
Akhirnya tubuh mereka berdua benar-benar terbungkus dalam sebuah kepompong ulat sutra.
Lu Sun kini terbatas ruang gerak nya, dia harus berbaku hantam dengan keras lawan keras dalam jarak dekat.
Sementara itu kekuatan Lee Yong semakin lama semakin kuat apalagi setelah mereka berdua terkurung dalam kepompong ulat sutra yang telah terbentuk secara sempurna.
Tiba-tiba Lee Yong kekuatannya bertambah lebih kuat 3 kali lipat.
Sekali ini Lu Sun tidak lagi sanggup menghadapi pemuda itu, kepompong yang mengurung mereka berdua meledak pecah berkeping-keping.
Dari dalam kepompong yang meledak melayang keluar sesosok tubuh berlengan tunggal, seperti sebuah layang putus.
Di susul dengan panglima Lee Yong yang juga melesat keluar, melakukan pengejaran kearah Lu Sun ingin memberikan pukulan terakhir menahlukkan sang legenda dengan sempurna.
Tapi sebelum niatnya terlaksana, sebuah sinar berwarna hijau berkelebat menghantam dirinya hingga terpental mundur puluhan meter.
Panglima Lee Yong menatap kearah udara, mencari asal serangan ganas yang berhasil mementalkan dirinya tadi.
Dia melihat seorang pemuda berwajah tenang sabar dan sangat tampan sedang menatap kearahnya sambil tersenyum lembut dan berkata,
"Ilmu anda sangat hebat, sangat di sayangkan bila di gunakan untuk mencampuri urusan orang yang tidak punya kaitan dengan mu"
"Tidak perlu banyak bicara, kita punya prinsip dan cara pandang yang tidak sama, majulah tunjukkan kemampuan mu.!"
teriak Lee Yong sambil bersiaga menyambut serangan pemuda di hadapannya.
Wu Song tersenyum dingin dan berkata,
"Baiklah bila itu pilihan mu, maka aku akan meluluskan keinginan mu.."
Wu Song mulai menghimpun kekuatan semesta untuk kembali melepaskan jurus ke 10 pedang Naga Siluman Semesta.
Lee Yong juga mulai terbang berputar-putar di sekitar tubuh Wu Song yang sedang menghimpun tenaga alam semesta.
Sambil berputar-putar Lee Yong tidak berhenti melepaskan pukulan Feng Yi Lei Tian kearah tubuh Wu Song.
Tapi semua pukulan nya langsung terserap kedalam tubuh Wu Song tanpa bekas.
Tubuh' Wu Song dan tubuh Lee Yong kembali membentuk kepompong ulat sutra persis seperti saat Lee Yong melawan Lu Sun tadi.
Yang berbeda adalah ukuran kepompong yang ini jauh lebih besar dan tebal.
Di dalam kepompong kekuatan Lee Yong yang meningkat pesat beberapa kali lipat terus menyerang tubuh Wu Song.
Tapi semua serangan nya lenyap di telan Wu Song, dan Wu Song masih diam tak bergerak dan terus menyerap kekuatan semesta.
__ADS_1
Ketika daya tampung tubuh Wu Song sudah maximal dia mulai muncul dalam 9 bayangan bersilat didalam kepompong.
Satu persatu bayangan tubuhnya masuk kedalam tubuhnya.
Selama periode tersebut, Lee Yong yang tidak berhenti memberikan serangan dahsyat dan selalu terpental oleh energi pelindung tak kasat mata yang terus dipancarkan oleh tubuh Wu Song, untuk melindungi dirinya.
Kepompong buatan Lee Yong sampai retak-retak dihatam oleh tubuh Lee Yong yang terpental kesana-kemari .
Akhirnya 9 bayangan menyatu kedalam tubuh Wu Song, Wu Song menebaskan Pedang Siluman Naga Semestanya kearah Lee Yong.
Terjadi ledakan dahsyat Kepompong pecah berkeping-keping berhamburan tubuh Lee Yong terpental keluar dari dalam kepompong bagaikan layang-layang putus.
Energi cahaya yang membentuk seekor naga siluman raksasa masih belum berhenti mengejar Lee Yong, dia masih terus melesat mengejar tubuh Lee Yong.
Hingga akhirnya menembus tubuh Lee Yong dan keluar dari tubuh Lee Yong berputaran tiga kali diudara Cahaya naga hijau tersebut baru sirna.
