
"Saat Song ke ke makan masakan dari resep ini, semoga Song ke ke akan selalu teringat dengan Sian er."
"Dengan begitu, baru tidak akan ada penyesalan lagi di hati Sian er... "
"Sekian dulu ya Song ke ke, meski masih banyak yang ingin Sian er tulis..tapi nanti terlalu panjang Song ke ke bosan bacanya.."
tertanda
Yang selalu mencintaimu Shi Ma Sian.
Wu Song menutup surat itu, memejamkan matanya menengadah ke angkasa dan berkata,
"Selamat jalan Sian er...Song ke ke bersumpah tidak akan pernah melupakan mu, sama seperti Ceng Ceng istri pertama Song ke ke.. yang telah pergi.."
Dari sudut mata Wu Song mengalir dua tetes air bening.
Wu Song membungkus kembali barang peninggalan Shi Ma Sian kepadanya, lalu di simpan ke dalam cincinnya.
Wu Song melesat kearah Han Gu Kuan dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
Wu Song yang berada di balik awan sedang memandang perkemahan pertahanan di Han Gu Kuan.
Wu Song kagum dengan perkemahan pertahanan di Han Gu Kuan.
Di bagian depan terlihat sempit seperti mulut botol arak semakin kebelakang semakin lebar.
Kemudian kembali mengecil Kemudian membesar lagi di bagian paling belakang.
Bila di lihat dari atas persis berbentuk sebuah botol arak labu yang biasa disebut( Hu Lu ).
Bila di lihat dari pertahanan di Han Gu Kuan, bila Pasukan Rajawali Merah yang di pimpin Bun Houw datang.
Mereka hanya bisa masuk tidak akan bisa keluar lagi hidup-hidup dari sana.
Wu Song juga melihat di depan Tong Kuan di samping gerbang Hu Lao Kuan banyak terpasang formasi aneh aneh.
Wu Song yakin itu hanya bisa di lakukan oleh gurunya sang legenda saja, formasi-formasi kuno yang sudah lama tidak ada yang menggunakan nya.
Wu Song kemudian terbang melewati kota Luo Yang, menuju Hu Lao Kuan.
Wu Song menemukan pertahanan di sana cukup kuat, karena banyak di bantu oleh pendekar dari berbagai aliran yang berkepandaian tinggi.
Selagi asyik mengamati pertahanan di sana, Wu Song merasakan ada hadir sosok lain yang juga sedang melayang di udara seperti dirinya.
Saat menoleh kebelakang Wu Song melihat sesosok pria tampan dengan sepasang mata tertutup.
__ADS_1
Sekali lihat Wu Song langsung mengenalnya, inilah Pendekar Topeng Besi yang namanya sangat terkenal akhir-akhir ini..
Dari ciri-ciri yang dia miliki tidak akan salah lagi pikir Wu Song dalam hati.
"Saudara ku apa sudah cukup kamu mengintai kami, apa yang anda inginkan.."
tanya Yang Jian dengan suara halus dan ramah.
Tapi Wu Song dapat merasakan nada penuh ancaman yang tidak main-main.
Untuk menghindari pertarungan tidak perlu karena ke salah pahaman.
Wu Song buru-buru menjura dan berkata dengan sopan..
"Nama ku Wu Song..maaf bila kedatangan ku mengganggu ketenangan Saudara Yang.."
"Sudah lama saya mendengar nama besar Pendekar Topeng Besi yang kesohor di segala penjuru."
"Hari ini beruntung bisa bertemu secara langsung, membuat aku benar-benar kagum dan tahluk..
ucap Wu Song merendah sambil memberi hormat.
Yang Jian membalas penghormatan Wu Song dan berkata,
"Mari singgah ke kemah kami, biar aku dan istri ku bisa memberikan pelayanan semestinya.."
"Yi Yi pasti akan sangat gembira bila bisa bertemu dengan anda kakak Song."
