LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
RENCANA WU SONG


__ADS_3

Baru saja Wu Song dan Shi Ma Yan mau melanjutkan pembicaraan mereka, soal cara mengatasi permasalahan yang di hadapi kerajaan Jin saat ini.


Kasim Wei datang membawa jendral Wu dan Jendral Kam datang menghadap.


Jendral Wu dan Jendral Kam langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Shi Ma Yan dan memberikan salam.


Shi Ma Yan mempersilahkan mereka berdiri dan berkata,


"Kedua Jendral tidak perlu banyak peradatan silahkan duduk."


"Kedua Jendral itu memberi hormat kearah Wu Song baru duduk, mereka agak segan dengan Wu Song karena Wu Song adalah perwakilan orang nomer satu di dinasti ini.


Wu Song tersenyum lembut dan berkata,


"Kedua Jendral jangan sungkan seperti ini, saya hanya rakyat jelata biasa saja, yang kebetulan di mintai tolong "


"Tidak lebih, lihat saya bahkan bukan pejabat."


Kedua Jendral itu saling pandang kemudian Jendral Wu berkata sambil tertawa,


"Tuan muda Song terlalu merendah, semua orang juga tahu, tuan Song adalah menantu pilihan yang mulia Shi Ma Yi."


Wu Song yang baru saja minum seteguk teh mendengar kata-kata Jendral Wu langsung menyemburkannya tehnya kesamping dan terbatuk-batuk sampai wajahnya merah.


Shi Ma Yan yang melihat hal itu, segera menenangkan suasana,


"Jendral Wu itu hanya gosip tidak jelas, lihat anda membuat kakak Song, jadi salah tingkah."


"Maafkan kelancangan saya yang mulia berdua.."


ucap Jendral Wu merasa telah salah ucap.


Wu Song mengangkat tangannya ketika batuknya sudah reda, sambil berkata.


"Tidak apa-apa Jendral Wu tidak perlu terlalu di pikirkan."


"Lebih baik kita sekarang fokus bicarakan masalah mendesak yang jauh lebih penting."


Ketiga orang itu mengangguk setuju.


Shi Ma Yan melirik kearah banci tua yang berdiri di belakang nya belum juga beranjak pergi.


Shi Ma Yan yang tidak mau urusan negara didengarkan oleh banci tua itu


Dengan wajah sedikit kesal dia melirik kearah Kasim Wei memberi tanda agar Kasim Wei mengundurkan diri dan berkata,


"Tolong minta koki siapkan jamuan buat tamu-tamu ku."

__ADS_1


Kasim Wei mengangguk dan segera mengundurkan diri.


Wu Song menatap Shi Ma Yan dan berkata,


"Adik permasalahan ini menyangkut strategi, apakah kamu punya ruangan yang memiliki miniatur peta kerajaan Jin.?"


"Ada tentu ada diruang baca ayah, aku pernah lihat."


Ayo kita pergi kesana sekarang.."


ucap Shi Ma Yan kemudian segera membawa mereka bertiga keruangan yang di maksud.


Shi Ma Yan sebelum pergi memberi pesan kepada salah satu Kasim muda,


"Tolong beritahu Kasim Wei, ada perubahan rencana, harap jamuannya, antarkan ke ruang baca."


Mereka berempat tiba di ruang baca, kini berdiri mengelilingi peta kerajaan Jin.


Wu Song mulai membuka pembicaraan, sambil melihat kearah Jendral Kam dia berkata,


Jendral Kam tolong kamu memilih beberapa orang handal yang bisa dipercaya menempati beberapa posisi penting.


Untuk mengamankan Wilayah Luo Yang, seperti Hu Lao Kuan, Han Gu Kuan dan dermaga Meng Jin dan dermaga Xin Feng, juga segera menunjuk komandan penjaga Penjara dan komandan pelindung keamanan istana.


Setelah itu Wu Song melihat ke Shi Ma Yan dan berkata,


"Agar segera bergerak membawa pasukan menempati Shouchun dan Lu Jiang yang di tinggalkan musuh, serta tempati dua dermaga di dekatnya Ru Xu dan Wan Kou."


"Kalau bisa sekalian rebut Ru Nan dan Jiang Xia, beserta Dermaga Xia Kou."


