personil yang berada diposisi paling belakang yang selamat.


Karena mereka masih sempat bergerak mundur menjauh, tanpa ada komando atasan, juga tidak ada jalan untuk maju.


Akhirnya 1000 personil tersebut memutuskan kembali ke Han Zhong untuk memberi laporan.


Setelah memastikan bahwa, serangan yang datang dari jalan rahasia tidak bisa di lanjutkan lagi dan musuh telah gagal total dalam penyerangan ini.

__ADS_1


Kedua komandan pasukan yang ditugaskan oleh Yue Fei untuk mengawasi jalan tersembunyi yang telah di pasang jebakan.


Mereka berdua memutuskan membawa seluruh pasukan mereka, untuk bergerak kearah Han Gu Kuan membantu rekan-rekan mereka yang sedang berjuang disana.


Yue Fei dan Istrinya Sin Yi terlihat sangat sibuk mengatur bawahan mereka mempertahankan benteng Han Gu Kuan.


Karena kemampuan setiap Pasukan Rajawali Merah yang berada diatas rata-rata dan sangat terlatih.


Saat bertempur pun mereka selalu membentuk formasi kecil yang terdiri dari 10 orang, sehingga meski Pasukan musuh yang berhasil mendarat di atas tembok cukup banyak.


Tapi mereka semua hanya menjadi sasaran pembantaian Pasukan Rajawali Merah yang perkasa.


Perlahan-lahan moral Pasukan Jendral Bai yang kurang terlatih mulai turun, diantara mereka mulai kabur melarikan diri keluar dari barisan.


Sehingga menjadi sasaran empuk para pemanah Pasukan Rajawali Merah.


Ada juga yang dengan nekat melompat dari atas tembok ke bawah, di mana tumpukan mayat tubuh rekan mereka yang gugur bergelimpangan.


Menjadi kasur empuk tempat mereka mendarat, sebagian selamat,tapi banyak juga yang mati.


Pasukan Jendral Bai mulai terlihat ragu untuk maju menyerang, mental mereka telah jatuh.


Karena mereka di siram minyak dari atas dan dihujani panah api, sehingga mereka semua terbakar hidup-hidup.


Kini hanya tersisa Pasukan jendral He yang masih bertempur dengan gagah berani, berusaha menembus pertahanan benteng Han Gu Kuan dari sisi selatan.


Tapi perjuangan keras mereka menjadi Sia-sia, dan dengan terpaksa Jendral He memberi kode agar Pasukan mereka bergerak mundur.


Ini karena Pasukan Jendral Bai, sudah bergerak mundur secara kacau , tanpa mendengarkan komando atasan mereka, yang menyuruh mereka tetap maju.


Situasi kacau ini memaksa Jendral Bai menarik mundur seluruh pasukannya yang kini hanya tersisa 200.000 orang.


Karena 100.000 lainnya sebagian besar meninggal di Medan perang, sebagian lainnya melarikan diri.


Di pihak Yue Fei sendiri hanya ada belasan Pasukan yang gugur, itupun eks Pasukan Chang An yang menyerah, bukan Pasukan Rajawali Merah.


Sedangkan yang terluka baik ringan maupun berat mencapai 100 orang lebih, tapi mereka semua sekarang sudah mendapatkan perawatan, di bawah pengawasan Sin Yi dan Pasukan Wanita bentukan nya.

__ADS_1


Yang selain bisa bertempur, juga bisa berfungsi sebagai bagian perawat, untuk merawat Pasukan yang terluka.


Pasukan yang di bawah pimpinan Sin Yi tidak ada yang terluka berat, karena mereka bertugas mempertahankan pintu gerbang.


Yang banyak terluka adalah pasukan bawahan Yue Fei yang bertugas menjaga benteng bagian atas.


Perang yang hanya berjalan setengah hari, kini sudah berhenti, Yue Fei mengumpulkan seluruh komandan pasukan nya, dan melakukan perundingan rencana kedepan nya.


Sambil membagi-bagikan tugas ke mereka semua.


Di kemah besar jendral Bai terlihat jendral Bai sedang memaki-maki para komandan pasukan nya.


Di sana juga hadir Jendral muda He, tapi dia hanya diam saja tidak mengeluarkan pendapatnya sama sekali.


Karena dia tahu posisi nya saat ini, sebenarnya bila ingin di marahi bukan lah para komandan itu..


Tapi adalah Jendral Bai lah yang harus di maki, karena tidak becus memimpin dan mendidik Pasukan nya dengan benar.


Jendral He juga mengalami kerugian tidak kecil, 200.000 Pasukan yang dia bawa 50.000 personil telah gugur.


Sedangkan yang terluka tidak terhitung,mungkin 1/2 dari pasukannya mengalami luka-luka semua.


Akhirnya dari perundingan strategi di kemah Jendral Bai, tidak ditemukan strategi.


Hanya di putuskan besok akan di adakan serangan ulang dengan strategi yang sama dalam skala yang lebih besar.


Menjelang tengah malam dari dermaga rusak yang kosong tak berpenghuni dan tidak terlihat ada penjagaan di sana.


Posisi dermaga tersebut terletak di sebelah kanan Han Gu Kuan bagian luar.


Puluhan sampan kecil mendarat di sana, lalu dari setiap sampan melompat keluar puluhan orang, yang berindap-indap bergerak mendekati perkemahan perbekalan Pasukan Jendral Bai.


Mereka bergerak cepat merobohkan Pasukan penjaga gudang perbekalan, tanpa sempat mengeluarkan suara.


Lalu berganti seragam, menggantikan posisi penjaga yang mereka lumpuhkan.


Mereka terlihat berjaga dengan tenang, begitu juga dengan Pasukan peronda, yang terdiri dari beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari dua puluh personil.

__ADS_1


Mereka juga kena di lumpuhkan, dan di gantikan dengan Pasukan penyusup yang menyamar.


__ADS_2