Wu Song membalas penghormatan Yang Jian dan berkata,
"Maaf saudara Yang, tolong sampaikan saja salam dan permintaan maaf ku kepada adik Yi Yi.."
"Aku masih harus melanjutkan patroli udara ke arah lain, saat ini situasi sedang genting, setiap saat bisa pecah peperangan dahsyat."
"Aku janji setelah masalah pemberontakan Shi Ma Ong ini selesai, aku akan datang menemui kalian."
"Wu Song permisi dulu..."
ucap Wu Song dalam sekejap dia sudah menghilang dari hadapan Yang Jian.
Yang Jian menghela nafas panjang dan berkata,
"Meski aku mengalami peningkatan pesat tapi di bandingkan dia aku hanya bagaikan butiran pasir bertemu Thai San."
"Kalimat di atas gunung masih ada langit sungguh nyata dan benar."
__ADS_1
"Mereka yang berasal dari lembah sungguh adalah Legenda yang sulit di cari Tandingnya.."
Wu Song sendiri kini sedang mengamati dermaga Meng Jin yang termasuk salah satu jalan keluar buat Bun Houw dan Shi Ma Ong.
Tapi dermaga Meng Jin ternyata telah di pasangi Formasi Jala Langit yang sangat berbahaya oleh Lu Sun.
Bahkan di sungai kuning sendiri juga di pasangin Formasi pusaran Angin dan Petir.
Wu Song menghela nafas, kelihatannya teman masa kecilnya Bun Houw benar-benar menghadapi jalan buntu
Mata Wu Song yang tajam menangkap ada sebuah kapal besar sedang bergerak menuju dermaga Guan Du.
Apa yang akan di lakukan oleh kapal itu pikir Wu Song curiga, di saat situasi yang sedang gawat ini.
Memang hampir tidak ada kapal yang berani melewati perairan sekitar Pu Yang Chen Liu sampai ke Chang An.
Wu Song melesat menuju kearah kapal besar yang menggunakan bendera kebesaran berlambang Petir.
Berasal dari perguruan mana ini, pikir Wu Song dalam hati.rasanya di daratan tengah Wu Song tidak pernah mendengar ada perguruan berlambang seperti ini.
Jangan-jangan ini berasal dari perguruan yang berasal dari negeri lain.
Wu Song samar-samar melihat ada banyak kapal besar lain yang menyusul kapal ini.
Wu Song segera melesat pergi menyelidiki, begitu Wu Song bisa melihat dengan jelas dari jarak jauh.
Wu Song terbelalak melihat situasi di depan nya, apa-apaan ini pikir Wu Song, mau kemana ribuan kapal ini hendak pergi.
Jangan-jangan mereka datang untuk menjadi Pasukan pendukung buat Bun Houw, ini gawat pikir Wu Song.
Di lihat jumlahnya Wu Song memperkirakan paling sedikit mereka berjumlah 100.000 orang, mungkin lebih.
Dan yang membuat Wu Song khawatir bukan jumlahnya saja, tapi setiap personil di dalam kapal kelihatannya bukan orang sembarangan.
Wu Song tidak berani mengambil tindakan, karena dia sendiri tidak tahu maksud tujuan kedatangan kapal-kapal ini.
Bagaimana bila mereka ternyata hanya numpang lewat, kesalahan tangan Bisa menimbulkan masalah baru yang tidak main-main.
Untuk menyelidiki lebih lanjut Wu Song tidak punya waktu, lagi pula bila pengintaian nya ketahuan.
Dia bisa menimbulkan kesalahpahaman yang tidak perlu.
Dengan berbagai pertimbangan Wu Song akhirnya kembali ke Luo Yang mengadakan pengamatan lebih detil kegiatan Pasukan Rajawali Merah.
Wu Song secara tidak sengaja malah menemukan sebuah jalan kecil yang bisa di gunakan untuk tembus ke Wan
__ADS_1