"Dermaga ini penting karena menjadi arus bantuan dari Xiang Yang, ke Lu Jiang dan Jiang Xia, begitu juga sebaliknya."


"Bila musuh menyerang balik ke Xiang Yang lewat dermaga Hu Yang, didekat kota Xin Ye. "


"Dari Jiang Xia kita selain bisa menyerang lewat darat ke Xin Ye, juga bisa memberikan bantuan ke dermaga Zhong Lu lewat sungai Yang Tze melalui Dermaga Xia Kou."


"Aku yakin Ru Nan dan Jiang Xia pasti di jaga ketat oleh pasukan Rajawali Merah."


"Minta Panglima Sie menghubungi si Topeng besi dan bantuan persatuan para pendekar dunia persilatan."


"Maka semua akan lebih mudah."


"Aku nanti akan menghubungi adik seperguruan ku Lu Fan membawa pasukan Naga Hitam, mengusir pasukan Goguryeo keluar dari wilayah Jin."


"Kemudian baru membantu Jendral Wu menahlukkan beberapa wilayah di Utara yang direbut oleh bangsa khitan (Liau Dong)."


Wu Song kini melihat ke jenderal Wu dan berkata,

__ADS_1


"Jendral Wu kamu harus rebut dermaga Bai Ma dan kota Ye, gunakan strategi seperti Dong Wu merebut Jing Zhou dari Guan Yun Chang, kamu pernah dengarkan cerita tersebut ?"


Jendral Wu mengangguk, di dalam hati dia sangat setuju, dia juga memiliki pemikiran yang sama saat di minta mengambil Bai Ma.


Jendral Wu mulai mengagumi kecakapan Wu Song dalam memimpin, di dalam hati Jendral Wu berharap Wu Song, bisa menjadi menantu junjungannya Shi Ma Yi.


Adalah suatu keberuntungan bagi dinasti Jin, bila bisa mendapatkan menantu seperti Wu Song.


Wu Song kembali melanjutkan penjelasan rencananya,


"Jendral Wu untuk memudahkan merebut kota Ye, kuncinya ada di bendungan nya."


"Pancing dulu seluruh pasukan khitan keluar dari kota Ye, cari posisi tinggi.berikan kode hancurkan bendungan."


"Biarkan air yang berperang untuk mu."


Mendengar penjelasan Wu Song, Jendral Wu tidak sanggup lagi menahan diri, dia menepuk pahanya sendiri dengan sangat keras.


Sambil tertawa gembira dia langsung berlutut didepan Wu Song dan berkata,


"Tuan muda Song anda benar-benar membuat yang tua ini tunduk luar dalam kepada mu."


"Terimalah hormat ku Tuan Muda Song, biarlah yang tua ini menjadi pengikut dan terus belajar strategi dari mu."


Wu Song menjadi panik dan merasa tidak enak dia segera membangunkan Jendral Wu yang jauh lebih tua dari nya dan berkata,


"Jendral Wu jangan begitu, aku hanya memberikan usulan pandangan ku saja, pada dasarnya prakteknya masih bergantung kepada pelaksana di lapangan."


Shi Ma Yan tertawa dan berkata,


"Pantas saja kakek dan bibi ku tergila-gila padamu kakak Song..Ha..ha..ha..ha..!"


Shi Ma Yan mengacungkan jempol kearah Wu Song, Jendral Kam juga mengangguk dan menatap Wu Song dengan penuh kagum.


Wu Song tersenyum canggung dan berkata,


"Yang mulia jangan menggodaku lagi, nanti bila gosip semakin besar.


"Kamu akan membuat posisiku seperti menunggangi punggung Harimau."


"Baiklah ini semua hanya perencanaan, nanti perkembangan nya, kita lihat situasi di lapangan."


"Aku sendiri sekarang akan langsung berangkat ke kota Wan, membujuk Yue Fei dan istrinya agar menyerah, tidak mengikuti jejak Bun houw.'"


"Yue Fei adalah bakat muda berbakat, sangat di sayangkan bila dia harus gugur membantu pihak yang salah."


"Makanan datang..!!"

__ADS_1


Terdengar sebuah suara merdu dari ambang pintu, yang membuat Wu Song tertegun.


__ADS_2