Tubuh Lee Yong jatuh terlentang di atas tanah tidak bisa bergerak lagi, sepasang matanya terbuka menatap langit, bibirnya bergerak-gerak seperti sedang menggunakan sesuatu,
"Selamat tinggal istri ku, hidup lah dengan bahagia, aku..aku.. tidak menyesal..mengenal mu.."
gumam Lee Yong terputus-putus.
Lalu matanya terpejam, dari sudut matanya mengalir dua butir air bening.
Bibirnya menyunggingkan senyum lembut.
Setelah dengan susah payah memasukkan pedang nya kedalam sarung dan menyimpannya kedalam Cincin penyimpanan.
lalu memasukkan 3 butir pil nirwana ke dalam mulutnya.
Wu Song sendiri langsung jatuh terlentang diatas tanah tidak bisa bergerak sama sekali, nafasnya pun terputus-putus dan sangat lemah.
Wu Song tahu dengan jelas kondisi tubuhnya, di mana dia terlalu memforsir kekuatannya, hingga beberapa nadinya mengalami kerusakan parah.
Dalam kurun waktu 10 tahun kedepan dia tidak akan bisa memainkan Ilmu Pedang Naga Siluman Semesta lagi.
Kini Wu Song terjatuh terlentang kehabisan tenaga secara total, dia hanya bisa terbaring lemah dengan nafas putus-putus.
Xue Yen sendiri begitu menyadari Lu Sun terlempar dari arena pertarungan.
Dia langsung melepaskan pukulan es abadi tingkat puncak memaksa Tetua angin melompat mundur
Dia lalu membalikkan badannya meninggalkan arena pertempuran melesat kearah Lu Sun sambil berteriak,
"Sun ke ke...!!"
__ADS_1
Dengan cemas Xue Yen duduk memeluk tubuh Lu Sun yang lemas, tapi masih bisa tersenyum menatapnya sambil berkata,
"Tenang saja..jangan menangis..aku tidak apa-apa.."
"Tidak apa-apa bagaimana ? lihat keadaan mu sekarang..!"
"Kalau terjadi sesuatu dengan mu, bagaimana aku bisa jelaskan pada kakak Ching...!"
"Bagaimana kami berdua akan melanjutkan hidup ini...!"
"Kalau ada apa-apa dengan mu, aku pun tidak mau hidup lagi..Hu..hu..hu..!"
teriak Xue Yen sambil menangis tersedu-sedu tidak memperdulikan keadaan sekitarnya lagi.
Lu Sun memejamkan matanya dan berkata,
"Kalau kamu goncang-goncang terus seperti ini, aku pasti akan mati beneran.."
Xue Yen terkejut, dia buru-buru menghentikan goncangan nya dan berkata,
"Maaf..maafkan aku..aku.."
Xue Yen terlihat gugup dan panik, Lu Sun tersenyum dan berkata,
"Tenang saja aku cuma kehabisan tenaga dan sedikit terluka dalam saja.."
Xue Yen mengangguk cepat dan melonggarkan pelukannya, dia tidak berani sembarangan menyalurkan tenaga dalam nya ke Lu Sun.
Karena tenaga dalam nya dan tenaga dalam Lu Sun bertentangan dan tidak cocok.
Xue Yen mengeluarkan 3 butir pil nirwana dari saku diikat pinggang nya, lalu memasukkan nya kedalam mulut Lu Sun.
"Sayang makanlah pil nirwana ini, dia bisa membantu menyembuhkan luka dalam dan memulihkan tenaga mu."
Lu Sun mengangguk dan tersenyum lalu menelan tiga butir pil berwarna putih tersebut.
Begitu ketiga pil tersebut masuk kedalam perutnya, mulai terasa hawa hangat menjalar keseluruh tubuhnya.
"Sayang tolong bantu aku untuk duduk.."
Xue Yen membantu Lu Sun untuk duduk bersila.
Lu Sun setelah berhasil duduk dia segera mengatur pernafasan nya sambil memejamkan matanya.
Dia memanfaatkan khasiat pil itu untuk membantu menyembuhkan luka dan memulihkan kekuatan nya.
__ADS_1
Sementara itu Keempat tetua yang kini sedang mengeroyok si Topeng Besi, begitu melihat Lee Yong jatuh terlentang.