
Kaisar Kim Douk yang melihat tidak ada harapan lagi untuk terus bertahan di negri daratan tengah yang jauh dari kampung halamannya.
Dia segera menggendong Putri nya yang pingsan di punggungnya.
lalu berlari cepat meninggalkan tempat itu sebelum disadari oleh Pasukan Naga Hitam keberadaannya.
Dia sengaja menempuh perjalanan melewati jalan yang melewati hutan menyusuri pinggiran sungai.
Mencari perahu yang bisa dia tumpangi, kaisar Kim yang cerdik itu tidak mau kembali ke Bei Hai ataupun kota lainnya.
Kini pusat kekuatan nya telah di hancurkan, dia bila ingin selamat dan bangkit kembali, hanya ada satu jalan berusaha meloloskan diri dan kembali ke negerinya.
Melakukan pengaturan ulang agar bisa kembali bangkit.
Selama masih ada hutan tidak perlu takut kehabisan kayu bakar, pepatah inilah yang membuat dirinya sebisa mungkin menyelamatkan diri nya.
Akhirnya mungkin karena ajalnya belum tiba waktunya, dia menemukan sebuah kapal Nelayan yang bersedia mengantarnya pulang ke Goguryeo
Karena Kaisar Kim menjanjikan imbalan tinggi bila bisa mengantarkannya pulang ke Goguryeo.
Setelah berada di atas kapal kaisar Kim tanpa henti melepaskan kembang api ke udara, memberi kode agar semua pengikutnya bergerak mundur meninggalkan daratan tengah.
Putri Kim setelah tidak sadarkan diri selama setengah hari, menjelang malam dia pun terbangun dari pingsan nya.
Melihat ranjang sederhana tempat dia berbaring dan lampu minyak redup yang tergantung terus bergoyang-goyang.
Dia pun sadar kini dia tentu sedang berada di atas sebuah kapal, bukan daratan lagi.
Dia duduk sebentar, ketika merasa kepalanya tidak pusing lagi, dia perlahan-lahan bangun menghampiri sebuah meja yang ada di kamar tersebut.
Menuang air dari teko air yang di letakkan di atas meja kesebuah cawan yang ada di tangannya.
Setelah minum beberapa cawan air pikirannya mulai segar kembali.
Sambil tertunduk sedih dengan airmata bercucuran dia berkata,
"Lee Yong maafkan aku.. kamu mati sia-sia di negri orang, bahkan jasad mu pun tidak mendapatkan penguburan yang layak."
"Semua ini adalah salah ku..aku telah mencelakai mu."
"Mengapa kamu harus menyia-nyiakan hidup mu, untuk seorang gadis pembawa sial seperti aku.."
"Maafkan aku Lee Yong...maafkan aku..."
__ADS_1
ucap Putri Kim soo bercucuran air mata.
Perlahan-lahan dengan langkah lesu dia berjalan keluar dari kamar.
Dia tidak memperdulikan keadaan disekitarnya terus berjalan ke anjungan kapal.
"So soo jangan kesana berbahaya...!"
teriak kaisar Kim panik, mengira putrinya hendak bunuh diri.
So sso menghentikan langkahnya sejenak dan berkata,
"Ayah jangan khawatir, aku tidak akan menyia-nyiakan nyawa ku yang di dapat kan dari pengorbanan Lee Yong.."
Kaisar Kim menghela nafas lega bercampur sedih mendengar jawaban putrinya,
"Bila tahu akan menjadi seperti ini, kenapa dulu kamu tidak...aihh..! mungkin semua adalah takdir."
gumam kaisar Kim merasa sedih dan kehilangan seorang Panglima muda tampan dan gagah yang seharusnya bisa dan sangat layak menjadi menantunya.
Putri so so duduk di anjungan kapal menatap air sungai yang kelam seperti hatinya yang juga terasa kelam.
Kini dia baru sadar, ternyata cintanya kepada Bun Houw adalah cinta yang semu, seperti cinta yang lebih mirip khayalan.
Tapi semua sudah terlambat, menyesal pun tiada guna kini Lee Yong telah tiada, pergi untuk selama-lamanya .
Putri so so yang sedang termenung, teringat saat Pertemuan pertama kali nya dengan Lee Yong.
Saat itu salju sedang turun dengan sangat lebat, di bawah guyuran salju yang lebat, dia sendirian di kepung oleh sepuluh pembunuh bayaran dari kerajaan Baekje.
Dia sudah mengalami luka disana sini, hampir tidak kuat bertahan lagi, seluruh pengawal yang melindunginya sudah tewas malang melintang di sekitarnya.
Di saat-saat terakhir itulah, Lee Yong tiba-tiba muncul menyelamatkan diri nya.
Seorang diri dengan gagah perkasa Lee Yong menghabisi semua pembunuh bayaran yang ditugaskan oleh kerajaan Baekje untuk menculiknya.
Lee Yong yang tidak mengenal dirinya adalah seorang putri, membawanya pulang kerumahnya merawat luka-luka nya sampai sembuh.
Lee Yong baru tahu indentitas dirinya, saat dirinya di ajak menemui kakeknya Panglima Lee Kong yang termasyhur.
Melihat Kakeknya berlutut didepan so soo, memberi hormat sambil memanggilnya tuan putri.
Lee Yong pun akhirnya tahu indentitas dirinya sebagai Putri Kim.
__ADS_1
Setelah dirinya diantar oleh Panglima Lee Kong ke istana, beberapa hari kemudian dia kembali berjumpa dengan Lee Yong.
Dalam acara penyerahan hadiah dan gelar ksatria terbaik seluruh Goguryeo yang diadakan setiap tahun sekali.
So soo masih ingat dengan senyum lembut yang diberikan oleh Lee Yong saat menerima hadiah.
Senyum itu sama persis dengan senyum saat detik-detik terakhir Lee Yong sebelum gugur.
Tanpa terasa airmata So soo kembali menetes di pipinya yang putih dan halus.
Tidak sampai di sana saja tak lama kemudian Lee Yong kembali di angkat menjadi Panglima tinggi kerajaan Goguryeo yang membawahi 3 angkatan bersenjata.
Karena jasa-jasa besar yang ditorehkannya untuk kejayaan kerajaan Goguryeo.
Tiba-tiba So soo terhenyak dan menutupi mulutnya sepasang matanya yang indah terbelalak lebar.
Kini dia menjadi mengerti kenapa Lee Yong yang dulunya tidak terkenal bahkan tidak pernah bergabung dengan militer, bisa tiba-tiba muncul dalam ajang perebutan ksatria terbaik.
Padahal bila dia mau dengan kemampuannya yang tinggi bukan hal sulit baginya, untuk merebut gelar itu dari 10 tahun yang lalu.
Juga dengan latar belakangnya yang sebagai cucu kesayangan Panglima Lee Kong, kenapa bisa begitu kebetulan setelah mengenalnya.
Dia baru muncul bergabung dengan militer dan menorehkan berbagai prestasi yang sangat mengagumkan.
"Alasan nya cuma satu dia ingin lebih sering bertemu dan melihat ku."
gumam So so seorang diri. kemudian menutupi mukanya dan kembali menangis tersedu-sedu di anjungan kapal.
Setelah melepaskan semua kesedihannya lewat tangisan hatinya mulai terasa lebih lega.
Sinar matahari yang baru terbit menyinari wajahnya yang cantik melalui sela-sela jarinya, membuat dia mengangkat kepalanya melepaskan kedua tangan yang menutupi wajahnya.
Menghirup udara segar di pagi hari dan membiarkan wajah nya yang cantik bermandikan cahaya matahari pagi yang hangat membuat hatinya terasa jauh lebih nyaman dan hangat.
Putri Kim mengangkat kedua tangannya merapikan rambut nya yang berantakan tertiup angin kemudian menguncinya.
Setelah itu dia merapikan pakaiannya, tapi saat dia merapikan pakaian bagian dadanya.
Dia menyentuh sesuatu.
Saat di keluarkan ternyata adalah sepucuk surat dari Lee Yong untuknya.
Putri Kim yang hampir berdiri dari posisi duduknya, akhirnya tidak jadi berdiri dia duduk kembali sambil membuka surat tersebut dengan tangan sedikit gemetaran.
__ADS_1